image
Login / Sign Up

Tokoh Papua: Sengketa Pilpres di MK Jangan Picu Konflik

Yohanes Antonius

Image

Anggota kepolisian melintas di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (12/6/2019). Mahkamah Konstitusi akan mulai menggelar sidang pendahuluan sengketa hasil pilpres pada tanggal 14 Juni 2019 sedangkan jadwal sidang putusan akan digelar pada 28 Juni 2019.  | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Tokoh masyarakat Papua di Kabupaten Mimika, Papua, Yosep Yopi Kilangin mengharapkan proses Perselisihan Hasil Pemilihan Umum/PHPU Pilpres 2019 yang sekarang sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi tidak memicu konflik antarkelompok pendukung kedua pasangan capres-cawapres, apalagi jika sampai menjalar ke daerah.

Yopi Kilangin mengatakan semua pihak harus menghormati proses hukum sengketa Pilpres 2019 yang tengah berlangsung di MK.

baca juga:

"Mari kita hormati proses hukum yang sekarang sedang berlangsung di MK. Jangan lagi ada demonstrasi apalagi tindakan anarkis seperti yang terjadi pada 21-22 Mei lalu di Jakarta sampai menimbulkan korban jiwa," kata Yopi Kilangin Senin (17/6/2019).

Mantan Ketua DPRD Mimika periode 2004-2009 itu menilai kontestasi Pilpres 2019 yang hanya diikuti dua pasangan capres-cawapres yaitu pasangan Joko Widodo-Mar'uf Amin (nomor urut 1) dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (nomor urut 2) memang membuat polarisasi masyarakat Indonesia semakin tajam.

Persaingan tajam antarkedua kubu hingga massa pendukung kedua kubu tersebut, katanya, tidak bisa terelakan hingga menjurus kepada hal-hal negatif tidak saja di media sosial tetapi juga dalam kehidupan realita masyarakat di berbagai tempat.

"Sedari awal memang ini sangat riskan. Masa kampanye yang sangat lama sampai delapan bulan itu juga membuat persaingan makin panas, bahkan massa kedua kubu saling berhadap-hadapan, saling caci maki di media sosial. Benih-benih konflik itu tumbuh dari awal sampai berakhirnya Pilpres bahkan sampai sekarang. Jadi, tidak heran kalau kondisi kita sekarang seperti itu," kata Yopi.

Yopi menyambut positif langkah hukum yang ditempuh pasangan Prabowo-Sandiaga yang membawa persoalan Pilpres 2019 ke ranah MK.

Namun Yopi tidak yakin massa pendukung dan simpatisan Prabowo-Sandiaga seluruhnya bisa menerima keputusan untuk menyelesaikan sengketa Pilpres 2019 melalui jalur konstitusional tersebut.

"Penggemar dan pendukung itu punya reaksi bermacam-macam, ada yang menerima untuk membawa masalah ini ke MK, tapi pasti ada pihak yang tidak menerima solusi seperti itu, apalagi bagi kelompok-kelompok kepentingan tertentu yang hanya mendopleng," ujarnya.

Ia berharap aparat keamanan memberikan jaminan penuh agar selama proses sidang sengketa Pilpres 2019 di MK tidak lagi menimbulkan kericuhan di Jakarta dan sekitarnya, apalagi jika imbasnya sampai ke daerah-daerah.

"Harap semua proses ini tetap ada di lingkup Jakarta, jangan dibawa-bawa ke daerah," katanya.

Harapan serupa dikemukakan Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Mimika Yohanes Felix Helyanan.

Yohanes mengatakan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke menginginkan suasana kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman, damai dan tertib tanpa ada lagi kerusuhan dan konflik.

"Masyarakat Indonesia, terutama kami yang ada di Papua tidak menghendaki ada keributan lagi seperti yang terjadi pada 21-22 Mei lalu karena kalau ada keributan seperti itu maka sudah pasti berimbas pada perekonomian. Orang-orang tidak bisa beraktivitas, semua jadi lumpuh," kata Yohanes yang kini duduk sebagai anggota DPRD Mimika itu.

Ia juga berharap sengketa Pilpres yang tengah diselesaikan di MK tidak sampai memicu konflik atau benturan fisik antarkedua kelompok massa pendukung capres-cawapres.

"Jangan sampai itu terjadi. Kita seluruh rakyat Indonesia menginginkan negeri ini tetap damai dan aman. Tanpa suasana yang damai dan aman, rakyat tidak bisa hidup sejahtera. Kami sangat berharap jangan terulang lagi kejadian seperti tanggal 21-22 Mei di Jakarta itu," ujar Yohanes.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Ide '55:45' Amien Rais, Abdillah Toha: Gak Sekalian Saja Istana Dibagi Dua, Kanan Jokowi, Kiri Prabowo

Image

News

Hasil Exit Poll Keluar, Partai Presiden Ukraina Diprediksi Menang

Image

Ekonomi

CORE Pastikan Pertumbuhan Ekonomi Akan Mentok 5,1 Persen di 2019

Image

News

Lima Pernyataan Kontroversial Amien Rais, Mulai Perang Badar hingga Pembagian 55-54

Image

News

Pengamat: Percepatan Munas Golkar Respon Atas Kegagalan Airlangga

Image

News

Rustam: Bagi-bagi Kekuasaan 55 : 45? Mungkin Amien Rais Lupa Sistem Pileg Beda dengan Pilpres

Image

News

7 Ahli Waris Petugas KPPS DIY yang Meninggal Terima Santunan dari KPU

Image

News

Sejumlah Tokoh Partai Hadiri Mukernas PPP

Image

News

Pemilu 2019

Waduh, Pertemuan Jokowi-Prabowo Ternyata Bikin Jumlah Follower di Dua Akun Twitter Ini Berkurang!

komentar

Image

1 komentar

Image
Yudi Pranata

kesadaran-kesadaran seperti ini yang seharusnya dimiliki oleh masyarakat Indonesia pada saat ini

terkini

Image
News

Alasan PDIP Tolak Perda Penyelenggaraan Kota Religius Kota Depok

"Pada intinya Perda PKR ini ingin mengatur bagaimana warga Kota Depok menjalankan agama dan kepercayaannya."

Image
News

8 Gunung Berapi Paling Berbahaya di Dunia, Dua dari Indonesia

Aktivitas gunung berapi memang tak boleh disepelekan

Image
News

Faizal Assegaf: Jangan Sampai Sok Oposisi, Tapi Gemar Membuat Hoax, Anarkis dan Marah-marah Melulu

"Monggo #TetapMasihOposisi dengan cara yang damai dan bertindak waras."

Image
News

Fahri Hamzah Minta PN Jaksel Segera Eksekusi Putusan Kasasi kepada 5 Elite PKS

"Jadi yang kami ajukan permohonan sita eksekusi adalah berupa tanah dan bangunan yang dimiliki oleh termohon Kasasi"

Image
News

Gus Mus Unggah Foto Dirinya Bersama Sosok Tiga Wanita yang Dikaguminya

"Aku mengagumi 3 perempuan hebat yang ternyata menurut survei online dari YouGov."

Image
News

Prioritaskan Fasilitas Pejalan Kaki, Anies Baswedan: Memperlebar Jalan Tidak Buat Masalah Kemacetan Selesai

Anies akan instruksikan petugas untuk menjaga trotoar agar tidak disalahgunakan.

Image
News

WP KPK Bakal Minta Pansel Coret Nama Capim yang Punya Rekam Jejak Buruk

Karena masih ada juga calon-calon pimpinan yang namanya masih disebut-sebut di masyarakat mempunyai reputasi yang kurang bagus.

Image
News

Warga Dilaporkan Hilang Saat Mancing di Sungai Seruwai, Tim SAR Lakukan Pencarian

"Tadi pagi kami dapat informasi ada satu warga yang hilang di Sungai Seruwai," kata Hisar, Senin (22/7).

Image
News

MK Putuskan Tak Lanjutkan 14 Perkara PHPU Legislatif 2019

"Demikian diputus dalam rapat musyawarah hakim oleh sembilan hakim konstitusi"

Image
News

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Veteran Medan

"Kalau dilihat sepintas, korban sepertinya bukan gelandangan atau pengemis," ujar Arifin.

trending topics

terpopuler

  1. Nunung Ditangkap Narkoba, Indro Warkop: Buat Gua yang Seperti Itu Banci

  2. Dihadiri Presiden Jokowi, 7 Potret Momen Pernikahan Anak Sudjiwo Tejo

  3. Syamsuddin Haris: Amien Rais Tidak Pernah Konsisten dengan Ucapannya, Ujungnya Minta Bagi Kekuasaan

  4. Lima Pernyataan Kontroversial Amien Rais, Mulai Perang Badar hingga Pembagian 55-54

  5. Bela Anies Baswedan, Habiburokhman: Soal Bambu Saja Diserang, Berarti Gak Ada Bahan Lagi Buat Diserang

  6. 5 Mata-mata Cantik Paling Terkenal di Dunia, Ada yang Sebabkan Tewasnya Puluhan Ribu Tentara

  7. Aktor Ip Man, Simon Yam Ditusuk di Atas Panggung

  8. Kecewa, Indro Warkop Tak akan Bantu atau Jenguk Nunung

  9. Nunung Ditangkap Narkoba, Krisna Mukti Kaget dengan Datangnya Mobil Tinja

  10. Amien Rais Bicara Pembagian 55-45, Mardani: Saya Tetap Menyarankan Kami Oposisi

fokus

Menuju Negara Ketiga
Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Pohon Beringin Itu Akankah Kembali Rindang?

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude