image sungai 8
Login / Sign Up

TNI Dan Polri Diminta Tindak Tegas Perongrong Eksistensi NKRI

Muslimin

Image

Menko Polhukam Wiranto (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua KPU Arief Budiman, Mendagri Tjahjo Kumolo, Jaksa Agung M Prasetyo, Menkominfo Rudiantara, dan Ketua Bawaslu Abhan saat menggelar rapat koordinasi bersama aparat dan penyelenggara pemilu 2019 di gedung Menkopolhukam, Jakarta, Senin (15/4/2019). Rapat ini juga melakukan telekonferensi kepada seluruh aparat di berbagai daerah untuk melakukan pemmbahasan situasi di masa tenang Pemilu 2019 hingga pelaksanaan pencoblosan surat suara. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Satu Bangsa meminta TNI dan Polri menindak tegas setiap aksi yang merongrong kewibawaan negara serta mengancam eksistensi NKRI sebagai negara hukum.

"Kami juga meminta TNI-Polri mengamankan proses pengumuman dan penetapan hasil Pemilu oleh KPU secara profesional demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat," kata inisiator Gerakan Satu Bangsa, Stefanus Asat Gusma dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Gusma mengatakan hal itu terkait situasi politik nasional yang memanas menjelang pengumuman hasil rekapiltulasi penghitungan suara manual berjenjang dan penetapan paslon presiden dan caleg terpilih pada tanggal 22 Mei 2019 oleh KPU.

baca juga:

Dia menyayangkan adanya kesan mencekam menjelang pengumuman hasil Pemilu, padahal seharusnya pengumuman hasil Pemilu harus disambut dengan sukacita dan meriah atas terpilihnya presiden dan wakil presiden serta wakil rakyat untuk lima tahun ke depan.

"KPU adalah lembaga yang dibentuk atas perintah UU yang komisionernya dipilih DPR, untuk menyelenggarakan Pemilu. Maka apa pun yang nantinya diputuskan oleh KPU seharusnya dihormati dan diterima oleh kita bersama," ujarnya.

Dia menilai apabila ditemukan adanya dugaan kecurangan Pemilu, sudah ada aturan hukum yaitu mengajukan gugatan ke Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menyelesaikan sengketa hasil Pemilu.

Menurut dia, Gerakan Satu Bangsa juga mengimbau kepada para aktor dan tokoh politik untuk tunduk dan taat kepada hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan segera menghentikan upaya memprovokasi masyarakat.

"Jangan membenturkan rakyat dengan aparat negara yang bukan tidak mungkin akan memakan korban dari kedua belah pihak," tegasnya.

Dia menegaskan sebagai warga yang hidup dalam negara hukum, semua harus patuh terhadap hukum yang berlaku.

Menurut dia, sebagai negara hukum maka tidak ada satu pun warga yang boleh menyelesaikan permasalahannya di luar hukum apalagi dengan cara-cara yang anarkistis dan jelas-jelas melanggar hukum.

"Tuduhan kecurangan diikuti dengan konsolidasi tokoh dan aktor politik yang dengan sengaja dan terbuka menciptakan situasi politik nasional yang semakin keruh dengan ungkapan dan ajakan melakukan makar, 'people power' dan revolusi adalah upaya menciptakan situasi yang mencekam bagi rakyat," tuturnya.

Dia menilai para aktor dan tokoh politik tersebut semestinya kita harapkan dapat memberikan kesejukan dalam berdemokrasi dan menjadi contoh kedewasaan berpolitik dan jiwa kesatria.

Menurut Gusma, gerakan penggalangan massa untuk mendelegitimasi KPU, Bawaslu dan MK serta menolak hasil Pemilu tidak boleh dipandang sebagai gerakan menegakkan demokrasi rakyat.

Dia menilai gerakan itu lebih merupakan gerakan politik syahwat kekuasaan yang merongrong kewibawaan negara dan mengancam eksistensi NKRI sebagai negara hukum.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Komnas HAM: Perlu Kebijakan Khusus Untuk Perekrutan Polri dari Unsur Putra Daerah

Image

News

TKN Optimis Permohonan Kubu Prabowo-Sandi Ditolak MK

Image

News

Polisi Blitar: Tidak Perlulah Ada Pengerahan Massa ke Jakarta

Image

News

KoDe Inisiatif Sebut Dalil yang Diajukan Kubu 02 Belum Buktikan Adanya Kecurangan TSM

Image

News

Pemilu 2019

Soal Seruan Rizieq Shihab, Pengamat: Ini Sudah Diproses di MK, Pengerahan Massa Sudah Bukan Penyelesaian

Image

News

Kapolri Dengar Prabowo-Sandi Imbau Pendukungnya Tidak Perlu Hadir ke MK

Image

News

Ferdinand: Pandangan Saya, MK Tetap Putuskan Jokowi Sebagai Presiden Terpilih

Image

News

Sehari Jelang Putusan MK Ada Doa Bersama 15 Jam di Jalan Adi Sucipto Solo

Image

News

Pemilu 2019

Imbau Warga Tak Gelar Aksi Saat Pengumuman MK, Wiranto: Nggak Ada Alasan Lagi untuk Gerakan Massa!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

TKN Optimis Permohonan Kubu Prabowo-Sandi Ditolak MK

Karena dalil-dalil terkait tuduhan adanya kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), sangat lemah

Image
News

Bamsoet: Demokrasi Harus Bisa Sejahterakan Rakyat

Bila demokrasi dan hak politik rakyat hanya dipermainkan oleh kelompok tertentu maka pesimisme akan terbukti

Image
News

KPK Pastikan Penetapan Tersangka Rahmat Yasin Sesuai Prosedur

Karena proses penyelidikan dua kasus yang menjerat Rachmat itu sudah dilakukan sejak 2016

Image
News

Belum Kerja di BPN Ratna Sarumpaet Keburu Ditangkap Polisi

Insank mempertanyakan di mana politik kliennya saat mengklarifikasi kebohongan yang sudah sempat menyebar

Image
News

Anies Baswedan Tandatangi MoU dengan Universitas Paramadina Soal Pendidikan

"Kita ingin sampaikan terima kasih atas nama Pemprov DKI kepada Paramadina yang sudah ikut mendidik warga kita."

Image
News

Trump Tegaskan AS Tetap Taati Pakta Keamanan Bela Jepang

AS dan Jepang menganggap traktat itu sebagai pondasi keamanan di Asia

Image
News

Berdalih untuk Operasional Bupati, Rachmat Yasin Minta SKPD Setor Dana

Febri Diansyah, mengatakan sumber dana yang 'disunat' Rachmat Yasin diduga berasal dari upah kegiatan pegawai.

Image
News

Anggota Polsek Palmerah Kerja Bakti Bersihkan Masjid Al-Hikmah

"Kita tunjukan semangat promoter sebagai pengabdian Polri untuk masyarakat, bangsa dan negara."

Image
News
Aksi 22 Mei

Polisi Masih Investigasi Penyebab Kericuhan 21-22 Mei 2019

Tito mengatakan bahwa kerusuhan 21-22 Mei 2019 telah direncanakan.

Image
News

5 Pantai Paling Kotor di Dunia, Ada dari Indonesia

Tak bisa dimungkiri jumlah sampah di dunia semakin menggunung

trending topics

terpopuler

  1. Pengunjung: Kayaknya Giant Sudah Kalah Sama Alfamart dan Indomaret Yaa...

  2. Nembak Cewek dan Ditanya Punya Apa, Cowok Pamer Punya Tanaman Ini

  3. Filmnya Laris di Pasaran, 8 Potret Reuni Salman Khan dan Katrina Kaif

  4. Poltekpar Makassar dan UNM Gelar Program Pendidikan Profesi Guru Perhotelan

  5. Beda dari Sinetron, 10 Potret Harmonis Rionaldo Stokhorst dan Keluarga

  6. Denny Siregar ke BW: Dek Mbambang Sekarang Punya Sekretaris Baru yang Bisa Disuruh-suruh Melengkapi Barang Bukti? Sakti Juga Doi!

  7. Pembunuh Wanita di Tangerang Ternyata Tunangannya, Motifnya Karena Cemburu

  8. Videonya Soal Prabowo Kalah di MK Viral, Emrus Sihombing: Saya Terus Terang Kagum dengan Faldo

  9. Dukung Komunitas Teknologi, Facebook Indonesia Luncuran Lab Innovation Hub

  10. 5 Fakta Menarik Adhitya Zulkarnaen, Ilustrator Indonesia Pemenang Kontes Fan Art 'Spider-man: Far From Home'

fokus

Masalah Sungai
Sampahmu
Demam Vapor

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

7 Potret Frederik Kiran, Cucu Tampan Presiden Soekarno yang Jarang Tersorot

Image
News

6 Fakta Pimpinan Muhammadiyah KH Mas Mansur, Salah Satu dari Empat Serangkai

Image
News

5 Fakta Politisi PAN Taufik Kurniawan yang Dituntut 8 Tahun Penjara Kasus Dana Alokasi Khusus