image
Login / Sign Up
Image

Hasan Aoni

Pendiri Omah Dongeng Marwah Kudus

Impian Negeri Tuhan dari Teras Saidah

Image

Ilustrasi Bendera Negara Khilafah Islamiyah | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Seolah belum cukup dengan surga yang diciptakan, Tuhan masih butuh manusia membangunkan miniatur negeri serupa surga di dunia. Sebutannya negeri khilafah. Negeri dengan pemberlakuan hukum (syariat) Islam bagi pemerintah dan rakyatnya. Begitulah mimpi beberapa kelompok Islam di Indonesia, verbal atau disisipkan, terposting di berbagai ruang publik belakangan ini. Seperti apakah negeri khilafah?

Tersebutlah dahulu pada 8 Juni 632 M atau 12 Rabiul Awal 11 H, beberapa jam setelah Nabi Muhammad wafat, dan masih belum selesai pengurusan jenazah dilakukan, sebuah pertemuan membahas siapa pemimpin pengganti Rasulullah digelar oleh tokoh-tokoh Islam di teras milik keluarga Saidah.

Teras yang belakangan dikenal sebagai "Saqifah Bani Saidah" (teras Keluarga Saidah) adalah balai pertemuan sangat penting selain masjid yang dijadikan tempat para tokoh Islam membahas persoalan penting negeri. Dari teras inilah sejarah khilafah bermula.

baca juga:

Mari belajar memahami sedikit arti khilafah melalui asal katanya dari para ahli bahasa. "Khilafah" adalah kata infinitif dari kata dasar (masdar) bahasa Arab: "khalafa-yakhlifu, yang artinya "mengganti". Membahas siapa pemimpin yang paling berhak mengganti Rasulullah penting diputuskan waktu itu supaya umat Islam tidak kembali terbelah dalam kesukuan dan golongan.

Di teras itu para tokoh dari berbagai suku, kelompok, dan bani hadir. Perdebatan yang sangat sengit, karena al-Quran maupun Hadits tidak menentukan cara bagaimana prosedur dan sistem pemerintahan diterapkan, terutama dalam proses penggantian kepemimpinan. Peristiwa ini boleh disebut sebagai cikal bakal demokrasi pertama dalam Islam, sekaligus cedera sejarah setelah itu.

Meski ada kelompok yang kecewa dengan keputusan itu, sebagian besar sepakat mengangkat Abu Bakar as-Shidiq, mertua Rasul dari isteri 'Aisyah, menjadi khalifah (pemimpin) pertama Islam setelah Nabi. Sebagian yang tak setuju memilih menepi (mufaroq) dari kelompok mainstream, antara lain kelompok Syi'ah.

Beruntun setelah itu Abu Bakar diganti Umar bin Khothob, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Tholib. Keempatnya dikenal dengan "Kholifaur Rasyidin", (empat) pemimpin yang mendapatkan petunjuk. Mereka memimpin selama kurun 29 tahun mulai 632 s.d 661 M atau 11 s.d 40 H. Berlanjut dipimpin khalifah atau sultan dari basis keluarga (bani) politik, mulai Umayyah, Abbasiyah, Fathimiyyah, Ayyubiyyah, Buwaihiyyah, Muwahhidin hingga Utsmaniyah, selama kurun 1.262 tahun mulai tahun 661 s.d 1923 atau 40 s.d 1302 H.

Jadi, kata kunci dalam membicarakan khilafah adalah proses penggantian kepemimpinan. Prinsipnya, tidak boleh ada kekosongan pemimpin. Pemimpin seperti apa yang dipilih? Bagi kelompok muslim yang ada di negeri yang tidak didasarkan syariat Islam seperti Indonesia, lebih penting memperjuangkan klasifikasi pemimpin yang sesuai Islam dalam sistem demokrasi yang menurut mereka bukan Islam. Menerima sistem Pemilu sebagai bagian dari demokrasi dalam pemilihan pemimpin dianggap sebagai situasi darurat, sesuai dalil adh-dharurat tubihu al-mahzhurat, “dalam kondisi darurat, hal-hal yang terlarang dibolehkan (diterima-pen)”.

Tetapi, dalam prakteknya anggapan darurat juga berlaku terhadap pilihan calon pemimpin. Kita tahu di Pemilu 17 April 2019 lalu kelompok yang mengampanyekan Capres Nomor 2 adalah kelompok yang sering memromosikan khilafah dalam komunikasi politik dengan khalayak. Meski mereka menyadari klasifikasi pemimpin Islam pada calon pasangan yang dipilihnya masih jauh dari idealitas yang dipersyaratkan dalam al-Quran dan Hadits.

Celakanya para pemikir siyasah (politik) Islam, mulai Al-Mawardi, Ibnu Taimiyah, Al-Ghazali, sampai Al-Farabi, mengatakan, al-Quran dan Hadits tidak memerkenalkan model pemerintahan Islam dengan sistem hukum syariat yang baku. Islam hanya mengenalkan musyawarah, keadilan, dan kepemimpinan, bukan sistem pemerintahannya. Sehingga, mewujudkan cita-cita pembentukan negara Islam merupakan utopia.

Pertanyaan politisnya adalah siyasah apa di balik dukungan mereka kepada calon pemimpin darurat tersebut apabila calon yang didukungnya terpilih? Relevan menghubungkan dukungan itu dengan mimpi membangun negeri khilafah dalam perspektif negara Islam. Sebab, hubungan politik dan agama bagi kelompok ini bersifat organik. Impian laten kelompok skripturalis Islam sejak DI/TII hingga HTI.

Menawarkan khilafah sebagai strategi awal penguasaan politik layaknya menyajikan appatizer dalam perjamuan politik di negeri berpenduduk muslim yang tak berdasar Islam. Dengan cara menguasai kursi presiden lebih dulu, lalu dasar negara kemudian. Memromosikan khilafah di negeri yang proses penentuan dasar negaranya sudah selesai, sama seperti menyobek buku sejarah kemerdekaan yang sudah dijilid selama 73 tahun. Mereka sedang memutar jarum jam kemerdekaan dengan menginjak-injak bumi yang seharusnya dijunjung.

Mengantarkan kita pada isu perdebatan dasar negara yang telah diputuskan oleh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), 22 Juni 1945. Saat itu Nahdhatul Ulama (NU) melalui anak pendirinya, KH Wahid Hasyim, salah satu anggota penting Panitia Sembilan BPUPKI, setuju menstabilo tujuh kata di belakang sila pertama Pancasila: "Ketuhanan, dengan Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya", menjadi "Ketuhanan Yang maha Esa."

Menjadi mengerti mengapa ada rencana pembunuhan empat jenderal yang jadi simbol kekuatan pemerintahan yang sah Jokowi, karena melalui jalan itulah konsep khilafah berpeluang diwujudkan menyusul kekalahan calon pemimpin yang didukungnya dalam Pemilu. Apakah rencana pembunuhan itu juga merupakan pilihan darurat? Wallahu'alam. Tapi, sejarah berakhirnya kepemimpinan Khalifah Umar bin Khothob, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Tholib, tiga dari empat khulafaur rasyidin, yang mati dibunuh, adalah bukti pilihan politik darurat kelompok yang meyakini bahwa pemimpin yang sah dalam konteks khilafah adalah pemimpin dari kelompoknya. Cedera sejarah yang saya maksudkan di atas.

Mengakhiri pemimpin legitimated untuk mendapatkan ligitimasi baru melalui cara-cara yang keji sangat dilarang agama, dan dipertanyakan keimanannya sebagaimana QS An-Nisa/59:

"Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS An-Nisa: 59).

Agar kita tidak jatuh menjadi kelompok jahiliyah (tidak berakal sehat), Nabi sampai perlu mengingatkan: "Barangsiapa yang meninggal tanpa pernah melakukan baiat (janji loyal kepada pemimpin), ia mati secara jahiliyah" (HR Muslim).

Sayangnya kedua dalil itu entah mengapa dilupakan oleh mereka atau diingat, tetapi ditafsirkan menurut perspektifnya.

Saatnya muncul pihak yang mampu membangunkan tidur mereka dari mimpi mewujudkan cita-cita negara Islam melalui khilafah. Jelas, Tuhan tidak butuh manusia membangunkan negeri serupa surga di dunia. Dia memiliki segalanya.

Hemat saya, penangkapan berbagai pihak yang terindikasi sebagai pelaku percobaan pembunuhan dan makar sebaiknya bukan semata merupakan peristiwa hukum agar jera, sekaligus peristiwa peradaban dalam kerangka membangun kebersamaan bernegara dan berbagsa di atas tanah subur Indonesia yang majemuk. Tugas bersama tidak saja bagi aparat negara, tetapi juga tokoh bangsa, kaum pemikir dan pendidik, serta lembaga agama, baik NU maupun Muhammadiyah.

Secara pribadi sebagai Nahdhiyin bahkan saya perlu memberikan kritik atas lemahnya militansi, profesionalitas dan sikap fokus lembaga kami (dan pemerintah) dalam setiap penyelesaian persoalan politik di negeri ini. Kita butuh program yang sistemis dan sistematis lebih hebat dari yang dilakukan "lawan", bukan lagi penyelesaian adhoc dan darurat. Dalam managemen, orientasi kompetitor penting dilakukan untuk membangun positioning. Karena, maling seringkali lebih kreatif dari polisi.

Salam dongeng!

Editor: Ainurrahman

Sumber:

berita terkait

Image

Olahraga

Argentina 0-2 Kolombia

Zapata Senang Kolombia Akhiri Kutukan Lawan Argentina

Image

Olahraga

Piala Amerika Brasil 2019

Scaloni Kritik Kondisi Lapangan Usai Argentina Dikalahkan Kolombia

Image

Olahraga

Piala Amerika Brasil 2019

Messi: Kami Hanya Perlu Bangkit dan Memenangi Laga Berikutnya

Image

Olahraga

Piala Amerika 2019

Messi Mandul, Argentina Takluk dari Kolombia

Image

Olahraga

Kabar Pemain

Kiper Legendaris Kolombia Nazar Lakukan Ini jika Timnasnya Tak Juara Copa

Image

News

Gunung Sinabung Erupsi, Ketinggian Kolom Abu Mencapai 7 Kilometer

Image

Olahraga

Piala Dunia U-20 2019

Timnas Kolombia Susul Italia ke Babak Perempat Final

Image

Olahraga

Piala Amerika 2019

Belum Pulih, James Tetap Masuk Skuat Kolombia

Image

Olahraga

Piala Dunia U-20 Polandia 2019

Kolombia, Jepang, Senegal, dan Polandia ke Babak 16 Besar

komentar

Image

1 komentar

Image
ica juniyanti

ya Allah seneng sama artikel ini, " Maling lebih kreatif dari polisi'

terkini

Image
News

Polisi dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan Minuman Keras

"Dari laporan itu, Polres Fakfak bersama TNI AL bergerak bersama-sama untuk melakukan penangkapan,"

Image
News

Pengamat: Golkar Salah Satu Partai Solid Dukung Jokowi

"Golkar merupakan salah partai yang paling solid pasang badan dan mendukung Jokowi,"

Image
News

Jokowi: Saya Lima Tahun ke Depan Tidak Miliki Beban

Saya dalam lima tahun ke depan insyaAllah sudah tidak memiliki beban apa-apa,"

Image
News

Tokoh Papua Ajak Warga Tenang Sikapi Hasil Sidang MK

"Saya imbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Nusantara ini untuk menghargai dan menjunjung tinggi proses hukum yang sedang berjalan,"

Image
News

Kuasa Hukum Jokowi Tidak Kesulitan Siapkan Jawaban Dalil Prabowo

"Nggak lah (tidak kesulitan), malah biasa saja,"

Image
News

Investigasi 65 Kontainer Berisi Limbah Plastik Berlanjut

Investigasi 65 kontainer milik empat perusahaan yang datang secara bertahap sejak awal Mei 2019 tersebut dilakukan tim gabungan

Image
News

Diusulkan Jadi Kepala BNP2TKI, Ronny Sompie Dinilai Miliki Pemikiran yang Strategis

"Beliau insya Allah bisa memberikan solusi atas persoalan yang biasa dihadapi oleh buruh migran selama ini"

Image
News

8.489 Korban Banjir Konawe Utara Masih Bertahan di Pengungsian

Warga yang terdampak banjir ini mencapai 18.765 jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan yang ada di daerah tersebut.

Image
News

Residivis Ditemukan Tewas Dalam Sel, Polisi: Korban Gantung Diri Bukan Siksa

Korban ditemukan pertama kali oleh petugas piket Sipropam sekitar pukul 06.00 WIT

Image
News

Guru Honorer di Manokwari Tewas Dipanah dan Tangan Nyaris Putus

"Tim Reserse dan Kriminal sedang bekerja mengungkap kasus ini,"

trending topics

terpopuler

  1. Ledek Bambang Widjojanto, Denny Siregar Unggah Foto Jokowi Suapi Jan Ethes

  2. BPN Prabowo-Sandi Bantah Fasilitasi Aksi Massa Saat Hakim MK Bacakan Putusan PHPU

  3. Ternyata Bukan Skema 4-4-2 yang Digunakan Timnas Saat Pecundangi Vanuatu 6-0

  4. Nadirsyah: Saya Sih Gak Heran Kalau Ada Pendukung HTI yang Pengen Nyongkel Mata Saya

  5. Pelatih Vanuatu Tak Sangka Bisa Kebobolan Setengah Lusin Gol dari Indonesia

  6. Andre: Pernyataan Ketua MK Menggetarkan Hati dan Menambah Optimisme

  7. Bertahun-tahun Menanti, Suami Kaget Shandy Aulia Hamil

  8. Belanda Sukses Puncaki Grup E Usai Taklukkan Kamerun

  9. Pengamat: KLB Berpotensi Gagalkan SBY Mewariskan Demokrat ke AHY

  10. Belum Habis, Ribery Bakal Segera Gabung Salah Satu Raksasa Eropa

fokus

Demam Vapor
Jalan Pulang
Lebaran 2019

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Memelototi Persidangan Mahkamah Konstitusi

Image
UJANG KOMARUDIN

Mencari Pimpinan KPK yang Ideal

Image
Hasan Aoni

Impian Negeri Tuhan dari Teras Saidah

Image
Keith Johnson dan Elias Groll (Foreign Policy)

Tak Terduga, Bagaimana Huawei Tiba-tiba Mampu Dominasi Dunia

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi

Keynes, Pencipta Arus Ekonomi Modern Pengganti Pemikiran Neoklasik

Image
News

Ajak Jan Ethes, 10 Potret Kunjungan Jokowi ke Bali Ini Curi Perhatian

Image
News

Bikin Haru, 5 Potret SBY saat Ziarah ke Makam Ani Yudhoyono