image
Login / Sign Up
Image

Alto Labetubun

Analis Konflik dan Konsultan Keamanan

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Deni Muhtarudin

Pemilu 2019

Image

Massa menggelar aksi di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang dijaga sejumlah pihak kepolisian di Jakarta, Rabu (24/4/2019). Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar Bawaslu mengambil sikap tegas terhadap kecurangan Pemilu 2019. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Dalam beberapa hari belakangan ini beredar narasi provokatif yang mengajak para Pendukung Prabowo-Sandi (Padi) di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi secara terstruktur, sistematis dan masif, mengatasnamakan rakyat Indonesia menolak proses Pilpres 2019, dengan melakukan teror psikologis kepada KPU sebagai institusi resmi penyelenggara pemilu.

Aksi Kedaulatan Rakyat (AKR) pertama kali dicetuskan oleh Amien Rais dan didukung oleh BPN Prabowo-Sandi, setelah narasi People Power direspon secara profesional oleh Negara, lewat Polri, dengan menjerat para provokator-provokator aksi ini dengan tuduhan makar.

Beberapa imbauan AKR antara lain meminta negara bertanggungjawab atas meninggalnya ratusan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) kala pelaksanaan Pemilu 2019, menuntut pertanggungjawaban penyelenggara pemilu atas segala bentuk kecurangan yang terjadi secara masif, sistematik dan terstruktur, menolak hasil penghitungan penyelenggara pemilu yang dinilai telah melanggar ketentuan undang-undang dan menuntut pemerintah atas ketidakadilan hukum terhadap rakyat, penyimpangan pelaksanaan pemilu dan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

baca juga:

Sekilas narasi yang dibuat ini memiliki nilai kebenaran, akan tetapi apabila dibedah maka sangat jelas terlihat bahwa ini adalah narasi-narasi yang miskin argumen atau baseless, bahkan cenderung kekanak-kanakan.

AKR misalnya memakai narasi kecurangan dengan mengutip UU Pemilu, tapi mereka sama sekali lupa bahwa amanat UU pemilu memberikan ruang bagi peserta pemilu, baik pileg maupun pilpres untuk melaporkan kecurangan, tindak pidana yang berkaitan dengan pemilu, bahkan sengketa pemilu.

Dengan demikian, maka argumen AKR ini adalah hipokrit. AKR juga berniat menegakkan hukum, tapi dengan cara mencederai hukum itu sendiri dengan melakukan provokasi yang berpotensi menciptakan instabilitas.

Secara taktis, apakah AKR itu bisa terjadi sesuai desain? Kemungkinan itu ada, tapi likelihood-nya sangat rendah. Sangat terlihat bahwa appetite dari partai politik peserta pemilu yang dulu bersama-sama dengan para pensiunan penggerak AKR itu sudah tidak ada lagi.

Dengan demikian, maka suplai dana pun sudah semakin berkurang. Di samping itu, menggerakkan orang di seluruh Indonesia itu tidak gampang karena tiap daerah punya konteks yang berbeda-beda. Tentunya, keberhasilan dan ketegasan intelijen dan Polri yang dibantu TNI untuk mengamankan proses pemilu itu menjadi deteren yang ampuh.

Dari ulasan di atas terlihat bahwa AKR sama sekali tidak mengatasnamakan rakyat, bahkan secara lugas menarik rakyat ke dalam konflik dan disintegrasi yang, apabila terjadi, sangat merugikan bangsa dan negara Indonesia, termasuk rakyat Indonesia yang sebagian besar cinta damai.

Dengan demikian jelas terlihat bahwa AKR adalah gerakan mandul yang dilakukan oleh beberapa orang pensiunan seperti Amien Rais, didukung oleh BPN yang keberadaannya sudah tidak relevan lagi karena sudah ditinggal oleh partai politik yang dulu bersama-sama di dalamnya.

Ini adalah upaya segelintir pensiunan yang berkolaborasi dengan kelompok yang mengkampanyekan kekerasan berbasis ekstrimisme untuk berkuasa, walaupun darah dan nyawa rakyat menjadi tumbalnya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Beri Kesempatan Jokowi-Ma'ruf 5 Tahun, Mahfud MD: Hormat Pak Amien, Mari Rajut Keindonesiaan Kita!

Image

News

Kubur Dendam Politik, Dahnil Ungkap Pemulangan Habib Rizieq Disampaikan Prabowo Lewat JK

Image

News

Sidang PHPU Pileg di MK Hari Ini Mendengarkan Jawaban KPU

Image

News

Akun Medsos Sebarkan Narasi Provokatif terkait Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo akan Ditindak Tegas

Image

News

Perludem Harap Elit Politik Rangkul Masyarakat Usai Pertemuan Jokowi-Prabowo

Image

News

GNPF Ulama Tegaskan Belum Nyatakan Sikap Terkait Pertemuan Jokowi-Prabowo

Image

Hiburan

Jokowi Bertemu Prabowo, Addie MS: Ayo Bersama Bangun Indonesia Kita

Image

News

Bursa Menteri Jokowi

Albiner Sitompul Masuk Bursa Calon Menteri Jokowi

Image

Ekonomi

Terimakasih Pak Jokowi! Hari Ini Rupiah Menguat Seharian

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ombudsman Ungkap Borok Pengawal Tahanan KPK Terima Uang dari Idrus Marham

Ombudsman Jakarta Raya pun meminta KPK agar berbenah diri.

Image
News

KPK Periksa Tiga Saksi untuk Penyidikan Tersangka BLBI Sjamsul Nursalim

Sjamsul dan Itjih diduga melakukan misrepresentasi terkait dengan piutang petani petambak sebesar Rp4,8 triliun.

Image
News

Dua Pegawai Jakarta Garden City Tewas Setelah Minum Hemaviton

Saat ditemukan posisi Ahmad terlentang dan Agus tengkurap. Ditemukan delapan bungkus Hemaviton yang sudah terpakai, dua plastik minuman

Image
News

Donald Trump Serang Ras Anggota Kongres

Trump mempertahankan apa yang ia katakan dan membantah tuduhan rasisme

Image
News

Dugaan Politik Uang Pemilihan Wagub DKI, M Taufik: Tangkap, Bunyiin Siapa

Rumor ini pertama kali dihembuskan PSI.

Image
News

Dari Amerika Serikat hingga Prancis, 5 Negara Ini Paling Banyak Tampung Pencari Suaka

Image
News

Interupsi Awal Rapat Paripurna DPR, Politikus PDIP Pastikan Amnesti Baiq Nuril Diperjuangkan

"Kami mohon dalam rapat Bamus kita dapat memperjuangkan pemberian amnesti untuk Baiq Nuril."

Image
News

Musim Kemarau, Empat Kabupaten di Jawa Tengah Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Keempat kabupaten tersebut masuk dalam kelompok 14 kabupaten/kota yang menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih.

Image
News

Rapat Paripurna ke-22 DPR RI Hari Ini Hanya Dihadiri oleh 85 Orang

Dengan demikian, dari total anggota dewan sebanyak 560, ada 255 orang yang tak ada izin.

Image
News

Beri Kesempatan Jokowi-Ma'ruf 5 Tahun, Mahfud MD: Hormat Pak Amien, Mari Rajut Keindonesiaan Kita!

Amien Rais mengatakan akan mengawasi pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin dalam 5 tahun ke depan.

trending topics

terpopuler

  1. Tak Ada Tabayyun ke Ulama Bertemu Jokowi, PA 212: Prabowo bukan Pemimpin Kami

  2. Paranormal Terawang Pidato Presiden Jokowi

  3. Raffi Ahmad Dibolehkan Nagita Slavina Menikah Lagi, Asalkan...

  4. Sindir Iuran untuk Habib Rizieq, Denny: Sisanya Banyak, Bisa Buat Beli Rubicon

  5. Apa Kata Jusuf Kalla yang Punya Andil Besar Pertemukan Jokowi dan Prabowo?

  6. Istana Tak Main-main Pindahkan Ibu Kota Negara

  7. Polri Tak Tangani Dugaan Truk TNI yang Angkut WN China

  8. Akhiri Polemik, Batas Negara Indonesia-Malaysia Diukur Ulang

  9. Ini Penjelasan Disdukcapil Depok terkait Identitas Palsu Pablo Benua

  10. Jadi Tersangka Penganiayaan Dipo Latief, Pengacara: Salah Obyek Itu Bukan Nikita

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Image
Hasan Aoni

Puzzle Kehidupan Puisi Tiyo

Image
UJANG KOMARUDIN

Bagi-bagi Jatah Menteri

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik