image
Login / Sign Up

Demi Keutuhan Bangsa, NasDem Minta Aparat Tindak Tegas Dalang Kericuhan Aksi 22 Mei

Kosim Rahman

Image

Ketua Umum NasDem Surya Paloh menerima kedatangan cagub-cawagub Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Jatim Emil Lestianto Dardak di kantor DPP NasDem, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Senin (9/7/2018). Kedatangan Khofifah dan Emil ini untuk menemui para partai pendukung dalam pilkada pemilihan gubernur Jawa Timur. Dalam rekapitulasi suara final oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pasangan dengan nomor urut 1 ini mendapatkan perolehan suara sebanyak 53,55 persen dengan 10.465.218 suara. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Partai NasDem mendukung aparat kepolisian dan TNI untuk menindak tegas para perusuh yang ingin memecah belah bangsa dalam aksi massa 22 Mei 2019 di sejumlah titik di Jakarta.

"Partai NasDem akan selalu mendukung langkah dan upaya yang diambil oleh TNI dan Polri termasuk tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang hendak membuat negara ini terpecah belah, jika dipandang terpaksa. Bagi NasDem, keutuhan republik ini di atas segala-galanya, termasuk di atas simbol dan ekspresi kebebasan dalam demokrasi," kata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

NasDem, kata Paloh, juga mendukung setiap langkah pemerintah dan alat negara dalam upaya menjaga keutuhan dari setiap tindakan yang mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan terhadap pemerintahan yang sah.

baca juga:

NasDem meminta semua pihak menghormati keputusan KPU, yang telah melakukan penetapan rekapitulasi Pemilu 2019. Jika ada yang tidak puas terhadap penetapan KPU, NasDem berharap hal itu diselesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Pemilu 2019 sudah selesai dan KPU sudah mengumumkan hasil resminya. Pemilu merupakan produk demokrasi yang oleh karenanya setiap pihak harus menghormati setiap hasil dan keputusan yang ada. Apabila ada pihak-pihak yang kurang puas terhadap hasil pemilu, bisa menempuh jalur yang telah ditentukan sesuai dengan koridor dan ketentuan yang ada," ujar Paloh.

Menurut dia, pemilu adalah sarana untuk mewujudkan kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan sebaliknya, membuat kemunduran kehidupan bernegara.

Oleh karena itu, tindakan-tindakan yang merusak dan memaksakan kehendak sesungguhnya bertentangan dengan tujuan berdemokrasi.

Paloh mengajak semua elemen bangsa bijaksana menyikapi hasil Pemilu 2019.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Partai NasDem menghormati proses menyampaikan pendapat di muka umum sebagai salah satu hak warga negara yang dijamin oleh undang-undang," katanya.

Namun demikian, proses tersebut harus senantiasa sesuai dengan koridor perundang-undangan yang berlaku. "Proses penyampaian pendapat tidak boleh disertai dengan pemaksaan kehendak karena hal itu sesungguhnya telah mencederai nilai-nilai demokrasi itu sendiri," tuturnya.

Paloh mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan beraktivitas sebagaimana biasanya. Oleh karena itu, pemerintah dan aparat keamanan harus bisa memastikan berjalannya fungsi-fungsi lembaga negara dalam pelayanan publik.

Ia juga menginstruksikan kepada setiap kader Partai NasDem untuk tetap siaga merespons perkembangan yang ada dan secara aktif menciptakan suasana harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Sidang PHPU Pileg di MK Hari Ini Mendengarkan Jawaban KPU

Image

News

Sekjen NasDem Sebut Jokowi Miliki Kewenangan Penuh Tentukan Struktur Menteri Kabinet

Image

News

Kolom

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image

News

 10 PPK di Cilincing dan Koja Jadi Tersangka Manipulasi Hasil Pemilu 2019 

Image

News

Sekjen Nasdem Ingatkan Parpol Kubu Prabowo Tidak Tergoda Masuk Kabinet Jokowi

Image

News

Perludem: Perubahan Angka di Form DA1 Tidak Pengaruhi Hasil Pemilu

Image

News

Pengamat: Partai yang Posisinya Agak Jauh, Harus Teriak Supaya Kelihatan Jokowi

Image

News

Fraksi Nasdem Gelar Kajian Terkait Penggantian UU Mahkamah Konstitusi

Image

News

Soal Perekrutan Hakim MK, Jimly: Standar Usia Lebih Baik dari Periode Pengabdian

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ombudsman Ungkap Borok Pengawal Tahanan KPK Terima Uang dari Idrus Marham

Ombudsman Jakarta Raya pun meminta KPK agar berbenah diri.

Image
News

KPK Periksa Tiga Saksi untuk Penyidikan Tersangka BLBI Sjamsul Nursalim

Sjamsul dan Itjih diduga melakukan misrepresentasi terkait dengan piutang petani petambak sebesar Rp4,8 triliun.

Image
News

Dua Pegawai Jakarta Garden City Tewas Setelah Minum Hemaviton

Saat ditemukan posisi Ahmad terlentang dan Agus tengkurap. Ditemukan delapan bungkus Hemaviton yang sudah terpakai, dua plastik minuman

Image
News

Donald Trump Serang Ras Anggota Kongres

Trump mempertahankan apa yang ia katakan dan membantah tuduhan rasisme

Image
News

Dugaan Politik Uang Pemilihan Wagub DKI, M Taufik: Tangkap, Bunyiin Siapa

Rumor ini pertama kali dihembuskan PSI.

Image
News

Dari Amerika Serikat hingga Prancis, 5 Negara Ini Paling Banyak Tampung Pencari Suaka

Image
News

Interupsi Awal Rapat Paripurna DPR, Politikus PDIP Pastikan Amnesti Baiq Nuril Diperjuangkan

"Kami mohon dalam rapat Bamus kita dapat memperjuangkan pemberian amnesti untuk Baiq Nuril."

Image
News

Musim Kemarau, Empat Kabupaten di Jawa Tengah Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Keempat kabupaten tersebut masuk dalam kelompok 14 kabupaten/kota yang menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih.

Image
News

Rapat Paripurna ke-22 DPR RI Hari Ini Hanya Dihadiri oleh 85 Orang

Dengan demikian, dari total anggota dewan sebanyak 560, ada 255 orang yang tak ada izin.

Image
News

Beri Kesempatan Jokowi-Ma'ruf 5 Tahun, Mahfud MD: Hormat Pak Amien, Mari Rajut Keindonesiaan Kita!

Amien Rais mengatakan akan mengawasi pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin dalam 5 tahun ke depan.

trending topics

terpopuler

  1. Tak Ada Tabayyun ke Ulama Bertemu Jokowi, PA 212: Prabowo bukan Pemimpin Kami

  2. Paranormal Terawang Pidato Presiden Jokowi

  3. Raffi Ahmad Dibolehkan Nagita Slavina Menikah Lagi, Asalkan...

  4. Sindir Iuran untuk Habib Rizieq, Denny: Sisanya Banyak, Bisa Buat Beli Rubicon

  5. Apa Kata Jusuf Kalla yang Punya Andil Besar Pertemukan Jokowi dan Prabowo?

  6. Istana Tak Main-main Pindahkan Ibu Kota Negara

  7. Polri Tak Tangani Dugaan Truk TNI yang Angkut WN China

  8. Akhiri Polemik, Batas Negara Indonesia-Malaysia Diukur Ulang

  9. Ini Penjelasan Disdukcapil Depok terkait Identitas Palsu Pablo Benua

  10. Jadi Tersangka Penganiayaan Dipo Latief, Pengacara: Salah Obyek Itu Bukan Nikita

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Image
Hasan Aoni

Puzzle Kehidupan Puisi Tiyo

Image
UJANG KOMARUDIN

Bagi-bagi Jatah Menteri

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik