image sungai 8
Login / Sign Up

Soal GKR, Peneliti CIE: Gerakan Ini Bukan Atas Nama Rakyat

Aricho Hutagalung

Image

Massa Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan & Kebenaran (GERAK) membawa poster melakukan aksi di depan dedung Bawaslu, JMH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019). Aksi ini dilakukan meminta kepada penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan calon nomor 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, karena menemukan kecurangan yang terjadi selama gelaran Pemilu 2019 berlangsung. Untuk pengamanan 11 ribu personel gabungan TNI/Polri untuk mengamankan aksi ini. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR) disebut bukan sebuah gerakan yang murni atas nama rakyat.

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Center for Indonesia Election (CIE), Muhammad Ibas, saat menyikapi istilah GKR yang akan dimainkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 22 Mei 2019 nanti.

baca juga:

"Perlu digarisbawahi bahwa gerakan ini bukan atas nama rakyat apalagi pencetus dan aktornya dari BPN. Itu bukan keinginan rakyat, ini ambisi segelintir orang yang merasa kalau calonnya tidak terpilih maka aspirasi radikalnya tidak bisa diaksentuasi dalam level pemerintahan," ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/5/2019).

Ibas menilai, istilah dari gerakan tersebut kurang relevan karena bertujuan untuk menolak hasil Pemilu Serentak 2019 yang sudah berjalan dengan baik dan demokratis.

Menurutnya, tujuan sebenarnya dari GKR itu hanyalah untuk mendiskualifikasi pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Nafsu ingin berkuasa, jadi menghalalkan segala cara, people power berubah wujud menjadi kedaulatan rakyat, cuma hindari jeratan hukum," ujarnya.

Ibas juga mengatakan bahwa gerakan itu sengaja dihembuskan oleh pihak yang tidak puas karena kandidat yang mereka usung dipastikan bakal tumbang saat diumumkan pada 22 Mei 2019 nanti oleh KPU RI.

"Rakyat yang mana yang diwakili? Calon yang kalah? Tentunya itu jelas sekali tujuan keadilannya tidak ada, kemanfaatannya sangat jauh," katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya Dewan Pembina BPN Amien Rais secara resmi telah mengubah seruan 'People Power' menjadi 'Gerakan Kedaulatan Rakyat' yang akan dilaksanakan pada 22 Mei 2019 nanti.

Gerakan itu diduga untuk memaksakan pasangan Prabowo-Sandiaga menjadi pimpinan negara dengan cara inkonstitusional.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

Ini Alasan MA Tidak Terima Permohonan dari BPN

Image

News

Pemilu 2019

Tak Hadir di MK, Prabowo Pantau Sidang Putusan dari Kertanegara

Image

News

Pasca Putusan MK, TKN akan Tutup Kontestasi Pilpres dengan 'Softlanding'

Image

News

PAN Bakal Merapat ke Jokowi, Bagaimana dengan Amien Rais?

Image

News

Demo Jelang Putusan MK, TKN: Massa yang Ingin Ciptakan Rasa Tidak Aman

Image

News

Pemilu 2019

PAN Prediksi Gugatan Prabowo-Sandi Ditolak MK

Image

News

Acuhkan Imbauan Prabowo, Ini GKR Tetap Gelar Aksi Jelang Putusan MK

Image

News

Mulai Berdatangan, Peserta Aksi Halal Bihalal Berstatus Pelajar dari Cianjur Nebeng Truk Barang

Image

News

Amnesty International Soroti Oknum Polisi yang Diduga Menyiksa Demonstran Aksi 22 Mei

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

BNNP Aceh Sarankan 72 Ribu Korban Narkoba untuk Direhabilitasi

"Ini sangat mengkhawatirkan kami, sebab tanpa rehabilitasi sulit bagi korban narkoba pulih kembali,"

Image
News

PN Jakpus Lanjutkan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen KTP

Image
News

Ini Alasan MA Tidak Terima Permohonan dari BPN

"Iya betul, putusan menyatakan permohonan 'tidak diterima' (Niet Onvankelijke verklaard),"

Image
News

Orangtua Khawatir Sistem Zonasi Buat Anak Tidak Bisa Diterima Sekolah Unggulan

“Kami sangat khawatir anak-anak tidak bisa masuk ke sekolah unggulan akibat sistem zonasi,”

Image
News

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kali BKB Season City, Saksi: Saya Kaget Sampai Lemas

Pria beridentitas Eko HS (31) itu ditemukan pertama kali oleh warga terjatuh dari atas jembatan Kali Banjir Kanal Besar.

Image
News

Rommy Akui Terima Rp250 Juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur

Menurut Rommy dari rentang waktu penerimaan 6 Februari 2019 baru dikembalikan pada 28 Februari 2019 masih dalam rentang waktu pengembalian g

Image
News

Rommy Punya Kode Khusus untuk Lukman Saifuddin

Romahurmuziy alias Rommy, membuat kode untuk Menteri Agama, Lukman Saifuddin. Kode itu adalah "B1".

Image
News

Akibat Zonasi PPDB, 685 SDN di Jember Kekurangan Siswa

Totalnya kekurangan pagu siswa di ratusan SDN mencapai 10.129 siswa yang tersebar di beberapa sekolah yang berada di 31 kecamatan di Jember

Image
News

Menjelang Putusan MK, Polres Bogor Gencar Patroli Tengah Malam

"Patroli di masing-masing Polsek Kabupaten Bogor, dilaksanakannya tengah malam,"

Image
News

Ketua DPR: Banyak Karya Sastra Dunia Berasal dari Indonesia

Salah satunya I La Galigo.

trending topics

terpopuler

  1. Amnesty Internasional Surati Jokowi Minta Kasus Penyiksaan Terhadap Peserta Aksi 22 Mei Polisi Diselidiki

  2. Gaya Perming Rambut Seperti Apa yang Hits di Korea?

  3. Didorong Sampai Tujuan, Aksi Driver Grab dan Gojek Saling Bantu Mengantar Pelanggan

  4. Bakal Gelar Tedhak Siten, Ardina Rasti Belanja di Toko MR.DIY

  5. Nadirsyah: Ada Netizen Ngomel Saya Ikut Bahas Soal MK, Nyinyir Sejak Kapan Saya Jadi Ahli Hukum

  6. Mengapa Rajin Diet tapi Tetap Gemuk?

  7. Huawei Rilis EMUI 9.1 untuk Android Pie Indonesia, Apa Saja Fiturnya?

  8. Gaya Rambut Perming ala Korea Makin Diminati Wanita Indonesia

  9. Kejagung Usut Keterlibatan Wali Kota Manado Kasus Dana Hibah Banjir

  10. KPK Ingatkan Lukman dan Khofifah Hormati Proses Persidangan

fokus

Hari Bank Indonesia
Perang Dagang Tak Berkesudahan
Masalah Sungai

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude