image
Login / Sign Up

Menelaah Kebijakan ERP di Jakarta, Mampukan Mengurangi Kemacetan Ibu Kota?

Herry Supriyatna

Image

Sejumlah kendaraan bermotor melintasi gerbang jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) di Jakarta, Sabtu (19/1/2019). Meski dua perusahaan peserta lelang ERP mundur teratur dari proses tender yang sedang berlangsung, Pemprov DKI Jakarta tetap optimis sistem jalan berbayar itu dapat terlaksana. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Menjelang hari ulang tahun ke-492, kemacetan masih menjadi salah satu persoalan yang kerap diidentikkan dengan Kota Jakarta.

Tingginya tingkat kebutuhan perjalanan, kepemilikan kendaraan bermotor yang semakin meningkat serta belum optimalnya transportasi massal menjadi sejumlah faktor yang membuat persoalan kemacetan ibu kota tak kunjung usai.

Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan membeberkan sejumlah langkah penanganan mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta.

Salah satunya melaksanakan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan dengan penerapan jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing(ERP).

"Jadi  kendaraan pribadi dibatasi. salah satunya dengan ERP," ujar kepala bidang angkutan umum Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Masdes Arroufy di kantornya, Selasa (18/6/2019).

Ia mengatakan tujuan ERP adalah agar warga Jakarta dan warga luar Jakarta enggan membawa kendaraan pribadinya masuk ke tengah kota sehingga mengurangi kemacetan.

ERP merupakan sistem pengendalian kepadatan lalu lintas yang diterapkan melalui pemungutan retribusi secara elektronik terhadap pengguna kendaraan bermotor yang melewati sejumlah ruas jalan di Jakarta pada jam-jam tertentu.

"Hingga saat ini baru diuji coba di Jalan Sudirman-Thamrin, tapi sudah ada banyak rutenya terutama yang menuju Jakarta," ujar dia.

Penerapan ERP dimaksudkan agar pengguna jalan lebih mempertimbangkan dampak perjalanan mereka terhadap pengguna jalan lainnya sebelum melakukan perjalanan.

Diharapkan masyarakat meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi dalam perjalanan dan beralih menggunakan transportasi publik sehingga kepadatan lalu lintas dapat dikurangi.

Efektif
Sistem ERP diterapkan sejak lama di berbagai negara seperti Singapura dan terbukti efektif mengurangi persoalan kemacetan yang terjadi.

Mengapa diperlukan di Jakarta?
Pertama, persentase pertambahan volume kendaraan di Jakarta pada 2012-2013.

Data Polda Metro Jaya tahun 2013 menyebutkan jumlah kendaraan cenderung meningkat sebanyak 9,8 persen dimana hampir tiga perempat diantaranya (10,19 persen) didominasi sepeda motor, 9,92 persen mobil truk, 9,52 persen mobil pribadi, 3,34 persen ambulans dan mobil medis serta 0,31 persen bus

Kedua, pertumbuhan kapasitas jalan Jakarta nyaris konstan dengan tingkat pertambahan ruas jalan yang hanya sebesar 0,01 persen per tahun.

Total panjang jalan di Jakarta (diantaranya jalan kota madya 5.117.258 km, jalan provinsi 1.562.277 km, jalan negara 152.577 km, jalan tol 123.731 km. Berdasarkan data BPLHD Jakarta tahun 2013, jalan sepanjang itu baru memenuhi 60 persen kebutuhan perjalanan dan volume kendaraan di ibu kota saat ini.

Saat ini kendaraan pribadi 9,1 juta (98,9 persen) dan angkutan umum 104 ribu (1,1 persen). Sedangkan perjalanan dengan kendaraan pribadi didominasi 50,8 persen mobil pribadi, 23,9 persen sepeda motor dan 25,3 persen angkutan umum dari 25.737.000 perjalanan per hari.

Data dari BSTP Hubdat tahun 2007 menunjukkan bahwa kemacetan menimbulkan kerugian sekitar Rp42,9 triliun baik kerugian waktu, kesehatan, angkutan umum maupun kerugian BBM.

Kerugian material akibat kemacetan ini dikhawatirkan mencapai angka Rp60-70 triliun di tahun 2020 jika tidak segera ditangani.

Statistik kerugian akibat kemacetan di Jakarta meliputi kerugian waktu Rp20,3 triliun, kerugian kesehatan Rp5,4 triliun, kerugian angkutan umum Rp2,4 triliun, kerugian BBM motor Rp8,2 triliun dan kerugian BBM mobil Rp6,6 triliun.

Manfaat
Sedangkan manfaat ERP bagi masyarakat adalah memberi kenyamanan bertransportasi bebas kemacetan
mobilitas dan produktivitas meningkat
pendistribusian kepadatan lalu lintas yang lebih merata. Selain itu juga mendorong tersedianya moda transportasi publik yang beragam dan memadai

Bagi pemerintah, dengan ERP maka pengelolaan lalu lintas yang lebih baik, mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur transportasi, penghematan konsumsi BBM
serta meningkatkan pelayanan publik di bidang transportasi

Bagi lingkungan, ERP menurunkan emisi kendaraan dan menurunkan polusi serta tingkat kebisingan.

Tiga negara yang sukses melakukan ERP patut dicontoh. Yakni 
London  tahun 2003.

Sebanyak 72 perusahaan menilai ERP sebagai kebijakan yang tepat, penurunan kepadatan lalu lintas sebesar 20persen.

Selain itu, penurunan polusi udara sebesar 11-16 persen, pengguna bus bertambah sebesar 14 persen, peningkatan aktivitas ritel pada area padat lalu lintas sebesar 4 persen.

Stockholm menerapkannya sejak 2007. Sejak itu terjadi penurunan kepadatan lalu lintas sebesar 22-25 persen, penurunan polusi udara sebesar 14 persen, pengguna transportasi publik bertambah sebesar 8 persen dan peningkatan aktivitas ritrl sebesar 10 persen.

Singapura menerapkan sejak 1998 dan penurunan volume lalu lintas hingga 13 persen pada jam-jam diberlakukan ERP, rata-rata kecepatan di jalan raya meningkat 20 persen, pengguna carpools dan bus meningkat dari 41  menjadi 62 persen.[]

baca juga:

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

Iptek

GIIAS 2019

Keluhan Macet Hingga Ketiadaan Mobil Listrik Lokal Warnai GIIAS 2019

Image

Olahraga

Liverpool 2-3 Borussia Dortmund

Klopp Akui Performa Liverpool Belum Memuaskan

Image

News

Upaya Pemkot Depok Tingkatkan Layanan Transportasi Nyaman bagi Masyarakat

Image

News

Pengamat: Koopsus TNI Mengutamakan Kekuatan Pukul yang Mematikan

Image

Olahraga

Liverpool 2-3 Borussia Dortmund

Dortmund Paksa Liverpool Telan Kekalahan di Ajang Pramusim

Image

Gaya Hidup

Hasil Survei: Anak Indonesia Lebih Nyaman Bahas Seksual dengan Teman Sebaya

Image

Olahraga

Liverpool

Sepekan Pasca Operasi, Robertson Sudah Siap Diturunkan Lagi

Image

Olahraga

Bursa Transfer

Liverpool Tak Akan Datangkan Pemain Anyar di Musim Panas 2019

Image

News

Soal Kebijakan Mobil Bergarasi dan Musik Penghibur di Lampu Merah, Ini Penjelasan Dishub Depok

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Tetapkan 18 Tersangka Baru Kasus Pengeroyokan Anggota TNI-Polri di Jambi

Para tersangka tersebut berasal dari kamp kelompok SMB

Image
News

Ketiga Korban Tewas Kebakaran Truk Pertamina Berhasil Diidentifikasi

Data korban berhasil diidentifikasi melalui nomor pelat kendaraan yang ditumpanginya

Image
News

Jaga Stabilitas Kamtibmas, Polisi Amankan Sejumlah Sepeda Motor Berknalpot Bising

asaran dalam razia tersebut pemeriksaan surat-surat kendaraan bermotor, minuman keras dan senjata tajam

Image
News

Yonif 725 Jadikan MPLS Sebagai Wahana Penguatan Karakter Generasi Muda di Perbatasan

"Dalam kegiatan MPLS ini bertujuan untuk membantu pihak sekolah untuk menanamkan sikap disiplin melalui kegiatan PBB"

Image
News

Kebakaran Truk Pertamina Tewaskan Tiga Orang, Baru Dua Teridentifikasi

"Terdapat tiga korban meninggal. Dua korban dari mobil truk tangki Pertamina dan satu korban dari mobil pribadi,"

Image
News

Modal Pistol Mainan, Rizki Ramadan Ngaku Polisi Untuk Begal Pemotor

Pelaku mencari pemotor yang tidak menggunakan helm.

Image
News

Respresentasi Ideologi Soekarno Alasan Kuat Puan Maharani Jabat Ketua DPR

Keniscayaan demokrasi kita bahwa pertimbangan ideologi dan politik kadang cukup dominan.

Image
News

Ferdinand Tolak Ajakan Jogging Habiburokhman

Habiburokhman mengajak Ferdinand jogging di trotoar Cikini yang kini tengah direvitaliasi.

Image
News

Praktisi Hukum: Jaksa Agung Kita seperti Mengkerdilkan Diri di Hadapan Presiden

Harus diingat, jaksa menjalankan fungsi penegakan hukum dengan kewenangan luar biasa besar.

Image
News

Prakiraan Gempa Magnitudo 8,8 di Selatan Jawa, BMKG: Harus Ada Upaya Mitigasi

Dia mengatakan, sebagai potensi gempa magnitudo 8,8 itu harus direspon dengan upaya mitigasi secara struktural dan nonstruktural.

trending topics

terpopuler

  1. Ramai Video Kaesang Kunjungi GIIAS 2019, Warganet Salah Fokus ke Celana

  2. KPAI: Sekolah Belum Aman dari Kekerasan Seksual

  3. Tasyakuran HUT dan Kemenangan Jokowi, PDIP Gelar Gebyar Wayang Kulit

  4. Jemaah Diimbau Tak Langsung Pulang Usai Ibadah di Masjidil Haram

  5. Farhat Abbas Belum Tahu Soal Tindak Lanjut Kasus Ketua DPRD DKI Jakarta

  6. Kritik Ridwan Kamil, Tengku: Jika Banyak Pengangguran, Perbaiki Mutu dan Ciptakan Pekerjaan, Kok Malah SMK Mau Dibubarkan?

  7. Pedas Membakar Lidah, Dimsum Lody Bintaro dengan Sambal Nusantara yang Nampol

  8. Rustam: Bagi-bagi Kekuasaan 55 : 45? Mungkin Amien Rais Lupa Sistem Pileg Beda dengan Pilpres

  9. Pasangan China Pastikan Satu Tempat di Final Ganda Campuran

  10. Keren! Kampung Budaya Polowijen Jadi Jujugan Riset Wisata Halal Mahasiswa Universitas Putra Malaysia

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude