image sungai 8
Login / Sign Up

TKN Minta Prabowo-Sandi Tegas Larang Pendukungnya Berunjuk Rasa

Kosim Rahman

Image

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi Uno saat memberikan keterangan kepada sejumlah media mengenai hasil akhir perhitungan pemilu 2019 di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019). Prabowo-Sandi menyatakan menolak hasil Pilpres 2019 yang dimenangi Jokowi-Ma'ruf Amin. Prabowo menyebut Pilpres 2019 penuh kecurangan. Prabowo didampingi sejumlah tokoh yang mendukung seperti Amien Rais, Titek Soeharto, Rachmawati Soekarnoputri dan yang lainnya. | AKRUAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arsul Sani menghimbau pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tegas meminta pendukung mereka menghentikan unjuk rasa. Karena terbukti unjuk rasa yang berlangsung pada 21-22 Mei 2019 telah mengganggu sistem keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Unjuk rasa itu juga rawan ditunggani pengacau atau perusuh. Sehingga keadaan bisa kurang terkendali

“Selama dua hari ini terjadi unjuk rasa di luar batas kewajaran meskipun itu katanya dilakukan oleh massa bayaran,” kata Arsul saat ditemui di kantor DPP PPP, Kamis (23/5/2019). 

baca juga:

Arsul menyebut unjuk rasa itu terbukti banyak mudharatnya. Sehingga ia meminta Prabowo dan para elit politik pendukungnya secara tegas memerintahkan untuk tidak lagi unjuk rasa.

Ia menyebutkan pada dasarnya unjuk rasa tidak dilarang, namun ada aturan yang harus dipenuhi. Para pengunjuk rasa harus tertib dan mematuhi batasan waktu berunjuk rasa yang harus berakhir pada pukul 18.00.

“Kalau pun itu masih ada ekspresi unjuk rasa harus ditegaskan bahwa harus sesuai peraturan undang-undang. Begitu jam 18.000 berakhir,” tambah Arsul.

Sehingga kondisi tetap kondusif serta proses hukum dan demokrasi bisa berjalan seiring, tidak kontradiktif.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

TKN Optimis Permohonan Kubu Prabowo-Sandi Ditolak MK

Image

News

Belum Kerja di BPN Ratna Sarumpaet Keburu Ditangkap Polisi

Image

News

Jokowi Temui Prabowo, Luhut: Ya Bisa Saja Terjadi Begitu, Tidak Ada yang Tidak Mungkin

Image

News

Analis Politik: Segeralah Pak Prabowo dan Pak Jokowi Bertemu, Mungkin Nunggu Putusan MK

Image

News

Ferdinand: Pandangan Saya, MK Tetap Putuskan Jokowi Sebagai Presiden Terpilih

Image

News

PA 212: Insya Allah Ratusan Ribu Orang Kawal Putusan MK

Image

News

5 Fakta Profesor Eddy Hiariej, Pernah Gagal UMPTN Fakultas Hukum UGM

Image

News

Tanggapi Imbauan Rizieq Shihab, TKN: Tidak Perlu Ada Pengerahan Massa, MK Sudah Transparan

Image

News

Pemilu 2019

Unjuk Rasa di MK Dinilai Dapat Memecah Belah Bangsa

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

TKN Optimis Permohonan Kubu Prabowo-Sandi Ditolak MK

Karena dalil-dalil terkait tuduhan adanya kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), sangat lemah

Image
News

Bamsoet: Demokrasi Harus Bisa Sejahterakan Rakyat

Bila demokrasi dan hak politik rakyat hanya dipermainkan oleh kelompok tertentu maka pesimisme akan terbukti

Image
News

KPK Pastikan Penetapan Tersangka Rahmat Yasin Sesuai Prosedur

Karena proses penyelidikan dua kasus yang menjerat Rachmat itu sudah dilakukan sejak 2016

Image
News

Belum Kerja di BPN Ratna Sarumpaet Keburu Ditangkap Polisi

Insank mempertanyakan di mana politik kliennya saat mengklarifikasi kebohongan yang sudah sempat menyebar

Image
News

Anies Baswedan Tandatangi MoU dengan Universitas Paramadina Soal Pendidikan

"Kita ingin sampaikan terima kasih atas nama Pemprov DKI kepada Paramadina yang sudah ikut mendidik warga kita."

Image
News

Trump Tegaskan AS Tetap Taati Pakta Keamanan Bela Jepang

AS dan Jepang menganggap traktat itu sebagai pondasi keamanan di Asia

Image
News

Berdalih untuk Operasional Bupati, Rachmat Yasin Minta SKPD Setor Dana

Febri Diansyah, mengatakan sumber dana yang 'disunat' Rachmat Yasin diduga berasal dari upah kegiatan pegawai.

Image
News

Anggota Polsek Palmerah Kerja Bakti Bersihkan Masjid Al-Hikmah

"Kita tunjukan semangat promoter sebagai pengabdian Polri untuk masyarakat, bangsa dan negara."

Image
News
Aksi 22 Mei

Polisi Masih Investigasi Penyebab Kericuhan 21-22 Mei 2019

Tito mengatakan bahwa kerusuhan 21-22 Mei 2019 telah direncanakan.

Image
News

5 Pantai Paling Kotor di Dunia, Ada dari Indonesia

Tak bisa dimungkiri jumlah sampah di dunia semakin menggunung

trending topics

terpopuler

  1. Pengunjung: Kayaknya Giant Sudah Kalah Sama Alfamart dan Indomaret Yaa...

  2. Nembak Cewek dan Ditanya Punya Apa, Cowok Pamer Punya Tanaman Ini

  3. Filmnya Laris di Pasaran, 8 Potret Reuni Salman Khan dan Katrina Kaif

  4. Poltekpar Makassar dan UNM Gelar Program Pendidikan Profesi Guru Perhotelan

  5. Beda dari Sinetron, 10 Potret Harmonis Rionaldo Stokhorst dan Keluarga

  6. Denny Siregar ke BW: Dek Mbambang Sekarang Punya Sekretaris Baru yang Bisa Disuruh-suruh Melengkapi Barang Bukti? Sakti Juga Doi!

  7. Pembunuh Wanita di Tangerang Ternyata Tunangannya, Motifnya Karena Cemburu

  8. Videonya Soal Prabowo Kalah di MK Viral, Emrus Sihombing: Saya Terus Terang Kagum dengan Faldo

  9. Dukung Komunitas Teknologi, Facebook Indonesia Luncuran Lab Innovation Hub

  10. 5 Fakta Menarik Adhitya Zulkarnaen, Ilustrator Indonesia Pemenang Kontes Fan Art 'Spider-man: Far From Home'

fokus

Masalah Sungai
Sampahmu
Demam Vapor

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

7 Potret Frederik Kiran, Cucu Tampan Presiden Soekarno yang Jarang Tersorot

Image
News

6 Fakta Pimpinan Muhammadiyah KH Mas Mansur, Salah Satu dari Empat Serangkai

Image
News

5 Fakta Politisi PAN Taufik Kurniawan yang Dituntut 8 Tahun Penjara Kasus Dana Alokasi Khusus