image banner ramadan
Login / Sign Up

Cerita Harris Lee Korban Pelemparan Tinja yang Berbeda Pilihan Politik

Gerdiansyah

Image

Harris Lee korban yang kediamannya dilempar kotoran manusia berfoto di depan pagar rumah dikawasan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (20/4/2019) | AKURAT.CO/Gerdiansyah

AKURAT.CO, Harris Lee mungkin satu dari sekian banyak korban dari perbedaan politik di Indonesia. Namanya mencuat seketika setelah kediamannya di Duri Selatan dilempari kotoran manusia. Aksi pelemparan tinja dilatar belakangi kekesalan warga yang berbeda pilihan politik.

Kepada AKURAT.CO, Harris menceritakan sejumlah peristiwa yang dialaminya. Bukan hanya kali ini kejadian tidak mengenakan itu terjadi. Berbedanya pilihan politik sejak 2012 silam membuat Harris harus ekstra sabar.

Berawal dari masuknya Joko Widodo ke Ibu Kota. Pencalonan mantan Wali Kota Solo itu membuat lingkungannya ‘gerah’. Harris mengakui jika warga sekitar rumahnya merupakan pendukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

baca juga:

“Saya melihatnya ini akumulasi. Sejak Pilgub 2012 Jokowi sama Ahok kan. Dari saat itu yang tadinya mereka dengan saya say hello malah jadi enggak nyapa,” ungkap pria 67 tahun itu.

Pilihannya saat itu adalah mendukung Joko Widodo memimpin Jakarta bersama dengan Basuki Tjahja Purnama. Malahan Harris mendengar celotehan tetangga yang tidak suka jika Ahok memimpin Jakarta.

“Saat itu mulai ketidaksenangan mereka dan selalu seperti bilang gini, ‘kafir tidak bisa dan tidak berhak memimpin Indonesia’. Saat itu ya, 2012. Orang yang bilang gitu malah udah almarhum,” tambahnya.

Dua tahun berselang Jokowi dipilih partai pengusung, PDI Perjuangan, untuk melenggang maju pada putaran Pilpres 2014. Ketidaksukaan warga terhadap sosok mantan DKI 1 itu makin ketara. Harris menegaskan, warga sekitar rumahnya kadung tidak suka dengan Jokowi.

“Saya sebagai relawan, kita mengerti demokrasi, hal yang menyangkut perbedaan kita juga ga peduli kan. Apalagi saya ga pernah, mengasut dia juga. Lu pilih Jokowi! Kan enggak gitu, masing-masing aja,” paparnya.

Menurutnya, obrolan warung kopi tentang pemimpin menjadi perbincangan yang hangat. Jika bertemu dengan yang sepaham, Harris mengaku leluasa untuk bicara. Namun jika bertemu dengan yang tidak, mereka acap kali mengumbar masalah hutang negara.

“Kita gak bisa melayani yang seperti itu, ya udah diem kan,” aku Harris.[]

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

News

Pasang Bendera Bamusi, Harris Lee Didatangi FPI

Image

News

Polisi Bakal Ungkap Kasus Pelemparan Tinja di Rumah Pendukung Jokowi

Image

News

Diduga Gas Bocor, Rumah Ini Hampir Dilahap Jago Merah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Peneliti LIPI Apresiasi Sikap Humanis Polri Amankan Unjuk Rasa 22 Mei

"Itu (pengamanan, Red) sudah maksimal. Saya dan para akademisi menganalisis aparat kita terlalu baik. Aparat cenderung takut kena HAM,"

Image
News

Anggota Brimob di Bawaslu Isi Waktu Luang Dengan Berbagai Cara

"Nelepon anak-istri aja, Mas. Anak saya kan baru tiga bulan. Kangen aja lihat mukanya,"

Image
News

KPU Siapkan Strategi Khusus Hadapi Sengketa Pemilu 2019

Dengan strategi khusus tersebut, KPU berharap mampu menyelesaikan sengketa pemilu dengan cara efektif dan waktu yang efisien.

Image
News

PPP Ajukan 21 Gugatan ke Mahkamah Konstitusi

"Selain itu ada 7 gugatan internal partai yang akan diselesaikan secara internal,"

Image
News
Aksi 22 Mei

Sejumlah Ormas Dukung Penuh Personel Polri yang Amankan Gedung MK

Kami berbuka puasa bersama TNI dan Polri yang tengah menjaga keutuhan NKRI.

Image
News

Kuasa Hukum KPU Pengalaman Tangani Sengketa Pemilu

"Pada 2014 ada 903 perkara, yang berhasil kami tangani 880 menang 23 yang pemungutan suara ulang (PSU). Keberhasilan 97,5 persen,"

Image
News
Aksi 22 Mei

Mabes Polri Janji Tindak Tegas Anggota yang Bekerja Tak Sesuai SOP saat Tangani Aksi 22 Mei

Polri akan profesional kepada siapapun aparat yang melakukan pelanggaran hukum.

Image
News

Politisi Golkar Ini Memotivasi Caleg Gagal di Pemilu 2019 Melalui Lagu "Kebaikan untuk Semua"

Single pertama dari album "Kebaikan itu Menular" ini diharapkan menjadi salah satu kegiatan sosial dan peduli masyarakat.

Image
News

Tak Kompeten Jabat Menko Kemaritiman, Luhut Disarankan Jadi Menteri ESDM

Menteri Menko Maritim (Luhut) saat ini kan cuma pengusaha.

Image
News

Yonif 328 Akan Berusaha Atasi Krisis Air Bersih di Perbatasan RI-PNG

Kampung Yetti merupakan salah satu kampung yang berada di tapal batas RI-PNG yang masih kesulitan dengan air bersih.

trending topics

terpopuler

  1. Didukung Bukti dan Saksi, BW Optimistis Hadapi Sidang Gugatan di MK

  2. Kapolrestabes Medan: Saya Tidak Mungkin Menyakiti Kalian, Tidak Mungkin!

  3. 5 Momen Kekompakan Rossa dan Ibunya, Manis Banget!

  4. Kasus Persekusi yang Pernah Menimpa Jurnalis saat Sedang Meliput

  5. Jenguk Ade Komarudin, Bamsoet: Aku Selalu Merasakan Getaran Semangatmu Sampai Kini Meski Kau Terbaring

  6. Menangkan Sepatu Emas UEFA, Messi Tambah Catatan Rekornya

  7. Mantan Hakim Sebut Narasi BW Soal MK Sangat Berbahaya Sekali

  8. Kemungkinan PAN Gabung dengan Koalisi Indonesia Kerja Makin Besar

  9. Pakai Narkoba Sejak Usia 17 Tahun, Kuasa Hukum Harap Steve Emmanuel Direhabilitasi

  10. Selalu Gagal dalam Berwirausaha? Begini Tipsnya Agar Sukses

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Indonesia Terluka

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Wawancara

Image
Video

VIDEO Ketika Suara Azan Merubah Roger Danuarta

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Sosok

Image
Gaya Hidup

Selalu Gagal dalam Berwirausaha? Begini Tipsnya Agar Sukses

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Menakar Mata Uang Ala Ibnu Miskawaih

Image
News

5 Potret Rupawan Anggota Brimob Asli Manado yang Dikira Polisi China