image sungai 8
Login / Sign Up
Image

UJANG KOMARUDIN

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Mencari Pimpinan KPK yang Ideal

Image

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (depan) bersama Laode M Syarif, Saut Situmorang, Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Ruang Garuda, Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7/2018). Dalam pertemuan tersebut disimpulkan bahwa Rancangan KUHP tidak akan disahkan pada 17 Agustus 2018 karena masih perlu pembahasan lebih lanjut. Presiden Jokowi juga memerintahkan kepada jajaran menterinya untuk menampung masukan-masukan KPK ke dalam RKUHP. Sehingga, ke depan diharapkan tak ada lagi protes dari KPK. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Di tengah hiruk pikuk perdebatan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), dan kontroversi apakah Ma’ruf Amin, menjabat komisaris di BUMN atau bukan. Kita jangan juga, melupakan persoalan bangsa yang maha penting. Yaitu, korupsi.

Saat ini, Pansel KPK sudah terbentuk. Dan sedang road show, meminta masukan ke berbagai kalangan. Bertemu pimpinan KPK. Akan bertemu Wadah Pegawai (WP) KPK, bertemu tokoh, LSM, dan semua stakeholder, dalam pemberantasan korupsi.

baca juga:

Walaupun Pansel KPK, banyak dikritik oleh aktivis anti korupsi. Namun Pansel KPK, terus berjalan, ingin mencari pimpinan KPK yang ideal.  

Persoalan korupsi, dari hulu ke hilir, harus bisa diselesaikan. Dari mulai Presiden yang membentuk Pansel, anggota Pansel, proses rekrutmen, hingga menghasilkan pimpinan KPK yang ideal, harus dilakukan. Siapapun yang terpilih nanti, road map pemberantasan korupsi, penindakan, pencegahan, serta membersihkan Indonesia dari korupsi, harus dijalankan.

Persoalan politik jangan dilupakan. Persoalan ekonomi, juga jangan ditinggalkan. Dan persoalan pemberantasan korupsi, harus diutamakan. Karena tak ada bangsa di dunia ini yang maju, jika di negara tersebut banyak korupsi. 

Kita tahu, korupsi merupakan musuh utama, di republik yang kita cintai ini. Bagaikan kangker ganas. Korupsi sudah menjalar keseluruh tubuh pengidapnya. Dan bagaikan virus, korupsi sudah menjelajah dan menginfeksi ke seluruh tubuh bangsa ini. Tak ada organ tubuh di negara ini, yang tak terjangkit korupsi.

Tidak ada lembaga negara, birokrasi, atau pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah. Yang tidak melakukan korupsi. Di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, oknum-oknum pejabatnya banyak yang ditangkap KPK.

Saya tidak akan menampilkan data-data, terkait indeks korupsi di Indonesia. Dan lembaga-lembaga mana saja yang paling korup.

Saya juga tidak sedang mengada-ada. Karena yang saya tahu, bangsa ini tidak maju-maju, karena salah satu faktornya adalah korupsi. Ya, korupsi.

Kita semua prihatin atas persoalan korupsi di Indonesia, Gemes, geli, jijik, dan kotor. Namun kita juga yang mentorerir, perilaku pejababat yang melakukan korupsi.

Berapa banyak caleg-caleg DPR dan DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota yang terpilih, yang melakukan money politics. Para caleg menebar uang, masyarakat juga menerima. Jika sudah begini, siapa yang salah. Caleg kah atau masyarakat kah. Semua tak ada yang mau disalahkan.

Yang aneh adalah, korupsi semakin diberantas, semakin subur. Semakin banyak yang ditangkap, korupsi semakin merajalela. Seolah tidak ada efek jera. Mereka para koruptor, tak tahu malu, seenaknya menjarah uang negara.

Bak cendawan dimusim hujan, perilaku korupsi makin tumbuh subur di masyarakat. Bangsa ini harus diselematkan, dari para koruptor yang terkutuk. Republik ini harus dijaga, dari para penjarah uang rakyat. Jangan biarkan negara ini sekarat, karena pejabatnya korup.

Nah, disinilah pentingnya pimpinan KPK yang baru. Orang baru. Tenaga baru. Pikiran baru. Dan harus memiliki konsep yang baru, dalam memburu para koruptor.

Dicari pimpinan KPK yang bukan titipan. Apalagi pesanan. Pimpinan KPK nanti, harus terhindar juga dari tekanan. Oleh karena itu, pimpinan KPK yang baru, harus berintegritas. Tak boleh punya masalah. Tak boleh punya kasus. Dan tak boleh menghamba pada istana atau kekuasaan.

Jika pimpinan KPK yang terpilih nanti, bukanlah orang yang clean, tentu kita akan was-was akan arah pemberatasan korupsi kedepan. Karena pimpinan KPK yang memiliki masalah, akan menjadi alat sandera, dan barter kepentingan dengan para koruptor.

Tidak mudah bagi Pansel KPK untuk mencari calon pimpinan KPK yang betul-betul ideal. Berintegritas, independen, dan bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara. Dan yang terpenting lagi, harus “berani mati” untuk berjihad, dalam pemberatasan korupsi di negeri tercinta ini.

Sederhana saja untuk dapat menilai, para calon pimpinan KPK yang akan dipilih. Hanya butuh empat kriteria untuk mendapatkan pimpinan KPK yang ideal. Cukup dengan mengikuti sifat Rasulullah, yaitu: shiddiq, tablig, amanah, dan fathonah.

Shiddiq memiliki arti benar. Bukan hanya lisannya, yang harus benar, tetapi juga tindakannya. Jadi antara perkataan, dan perbuatan harus sejalan dan seirama. Tak boleh berwajah dua.

Tabligh berarti menyampaikan. Menyampaikan yang benar itu benar. Yang salah itu salah. Hukum yang harus dihukum. Dan bebaskan bagi yang tidak bersalah. Menyampaikan kebenaran itu harus dilakukan. Walaupun banyak yang mengancam.

Amanah berarti dapat dipercaya. Jadi pimpinan KPK nanti, haruslah orang-orang yang bisa dipercaya. Jika diserahkan kepadanya amanah untuk memberantas korupsi, maka tugas itu akan dijalankannya, apapun resikonya. Tak boleh pimpinan KPK berbuat khianat. Menyembunyikan kasus, mempeti es kan kasus, atau mempermaikan kasus orang lain.

Fathonah artinya cerdas. Pimpinan KPK haruslah orang yang cerdas. Mengerti hukum dan menjalankannya. Cerdas bukan hanya secara intelektual. Namun cerdas pula, dalam membaca keinginan masyarakat, yang mengingingkan Indonesia bebas dari korupsi.

Indonesia bebas dari korupsi memang masih mimpi. Masih banyak permainan yang melibatkan penyelenggara negara. Namun paling tidak, korupsi yang sudah parah ini, dapat diminimalisir. Dapat dikendalikan. Dan dabat dibatasi.

Bagaimanpun, kita harus optimis dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Negeri yang indah ini. Yang kaya ini. Jangan hanya dihuni, dan dinikmati oleh para koruptor. Negeri yang cantik ini, jangan diperas, hanya untuk menghidupi, para perampok uang negara.

Pansel memiliki tugas yang berat. Pimpinan KPK yang terpilih nanti, juga memiliki tugas yang tidak ringan. Namun dengan integritas dan dengan keikhlasan, untuk mengabdi demi kemajuan bangsa dan negara, tugas berat itu akan terasa ringan.

Jangan sampai pimpinan KPK nanti seperti macan ompong. Tersandera oleh kepentingan penguasa dan pengusaha yang korup. Buktikan, bahwa Anda merupakan pimpinan KPK yang ideal. Yang siap bekerja, untuk membersihkan Indonesia. Dan siap mati, demi pemberantasan korupsi.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Sofyan Basir Jadi Saksi dalam Kasus Suap Pupuk Bowo Pangarso, Ada Apa?

Image

News

Lukman Hakim Bantah Uang yang Ditemukan di Laci Kantornya Terkait Pemilihan Rektor

Image

News

Rommy Bantah Menag Lukman Hakim Syaifuddin akan Pasang Badan Demi Haris

Image

News

Rommy Akui Terima Rp250 Juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur

Image

News

Rommy Punya Kode Khusus untuk Lukman Saifuddin

Image

News

Suap Jual-Beli Jabatan di Kemenag, Saksi Benarkan Ada Perhatian Khusus

Image

News

Khofifah Kembali Tidak Hadir dalam Sidang Kasus Jual-Beli Jabatan

Image

News

Kebut Penyelidikan Kasus Suap Rachmat Yasin, KPK Bakal Periksa Pengurus Pesantren

Image

News

Seleksi Capim KPK

Tito: KPK Kesulitan Tangani Korupsi Kalau Tak Ada Unsur Polri Jadi Komisioner

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Sah! Tahun Depan Warga Miskin Tangerang yang Meninggal Dapat Uang Santunan

Arief menjelaskan, pihaknya juga akan mendata warganya yang berstatus miskin untuk menyesuaikan komposisi bantuan

Image
News

Rommy: Uang Rp250 Juta dari Haris Sudah Dikembalikan Dalam Waktu 22 Hari

Karena saya sampai tanggal 28 tidak ada acara di Jawa Timur.

Image
News

Sofyan Basir Jadi Saksi dalam Kasus Suap Pupuk Bowo Pangarso, Ada Apa?

Tak hanya Sofyan, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya untuk tersangka Indung.

Image
News

Kualitas Sabu Rumahan di Citra 2 Seperti Sabu Import

Tiga pabrik sabu yang diungkap pihaknya dalam kurun waktu satu tahun ada empat orang yang menguasainya.

Image
News

Mahasiswa Australia Ditangkap di Korea Utara

"Ini jelas merupakan keadaan yang sangat serius."

Image
News
Pemilu 2019

Jimly Asshiddiqie Yakin Putusan MK sesuai Asas Hukum

Para Hakim MK itu orang-orang pintar di bidang hukum.

Image
News
Pemilu 2019

Jelang Putusan MK, Pakar Hukum Yakin Negara Akan Selalu Siap Hadapi Perusuh Demokrasi

"Negara selalu siap melakukan penegakan hukum yang tegas, proporsional dan terukur"

Image
News
Pemilu 2019

Gelar Aksi di Patung Kuda, Massa Aksi Minta Prabowo Dilantik Jadi Presiden

Mereka mengaku kedatangannya dalam aksi ini untuk meminta keadilan.

Image
News

Suhu di Eropa Mendekati Level Rekor Tertinggi

Gelombang panas ini telah mengakibatkan tiga orang tewas

Image
News
Pemilu 2019

Dapat Ucapan Selamat Menang Pilpres dari Presiden Argentina, Faizal: Rakyat Bangga pada Pak Jokowi!

Faizal mengatakan hal tersebut setelah Presiden Macri memberi ucapan selamat Jokowi yang telah menang pada Pemilihan Presiden 2019 lalu.

trending topics

terpopuler

  1. Kejagung Usut Keterlibatan Wali Kota Manado Kasus Dana Hibah Banjir

  2. Gelar Aksi Halal Bihalal di Depan Gedung MK, Massa: Habisi Penghianat Bangsa!

  3. Dalam Orasi, Abdullah Hehamahua Minta KPK Audit Kecurangan Pemilu 2019 di KPU

  4. Vietnam dan India Kebanjiran Aliran Investasi Relokasi Pabrik, Indonesia Kapan?

  5. Mulai Berdatangan, Peserta Aksi Halal Bihalal Berstatus Pelajar dari Cianjur Nebeng Truk Barang

  6. 10 Potret Reza Zakarya, Penyanyi Dangdut yang Jago Bikin Penggemar Berdendang

  7. Peneliti Pusako Universitas Andalas Sebut Kubu 02 Gagal Fokus Terkait Gugatannya di MK

  8. 5 Karya Seni Mengukir Buah ala Hijaber Cantik Ini Hasilnya Keren Banget

  9. Warga Singapura Umur 62 Tahun Jadi Wanita Tertua Teradikalisasi ISIS

  10. Kapolres Jakpus: Jika Ditemukan Perusuh, TNI akan Turun Tangan

fokus

Hari Bank Indonesia
Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude