breaking news: Wuling Hadirkan 38 Titik Layanan Selama Libur Lebaran

image
Login / Sign Up

Pengamat Internasional: Prabowo Tidak Menyerah sebelum Semua Cara Dilakukan

Sahistya Dhanes

Pemilu 2019

Image

Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mendeklarasikan kemenangannya di Pilpres 2019 di Jl. Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019) | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Hajatan demokrasi terbesar di Indonesia telah dilaksanakan pada Rabu (17/4). Hasil pemilu versi hitung cepat atau quick count pun telah dipublikasikan dengan hasil menunjukkan kemenangan calon petahana Joko Widodo atas rival lamanya Prabowo Subianto dengan angka sekitar 54 persen vs 45 persen.

Ada momen unik yang seakan terulang dalam pilpres kali ini. Layaknya pemilu 2014 lalu yang mempertemukan keduanya dalam pemilu ini, kubu Prabowo kembali mengulangi hal yang pernah dia lakukan pasca-pilpres 2014 lalu. Prabowo menolak hasil quick count yang memenangkan Jokowi dan menuding banyak kecurangan yang terjadi dalam gelaran pilpres.

Tak berhenti di situ, ia juga mengumumkan hasil "real count" versi lembaga internalnya yang menunjukkan kemenangannya dengan perolehan 55 persen. Angka tersebut kemudian berubah beberapa jam kemudian menjadi 60 persen dan terakhir menjadi 62 persen. Pengulangan momen pilpres 2014 semakin lengkap saat ia melakukan sujud syukur atas "kemenangannya".

baca juga:

Melihat hal ini pengamat asal Australia angkat bicara, ia menganggap Prabowo sebagai sosok yang delusional.

"Dia adalah sosok Trumpian yang hidup dalam gelembung kebesaran imajiner yang diciptakan sendiri," kata Marcus Mietzner dari ANU College of Asia and Pacific, dilansir dari laman ABC News, Kamis (18/4).

"Setiap gangguan pada dunia fantasi itu bertemu dengan tambahan manipulatif lebih lanjut pada realitasnya sendiri," lanjutnya.

Namun, ia menambahkan bahwa apa yang dilakukan Prabowo mungkin merupakan taktik yang disengaja untuk memenangkan konsesi politik dari pemerintah baru.

AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Komentar lainnya dilontarkan oleh Direktur Lowy Institute di Asia Tenggara, Ben Bland, yang menyebut itu adalah upaya Prabowo untuk menyelamatkan muka.

"Ini adalah bagian pola dalam politik Indonesia untuk menyelamatkan muka, dengan mengklaim anda menang selama ini," kata Bland.

"Tetapi jika anda memprotes dan menantang hasilnya, itu adalah cara untuk meningkatkan daya ungkit politik anda pada saat pemerintah berikutnya memikirkan bagaimana mengatur kabinetnya. Itu terlihat agak absurd bagi dunia luar. Tapi di dalam negeri (Indonesia) orang-orang memakluminya," lanjut Bland.

Akurat.co/ Dharma Wijayanto

Aaron Connelly dari Institut Internasional untuk Studi Strategis memprediksi bahwa Prabowo akan melayangkan tuntutan ke pengadilan layaknya pilpres periode sebelumnya.

"Sebagian pilpres ini bersifat personal untuk Prabowo. Keluarga Djojohadikusomo selalu membayangkan bahwa salah satu dari mereka akhirnya akan memerintah Indonesia, harus menjadi presiden," tutur Aaron.

"Jadi ini adalah pencarian pribadi, dan saya pikir itu akan sulit bagi Prabowo untuk menyerah sebelum semua cara habis," lanjut Aaron.

Aaron menyebut adanya kemungkinan bagi Prabowo untuk berdialog dengan Jokowi setelah ia mengakui kekalahannya. Yang dinegosiasikan nantinya dapat berupa bisnis atau bantuan politik untuk keluarganya. Aaron menambahkan kemungkinan Prabowo akan meminta jatah menteri, meskipun kemungkinannya sangat kecil.

Saat ini media sosial tengah diramaikan dengan tagar #PrabowoHalu sebagai ejekan atas klaimnya. Kicauan paling ramai adalah dari Chatib Basri, mantan menteri keuangan Indonesia, yang mengkritik para penolak hasil quick count.

"Jika Anda tidak percaya pada pengambilan sampel secara acak, lain kali Anda melakukan tes darah, beri tahu dokter untuk mengambil semuanya," tulis Chatib mengutip A C Nielsen Jr.[]

Editor: Ahada Ramadhana

berita terkait

Image

News

Prabowo ke Massa: Saya Minta Saudara Pulang dan Hindari Tindakan di Luar Hukum

Image

News

Pemilu 2019

Anti Anarkis, Relawan Jokowi Gelar Aksi Simpatik

Image

News

The Jokowi Center Puji Prabowo Gugat ke MK, Demo Tidak Perlu Lagi

Image

News

Polisi Sangkal Penemuan Peluru Tajam di Lokasi Unjuk Rasa

Image

News

GMNI: Apapun Alasannya, Tak Dapat Dibenarkan Bila Polisi Menembaki Massa

Image

News

Dua Hari Ricuh, Polisi Tangkap 257 Tersangka dan Pecahan Uang Dollar

Image

News

Basah Kuyup Air Comberan, Penyerang Anggota di Depan Slipi Ditangkap

Image

News

Ricuh di Slipi, Warga Ambil Senjata Aparat

Image

News

INFOGRAFIS Jakarta Memanas, Anarkis Merajalela

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Aksi 22 Mei

MUI: Aparat Perlu Tegas Menindak Provokator

Komisi Fatwa MUI juga mengimbau aparat penegak hukum untuk melakukan langkah persuasif dalam menghadapi masyarakat.

Image
News

Tak Hanya Melawan Aparat, Massa Juga Membakar Sepeda Motor Wartawan

Kendaraan seorang wartawan dibakar massa.

Image
News

Prabowo ke Massa: Saya Minta Saudara Pulang dan Hindari Tindakan di Luar Hukum

"Saya mohon saudara-saudara kembali ke tempat istirahat masing-masing, hindari tindakan di luar hukum,"

Image
News

Soal Demonstran yang Rusuh, Ace: Kami Minta Aparat Keamanan Harus Tegas!

"Kami minta aparat keamanan harus tegas kepada siapapun pihak yang menjadi otak di balik penggerak pelaku-pelaku anarkhis itu,"

Image
News

Polisi Berhasil Meringkus 257 Tersangka Kerusuhan dari Tiga Lokasi

"Penangkapan tersebut dilakukan di Bawaslu sebanyak 72 orang, Petamburan 156 orang, dan Gambir 29 orang,"

Image
News
Pemilu 2019

Anti Anarkis, Relawan Jokowi Gelar Aksi Simpatik

Kita sepakat akan menggelar aksi simpatik bersama-sama masyarakat.

Image
News

Amien Rais: Mudah- mudahan yang Menembaki bukan Orang Resmi dari Polri

"Peristiwa tadi malam sungguh telah merusak tatanan demokrasi kita,"

Image
News

Warga Jalan Brigjen Katamso Sayangkan Ricuh yang Terjadi karena Orang Luar

"Kayaknya mereka itu bukan warga sini. Mereka sengaja buat citra kami jelek di mata polisi,"

Image
News

Wanita Membawa Tas Ransel Dekati Petugas: Ibu, Ranselnya Dilepas, Sekali Lagi Dilepas

Wanita mencurigakan dekati polisi bawa tas ransel.

Image
News

Dua Orang Demonstran Bawaslu Ditangkap Polisi, Situasi Semakin Membaik

Dua provokator diamankan polisi.

trending topics

terpopuler

  1. Sudah Tiga Jam Bentrok, Massa Lakukan Pembakaran di Pasar Tanah Abang

  2. Viral, Potret Polisi Terlelap dan Video Call Anak saat Amankan Demo KPU dan Bawaslu

  3. Memasuki Waktu Sahur, Massa yang Melawan Polisi Semakin Bertambah

  4. Kerusuhan Meluas ke Wilayah Slipi-Petamburan

  5. 7 Potret Penuh Kehangatan Khofifah Indar Parawansa Bersama 4 Anaknya

  6. Massa Tak Takut Gas Air Mata, Polisi Kerahkan Petugas Bermotor

  7. Ruhut: Kenapa Kerusuhannya di Petamburan? Itu Markas Besarnya FPI

  8. Masih Balita, 5 Anak Selebriti ini Mulai Dikenalkan pada Agama

  9. Epic, Anak Kecil Ini Ketakutan Setengah Mati Karena Mainannya Sendiri

  10. 5 Gaya Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Momong Cucu, Seru Banget!

fokus

Sudut Lain
Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
News

5 Potret Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi Bersama Keluarga, Seru!

Image
News

Pemilu 2019

Lima Kali Menang Pemilu, Ini 5 Fakta Karier Jokowi dari Wali Kota hingga Presiden

Image
News

7 Potret Manis Kedekatan Ketua MPR Zulkifli Hasan dengan Anak Bungsunya