image sungai 8
Login / Sign Up

Interview Ustaz Tengku Zulkarnain dari Prostitusi sampai Hinaan

Maidian Reviani

Sudut Lain

Image

Foto KH Tengku Zulkarnain | Twitter/ustadtengkuzul

AKURAT.CO Bulan Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam. Bulan penuh rahmat sehingga tidak boleh dinodai dengan kegiatan maksiat. 

Tempat-tempat maksiat di semua daerah harus tutup untuk menghormati bulan suci. Kalau masih ada yang melakukan kegiatan maksiat, resikonya besar. Petugas bisa saja langsung mengamankan mereka.

baca juga:

Tiap tahun menjelang bulan puasa, pemerintah dan aparat selalu mengingatkan mereka. Tetapi, pada kenyataannya tetap ada yang beroperasi dengan cara kucing-kucingan.

Selain itu, kepada mereka yang suka menyebarkan hoaks atau gemar menghina orang lain melalui media sosial juga diimbau untuk menghentikan perilaku seperti itu. Semua anggota masyarakat sebaiknya tidak saling melukai. Jadikan momentum Ramadan untuk mempererat tali persaudaraan.

Tetapi kalau dicermati, perilaku saling menghina di media sosial tetap saja terjadi di bulan Ramadan.

Bagaimana kalau ternyata masih ada tempat prostitusi buka di bulan Ramadan, bagaimana kalau masih perilaku mesum di tempat umum, dan pembullyian di media sosial, pertanyaan ini banyak disampaikan oleh masyarakat.

Saya mewawancarai Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Ustaz Tengku Zulkarnain untuk menjelaskan hal itu dari sisi agama. Wawancara tidak bisa dilakukan secara langsung karena tokoh agama berusia 55 tahun itu sedang dalam persiapan terbang ke Semarang, Jawa Tengah.

Wawancara dengan alumni Universitas Sumatera Utara itu dilakukan melalui sambungan telepon. Tapi beberapa bagian dilanjutkan dengan komunikasi melalui Whatsapp. Berikut petikan wawancaranya:

Apa makna Ramadan sesungguhnya? Di bulan puasa boleh gak tempat-tempat prostitusi tetap beroperasi?

Prostitusi di luar Ramadan pun nggak boleh beroperasi karena bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945, Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena makna puasa yang sesungguhnya itu melatih jiwa kita agar bersih dan takwa. Jadi itu bertentangan, jadi sebaiknya nggak usaha, baik itu di luar dan dalam puasa.

Lalu ada kan PSK yang bekerja di tempat hiburan malam, tapi tujuan dia untuk mencari nafkah, lalu apa pendapat bapak?

Dalam hal ini, pemerintah harusnya menyediakan pekerjaan lain. Contohnya seperti Ibu Risma, walikota Surabaya. Sebelum digusur, dia latih mereka menjahit baju, buat kue, habis sampai Rp8 miliar kalau saya dengar. Sehingga mereka punya pekerjaan lain, jangan sampai ditutup, diberhentikan.

Latih mereka menjahit, jahit bordir, sehingga mereka berhenti dan mereka jadi orang terhormat dan punya ilmu. Ini kan tugas negara, di UUD 1945, tugas negara melindungi tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Nah yang kedua itu, jadi diberi pelatihan-pelatihan supaya mereka bekerja. Siapa si yang mau prostitusi, mereka juga melawan hati nurani juga, hati mereka menjerit harus seperti ini. Kasih mereka perhatian. Jangan main tutup-tutup aja tapi.

Karena mereka nggak punya skill (keahlian). Mereka kerja di situ dan seperti itu juga nggak mau. Di bulan Ramadan ini, coba pemerintah itu menaglokasikan mereka dengan cara beri pelatihan. Mereka pasti senang sekali.

Anda pernah berdialog langsung dengan PSK atau mantan PSK? Sebenarnya apa yang terjadi?

Saya kan ngajar dimana-mana, kadang ada aja yang datang, minta bicara sebentar atau lewat telepon atau Whatsapp. Mereka menjerit, mereka manusia dan juga orang beriman. Mereka bilang mau punya pekerjaan lain. Ada kawan-kawan saya pernah kasih mereka pelatihan menjahit.

Ternyata mereka selama ini nggak punya keahlian apa-apa, itu nggak ada. Dulu di Medan pernah buat juga pelatihan, ternyata ada beberapa dari orang-orang di sana yang terjun ke dunia itu, ketika mereka dikasih pelatihan menjahit, mereka hidup terhormat sampai sekarang, bisa makan pakai uang halal. Seharusnya udah tidak ada seperti itu tidak ada. Diberikan pelatihan, pekerjaan yang lebih baik.

Di bulan puasa kan tetap ada prostitusi yang dilakukan melalui online dan tempat bertemunya PSK dan hidung belang di hotel-hotel, bagaimana langkah terbaik menanganinya?

Perlu digalakkan dakwah dan pendalaman iman. Soalnya masalah itu private. Maka dicegah dengan private keimanan seseorang. Dalam bahasa Arab fahsya.

Masalah zina dalam islam sangat rumit. Karena dia wajib menghadirkan empat orang saksi yang melihat persetubuhan (masuknya batang celak ke dalam botolnya). Baru bisa disebut zina. Itu istilah fiqihnya. Kalau hanya berdua-dua dalam kamar itu namanya kholwat (berdua-dua) bukan zina namanya. Dan menuduh orang berzina tanpa saksi yang melihat langsung pesetubuhan namanya buhtan, yakni menuduh orang dan itu masuk dosa besar, juga menuduh zina tanpa empat saksi. Wallahu alam.

Dalam agama, apa hukumnya bagi PSK maupun germo atau mucikari juga pria hidung belang yang tetap melakukan prostitusi?

Hukumnya? Germo mungkin karena dia nggak punya pekerjaan lain, kalau perempuan atau laki-laki nakal yang perlu diberikan pemahaman soal agama.

Apa hukum di akhirat bagi yang melanggar?

Cari makan halal kan diperintahkan Allah. Orang beriman itu wajib. Tidak hanya makan makanan halal, tetapi juga dari cara mencarinya. Solusi, misalnya makan riba nggak boleh. Pemerintah sekarang telah mengeluarkan kebijakan soal bank Syariah, itu kan udah jalan keluar.

Kalau kira-kira Bank Syariah juga tutup, mati lah semua. Maka dibuatkanlah Bank Syariah, agar mereka yang memiliki keahlian di bank, mereka bisa pindah dan kerja dan cari kerja halal. Harus diberi solusi. Tidak bisa langsung-langsung aja ditutup. Karena ini kan zaman modern, banyak faktor kalau main tutup-tutup aja.

Saya pernah pergi ke daerah luar negeri, di Thailand ada daerah tandus, bapak ibunya pada jual anaknya yang berumur 17, 18 tahun, dijual untuk bisa pakai. Mengerikan itu. Kemudian pemerintah Thailand akhirnya buat irigasi, dibuat kolam-kolam ikan, dicarikan sumber air, mereka kemudian jadi petani.

Siapa sih yang mau kayak gitu terus, mereka melawan hati nurani mereka juga, dan sekarang juga akhirnya udah nggak pernah ada yang jual. Tidak ada orang yang mau melakukan prostitusi.

Dalam hal ini, pemerintah itu nomer satu, karena duit ada di pemerintah. Coba bikin sentral-sental lahan pekerjaan buat mereka, cari yang terbaik buat mereka, karena mereka butuh pelatihan dan modal. Stakeholder, ormas, organisasi, semua harus bergabung mencari solusi, kasihan ini. Kalau ketahuan mereka aja malu, ketauan mertua atau anak mereka malu. Dan itu kewajiban kita untuk menjaganya.

Menurut anda sebenarnya kenapa tempat karaoke, live musik, biliar, panti pijat, diskotik dibatasi operasionalnya selama Ramadan?

Ya itu itu ditutup menurut saya lebih baik, karena akan lebih banyak mudarat, lebih banyak rusaknya. Kita kan nggak tahu mereka misal jual ekstasi, jual narkoba, dan lain sebagainya. Nggak bisa terkontrol karena gelap, suasanya begitulah. Jadi memang untuk menjalankan UUD 1945 ya mereka dilatih, disediakan duit. Pemerintah kan bekewajiban melindungi rakyatnya.

Bagaimana sikap MUI?

Ya kita jaga persatuan, jaga toleransi umat, kita hargai orang berpuasa. Kita memang menjaga kesatuan. Hari Ramadan kita sering adakan tausiah juga. Kita juga harus tingkatkan kepedulian sosial, bantu orang-orang miskin, perbanyak beribadah, sama dekatkan diri sama Tuhan.

Apakah ada fatwa baru dari MUI mengenai tempat hiburan malam yang selama Ramadan?

Kalau itu umum, jadi nggak ada. Itu udah banyak gubernur, kalau bulan puasa menutupnya. Jadi Jakarta dari sejak zaman Sutiyoso, Fauzi Bowo, Djarot, ya sama tetap diimbau, itu bagus. Cuma saya mau ada solusi, berikan mereka pekerjaan yang layak dengan keahlian supaya jadi orang terhormat. Siapa yang mau sih jadi itu, nggak ada yang mau, saya sering dialog.

Pernah perempuan malam, saya sama supir berhenti, terus ada sedekah saya kasih 50 ribu, terus saya suruh pulang, eh mereka nangis. Saya bilang udah jam satu malam, saya suruh pulang. Nggak ada ketawa-tawa, mereka nangis. Mereka manusia juga, saya juga nangis. Mereka punya perasaan, punya anak, mereka juga mau jadi orang baik, semua mau masuk surga.

Menghina dan merendahkan mereka buka solusi. Rasulullah aja tidak menghina orang-orang seperti itu. Kata nabi, yang pandai mengajar yang bodoh. Ajar mengajar sudah jadi perintah nabi. Dalam keluarga Islam di Indonesia juga nampaknya sudah menjalankannya, misal bapaknya pandai buat kursi, ya anaknya diajarkan, bapaknya pandai buat rumah, ya anaknya diajarkan buat rumah. Bapaknya pandai bawa mobil, ya anaknya diajarkan. Udah biasa.

Namun memang ada beberapa teman kita yang tidak beruntung, misal tidak punya bapak ibu, dibesarkan tanpa bapak ibu, jadi diurus sekadarnya aja. Saya pikir ini jalan yang paling bijak yang bisa dibuat.

Di bulan puasa, sebagian tempat umum tertentu masih banyak dipakai untuk pacaran di siang hari, apa pendapat anda?

Bahkan di luar bulan puasa aja juga nggak boleh, sepanjang hari, Satpol PP atau petugas keamanan harusnya bergerak, misal ada yang duduk-duduk ya silakan, tapi jangan sampai di tempat gelap. Melakukan hal itu sebab tidak baik, itu harus dijaga.

Banyak di luar negeri taman-taman saya lihat, tapi terang, ada polisinya, ada yang menjaga tamannya. Orang kan juga butuh duduk di ruangan terbuka, tapi ya dijaga.

Maksud anda di Indonesia orang pacaran masih bebas?

Iya di Indonesia liar, nggak ada yang jaga Satpol PP, polisi lewat aja. Bahkan ada yang ngambil duit-duit. Saya pernah lihat, misal daerah Prumpung, Jakarta Timur, saya waktu itu pulang malam, di jalan lihat ada joget-joget dangdut pakai gerobak, ada mereka bayar nyawer, terus tiba-tiba ada oknum-oknum pake mobil, ambil duit lima ribu terus pergi.

Pernah saya tanya, katanya mereka ambil duit keamanan. Ini mengagetkan kita, tapi benar oknum-oknumnya ada. Bukannya menjaga keamanan dan ketertiban, tapi malah ambil duit lima ribu, lima ribu, lima ribu. Pernah saya tanya langsung, saya turun langsung, katanya cuma lima ribu. Tapi itu oknum. Nggak bisa terjadi terus seperti ini.

Dari sisi agama Islam, boleh tidak beda kelamin bukan muhrim pegang-pegangan tangan atau peluk-pelukan di bulan puasa pada siang hari?

Pegangan tangan dan lain sebagainya, udah pasti dilarang itu haram kecuali nikah pasti halal. Pacaran dosa, tapi bukan dosa besar. Pacaran itu dosa kecil, yang besar itu zina. Tapi kalau kecil berkali-kali dilakukan kan jadi banyak, ngeri juga.

Apa hukumnya jika membully orang lewat media sosial di bulan puasa?

Bulan biasa bully nggak boleh, apalagi puasa bully juga nggak boleh. Mengatakan kebenaran di negara kita itu kewajiban. Kewajiban warga negara untuk mengungkap itu. Pemimpin seharusnya lebih arif lagi, meski pahit ya harusnya jadi modal untuk perbaikilah.

Saya pernah mengkritik Kemendikbud, di Twitter waktu itu saya komentar soal buku pelajaran SD soal suku di Sumatera Utara katanya adanya Batak, tidak ada Melayu. Kan Sumatera Timur dulunya, sekarang utara, nah di sana ada 17 kerajaan Islam, Sumatera Timur ada 17 kerajaan Islam yang semua suku Melayu, terus saya tulis.

Di Riau ada suku Melayu dan Batak, tidak ada orang Batak di Kepulauan Riau. Suku aslinya tidak ada Batak, adanya Melayu. Kemudian kira-kira dua minggu setelah nulis itu, menteri pendidikan kepada saya mengirimkan surat ke kantor MUI, surat berisikan ucapan terimakasih atas kritik itu, menteri katanya akan mengubah dan memperbaiki edisi berikutnya.

Kita kan senang, tujuan kita itu komentar tidak untuk menghina, tapi memberi tahu yang benar dan direspon. Menteri seperti ini saya sebut bagus. Tapi pas nulis itu saya dimaki-maki dibully (dibully wargant). Tapi menterinya justru memberikan surat terimakasih.

Apa yang anda lakukan setelah menteri ucapkan terimakasih?

Saya sampaikan (ke media sosiak) kalau nggak salah ucapan terimakasih pak menteri yang sudah merespon. Ada beberapakali begitu, kita tulis pada yang terhormat bapak ini, ada kejadian ini, dan mereka meresponnya. Seperti ada penghinaan terhadap nabi, saya screenshot kemudian. Tak lama, polisi menangkapnya. Saya tulis apresiasi kepada polisi.

Jadi medsos itu perlu, tidak semua bisa dicover sama media mainstream. Oleh media online (media sosial) ini terbantu sekali, berita dibaca khalayak. Terlibat di medsos, membuat kritikan seharunya direspon dengan baik, kalau keliru minta maaf juga. Itulah aturannya, jika keliru ya minta maaf, jangan ngotot.

Anda punya akun Twitter @ustadtengkuzul . Sejauh ini apakah anda pernah merasa ada yang salah dalam menyampaikan pendapat di media sosial?

Ada saya salah, masukin soal alat kontrasepsi orang-orang yang belum menikah saat hubungan seskual, tapi ternyata salah. Ternyata itu untuk UU yang lain, soal pernikahan dini. Kan ada anak-anak di bawah umur yang sudah menikah, makanya pemerintah buat alat kontrasepsi, supaya tidak melahirkan di usia yang muda. Supaya mereka beranaknya di atas umur 21. Saya ketika itu keliru, saya pikir untuk orang-orang belum menikah.

Media yang besar mainstrem seperti The Straits Times, New York Times, mereka juga sering keliru dan mereka mencabutnya. Kompas juga sering keliru. Mereka minta maaf. Seperti membuat tentang umat Islam, mereka mencabutnya dan minta maaf.

Harusnya hal seperti ini diapresiasi bukan ditangkap. Dia minta maaf harus dimaafkan, bukan ditangkap. Dikasih kesempatan minta maaf, kalau nggak yang ada pada nggak mau pada main medsos lagi. Nanti pemerintah yang rugi juga. Sering juga ada tulisan benar malah dibilang hoaks lagi.

Anda selama ini sering jadi korban bully di media sosial?

Kalau itu saya nggak apa-apa, itu biasa, dibully biasa. Kadang-kadang saya di FB buat tulisan bagus dibully juga. Di IG ada tulis-tulis dibully, itu resiko. Ngga boleh stres. Prinsipnya kalau salah ya minta maaf.

Jadi artinya bully sudah jadi hal yang biasa?

Pada menghina pribadi saya, saya nggak marah. Ambil sisi baiknya aja, karena kalau saya nggak mau dibully ya nggak usah main medsos. Saya kalau baca ketawa-tawa aja, mereka tulis itu bagus introspeksi diri saya berarti. Namanya media sosial. Buzzer bayaran juga tidak dipungkiri, apa aja yang kita tulis dimaki-maki.

Ada ceramah saya yang bagus, nasionalis dan agamis, tetap aja dimaki-maki. Barangkali tidak senang. Saya juga di Youtube baca Alquran, dengan gaya murottal jadi imam, baca surah Al-Baqarah, juz 30, tiba-tiba saya lihat ada yang nggak suka. Mambaca Alquran aja masih dimaki-maki kita.

Apa pesan anda kepada masyarakat agar selalu menjaga perdamaian?

Pesannya Indonesia harus selalu damai, tidak hanya bulan puasa, sampai kiamat pun harus selalu damai. Indonesia nggak boleh pecah, karena NKRI harga mati.

Dari Sabang sampai Marauke tidak boleh lepas. Soal bertengkar, di Medan khususnya, pukul-pukul meja, panas-panasnya sampai mau perang, tapi abis itu kita minum kopi, abis itu minum aja kayak biasa. Itu hal biasa pada budaya orang Medan. Luar biasa kayak mau bunuh-bunuhan kalau berdebat. Tapi abis itu ketawa-tawa biasa aja, karena kita dididik begitu.

Justru orang Medan kalau nggak berdebat keras-keras gitu bukan orang Medan namanya, karena kami bukan orang Solo. Bertengkar keras-kerasan, abis itu salaman minum kopi, itu biasa bagi kami. Justru jarang terjadi pukul-pukulan, kami nggak suka tawuran.

Bisa juga lagi sambil minum-minum kopi, tahu-tahu bisa berdebat, tapi setelah itu ketawa-tawa. Keras-kerasan saat berdebat, bertengkar, makanan orang Medan sehari-hari. Bahkan kakak adik juga di meja bisa bertengkar, tapi abis itu biasa lagi. Apalagi orang Karo, saya kan turunan Karo, itu kami biasa bertengkar. Satu rumah beda agama. Ada Nasrani, Islam, oke aja. Itu hebatnya orang Karo. Ikatan kesukuannya itu sangat kental.

Setelah masyarakat terpecah gara-gara pilpres kemarin, apa imbauan anda agar menjadikan puasa ini sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan?

Kemarin bukan berpecah, kita hanya beda pilihan, biasa itu, pemilu kan bukan hanya 2019. Dari 1955 pemilu, zaman Karno, terus zaman Harto. Udah 12 kali dari zaman Bung Karno kita sudah pemilu, jadi nggak masalah. SBY lebih seru malah, demonstran minta turunkan Budiono, lebih seru lempar-lempar batu di jalan deket Monas. Setelah itu biasa aja, karena beda pendapat.

Zaman Bung Karno lebih seru ada PKI. 1955 ketika nangkap-nangkap ini yang jadi antipati, rakyat jadi boikot pemilu. Ngeri ah ikut pemilu, nanti ditangkepin, itu lebih berbahaya justru rakyat tidak mau ikut. Beda pilihan agak-agak keras-kerasan dikit abis itu udah.

Asal jangan beda pendapat dimusuhi, beda pendapat ditekan, dipenjara, itu nggak bagus. Indonesia kan negara demokrasi, jadi salah ya minta maaf, jangan ditangkap. Salah ngomong penjara lama, tapi korupsi cuma satu tahun setengah. Ngomong kan nggak merugikan negara, korupsi yang justru merugikan negara.

Jadi imbauannya bagaimana?

Ya harusnya udah selesai pemilu, damai lagi rakyatnya. Tapi kalau tentang kebenaran ya diungkap. Contohnya seperti 600an KPPS meninggal ya jangan masa bodo, diungkap dong. Kambing mati aja polisi turun, kambing mati turun polisi waktu itu di Banyuwangi, diteliti, disidik. 600-an orang mati juga harusnya disidik. Menyidik itu kan nggak susah.

Kita damai lagi, tapi hal-hal yang janggal diungkap, diselesaikan, jangan dibantah. Ada kecurangan ya diselidiki, solusinya misal pemilu ulang atau bagaimana. Jangan dibiarkan. Karena dapet memantik arti. Itu yang kita tidak mau terjadi. Tanggepin dengan baik, apa yang kini ramai di masyarakat. []

Baca juga:

Tulisan 1: Berisik Musik Disko di Tempat Prostitusi Kini Berubah Jadi Lantunan Quran

Tulisan 2: Pengakuan Mantan Penjual Minuman Keras

Tulisan 3: Kisah Kupu-kupu Malam di Bulan Ramadan

Tulisan 4: Seharian Keliling Tempat Pacaran Tepi Pantai

Tulisan 5: Penjual Jamu Gendong dan Rahasianya

Tulisan 6: Akhirnya Terjawab Pertanyaan Soal Kehidupan Pengamen Ondel-Ondel di Bulan Puasa

Tulisan 7: Interview Ustaz Tengku Zulkarnain dari Prostitusi sampai Hinaan

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Sudut Lain

Akhirnya Terjawab Pertanyaan Soal Kehidupan Pengamen Ondel-Ondel di Bulan Puasa

Image

News

Sudut Lain

Penjual Jamu Gendong dan Rahasianya

Image

News

Sudut Lain

Seharian Keliling Tempat Pacaran Tepi Pantai di Bulan Puasa

Image

News

Sudut Lain

Kisah Kupu-kupu Malam di Bulan Ramadan

Image

News

Sudut Lain

Pengakuan Mantan Penjual Minuman Keras

Image

News

Sudut Lain

Berisik Musik Disko di Tempat Prostitusi Kini Berubah Jadi Lantunan Quran

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Pemilu 2019

Menkumham: Apapun yang Diputuskan MK, Semoga Itu yang Terbaik, Masalah Semua Selesai

Menurut dia, proses di MK merupakan jalur yang konstitusional yang ditempuh untuk menyelesaikan konflik dalam demokrasi pada Pilpres 2019.

Image
News

Jago Baca Peluang, Penjual Ketoprak Ini Memilih Jualan di Tengah Massa Aksi Kawal Sidang MK

Waryono mengungkap, penghasilannya bertambah hingga dua kali lipat saat ia berada di sekitaran gedung MK.

Image
News
Pemilu 2019

Soal Dissenting Opinion Hakim MK, BW: Saya Tidak Mau Over Confident

"Saya ingin kita lihat saja putusannya. Saya bukan peramal. Dan tidak mau meramal juga"

Image
News

Penelitian Membuktikan Selfie Lima Kali Lebih Mematikan dari Serangan Hiu

India menjadi negara dengan korban meninggal karena selfie terbanyak di dunia

Image
News

Ibu dari Imigran yang Tenggelam Sebut Sudah Larang Anaknya Pergi

Oscar nekat membawa putrinya pergi ke Amerika Serikat lantaran terlalu lama menunggu pengajuan suaka.

Image
News

Dinkes DKI Pastikan Tak Ada Korban Jiwa di Tengah Aksi Kawal MK

Tak ada korban meninggal, hanya saja ada satu massa (ibu-ibu) yang pingsan dan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan

Image
News

Peserta Aksi di MK Keracunan, Polisi: Kami Cek Dulu

"Kita masih cek di mana sekarang keberadan wanita yang disebut keracunan," ujar Argo

Image
News

Alami Luka Parah di Wajah, Remaja yang Nyaris Dibunuh Ayah Kandung di Sukoharjo Akan Operasi Plastik

Dari hasil pemeriksaan dokter termasuk foto thorax menunjukkan jika struktur wajah A mengalami kerusakan di sejumlah bagian.

Image
News

9.600 Pendatang Menetap di Jaktim, Wali Kota: Kita Tidak Bisa Melarang

"Setiap warga negara berhak tinggal di mana saja."

Image
News

Polisi Amankan 11 Anak di Bawah Umur yang Ingin Jadi Peserta Unjuk Rasa di MK

"Kasihan masih di bawah umur semua, karena mereka korban sebenarnya."

trending topics

terpopuler

  1. Gelar Aksi Halal Bihalal di Depan Gedung MK, Massa: Habisi Penghianat Bangsa!

  2. Dalam Orasi, Abdullah Hehamahua Minta KPK Audit Kecurangan Pemilu 2019 di KPU

  3. Bela Felix Siauw, Anies: Kami Tak Langgar Aturan

  4. Kapolres Jakpus: Jika Ditemukan Perusuh, TNI akan Turun Tangan

  5. Sebelum Bubarkan Diri, Massa Aksi di Depan MK Bacakan Petisi, Begini Isinya

  6. Usai Umumkan Putusan PHPU Pilrpes, MK Lanjut Proses Gugatan Hasil Pileg

  7. Din Syamsuddin: Tidak Benar Melarang Masyarakat Unjuk Rasa, Itu Hak Konstitusional

  8. Jordi Anggap Anak Kedua Ruben Onsu - Sarwedah Kado Termahal di Hari Ultah

  9. Digoda Habis-habisan Soal Hubungan dengan Faisal Nasimuddin, Luna Maya Salah Tingkah

  10. Ciuman dengan Rio Dewanto, Jessica Mila: Terjadi Secara Natural Aja

fokus

Hari Bank Indonesia
Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Potret DPR 2019-2024

Image
UJANG KOMARUDIN

Mari Kita Bersatu

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude