image sungai 8
Login / Sign Up

Pewaris Perusahaan Biskuit Jerman Minta Maaf Terkait Komentar Tentang Nazi

Sahistya Dhanes

Image

Verena Bahlsen, ahli waris perusahaan biskuit Jerman, Choco Leibniz | AFP

AKURAT.CO, Verena Bahlsen selaku ahli waris dari perusahaan biskuit Jerman, Choco Leibniz, meminta maaf atas komentar yang menyebut bahwa perusahaannya tidak melakukan kesalahan dalam kerja paksa di era Nazi. Bahlsen dituding tidak mengerti sejarah. Pihak perusahaan sendiri menyatakan bahwa komentar tersebut tidak mewakili perusahaan.

Kontroversi bermula minggu lalu saat Bahlsen berbicara di depan para delegasi di sebuah konferensi pemasaran.

"Saya seorang kapitalis. Saya memiliki seperempat Bahlsen, itu hebat. Saya ingin membeli kapal pesiar dan barang-barang seperti itu," ujarnya, dilansir dari laman BBC, Kamis (16/5).

baca juga:

Dikutip dari surat kabar Jerman Handelsblatt, pernyataan Bahlsen disambut dengan tepuk tangan oleh para hadirin. Namun, netizen menganggap pernyataan tersebut menunjukkan ketidakpekaan Bahlsen terhadap eksploitasi yang terjadi di masa lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan Bild, Bahlsen menanggapi komentar dari pihak-pihak yang kontra.

"(Eksploitasi) itu terjadi sebelum masa saya, dan kami membayar para pekerja paksa persis seperti pekerja Jerman dan kami memperlakukan mereka dengan baik," tuturnya.

Ia menambahkan, perusahaan tidak merasa bersalah atas apapun terkait hal itu. Apa yang dikatakan Bahlsen justru memperpanjang kontroversi yang terjadi.

Menyadari pernyataannya menimbulkan kontroversi besar, Bahlsen kemudian menyampaikan permohonan maaf. Ia mengakui bahwa komentar tersebut tidak pantas dilontarkan.

"Sebagai generasi berikutnya, kita memiliki tanggung jawab atas sejarah kita. Saya secara jelas meminta maaf kepada semua yang perasaannya telah saya lukai," kata Bahlsen.

"Adalah kesalahan untuk memperpanjang debat ini dengan tanggapan yang tidak dipikirkan. Tidak ada yang lebih jauh dari pikiran saya selain mengecilkan sosialisme nasional atau konsekuensinya."

Choco Leibniz mempekerjakan sekitar 200 pekerja paksa antara tahun 1943 sampai 1945. Kebanyakan dari mereka adalah wanita dari wilayah Ukraina yang diduduki Nazi. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

Ekonomi

Allianz Kirim 8 Remaja Indonesia untuk Pelatihan di Jerman dan Singapura

Image

News

Demonstran Perubahan Iklim Serbu Tambang Batu Bara Garzweiler di Jerman

Image

Olahraga

Piala Eropa U-21 Italia 2019

Tambahan Satu Poin Kokohkan Jerman di Puncak Grup B

Image

News

FOTO Aktivis Lingkungan Protes Perubahan Iklim di Tambang Batu Bara Jerman

Image

Olahraga

Jerman 3-0 Nigeria

Pelatih Timnas Nigeria Tolak Salahkan VAR Setelah Timnya Tersingkir

Image

Olahraga

Jerman 3-0 Nigeria

Singkirkan Nigeria, Jerman Amankan Tempat Pertama di Perempat Final

Image

News

BPN: Prabowo Berobat ke Jerman

Image

Olahraga

Piala Eropa U-21 Italia 2019

Jerman Pesta Gol ke Gawang Serbia

Image

News

FOTO Mengintip Perayaan Sakral Corpus Christi di Jerman

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Menlu AS Kunjungi Arab Saudi Saat Trump Tawarkan Negosiasi Iran

Pertemuan itu berlangsung di tengah ketegangan AS dan Iran

Image
News
Pemilu 2019

Prabowo Belum Ada Rencana Bertemu Jokowi

Kita masih fokus di Mahkamah Konstitusi (MK).

Image
News

KPU Gelar Uji Publik PKPU terkait Pilkada 2020

Pilkada Serentak akab digelar 20 September 2020.

Image
News

Mangkir, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Legislator Demokrat terkait Suap Bowo Pangarso

Saksi Muhammad Nasir tidak hadir.

Image
News

5 Astronot Wanita yang Menginspirasi Dunia, Ada yang Jadi Pilot Pesawat Antariksa

Para astronot wanita ini menorehkan sejarah tersendiri dalam dunia antariksa

Image
News

Muslim India Pelaku Cerai Talak Tiga Terancam Dipidana

"Ini bukan menyangkut agama, tetapi menyangkut keadilan bagi perempuan."

Image
News

Kisah Haru "Hachiko Argentina", Setahun Lebih Tunggui Tuannya yang Dipenjara

"Ia selalu masuk demi bertemu tuannya, bahkan tidur di dalam kantor polisi. Ini sungguh mengharukan," kata seorang petugas

Image
News

Myanmar Blokir Akses Internet di Rakhine

Belum diketahui sampai kapan pemblokiran ini akan berlangsung

Image
News

Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Laut Banda, Australia Turut Bergetar

Kota Darwin Australia yang berada 720 kilometer jauhnya dari pusat gempa di Laut Banda turut merasa getaran

Image
News

Prancis Diprediksi Alami Gelombang Panas Pekan Ini

Bagian utara Prancis termasuk Paris disebut akan terkena dampak paling parah

trending topics

terpopuler

  1. Deddy Corbuzier Mualaf, Bebi Romeo: Dia Bukan Sembarang Orang yang Mudah Pindah Keyakinan

  2. Resmi Dibuka, Saloka Theme Park Jadi Magnet Baru Pariwisata Jawa Tengah

  3. Mualaf, Deddy Corbuzier Bebaskan Putranya Memilih Keyakinan

  4. Jokowi: Saya Ingin Bicara Sebagai Satu Keluarga, Berterus Terang, untuk Kebaikan Semua

  5. 5 Trik Efektif Agar Tokomu Ramai Pengunjung

  6. Cak Imin Harap Kursi Menteri PDTT Tetap Jatah PKB

  7. Berusaha Selamatkan Diri, Dua Pelaku Begal Sempat Lawan Anggota TNI Sebelum Ditangkap

  8. Untuk Pengawasan Barang dan Kerja Karyawan, Amazon Gunakan Drone

  9. Jakarnaval 2019, Pesta Kemeriahan HUT Jakarta Belum Usai

  10. Prediksi Akademisi: Kubu Prabowo Gagal Buktikan Kecurangan TSM, MK akan Tolak Gugatan

fokus

Masalah Sungai
Sampahmu
Demam Vapor

kolom

Image
Hasan Aoni

Duit Lanang

Image
Sunardi Panjaitan

Deklarasi Kekalahan

Image
Ujang Komarudin

MK dan Narasi Kecurangan

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

7 Potret Kesibukan Menteri Pertanian Andi Amran, Panen Padi hingga Beternak

Image
News

Raih IPK 3,4, Ini 5 Momen Wisuda Arumi Bachsin Didampingi Emil Dardak

Image
Ekonomi

Pemikir Ekonomi

Mengenal Adam Smith, Bapak Ekonomi Pencetus Teori Tangan Tuhan