image banner ramadan
Login / Sign Up

Bawaslu DKI Akan Pelajari Laporan Dugaan Kesengajaan Salah Input Data KPU

Muslimin

Image

Petugas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) melakukan proses rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan di GOR Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (20/4/2019). Rekapitulasi surat suara kecamatan Kembangan mulai dihitung kembali dari TPS yang ada di enam wilayah kelurahan yang telah selesai pencoblosan pada 17 April 2019 yang lalu. Adapun enam wilayah yaitu Kembangan Utara, Kembangan Selatan, Meruya, Joglo, Srengseng, Meruya Utara dan Meruya Selatan. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta akan mempelajari terlebih dahulu laporan Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi terkait dugaan kesengajaan dalam salah input data dari form C1 ke dalam Sistem Hitung (Situng) KPU.

Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, Puadi, jika laporan tersebut memenuhi syarat, maka laporan tersebut akan diplenokan.

"Kami akan pelajari dulu terkait ketersyaratan formil materil, apabila memenuhi syarat maka akan diplenokan dan diregistrasi. Setelah diregistrasi ada waktu 14 hari dan kami akan undang pelapor kembali, baru kemudian terlapor," kata Puadi, di Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (20/4/2019).

baca juga:

Dalam laporannya BPP Prabowo-Sandi melaporkan tiga pihak ke Bawaslu DKI, yakni KPU RI, KPU Jakarta timur dan petugas yang diduga telah melakukan kesalahan input form C1.

Dalam 14 hari itu Bawaslu DKI akan bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan untuk melakukan proses penyelidikan klarifikasi.

Meski belum masuk 14 hari apabila dalam pemeriksaan ditemukan dugaan pelanggaran pemilu makan laporan akan diteruskan ke tahap selanjutnya yaitu tahap pembahasan dugaan pelanggaran.

"Apabila ada akan ditindaklajuti dengan penyidikan, dari penyidikan baru diteruskan ke Jaksa Penuntut Umum," kata Puadi.

Dijelaskan Puadi sepanjang laporan tersebut memenuhi syarat formil dan materil, maka Bawaslu DKI wajib untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Puadi juga mengatakan pelapor membawa ketentuan pasal 532 UU Nomor 7/2017 yang berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang Pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan Peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan suara Peserta Pemilu menjadi berkurang dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp48.000.000,00 (empat puluh delapan juta rupiah).

Serta pasal 536 UU Nomor 7/2017 yang berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja merusak, mengganggu, atau mendistorsi sistem informasi penghitungan suara hasil Pemilu dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, BPP DKI Prabowo-Sandi melaporkan KPU, KPU Jakarta Timur, dan petugas yang diduga telah melakukan kesalahan input form C1 ke Bawaslu DKI Jakarta.

Ketua Advokasi dan hukum BPP Prabowo-Sandi, Yupen Hadi, mengatakan, mereka menolak pernyataan yang disampaikan KPU bahwa kesalahan input data itu adalah kesalahan manusia.

Ia meminta Bawaslu sebagai lembaga yang berkompeten untuk melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah betul-betul kesalahan manusia atau modus lain.

"Berikan kepastian kepada kami bahwa itu bukan kecurangan itu betul betul kesalahan manusia, kami tidak bisa percaya sepenuhnya hanya kepada KPU, tapi harus dari Bawaslu," ujar dia.[]

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Pemilu 2019

Rekapitulasi Nasional KPU di 28 Provinsi, PDIP dan Golkar Raih Suara Terbanyak

Image

News

Pemilu 2019

Desmond Sebut Tindakan Aparat Jelang 22 Mei Sangat Berlebihan

Image

News

Hasto: Rakyat Telah Menunjukkan Sebagai Penentu Kedaulatan

Image

News

Situng KPU 89,1 Persen, Jokowi-Ma'ruf Peroleh 76 Juta Suara

Image

News

Sandiaga Minta Pendukungnya di Riau Menunggu Hasil Pemilu

Image

News

MUI Jateng: People Power Hanya Pernyataan Emosi Sesaat

Image

News

MPR: Perbedaan Politik Harus Dilalui Melalui Prosedur

Image

News

Polri Pastikan Pengamanan Penetapan Hasil Pemilu Tanpa Senjata Api

Image

News

Pemilu 2019

Gerakan 'People Power' Bukan Solusi Penyelesaian Konflik Pemilu

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Buat Sketsa Wajah Mayat Wanita Korban Pembunuhan

Polisi kesulitan mencari ciri khusus pada tubuh korban karena sudah membusuk.

Image
News
Pemilu 2019

Rekapitulasi Nasional KPU di 28 Provinsi, PDIP dan Golkar Raih Suara Terbanyak

Total suara sah Pileg 2019 dari 27 provinsi yang telah direkapitulasi yakni sebesar 113.291.656 suara.

Image
News
Pemilu 2019

Jimly Asshiddiqie hingga Sylviana Murni Diprediksi Lolos DPD DKI

Jimly memperoleh suara tertinggi, yakni 626.063 pemilih.

Image
News
Pemilu 2019

Hari ini, KPU Merekapitulasi Suara di 4 Wilayah Sekaligus

"Untuk Riau akan direkap pada sore hari, sedangkan PPLN Kuala Lumpur siang hari"

Image
News

BEM Seluruh Banten: Kami Sudah Deklarasi Tolak Ajakan People Power karena Diduga Ditunggangi

Ade mengatakan berupaya untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan yang sempat retak akibat perbedaan pada pemilu 2019.

Image
News

Ribuan Lampion Waisak Borobudur Bawa Doa untuk Perdamaian Indonesia

Lampion ini sebuah wujud doa untuk perdamaian.

Image
News

Murka karena Ani Diolok-olok, Ferdinand: Saya Saat Ini Menyatakan Berhenti Mendukung Prabowo - Sandi

Beberapa tweet Ferdinand Hutahaean menunjukkan dia tersinggung berat.

Image
News

Polsek Tanjung Duren All Out Pengamanan Vihara Saat Hari Raya Waisak

"Kita tidak ingin adanya ancaman yang terjadi seperti yang tahun lalu di sejumlah daerah mengincar kantor polisi dan tempat ibadah."

Image
News

Pertanyakan Niat Hendropriyono, Rachland: Ada Tim Anjing Disiapkan, Buat Apa? Menyerang Warga yang Mau Protes Damai?

Menurut dia aparat kepolisian tidak boleh membiarkan hal itu terjadi.

Image
News

Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Penemuan Mayat di Waduk Pluit

Korban sudah diautopsi di Rumah Sakit Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

trending topics

terpopuler

  1. Tengku Zul: Ya Allah, Para Teroris Kenapa Mau Beraksi Pakai Beritahu Dulu Tanggal dan Tempatnya Sih?

  2. Sambangi Undana Kupang, Kemenpar: Mahasiswa Penentu Kesuksesan Pariwisata

  3. Sayembara Kecurangan Pemilu Berhadiah Rp100 Miliar, Ferdinand: Cuma di Mulut

  4. Rustam: Bagi Demokrat Memang Lebih Baik Jokowi Menang Agar Prospek AHY Jadi Capres 2024 Cerah

  5. Ratusan KPPS Meninggal, Ketua KPU Diminta Mundur, TKN: Nggak, KPU Bawaslu Nggak Salah

  6. Jika Kecurangan Pemilu Tidak Digugat ke MK, Pakar: Penetapan KPU Berkekuatan Hukum Tetap

  7. Kurang Personel, Kepolisian Negara Ini Desak Impor Anggota dari Negara Lain

  8. Jelang 22 Mei, TNI-Polri Diminta Waspadai Masuknya Kekuatan Proxy dan Hibrida

  9. Bukber Bareng Politisi Gerindra, Adian Napitupulu: Politik Tak Boleh Putuskan Persahabatan

  10. Menang 91 Persen, Jokowi Ucapkan Terimakasih kepada Masyarakat Bali

fokus

Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Pemilu 2019

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
News

5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!

Image
News

Tak Disangka Menantu Presiden Jokowi Ternyata Pernah jadi Pembawa Berita di Televisi

Image
News

5 Potret Ade Sugianto, Bupati Tasikmalaya yang Jarang Tersorot Media