image
Login / Sign Up

Rustam Tunggu Keputusan Gila Jokowi Buat Pastikan Semburan Kebohongan Pada Periode Kedua Tak Ada

Siswanto

Image

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Pesta Kesenian Bali (PKB) , Sabtu (15/6/19). | kemenpar.go.id

AKURAT.CO Pemerhati politik Rustam Ibrahim melalui akun Twitter @RustamIbrahim berharap Presiden Joko Widodo membuat keputusan tegas untuk memastikan hoaks tak ada lagi di pemerintahan periode kedua.

"Salah satu keputusan atau tindakan gila yang saya harapkan dari Presiden @jokowi adalah membuat undang-undang untuk memastikan bahwa tidak ada lagi hoax dan semburan api kebohongan pada periode kedua pemerintahannya," kata Rustam.

baca juga:

Pemerintah berupaya mengurangi dampak hoaks dan ujaran kebencian yang disebarluaskan melalui platform media sosial dan percakapan instant. Upaya itu ditujukan untuk meminimalisasi dan menghindarkan konflik sebagai akibat tindakan kekerasan yang dipicu oleh informasi hoaks.

Beberapa waktu yang lalu sebagaimana tulisan yang dimuat di situs Sekretariat Kabinet, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan hoaks yang tidak dikendalikan akan berpotensi memicu aksi massa dan kekerasan yang berdampak pada jatuhnya korban.

“Satu hoaks saja sudah cukup untuk memicu aksi massa yang berujung penghilangan nyawa, seperti salah satunya yang menimpa Mohammad Azam di India pada tahun 2018. Padahal, ada banyak hoaks sejenis itu lalu-lalang di Indonesia setiap hari, apalagi sekitar 22 Mei lalu,” kata Rudiantara.

Menurut Rudiantara ada tiga langkah yang diambil pemerintah berdasarkan tingkat kegentingan peredaran konten hoaks. Langkah itu lazim dan kerap diambil oleh Pemerintah di negara lain untuk mencegah meluasnya kerusuhan.

Langkah pertama adalah menutup akses tautan konten atau akun yang terindikasi menyebarkan hoaks. Kedua, bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk menutup akun. Dan ketiga, pembatasan akses terhadap sebagian fitur platform digital atau berbagi file.

“Pembatasan akses merupakan salah satu dari alternatif-alternatif terakhir yang ditempuh seiring dengan tingkat kegentingan. Pemerintah negara-negara lain di dunia telah membuktikan efektivitasnya untuk mencegah meluasnya kerusuhan,” kata Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan bagaimana Srilanka menutup akses ke Facebook dan WhatsApp untuk meredam dampak serangan bom gereja dan serangan anti-muslim yang mengikutinya. Sementara, Iran pernah menutup akses Facebook pada tahun 2009 setelah pengumuman kemenangan Presiden Ahmadinejad. “Banyak negara lain melakukan pembatasan dan penutupan dengan berbagai pertimbangan,” kata Rudiantara.

Tutup Akses 2184 Akun dan Website

Sebelum dan selama pembatasan akses sebagian fitur platform media sosial dan percakapan instan berupa fitur image dan video, menurut Rudiantara, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menutup ribuan akun media sosial dan situs web. Sebanyak 551 akun facebook telah diblokir. Kemudian akun twitter 848 akun, Instagram 640 akun, Youtube 143 akun, serta masing-masing 1 untuk url website dan LinkedIn. Total ada 2184 akun dan website yang telah diblokir.

Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan penyedia platform digital. “Itu juga ditempuh. Misalnya, saya telah berkomunikasi dengan pimpinan WhatsApp, yang hanya dalam seminggu sebelum kerusuhan 22 Mei lalu telah menutup sekitar 61.000 akun aplikasi WhatsApp yang melanggar aturan,” kata Rudiantara.

Menurut Menteri Kominfo semua itu perlu dilakukan agar sebaran konten hoaks, fitnah maupun provokasi dapat diminimalkan. Bahkan, Menteri Kominfo mengajak semua kalangan untuk memulai dari sendiri agar tidak menyebarkan konten yang melanggar aturan atau hukum.

“Jangan lelah untuk mengimbau agar masyarakat dan teman-teman di sekitar kita berhenti menyebarkan konten yang mengandung hoaks, fitnah, maupun provokasi untuk melanggar aturan atau hukum. Tentu saja harus kita mulai dari diri sendiri,” kata Rudiantara.

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Kocak! Bank Mandiri Error, Kaesang Malah Ucapkan Ini...

Image

News

Syamsuddin: Kabinet Diisi Partai Pendukung Pak Jokowi Saja

Image

News

Coba-coba Kritik Utang Negara, Rustam Ceramahi Tengku Zulkarnain

Image

News

Lukman Beri Sinyal Tolak Dijadikan Menag Lagi: Tidak, Tidak, Saya Sudah Merasa Lebih dari Cukup

Image

News

Jokowi Ingin PPP Jadi Bagian Pemerintah, Tapi Belum Bicara Siapa Calon Menterinya

Image

News

Demokrat: Jabatan Apapun Kami Nggak Boleh Minta-minta, Ada Gengsi, Ada Harga Diri

Image

News

Pemilu 2019

Waduh, Pertemuan Jokowi-Prabowo Ternyata Bikin Jumlah Follower di Dua Akun Twitter Ini Berkurang!

Image

News

Stasiun Televisi Undang Abu Janda, Warganet: Nggak Ada yang Lebih Berbobot?

Image

News

Pansel Serahkan Pemilihan Pimpinan KPK Sepenuhnya Pada Presiden

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kementerian PUPR Salurkan Air Bersih Bagi Pengungsi Gempa Malut

"Kami sangat peduli dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian,"

Image
News

Replika JPO Senayan Jadi Spot Foto Favorit Pada Lebaran Betawi di Monas

Spot foto tersebut terletak di pintu masuk stan wilayah kota administrasi Jakarta Pusat, yakni di samping kiri panggung utama.

Image
News

Gempa dan Tsunami Intai Selatan Pulau Jawa, Ini Penjelasan BMKG

"Kita harus jujur mengakui dan menerima kenyataan bahwa wilayah kita memang rawan gempa dan tsunami,"

Image
News

Tasyakuran HUT dan Kemenangan Jokowi, PDIP Gelar Gebyar Wayang Kulit

Acara wayang kulit sendiri digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019) malam, dan hadirkan 3 dalang.

Image
News

Kubu Prabowo - Sandi Siap Jadi Bagian Pemerintah Bila Ada Pembagian 55:45

"Ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati berarti rezim ini balik kanan, sudah jalan akalnya,"

Image
News

Jalan Medan Merdeka Selatan Jadi Arena Parkir Lebaran Betawi

Kendaraan-kendaraan tersebut adalah milik para pengunjung hajatan Lebaran Betawi 2019, yang diselenggarakan di silang Monas.

Image
News

Farhat Abbas Belum Tahu Soal Tindak Lanjut Kasus Ketua DPRD DKI Jakarta

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, dituduh oleh mantan Sekda Provinsi Riau, Zaini Ismail, telah melakukan penipuan.

Image
News

7 Ahli Waris Petugas KPPS DIY yang Gugur saat Bertugas, Terima Santunan dari KPU

Image
News

Bela China dalam Kasus Xinjiang, Begini Alasan Arab Saudi

Pemerintah China melakukan penahanan terhadap jutaan umat Islam etnis Uighur di wilayah tersebut

Image
News

Berlatarkan Keluarga hingga Dunia Persilatan, 5 Karya Fenomenal Arswendo Atmowiloto

Selamat jalan, Legenda!

trending topics

terpopuler

  1. Selama Proses Pemeriksaan Polisi, Nunung Diberhentikan dari Program 'Ini Talkshow'

  2. Trauma Dapat Bintang Satu, Driver Ojek Online Ini Rela Bolak-balik Antar Makanan

  3. Makannya Banyak, Kucing Oranye Ini Dijual Murah Secara Online

  4. Ketua KPU Sumut Lakukan Pelanggaran, Ustad Tengku: Semoga di Akhirat Semua Kejadian Tidak Memberatkan

  5. Kunjungan Keluar Negeri Dikritik, Anies: Awalnya Pak Pras Juga Mau Ikut

  6. Dari Iriana Hingga Melania Trump, ini Potret 10 First Lady Saat Masih Muda

  7. Rhenald Kasali: KPPU Harusnya Belajar, Garuda dan Sriwijaya Beda Market!

  8. Pakai Sabu seperti Nunung, 8 Hal Mengerikan Ini Akan Kamu Alami

  9. Bikin Merinding, 5 Fakta Film Makmum yang Angkat Kisah Sosok Gaib Saat Salat

  10. Perempuan Gemuk, Dokter Estetika Sarankan Treatment Kecantikan Ini untuk Kamu

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude