breaking news: Ledakan Bus Turis di Mesir, 17 Korban Luka-luka

image banner ramadan
Login / Sign Up

Kisah Anna Sorokin, Konglomerat Gadungan yang Sukses Kelabui Dunia Sosialita New York

Citra Puspitaningrum

Image

Anna Sorokin berhasil mengelabui dunia sosialita New York dengan mengaku bernama Anna Delvey, seorang putri konglomerat Jerman | Stylist

AKURAT.CO, Anna Sorokin berhasil mengelabui dunia sosialita, setidaknya di kawasan elite Manhattan, New York. Selama bertahun-tahun, ia mengarang latar belakang keluarganya yang rumit, sesumbar menjadi pewaris konglomerat Jerman dengan nilai kekayaan puluhan juta dolar (lebih dari Rp143 miliar).

Geng sosialita mengenalnya sebagai Anna Delvey. Berbalut merek mewah Gucci dan bergaul di bar hotel berbintang, ia menikmati gaya hidup mewah dengan menipu teman-temannya.

Pada hari Kamis (9/5), Anna meminta maaf atas kesalahannya. Sayang, nasi sudah menjadi bubur. Ia dijatuhi hukuman 4-12 tahun penjara, dilansir dari Washington Post. Sang hakim, Diane Kiesel, bahkan sampai terpana mendengar muslihat si terdakwa.

baca juga:

Wanita 28 tahun itu dinyatakan bersalah atas 4 dakwaan penipuan jasa layanan, 3 dakwaan pencurian besar, dan 1 tuduhan percobaan pencurian besar dalam sidang yang berjalan selama 1 bulan. Menurut jaksa, jumlah penipuan Anna mencapai USD 275 ribu (Rp3,9 miliar).

BBC

Sebenarnya, Anna adalah imigran Rusia yang pindah ke Jerman. Ia bukanlah seorang putri raja minyak atau diplomat, seperti yang biasa ia gemborkan. Namun, perempuan yang pandai berakting itu sangat berambisi menjadi anak-anak kaya yang kerap mengunggah gaya hidupnya di Instagram.

Dari situlah muslihatnya dimulai. Dilansir dari Stylist, Anna mengaku sebagai ahli waris konglomerat Jerman yang sedang berburu barang seni untuk 'yayasannya' dengan aset pribadi senilai USD 60 juta (Rp862 miliar) dalam bentuk dana perwalian.

Padahal, Anna hanyalah imigran Rusia yang pindah ke Jerman. Ayahnya seorang sopir truk yang kemudian mencoba bisnis penghematan energi. Tentu tak ada dana perwalian di keluarga itu.

Anna pun nekat menginap di sebuah hotel berbintang di New York dengan tarif USD 400 (Rp5,7 juta) permalam. Para pelayan hotel dihujaninya dengan tips pecahan USD 100 (Rp1,4 juta).

Pada saat itu, ia masih menggunakan uangnya sendiri. Terjebak dalam halusinasinya sebagai sosialita, Anna mulai menghambur-hamburkan uang. Baju-baju bermerek dibelinya, perawatan kuku dilakukannya, dan tak lupa olahraga dengan pelatih pribadi.

View this post on Instagram

Me ????

A post shared by Anna Delvey (@theannadelvey) on

Tak sampai di situ, Anna berusaha menjadi orang yang royal. Ia kerap mentraktir kawan-kawannya dan menghujani mereka dengan hadiah. Semuanya dibayar dengan yang tunai.

Di New York, ada hal yang melebihi uang, yaitu koneksi. Itulah yang dimanfaatkan Anna. Ia magang di majalah mode ternama asal Paris dan mengenal pemimpin redaksi yang bertugas di New York, Olivier Zahm. Berkat kecerdikannya itu, ia bisa makan di semua restoran keren, terbang dengan jet pribadi, dan mengunjungi pertunjukan seni ternama.

View this post on Instagram

main snack here is obv me @beardfoundation

A post shared by Anna Delvey (@theannadelvey) on

Ambisinya tak sampai di situ saja. Anna ingin memulai bisnisnya, Anna Delvey Foundation. Dalam brosurnya, ia mengaku mengoleksi karya-karya seni Cindy Sherman, Agnes Martin, Ed Ruscha, dan Helmut Newton.

Namun, tentu lebih banyak uang yang ia butuhkan. Anna sudah mengantongi USD 25 juta (Rp359 miliar), tetapi masih butuh lebih untuk membuka bisnisnya itu. Jadi, ia mulai mengajukan pinjaman ke sebuah lembaga kredit dana. Namun, hanya USD 100 ribu (Rp1,4 miliar) yang berhasil diturunkannya.

Satu persatu, masalah mulai berdatangan. Dua hotel menuntut Anna karena tak kunjung membayar tagihannya. Anna pun ditangkap di California dan dibawa kembali ke New York.

Uang pinjaman dari bank juga gagal dibayarnya. Menurut sang pengacara, Todd Spodek, kliennya berusaha membayar hutangnya itu. Namun, ia harus mengulur waktu.

Kini, petualangannya sebagai sosialita gadungan berakhir sudah. Anna didakwa telah melakukan penipuan.

"Dia mencuri dari bank, dari hotel, dan dari teman-temannya. Dia juga mencoba mencuri dari lembaga pembiayaan," kata Jaksa Kaegan Mays-Williams.

Kisah Anna Sorokin pun langsung viral. Seorang imigran biasa yang berhasil mengelabui kalangan elite di New York.

'Petualangannya' itu menarik perhatian perusahaan hiburan. Meski akan mendekam di penjara, kisah Anna rencananya diabadikan di dunia hiburan oleh Netflix dan HBO. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Kota Pemerintahan dan Bisnis Sebaiknya Dipisahkan

Image

Gaya Hidup

Unik, Hotel di New York Rayakan Pernikahan Kerajaan Inggris

Image

News

Selamat dari Teror New York, Satu Anggota Kelompok Reuni Masih Terguncang

Image

News

Lima Korban Tewas di New York Sedang Reunian dari Argentina

Image

News

Trump Kecam Aksi Teror di New York

Image

News

Pelaku Teror New York yang Ditembak Polisi Adalah Sopir Uber

Image

News

Ini Lima Aksi Teror yang Menyasar Pejalan Kaki Selama 2017

Image

News

Pria Uzbekistan Seruduk Warga Manhattan, 8 Orang Tewas, 12 Luka Parah

Image

Gaya Hidup

SPYSCAPE, Museum di Amerika Serikat yang Tawarkan Sensasi Menjadi Mata-mata

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kisah 'Ping Pong', Seekor Anjing Selamatkan Bayi yang Dikubur Hidup-hidup di Thailand

Meskipun cacat, Ping Pong berhasil menjadi pahlawan setelah ia menyelamatkan bayi laki-laki yang dikubur hidup-hidup

Image
News

Yusril Nilai 'People Power' Untuk Memaksa Presiden Turun Tindakan Kudeta

"Tindakan itu bukanlah people power melainkan tindakan kudeta yang menggunakancara-cara revolusioner di luar konstitusi," ujarnya.

Image
News

Sebelum Penetapan Hasil Pemilu, Para Elit Diimbau Rekonsiliasi

ICMI menyerukan rekonsiliasi elit bangsa sebelum penetapan rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu Legislatif dan Presiden 2019.

Image
News

Golkar Ingin Duduki Kursi Ketua MPR

Partai Golkar selaku pemenang kedua dalam Pemilu 2019 ingin menduduki kursi sebagai Ketua MPR.

Image
News

Masyarakat Diimbau Tidak Terprovokasi untuk Ikut People Power

Masyarakat sipil yang bergabung dalam Gerakan untuk Pemilu Damai dan Konstitusional menyerukan semua pihak untuk patuh terhadap konstitusi.

Image
News

Habibie Berpesan ke Semua Pihak Hindari Tindakan Mempertajam Perpecahan Masyarakat

Habibie menyampaikan pesan kepada seluruh pihak untuk menghindari tindakan-tindakan yang mempertajam polarisasi di masyarakat.

Image
News

Puluhan Ormas Lintas Agama Dan Etnis Deklarasi Tolak "People Power"

Puluhan Ormas yang tergabung dalam FKMJ), melakukan deklarasi bersama menolak ajakan "people power"

Image
News

Din Syamsuddin Sebut 'People Power' Hak Warga Negera yang Dijamin Konstitusi

"People power" merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi Indonesia.

Image
News

Golkar Sebut 'People Power' Sebuah Kemunduran: Hanya Terjadi pada 1965 dan 1998

"Golkar harus menjadi yang terdepan dalam melawan mereka yang tak ingin menerima kemajuan,"

Image
News
Pemilu 2019

FKT Imbau Umat Tak Ikut Aksi Inkonstitusional

"Seluruh umat Islam khususnya di Banyumas wajib dan senantiasa mentaati peraturan"

trending topics

terpopuler

  1. 7 Potret Marcella Zalianty dan Ananda Mikola Menjalani Ibadah Umrah

  2. 5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!

  3. Murka karena Ani Diolok-olok, Ferdinand: Saya Saat Ini Menyatakan Berhenti Mendukung Prabowo - Sandi

  4. Dicaci Maki Netizen, Tengku: Biarkan Mereka Nyungsep dengan Komen Mereka

  5. Membela Ani Yudhoyono yang Diolok-olok, Ferdinand: Siapapun Kalian akan Saya Lawan

  6. Ardina Rasti Sebel Putranya Dibilang Mirip Sang Suami

  7. Guardiola: Butuh Empat Sayap untuk Memenangkan Kuadrupel Musim Depan

  8. Desmond Sebut Tindakan Aparat Jelang 22 Mei Sangat Berlebihan

  9. Ferdinand: Maafkan Saudaramu Ini Terbawa Emosi karena Ibu Ani Sudah seperti Ibu yang Lahirkan Saya

  10. Soal GKR, Peneliti CIE: Gerakan Ini Bukan Atas Nama Rakyat

fokus

Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Pemilu 2019

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
News

5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!

Image
News

Tak Disangka Menantu Presiden Jokowi Ternyata Pernah jadi Pembawa Berita di Televisi

Image
News

5 Potret Ade Sugianto, Bupati Tasikmalaya yang Jarang Tersorot Media