image sungai 8
Login / Sign Up

Biasanya Hati Sering Kemrungsung, Setelah Rajin Zakat Bisa Kalem

Dafi Yusuf

Momen Istimewa

Image

Bambankerep merupakan daerah yang dikenal sebagai kampung pemulung | AKURAT.CO/Dafi Yusuf

AKURAT.CO * Dia percaya pada dasarnya rezeki yang dia dapatkan datang dari Allah dan karena itu mesti berbagi dengan orang lain.
* Kalau kita baik kepada manusia, maka manusia juga akan baik kepada kita. Begitupula kepada alam dan Tuhan. Kalau kitanya baik pasti akan dibalas dengan kebaikan yang lebih besar.
* Dia juga sangat percaya mengeluarkan zakat merupakan tolak balak dari penyakit maupun hal-hal negatif yang lain dalam hidup ini.

***

baca juga:

Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah. Seluruh umat Islam berlomba-lomba mengerjakan amalan di bulan ini, di antaranya mengeluarkan harta untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti zakat, infak, dan sedekah.

Begitu pun dengan yang dilakukan  Zaenal Arifin. Zaenal merupakan pekerja di salah satu perusahaan garmen di Provinsi Jawa Tengah.

Dia mengerjakan amalan, sebenarnya tak hanya di bulan Ramadan. Setiap satu bulan sekali Zaenal rutin mengeluarkan zakat penghasilan. Dia sangat percaya rezeki yang dia dapatkan merupakan milik orang lain.

Ilustrasi - Ramadan. AKURAT.CO/Ryan

Bagi Zaenal untuk menjadi dermawan tidak harus menunggu setelah kaya raya. Dengan penghasilan pas-pasan, sesungguhnya tetap bisa berkontribusi untuk sesama. Zaenal rutin menyisihkan uang Rp70 ribu dari penghasilan bulanan untuk zakat..

Zaenal merasa penghasilan dari tempatnya bekerja sudah lebih dari cukup. Dia memiliki dorongan kuat berzakat tiap bulan dari Kiai Said Al Masyhad. Kiai Said merupakan gurunya di Pondok Pesantren Roudlotus Saidiyyah, Desa Kalialang Baru, Kecamatan Gunung Pati, Semarang, lima tahun silam.

“Jadi dulu itu ketika ngaji selalu diajarkan kiai saya untuk selalu berbagi kepada teman-teman nah salah satunya melalui zakat. Kiai saya berpesan kalau kita baik kepada manusia, maka manusia juga akan baik kepada kita. Begitupula kepada alam dan Tuhan. Kalau kitanya baik pasti akan dibalas dengan kebaikan yang lebih besar,” kata Arif dengan nada penuh semangat ketika saya temui di Semarang, Jumat 18 Mei 2019.

Semenjak itu dia makin yakin dengan mengeluarkan sebagian penghasilan untuk golongan penerima yang membutuhkan, akan kembali dalam bentuk rezeki berlipat-lipat.

Ilustrasi - Idul Fitri. AKURAT.CO/Ryan

Dia juga sangat percaya mengeluarkan zakat merupakan tolak balak dari penyakit maupun hal-hal negatif yang lain dalam hidup ini. Dia yakin apa yang dilakukannya telah dibalas oleh Allah SWT dengan memberikan kesehatan, ketenangan hidup, anak yang membanggakan, meskipun keluarganya hidup sederhana.

Zumrotul Maunah sependapat dan mendukung penuh apa yang dilakukan suaminya. Ketika pertamakali Zaenal berencana memotong gaji untuk zakat bulanan, Maunah langsung setuju. Dia berkata zakat adalah kewajiban bagi umat muslim.

Maunah dalam hidupnya mempunyai prinsip untuk tidak mau menjadi peminta-minta, sebaliknya ingin bisa murah hati karena kemurahan itu nanti akan mendapatkan ganjaran setimpal dari Allah SWT.

“Nah, itu doa saya, Ya Allah paringi kulo rezeki engkang katah, ben kulo saget bantu tiang-tiang sing liyo (Ya Allah beri saya rezeki yang banyak biar saya biabantu orang yang membutuhkan),” demikian doa Maunah setiap kali selesai salat.

Di rumah, Zaenal dan Maunah berbagi tugas. Zaenal sebagai kepala keluarga bertugas mencari uang. Maunah sebagai ibu rumah tangga berperan mengelola keuangan keluarga sekaligus mendampingi anak-anak. Maunah pula yang mengalokasikan besaran uang untuk zakat bulanan.

Ilustrasi - Idul Fitri. AKURAT.CO/Ryan

Di Indonesia, ada banyak cara membayar zakat. Bisa menyumbangkan langsung ke masjid. Tetapi sekarang sudah ada banyak platform online untuk menyalurkan dan terjamin sampai ke penerima yang membutuhkan. Misalnya, lewat Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Badan Amil Zakat Nasional, atau startup KitaBisa.com yang dipilih oleh keluarga Zaenal.

Mereka mengaku terbantu sekali dengan layanan startup crowdfunding tersebut. Sejak Maret 2019, mereka sudah menggunakannya.

“Dulunya kita sempat kesulitan mau zakat kemana, namun dengan adanya teknologi layanan jasa tersebut dapat terbantu karena lebih efisien,” kata Maunah.

“Sebenarnnya masih banyak layanan jasa zakat, cuma kebetulan saja saya milih zakat di kitabisa,” dia menambahkan. Dia kemudian menunjukkan fitur layanan zakat yang ada di internet.

Zaenal dan Maunah berharap selalu istiqomah untuk mengeluarkan zakat kepada sesama yang membutuhkan. Bagaimanapun tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

“Ya doakan saja semoga keluarga saya bisa istiqomah mas, jangan sampai kita meminta-minta,” katanya.

Mereka bercita-cita suatu hari nanti bisa pergi bersama ke Tanah Suci.

***

Ahmad Arifin juga memiliki pengalaman rohani tentang berdaya bagi sesama. Ahmad berprofesi sebagai guru ekstrakurikuler di salah satu sekolah menengah pertama di Semarang. Di luar itu, dia menjadi relawan untuk lembaga Dompet Dhuafa.

Mula-mula, Ahmad merasa cukup hanya dengan mengeluarkan harta untuk zakat melalui lembaga Dompet Dhuafa. Namun, hati kecilnya berkata lain. Dia terdorong untuk berbuat sesuatu yang lebih untuk sesama.

Bambankerep . AKURAT.CO/Dafi Yusuf

Akhirnya, dia menceburkan diri ke Dompet Dhuafa sebagai relawan. Sekarang, dia bersama teman-temannya aktif membantu menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Senin 21 Mei 2019 lalu, saya mengikuti kegiatan Ahmad. Dia dan relawan Dompet Dhuafa yang lain menyelenggarakan acara pembagian zakat untuk sebagian warga Dukuh Bambankerep, Kedungpane, Mijen, Jawa Tengah. Bambankerep merupakan daerah yang dikenal sebagai kampung pemulung barang bekas. Wilayah ini berada tidak jauh dari tempat pembuangan akhir sampah, Jatibarang. 

Warga Dukung Bambankerep sudah akrab dengan bau tak sedap yang muncul dari tempat pembuangan akhir sampah. Bagi orang luar, mungkin aroma itu sangat mengganggu.

Tetapi hari itu, Ahmad dan relawan lainnya sepertinya tidak terusik. Hampir empat jam mereka berada di sana. Ahmad dengan penuh antusias menjalankan tugas sebagai moderator acara yang dihadiri sekitar 155 warga berekonomi lemah.

Bambankerep . AKURAT.CO/Dafi Yusuf

Acara pembagian zakat dikemas secara menarik. Warga bersemangat mengikutinya dari awal sampai berakhir jelang waktu buka puasa. Beberapa waktu sebelum buka puasa tiba, para relawan menyelenggarakan permainan untuk menghibur warga.

Setelah semua tahapan acara kelar, tibalah puncak acara. Ahmad dan tim relawan membagikan 300 paket buka puasa kepada para pemulung.

“Alhamdulillah program ini berjalan dengan lancar dengan warga yang sangat antusias,” kata Ahmad.

Pemuda asal Semarang ini masih lajang. Itu sebabnya, dia bisa lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada kegiatan kemanusiaan di luar waktu untuk bekerja di kantor.

Bambankerep . AKURAT.CO/Dafi Yusuf

Meski masih muda, dia punya pemahaman yang baik tentang kehidupan beragama. Menurut dia berzakat melahirkan energi positif yang begitu besar. Sekarang dan dulu sebelum rutin berzakat rasanya berbeda. Dulu, dia merasa hatinya kosong.

Dia ingat pengalaman masa lalu. Suatu hari, Ahmad ketemu teman yang rupanya menjadi penjembatan. Teman menganjurkan dia untuk aktif menyumbangkan sesuatu kepada sesama manusia agar hati tidak merasa kosong.

“Saat itu teman saya bilang, agar hatimu tidak kosong. Cobalah membantu sesama, tidak harus harta. Membantu juga bisa tenaga, pikiran dan kalau bisa ya harta,” kata dia mengulang ucapan teman.

Manfaat menunaikan zakat sudah dirasakan Ahmad. Berzakat, selain untuk membantu meringankan sesama, juga untuk menyucikan atau membersihkan. Ahmad juga merasa mendapatkan ketenangan hidup, karena sudah menjalankan kewajiban sebagai umat Islam.

Bambankerep . AKURAT.CO/Dafi Yusuf

“Ndak tahu ya, seperti ada yang beda. Hati saya kayak tenang dan adem gitu. Biasanya saya sering kemrungsung sekarang bisa kalem,” kata Ahmad.

Berzakat berarti mengambil sebagian harta untuk disumbangkan. Dengan kata lain, menjalankan zakat merupakan wujud rasa syukur atas pemberian Allah SWT.

Ahmad selalu bersyukur rezekinya lancar. Dia bersyukur, antara lain karena sekarang ini banyak mendapatkan undangan untuk menjadi pemateri dalam pelatihan-pelatihan maupun seminar.

Dia menyebutkan salah satu ketentuan Allah dalam Alquran bahwa orang yang berbuat baik kepada sesama, maka kelak akan akan mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat ganda.

Bambankerep . AKURAT.CO/Dafi Yusuf

“Itulah yang disebut bisnis dengan Tuhan, pasti selalu menguntungkan,” kata Ahmad.

Siang itu, para pemulung bersyukur dengan bantuan yang baru saja mereka terima. Bantuan tersebut sangat meringankan beban ekonomi pemulung karena selama bulan puasa, umumnya pendapatan mereka berkurang.

Pendapatan berkurang karena para pengais barang bekas mengurangi jam kerja, hanya dari jam 09.00 WIB hingga jam 12.00 WIB. Jam kerja dikurangi, sebab mereka mesti menyimpan separuh tenaga untuk menyelesaikan kewajiban berpuasa.

Setelah menghentikan pekerjaan mengumpulkan barang bekas di tempat pembuangan akhir sampah, umumnya pemulung seperti Narwati pulang untuk beristirahat sampai sore untuk menyiapkan makanan dan minuman buka puasa.

Bambankerep . AKURAT.CO/Dafi Yusuf

Bagi pemulung seperti Narwati, bau busuk sampah bukan lagi menjadi masalah. Bau dan kotoran sudah menjadi bagian dari pekerjaan. Bahkan, di sekitar tempat tinggalnya dijadikan tempat menampung barang bekas hasil memungut yang bisa dijadikan duit lagi.

“Ya dipilihin mas, kalau ada yang sekiranya mahal ya disimpan di dalam rumah biar tidak hilang,” kata Narwati.

Setelah selesai membagi-bagikan paket makanan untuk berbuka puasa kepada warga, saya mengikuti Ahmad kembali ke posko sembari menunggu azan berkumandang dari masjid. Kami pun kembali ngobrol tentang keadaan warga.

“Gimana mas, setelah membagikan paket kapada warga yang mayoritas pemulung tadi?” tanya saya.

“Seharusnya kita bisa bersyukur. Banyak hal yang bisa kita dapatkan. Udara yang tidak bau, rumah yang layak dan tentunya rejeki yang bisa kita dapatkan dengan mudah,” Ahmad menjawab.

Azan Magrib yang ditunggu-tunggu pun datang, Ahmad kembali ke podium sembari menuntun warga yang mayoritas anak-anak dan orang lanjut usia untuk berdoa bersama sebelum berbuka. []

Baca juga:

Tulisan 1: Berlebaran hingga Kantong Kempes Tak Mengapa, Asal Hati Senang

Tulisan 3: Mudik Memang Pantas Diperjuangkan

Tulisan 4: Cerita Orang-orang yang Merindukan Buka Puasa Bersama

Tulisan 5: THR, Tiga Huruf yang Ditunggu-tunggu

Tulisan 6: Interview Sesepuh FPI: Orang Pelit, Sombong, Nggak Percaya Pahala Dimudahkan Menuju Jalan yang Susah

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Momen Istimewa

Interview Sesepuh FPI: Orang Pelit, Sombong, Nggak Percaya Pahala Dimudahkan Menuju Jalan yang Susah

Image

News

Momen Istimewa

THR, Tiga Huruf yang Selalu Ditunggu-tunggu

Image

News

Momen Istimewa

Cerita Orang-orang yang Merindukan Buka Puasa Bersama

Image

News

Momen Istimewa

Mudik Memang Pantas Diperjuangkan

Image

News

Momen Istimewa

Berlebaran hingga Kantong Kempes Tak Mengapa, Asal Hati Senang

komentar

Image

1 komentar

Image
Muhamad Wahyudi

Sangat menginspirasi sekali, semoga kita menjadi orang selalu bersyukur, jangan pernah menganggap rendah siapapun, dan bermanfaat bagi sesama

terkini

Image
News
Pemilu 2019

KPI Imbau Masyarakat Tenang saat Pengumuman Sengketa Pilpres

Masyarakat mudah-mudahan sudah mulai cerdas dan menyikapi dengan cara elegan setiap informasi yang didapat.

Image
News

Korsel Sebut AS dan Korut Tengah dalam Pembicaraan untuk Summit Ketiga

Trump kerap menyatakan keyakinannya bahwa summit selanjutnya akan diselenggarakan

Image
News

Foto Ayah dan Anak Tenggelam di Perbatasan Meksiko Gegerkan Publik

Keduanya gagal menyeberangi sungai dan akhirnya tenggelam

Image
News
Pemilu 2019

MK Sudah Terima 339 Laporan Permohonan Gugatan Pileg 2019

Nanti akan ditelaah terlebih dahulu.

Image
News
Pemilu 2019

PKS Tak Yakin Gerindra Bakal Gabung ke Kubu Jokowi

"Namun jika memang itu terjadi, mau bilang apalagi. Saya tidak bisa mengusik dapur orang"

Image
News

Sejak 2016, Mantan Suami Denada Kenal Narkoba

Narkoba pertama yang ia coba ekstasi, bertambah ke ganja dan terakhir ke kualitas lebih bagus yakni tembakau gorila

Image
News

KPU: Sidang MK Seperti Sinetron Mak Lampir

"Sidang di MK seperti sinetron mak lampir, misteri gunung merapi," kata Wahyu, di PA GMNI, kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Image
News

Politik Identitas Menguat, Rekrutmen Penyelenggara Pemilu Harus Dirubah

Sistem dan mekanisme penyelenggara pemilu diusulkan kembali ke sistem yang dilakukan pada tahun 2003

Image
News

Bela Felix Siauw, Anies: Kami Tak Langgar Aturan

Acara ini masuk youtube sehingga bisa dilihat siapa saja

Image
News
Pemilu 2019

PAN Prediksi Gugatan Prabowo-Sandi Ditolak MK

Besok MK akan umumkan PHPU Pilpres.

trending topics

terpopuler

  1. Denny Siregar ke BW: Dek Mbambang Sekarang Punya Sekretaris Baru yang Bisa Disuruh-suruh Melengkapi Barang Bukti? Sakti Juga Doi!

  2. Videonya Soal Prabowo Kalah di MK Viral, Emrus Sihombing: Saya Terus Terang Kagum dengan Faldo

  3. Betapa Kaget, Ibu Rumah Tangga Ini Temukan Koper Berisi 30 Ribu Butir Ekstasi

  4. Mantan Suami Denada, Jerry Aurum Ditangkap Karena Narkoba

  5. Massa Tetap Gelar Aksi Depan Gedung MK, Kapolri: Kita akan Bubarkan

  6. Motto Skripsi dari Mahasiswa UGM Yogyakarta Ini Unik Banget

  7. Tanggapi Imbauan Rizieq Shihab, TKN: Tidak Perlu Ada Pengerahan Massa, MK Sudah Transparan

  8. Pasukan Brimob Dikirim ke Papua, Kapolda: Waspada dan Mawas Diri, Perlu Juga Hilangkan Sifat-sifat Arogan

  9. Sedih Betul, Arisan Ratusan Juta Rupiah, Tetapi Uang Tak Kembali

  10. Dihantui PHK, Ini Besaran Pesangon Pegawai Giant Sesuai Aturan Pemerintah

fokus

Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai
Sampahmu

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude