image banner ramadan
Login / Sign Up

Komisioner KPU Sebut Pendidikan Sangat Penting untuk Perempuan

Herry Supriyatna

Image

Anak Sekolah | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Komisioner Komisi Pemilih Umum (KPU) Evi Novida Ginting Manik mengatakan  Raden Ajeng Kartini telah mengajarkan bagaimana pendidikan itu penting bagi perempuan agar menjadi mandiri, mampu secara ekonomi dan menumbuhkan kepercayaan diri dan tidak lagi tersubordinasi.

"Hari Kartini bagi saya tentu punya makna. Kartini mengingatkan kita bahwa perempuan perlu mendapatkan pendidikan," kata Komisioner Divisi SDM, organisasi, Diklat Litbang KPU RI itu saat dihubungi, Minggu (21/4/2019) malam.

Sejak April 2017 perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara yang memasuki usia 53 tahun itu telah menduduki kursi sebagai salah satu dari tujuh komisioner  lembaga penyelenggara pemilihan umum di Indonesia.

Ibu empat orang anak ini mengatakan Hari Kartini yang diajarkan di sekolah sejak kecil adalah untuk mengingatkan betapa pentingnya pendidikan bagi perempuan.

Kartini mengajarkan tentang perubahan yang dapat dilakukan oleh perempuan, keluar dari zona nyamanya sebagai individu yang secara budaya dianggap sebagai kelas kedua setelah laki-laki.

Pentingnya pendidikan tidak hanya untuk kehidupan perempuan itu sendiri, karirnya, atau untuk pekerjaannya. Tetapi kodratnya sebagai ibu dan juga seorang istri.

Mantan Ketua KPU Kota Medan periode 2008-2013 mengatakan kodrat perempuan sebagai ibu yang pertama kali mengajarkan pendidikan kepada anaknya.

"Ibulah yang membuka mata anaknya dari gelap menjadi terang, melihat dunia, mengajarkan berjalan, semua itu dimulai dari tangan ibu," kata dia.

Lagi-lagi Evi mengingatkan pentingnya pendidikan bagi perempuan karena yang akan membesarkannya adalah perempuan, dengan pendidikan seorang ibu akan memberikan masa depan lebih baik kepada anaknya.

Perkembangan perempuan dari masa ke masa menurut pandangan Evi sudah lebih baik. Saat ini perempuan di Indonesia sudah bebas mendapatkan pendidikan, masuk dalam pekerjaan yang didominiasi kaum laki-laki, tidak ada lagi batasan.

Tetapi di ranah politik peran perempuan Indonesia masih sangat rendah. Kondisi ini menjadi peringatan bagi kaum perempuan bahwa masih banyak pekerjaan rumah untuk perempuan Indonesia.

Walau satu sisi punya kebebasan, tetapi kadang kebebasan itu belum mampu mengangkat keinginan perempuan masuk ke ranah politik.

"Karena kita punya kendala di budaya, adanya sistem patriaki, atau keengganan perempuan untuk masuk atau keluar dari wilayah domestiknya," kata alumni Universitas Sumatera Utara itu.

Evi mengatakan sudah saatnya perempuan keluar dari zona nyamannya, tidak lagi menjadi follower (pengikut), tidak lagi menjadi pelaku, tapi menjadi subjek, tidak lagi tersubordinasi dari suami, lingkungan dan sekitarnya.

Mantan Dosen Ilmu Politik FISIP Unsu ini berpesan agar kaum perempuan Indonesia yakin pada kemampuannya sama kuatnya dengan laki-laki, walau memiliki kodrat tetapi tidak menjadi batasan.

"Kodrat perempuan harus dihargai, bukan jadi alasan untuk mensubordinasikan perempuan, kita bisa menjadi pemimpin," katanya.

Hal yang harus dilakukan perempuan untuk keluar dari zona nyamannya adalah meraih pendidikan seluas-luasnya. Dengan pendidikan, menambah kepercayaan dirinya, tidak lagi ragu-ragu, berani menghadapi kodratnya.

Tipe perempuan belum memulai sesuatu kerap ragu. Sifat itu harus ditepis oleh kaum perempuan. Dan ketika masuk ke ranah politik, perempuan harus mempersiapkan diri jangan hanya menjadi 'cantelan' mengisi kuota 30 persen.

"Perempuan yang akan mengisi parlemen harus membekali diri dengan pendidikan, kemampuan, pengetahuan, sehingga tidak dianggap remeh, dan patut diperhitungkan," kata Evi.

Evi yang tinggal terpisah dari suami dan empat anaknya menjalani tugas sebagai Komisioner KPU RI dengan membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Ada kalanya Evi pulang ke Medan, atau suami dan anak-anak yang mengunjunginya ke Jakarta.

Kecanggihan teknologi saat ini juga yang memudahkan Evi menebas jarak dan rindu dengan keluargannya yang berdomisili di Medan.

"Ada sesuatu yang membuat perempuan diperhitungkan dan penting, tidak lagi dianggap enteng, diremehkan, yakni pendidikan," katanya.[]
 

baca juga:

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Viral, Potret Polisi Terlelap dan Video Call Anak saat Amankan Demo KPU dan Bawaslu

Image

News

MUI Probolinggo Sampaikan Ucapan Selamat Untuk Jokowi-Ma'ruf

Image

News

Pemilu 2019

Meski Masih Relevan, Aksi 22 Mei Disebut Tak Akan Mengubah Apapun

Image

News

Oknum yang Diduga Jadi Otak Kerusuhan Bawaslu Bakal Diperiksa di Polda Metro

Image

News

Teroris di Cibinong Ditangkap, 52 Ponpes di Depok-Bogor Perkuat Barisan Jaga NKRI

Image

News

Aliansi Mahasiswa Seluruh Bali Tolak People Power

Image

News

INFOGRAFIS Hasil Akhir Pileg 2019

Image

News

Ini Alasan Polisi Larang Massa Datang ke Jakarta untuk Ikut Aksi 22 Mei

Image

News

Polisi Berseragam Hitam Disiagakan untuk Bubarkan Pendemo di Depan Bawaslu

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Puluhan Massa Teriakan: Teman kami Ditembak Sama Siapa?

Mereka juga bernyanyi dan meneriakan yel-yel. "Pantang mundur, kami tidak akan mundur,"

Image
News
Pemilu 2019

Ratusan Personel Polisi Lakukan Penyekatan Massa di Sejumlah Titik Wilayah Bandung

Mereka melakukan penyekatan massa di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung.

Image
News

Manajemen Hotel Millenium Keluarkan Larangan Keluar kepada  Tamunya

Surat ini ditandatangani oleh Manajer Hotel Manny Q Mercado.

Image
News

Puluhan Massa Teriakkan, Teman Kami Ditembak Sama Siapa?

"Pantang mundur, kami tidak akan mundur."

Image
News

Viral, Potret Polisi Terlelap dan Video Call Anak saat Amankan Demo KPU dan Bawaslu

Image
News

Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Beraktivitas seperti Biasa

Imbauan ini disampaikan, mengingat di depan Gedung Bawaslu yang ada di kawasan Jalan M H Thamrin terdapat aksi demonstrasi

Image
News

Belasan Mobil di Asrama Brimob Petamburan Ludes Terbakar

Kendaraan yang terbakar itu berada di dalam ataupun di luar kompleks Asrama Brimob.

Image
News

Pasca Bentrok, Puluhan Massa Mulai Berdatangan di Sekitar Gedung Bawaslu

Mereka masih menunggu massa lain yang belum tiba di sekitaran gedung Bawaslu

Image
News

Kapolres Jakbar Pastikan Massa yang Diamankan di Petamburan Bukan Warga DKI

Warga sekitar Petamburan sendiri sempat terlibat bentrok juga dengan massa 'gelap' tersebut

Image
News

Bentrokan Kembali Pecah di Jalan KS Tubun Petamburan

Belum diketahui apakah massa tersebut merupakan bagian dari demonstran di gedung Bawaslu atau bukan.

trending topics

terpopuler

  1. Denny Siregar: Alhamdulillah Prabowo-Sandiaga Juara 2

  2. Beri Selamat kepada Jokowi - Ma'ruf, Paranormal: Cuekin Aja Bullyan yang Caper Gak Jelas Itu

  3. Tidak Ikut Aksi 22 Mei, Politisi PAN Ini Acuhkan Seruan Amien Rais

  4. Makan Bersama Kunci Keharmonisan Seksual di Ranjang

  5. Hasil Pemilu Lebih Cepat Diumumkan, Ganjar: Dugaan Saya, Orang akan Berpikir Ulang Lakukan Cerita-cerita Seram

  6. 6 Fakta Penetapan Status Terlapor Prabowo Subianto dalam Kasus Makar Eggi Sudjana

  7. GNPF MUI Sumut Pastikan Gerakan Massa Menuju Jakarta untuk Aksi People Power

  8. Sempat Ancam Tutup Mulut, Lieus Sungkharisma Akhirnya Blak-blakan Soal Makar ke Penyidik

  9. Jika Prabowo Tidak Ajukan Sengketa ke MK, Refly Harun: Game Is Over

  10. Said Didu Tersinggung: Anda Sudah Melecehkan Agama Saya!!! Mau Kirim B2 untuk Buka Puasa, Publik Tahu Apa Itu B2

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
News

7 Potret Manis Kedekatan Ketua MPR Zulkifli Hasan dengan Anak Bungsunya

Image
News

7 Potret Penuh Kehangatan Khofifah Indar Parawansa Bersama 4 Anaknya

Image
News

5 Gaya Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Momong Cucu, Seru Banget!