image banner ramadan
Login / Sign Up

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Ketua DPR Dorong Sistem e-Voting di Pemilu

Dedi Ermansyah

Pemilu 2019

Image

Ketua DPR Bambang Soesatyo menunjukan bukti pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi (WP-OP) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Jakarta, Rabu (20/3/2019). Ketua DPR dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon melakukan Penyampaian SPT dan LHKPN melalui Klinik e-LHKPN yang juga diikuti oleh para pegawai DPR. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pemilu serentak 2019 menyisahkan duka. Ratusan Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara atau KPPS meninggal dunia dan ratusan lainnya masih dirawat di Rumah Sakit karena kelelahan dalam bertugas.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan banyaknya berjatuhan korban dalam pemilu harus segera diakhiri dan pemilu harus dievaluasi.

“Penyelenggaraan Pilpres dan Pileg secara serentak, sistem perhitungan suara dan sistem rekapitulasi suara manual yang melelahkan, waktu kampanye yang panjang dan penggunaan paku untuk mencoblos yang sangat primitif di jaman teknologi canggih era digital 4.0 harus segera dievaluasi dan dirubah,” kata Bamsoet dalam ketarangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

baca juga:

“Saya mendorong Pemerintah, KPU dan DPR untuk mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2019 dan mengkaji Undang-Undang Pemilu yang ada,” lanjut dia.

Menurut Bamsoet, bukan hanya sekadar e-counting atau e-rekap sebagaimana yangdiusulkan KPU. Tapi harus ada perubahan secara menyeluruh, yaitu dengan menerapkan sistem e-voting yang bisa dimulai uji cobanya  pada pilkada serentak mendatang karena dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya hingga triliunan rupiah.

“Kami di DPR melalui Komisi II DPR mengajak pemerintah dan KPU untuk secara bersama-sama pasca reses nanti melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu 2019,” katanya.

Tidak hanya itu,DPR juga akan mengkaji Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,  terutama terhadap perlunya untuk segera diterapkan sistem pemilu yang murah, efisien dan tidak rumit serta tidak memakan banyak korban, baik terhadap penyelenggara pemilu, pengawas maupun pihak keamanan.

Kita prihatin korban yang meninggal terus bertambah. Tidak saja dari KPPS tapi juga dari Panwas dan aparat keamanan,” ujar dia.

Legislator Golkar itu mengatakan, pemilu slenjutnya nanti bukan hanya sekedar e-counting atau e-rekap. Tapi bisa dilakukan dengan e-voting karena dapat menghemat tenaga dan biaya hingga triliunan rupiah.

Karena melalui sistem e-voting, tidak diperlukan lagi jumlah panitia penyelenggara, pengawas, saksi maupun keamanan yang banyak. Termasuk tidak dibutuhkan lagi pengadaan bilik suara, kotak suara, surat suara dan tinta. Sehingga melalui e-voting penyelenggaraan pemilu diharapkan bisa lebih mempermudah dan mempercepat proses  perhitungan dan rekapitulasi suara sehingga bisa meminimalisasi jatuhnya korban,” pungkasnya.

Untuk itu, usai penetapan hasil pemilu pada 22 Mei mendatang, Bamsoet mendorong KPU untuk mempersiapkan sarana maupun prasarana, dan melakukan kajian secara matang terhadap rencana pelaksanaan Pilkada dan Pemilu jika menggunakan sistem e-voting, agar dapat menjamin azas jujur, adil dan rahasia tetap terjamin, kelancaran, keamanan, dan ketertiban pada pelaksanaan Pilkada dan Pemilu mendatang, serta selalu mengedepankan prinsip bekerja dengan transparan, berintegritas, profesional, dan independen.

Bamsoet juga meminta Mahkamah Konstitusi memahami dampak dari keputusan Pilpres dan Pileg serentak yang telah memakan banyak korban anak-anak bangsa.

Selanjutnya dia mendorong fraksi-fraksi yang ada di DPR RI sebagai perpanjangan tangan partai politik yang ada, untuk mengembalikan lagi penyelenggaraan Pilpres dan Pileg seperti pemilu yang lalu.

Yakni sistem pemilu terpisah antara Pilpres dan Pileg (DPR RI, DPD dan DPRD) dengan masa kampanye maksimal 3 bulan agar energi bangsa ini tidak hanya habis terkuras di pusaran kompetisi pemilu,” tutup Bamsoet.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Pemilu 2019

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Kembali Juara di Provinsi Maluku

Image

News

Pemilu 2019

Daftar Caleg DKI Jakarta yang Melenggang ke Senayan

Image

News

Kopassus Sudah Siaga Amankan 22 Mei

Image

Hiburan

Diduga Banyak Petugas KPPS Meninggal Karena Racun, Christine Hakim: Itu Hoax

Image

News

Pemilu 2019

Jelang Pengumuman Hasil Penghitungan Suara, Jalan Imam Bonjol Ditutup

Image

News

Pemilu 2019

Di Kuala Lumpur, Davin Kirana Raup Suara Tertinggi, Disusul Hidayat Nur Wahid

Image

News

Pemilu 2019

Massa Aksi 22 Mei Sudah Berdatangan dari Daerah, Polisi Siaga

Image

Ekonomi

Momen Ramadan, Lebaran, dan Pemilu Bakal Picu Industri Tumbuh 5 Persen

Image

News

Komisi III DPR Gelar Uji Kelayakan Terhadap 4 Calon Hakim Agung

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Pemilu 2019

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Kembali Juara di Provinsi Maluku

Jokowi-Amin unggul di Maluku

Image
News

Delapan PSK yang Kena Razia Positif HIV, Mereka Mau Diobati Dulu Sebelum Dipulangkan

Para PSK tersebut diketahui berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur.

Image
News
Pemilu 2019

Aksi 22 Mei, TNI-Polri Sebut TNI Siagakan 34 Ribu Personel

TNI siapkan 20 ribu pasukan cadangan untuk mengantisipasi kerusuhan

Image
News

Rayakan Ulang Tahun Jakarta ke- 492, Jakarta Fair Kemayoran Digelar 40 Hari

Selain lebih lama, Jakarta Fair tahun ini juga meyediakan wahana salju untuk para pengunjungnya

Image
News

LBHM Kecam Polri Karena Memecat Anggotanya Karena Orientasi Seksual

"LBHM menentang pemecatan yang dilakukan Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) kepada TT

Image
News

FPR Turunkan Satu Juta Relawannya untuk Bersiaga di KPU

"Gerakkan yang ingin kami lakukan ini adalah gerakkan bela NKRI dan bela demokrasi," ujar Nugroho Prasetyo

Image
News

Prabowo Subianto Minta Polisi Tak Tahan Permadi Karena Usia

Image
News

Ketika Orang-orang Bahas Kemungkinan Terburuk 22 Mei, Jokowi Tetap Cool

Namun, sejak kemarin hingga hari ini narasi aksi pada 22 Mei 2019 mengambil alih tren.

Image
News
Pemilu 2019

Daftar Caleg DKI Jakarta yang Melenggang ke Senayan

Haji Lulung hingga Habibburokhman dipastikan lolos.

Image
News

Azyumardi: Harusnya Ulama Jangan Partisan

"Umat jangan ikut-ikutan (demo), serahkan itu sesuai ketentuan perundang-undangan."

trending topics

terpopuler

  1. Puluhan Ormas Lintas Agama Dan Etnis Deklarasi Tolak "People Power"

  2. KPU Dan Bawaslu Setuju Batalkan Perhitungan 62 Ribu Surat Suara PSU Kuala Lumpur

  3. Ajaib, Lirik Lagu Kasidah Era 90-an Ini Tepat Ramal Kejadian Masa Sekarang

  4. Calon Bidadari Kompleks Ini Kompak Pakai Mukena Bergaya Anti Mainstream

  5. Ratna Ungkap Konferensi Pers Inisiatif Prabowo, Guntur Romli: Memanfaatkan sebagai Kampanye Politik

  6. Demi Tegaknya NKRI, Kematian Ratusan Petugas KPPS Diminta Diusut Tuntas

  7. Bela SBY dan Ani Yudhoyono, Jansen: Teruslah Serang Kami jika Kalian Meyakini Prabowo Bisa Menang!

  8. Jelang Pengumuman Hasil Pilpres 2019, Sandiaga Pilih Bekerja untuk Masyarakat

  9. Anak Buah Anies Baswedan Instruksikan RSUD Siaga Tampung Korban Unjuk Rasa 22 Mei

  10. Prabowo-Sandi Menang Telak Atas Jokowi-Ma’ruf di Riau

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Sejumlah Fakta Imam Malik dan Pemikirannya Menyoal Pajak

Image
News

Bak Pasangan Muda, 5 Potret Romantis Gubernur Sulses Nurdin Abdullah dan Istri

Image
News

5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!