image
Login / Sign Up

Polda Jabar Amankan Rahmat Baequni Terkait Video Hoaks Anggota KPPS Meninggal Karena Diracun

Avila Dwi Putra

Image

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, di Markas Polda Jabar, Senin (25/2/2019). | AKURAT.CO/Avila Dwi Putra

AKURAT.CO, Kepolisian Daerah Jawa Barat mengamankan Rahmat Baequni terkait penyebaran berita bohong atau hoaks mengenai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia. 

Penangkapan ini usai pelimpahan berkas dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sebelumnya, hasil patroli Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, telah menemukan video ujaran hoaks terkait KPPS meninggal diracun yang diduga dilakukan oleh Rahmat Baequni.

baca juga:

Berkas dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar guna diselidiki lebih lanjut karena video tersebut diduga berlokasi di daerah Jabar. 

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penangkapan berdasarkan adanya ceramah yang bersangkutan mengenai ratusan anggota KPPS yang meninggal. 

“Yang bersangkutan menyebut semua petugas KPPS itu meninggal karena diracun, dengan tujuan untuk tidak bisa memberikan kesaksian apa yang terjadi di TPS (tempat pemungutan suara),” ujar Trunoyudo, di Markas Polda Jabar, Jumat (21/6).

Namun, apa yang disampaikan oleh tersangka merupakan informasi bohong. Bahkan, Truno menyebut, para warganet yang menonton video tersebut pun merasa resah dan meminta agar hal ini diproses hukum. 

“Netizen juga menyampaikan keresahannya, karena yang bersangkutan menyebarkan informasi yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” ungkapnya. 

Isi ceramah tersangka mengenai anggota KPPS itu terdapat dalam video yang berdurasi 2 menit 20 detik, yang isinya seperti di bawah ini:

“Bapak ibu, boleh saya cerita bapak ibu? Seumur-umur Pemilu dilaksanakan, jujur, boleh saya jujur? Nggak apa-apa ya? Bapak-bapak ada yang sudah senior, nggak sebut sepuh karena berjiwa muda. Seumur-umur kita melaksanakan Pemilu, pesta demokrasi, ada tidak petugas KPPS yang meninggal? Tidak ada ya? Tidak ada.”

“Tapi kemarin, ada berapa petugas KPPS yang meninggal? 229 orang? Itu dari kalangan sipil, dari kepolisian berapa yang meninggal? Jadi total berapa? 390 orang meninggal. Sesuatu yang belum pernah terjadi dan ini tidak masuk di akal.”

“Bapak ibu sekalian, ada yang sudah mendapat informasi mengenai ini? Tapi ini nanti di-skip ya. Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diautopsi, dicek di lab forensiknya, ternyata apa yang terjadi? Semua yang meninggal ini, mengandung dalam cairan tubuhnya, mengandung zat yang sama, zat racun yang sama. Yang disebar dalam setiap rokok, disebar ke TPS. Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah tidak dalam waktu yang lama. Setelah satu hari atau paling tidak dua hari. Tujuannya apa? agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS,” tutur tersangka dalam video itu. 

Tersangka yang diamankan di kediamannya di Jalan Parakan Saat, Cisaranten, Kota Bandung, tak hanya menyebarkan mengenai petugas KPPS yang meninggal, namun juga menyebarkan fitnah dengan mengatakan kepada masyarakat bahwa aksi terorisme diciptakan oleh Detasemen Khusus 88 dan produk intelijen. 

“Ada konten dari tersangka yang akan kita dalami terkait penciptaan kondisi mengenai terorisme,” ucap Truno. 

Akibat aksinya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Serta Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dirinya terancam penjara diatas lima tahun.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

Olahraga

Porpamnas VI 2019

Kembali Sabet Gelar Juara, Jabar Raih Hattrick di Ajang Porpamnas

Image

News

Relawan Pendukung Emil-Uu Bantah Tudingan Rusaknya Komunikasi Pasca Menang Pilgub

Image

News

Catat! Janji Manis Kang Emil di Kota Belimbing Biar Warganya Tidak Stres

Image

News

Bandung Sangat Dingin pada Malam Hari di Tengah Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG

Image

News

Tilep Dana Desa, Kades Ditahan di Lapas Indramayu

Image

News

13 Kabupaten/Kota di Jabar Terdampak Kekeringan, Gubernur Jabar Belum Tetapkan Status Siaga?

Image

News

Polda Jabar Incar Tiga Penambang Tanah Ilegal yang Diduga Beroperasi di Kabupaten Bogor

Image

News

Dampak Pengalihan Arus, Belasan Rute Angkutan Umum di Bandung Berubah, Catat Rute Terbarunya!

Image

News

Golkar Bandung: Siapa Pun yang Jadi Ketua Umum, Tolong Tetap Solid, Jangan Ada Perpisahan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ingin Berkoalisi, AHY Serahkan Kepada SBY untuk Tentukan Posisi Partainya

Partai Demokrat memiliki keinginan untuk bisa berkontribusi secara langsung, secara nyata, dan ini membutuhkan kerja sama semua elemen.

Image
News

Pengamat: Turunnya Kursi Golkar di Parlemen Jadi Peluang Bamsoet Kalahkan Airlangga

Turunnya perolehan kursi Golkar dibandingkan 2014 lalu, tentu ini menjadi kelemahan Pak Airlangga dan menjadi peluang penantang.

Image
News

SW Ditangkap Polisi Karena Hina Bupati Inhil dengan Sebarkan Foto Bersama Perempuan

Selain itu, konten yang disebarkan oleh SW itu memiliki muatan pengancaman terhadap korban HM Wardan (Bupati Inhil) dan Olva Susanti.

Image
News

Kunjungi Pameran Indo Security 2019, Kadiv Humas Polri: Keamanan Jadi Dasar Utama Suatu Negara

Keamanan mungkin juga bukan segala-galanya. Tetapi tanpa keamanan, semua yang ada di dalam negara tidak ada apa-apanya.

Image
News

Waketum PAN Sebut Pengurus DPP Banyak yang Ingin Jadi Oposisi

Di dalam DPP itu saya lihat banyak yang semangatnya menjadi oposisi. Buat saya menjadi koalisi dan oposisi sama-sama terhormat.

Image
News

KPK Disebut Tidak Menghormati Mahkamah Agung Sama Sekali

"Pernyataan bahwa KPK menghormati Putusan MA ini hanya pemanis bibir saja"

Image
News

Adu Kuat Meraih Jabatan Menteri di Kabinet Kerja Jilid II

"Dalam sistem presidensial yang kita anut, Presiden diberi kewenangan penuh untuk menyusun kabinet"

Image
News

Sebelum Jadi Ibu Kota Negara, Gubernur: Penuhi Dulu Hak Keadilan Warga Kalteng

Kami sangat siap, hanya saja ada sejumlah hal yang terlebih dulu harus dipenuhi pemerintah pusat jika pemindahan ibu kota telah ditetapkan.

Image
News

5 Festival Absurd di Berbagai Negara, Mandi Lumpur Hingga Saling Lempar Kotoran

Festival lumpur di Korsel mempunyai misi yang bagus, yaitu mendidik masyarakat akan pentingnya lumpur untuk bahan kosmetik

Image
News

Isu Jadi Menteri Pemerintahan Jokowi, AHY Tak Ingin Berandai-andai

Saya tidak ingin berandai-andai, saya memang banyak mendengar spekulasi yang beredar di media massa dan media sosial.

trending topics

terpopuler

  1. Meski Diremehkan, Timnas Indonesia Berpeluang Lolos dari Grup G

  2. 5 Fakta Menarik Turkmenistan, Negara Kaya Migas namun Dilanda Hiperinflasi

  3. Pembakaran Studio Animasi Kyoto Ingatkan 6 Pembunuhan Massal Tersadis di Jepang

  4. 7 Potret Menggemaskan Anak Artis saat Naik Sepeda, Bikin Gemas!

  5. 10 Pesona Minati Atmanegara, Awet Muda di Usia 60 Tahun

  6. Gerindra Minta Masyarakat Tak Salahkan Anies Soal Pembongkaran Getih Getah di HI

  7. Sekilas Mirip Kawasaki Ninja, Kendaraan Pria Ini Bikin Geger Warganet

  8. Cetak Gol Saat Lawan Persebaya, Ferdinand Dapat Pujian Dari Pelatih

  9. Siap-Siap, Bumilangit Cinematic Universe Akan Rilis Superhero Indonesia!

  10. Taruh Modal Rp600 Juta, Arie Untung Ngaku Gak Dapat Untung Bisnis Sama Pablo Benua

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik