breaking news: Ledakan Bus Turis di Mesir, 17 Korban Luka-luka

image banner ramadan
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Pilpres Kita

Pemilu 2019

Image

Warga menunjukkan surat suara usai mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang bertema 'Kampoeng Pemilu Nusantara' di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/4/2019). Sesuai tema yang diusung yakni 'Kampoeng Pemilu Nusantara', TPS di kawasan Pancoran Mas ini menampilkan budaya lokal dari sejumlah daerah di Indonesia. Lokasi pencoblosan tematik ini terdapat delapan TPS dari 11 RT. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Pemilu serentak yang gaduh telah usai. Pilpres menjadi fokus utama. Sedangkan Pileg menjadi dilema. Masyarakat hanya mengetahui, calon presiden dan wakil presidennya. Sedangkan untuk calegnya, mereka tak mengenal.

Pilpres kaya pemberitaan. Sedangkan Pileg miskin publikasi. Pilpres menjadi Primadona. Sedangkan Pileg nyaris tak terdengar.

Pilpres memang telah menutup pemberitaan dan publikasi Pileg. Pilpres telah menghadirkan narasi kampanye yang menegangkan, saling serang, saling fitnah, dendam, dan saling menafikan.

baca juga:

Pilpres menjadi magnet bagi pemilih. Disaat yang sama, Pileg menjadi terbunuh. Pemilu serentak membuat kaget rakyat. Tidak heran, jika Jusuf Kalla mengusulkan, di Pemilu 2024 nanti, Pileg dan Pilpres dipisah.

Seluruh mata rakyat Indonesia terpaku dan terfokus pada Pilpres. Sehingga lupa jika masyarakat, juga harus memilih partai dan caleg-calegnya. Namun masyarakat sudah terlanjur, tidak mengenal caleg-caleg yang ada di daerahnya, maka yang terjadi seperti memilih kucing dalam karung.

Yang lucu, tadi malam saya menjadi narasumber di Kantor LPP RRI dan disiarkan langsung “on air” ke seluruh pelosok negeri. Ada pernyataan yang menggelikan dari seorang pendengar. Karena caleg-calegnya tidak dikenal, maka dia mencoblos perempuan. Jadi caleg-caleg perempuanlah yang dia coblos. Bukan yang lain.

Jika kasus di atas, terjadi di seluruh wilayah Indonesia, ini menjadi sebuah kerugian bagi demokrasi. Karena Pileg yang harusnya memilih dan menghasilkan pemimpin yang visioner, cerdas, dan terbaik. Justru sebaliknya, akan menghasilkan para anggota parlemen, yang tidak jelas track record, visi-misi, dan program-programnya.

Pilpres kita memang lebih semarak, jika dibandingkan dengan Pileg. Harusnya Pilpres dan Pileg, sama-sama terpublish dengan baik. Sama-sama menjadi fokus utama pemilih. Sama-sama pentingnya. Dan sama-sama dilaksanakan untuk menghasilkan pemimpin yang jujur, adil, berintegritas, dan mencintai rakyatnya, baik di eksekuitif maupun legislatif.

Kemarin kita telah menyaksikan Pileg dan Pilpres, yang dilaksanakan secara aman, damai, tertib, dan membanggakan. Walapun ada riak-riak kecil. Namun secara umum, Pemilu telah berjalan dengan lancar dan sukses.

Bayang-bayang Pilpres akan terjadi konflik dan chaos tidak terjadi. Masyarakat sudah dewasa. Elite-elite politik, juga sudah menyadari, bahwa Pilpres itu merupakan ritual pesta demokrasi biasa. Terjadi setiap lima tahun. Kalah menang juga biasa dalam berdemokrasi.

Yang menang jangan jumawa. Dan yang kalah juga harus lapang dada. Politisi sejati adalah politisi, yang ketika bertarung dalam kontestasi politik. Sudah siap kalah. Dan juga siap menang. Bukan politisi yang hanya siap menang. Tetapi tidak siap kalah.

Hasil quickcount dan exit poll sudah bisa dilihat dan saksikan. Pasangan 01, Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo-Sandi. Walaupun quickcount dan exit poll bukan hasil resmi. Namun bisa dijadikan referensi dan informasi, untuk melihat siapa presiden dan wakil presiden terpilih di 17 April 2019 kemarin.  

Kita tentu harus bersabar. Bersabar menunggu hasil perhitungan manual, dan pengumuman resmi dari KPU, di 22 Mei 2019 nanti. Demokrasi memang mengharuskan kesabaran tingkat tinggi. Kesabaran tak berbatas. Kesabaran menunggu siapa yang secara resmi, akan ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Pilpres kita memang tidak sempurna. Banyak catatan yang menghampiri, perhelatan ritual lima tahunan ini. Dari mulai DPT bermasalah, kotak suara berbahan kardus, caleg eks napi korupsi yang direvisi, pemilih dengang gangguan jiwa, logistik yang terlambat tiba dilokasi, habisnya kertas suara di banyak TPS, TPS yang buka siang, dll.

Hal-hal di atas jangan dianggap enteng. Namun itu semua, bagian dari problematika dan dinamika Pilpres. Jika ada masalah, harus dievalusi. Dan disanksi, bila ada yang melanggar. Jika ada kecurangan-kecurangan, silahkan laporkan ke Bawaslu. Dan jika tidak menerima hasil Pemilu, silahkan tempuh melalui mekanisme hukum.

Jika kita sepakat berdemokrasi, maka demokrasi membukas ruang bagi siapapun yang kalah, untuk menempuh dan menggunakan mekanisme hukum, sebagai jalan untuk menyelesaikan persoalan.

Bangsa ini butuh kedamaian. Pilpres bukan untuk menyuburkan pertentangan dan saling serangan. Namun hasil Pilpres, harus menjadikan kita semua sebagai anak bangsa dewasa, yang menerima apapun hasil Pipres dengan lapang dada.

Pilpres bukan segalanya. Pilpres hanya sarana untuk memilih pemimpin yang terbaik. Tak boleh, kita terlalu fanatik kepada para kontestan Pilpres. Yang segalanya adalah menjaga persaudaraan. Ya, persaudaraan adalah segalanya.

Pilpres telah usai. Kita sedang menunggu hasil pengumuman resmi dari KPU. Apapun hasilnya nanti. Mari kita jaga persaudaraan sesama anak bangsa. Jangan pernah ada niat, untuk melakukan tindakan anarkis. Mari jaga Indonesia. Mari jaga diri kita. Mari jaga persaudaraan.

Pilpres kita yang aman, damai, tertib, dan demokrastis menjadi perhatian dunia. Tiga hari yang lalu, saya diwawancarai oleh TV Astro Awani dari Malaysia. Malaysia sangat peduli kita. Kenapa diri kita tidak peduli dengan bangsa kita sendiri. Jika kita peduli terhadap nasib bangsa. Hindari konflik. Hindari perpecahan. Hindari provokasi. Dan hindari hal-hal negatif lainnya, yang bisa merusak Pilpres dan keutuhan bangsa.

Kita harus bangga dengan suksesnya Pilpres ini. Walupun banyak kekurangan disana-sini, itu akan menjadi bahan evalusi, dan refleksi untuk introspeksi, agar kedepan lebih baik lagi.

Pilpres yang sudah berjalan dengan aman, damai, dan tertib. Jangan dirusak dengan prilaku-prilaku yang mengancam persatuan dan kesatuan. Sesungguhnya Pilpres 17 April 2019 kemarin. Bukanlah kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Atau kemenangan Prabowo-Sandi. Tetapi kemenangan kita semua masyarakat Indonesia.

Rakyatlah yang menang. Rakyatlah yang berdaulat. Siapapun yang dipilihnya, tersimpan harapan agar Indonesia jaya kedepan.

Berat memang mengakui kekalahan. Dan enak memang menerima kemenangan. Tapi itulah demokrasi. Selalu ada yang kalah dan ada yang menang. Siapapun pemenangnya nanti. Bersabarlah. Menantilah. Legowolah.[]

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Pemilu 2019

Menolak Hasil Pemilu

Image

News

Haruskah NKRI Bersyariah?

Image

Ramadan

Kultum Ramadan

Puasa: Kunci Terkabulnya Doa

Image

Ramadan

Kultum Ramadan

Puasa itu Membawa Kejutan-kejutan

Image

News

Pemilu 2019

Skenario Paska 22 Mei 2019

Image

News

Pemilu 2019

Tantangan Penguasa Baru Paska Pemilu 2019

Image

News

Pemilu 2019

Ulama Terpecah, Umat Terbelah

Image

News

Pemilu 2019

Robohnya Ribuan Pendekar Demokrasi

Image

News

Pemilu 2019

Menggugat Sistem Pemilu 2019

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

KPU Dan Bawaslu Setuju Batalkan Perhitungan 62 Ribu Surat Suara PSU Kuala Lumpur

KPU dan Bawaslu sepakat membatalkan perhitungan 62 ribu surat suara pos pemungutan suara ulang (PSU) PPLN Kuala Lumpur.

Image
News

Kisah 'Ping Pong', Seekor Anjing Selamatkan Bayi yang Dikubur Hidup-hidup di Thailand

Meskipun cacat, Ping Pong berhasil menjadi pahlawan setelah ia menyelamatkan bayi laki-laki yang dikubur hidup-hidup

Image
News

Yusril Nilai 'People Power' Untuk Memaksa Presiden Turun Tindakan Kudeta

"Tindakan itu bukanlah people power melainkan tindakan kudeta yang menggunakancara-cara revolusioner di luar konstitusi," ujarnya.

Image
News

Sebelum Penetapan Hasil Pemilu, Para Elit Diimbau Rekonsiliasi

ICMI menyerukan rekonsiliasi elit bangsa sebelum penetapan rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu Legislatif dan Presiden 2019.

Image
News

Golkar Ingin Duduki Kursi Ketua MPR

Partai Golkar selaku pemenang kedua dalam Pemilu 2019 ingin menduduki kursi sebagai Ketua MPR.

Image
News

Masyarakat Diimbau Tidak Terprovokasi untuk Ikut People Power

Masyarakat sipil yang bergabung dalam Gerakan untuk Pemilu Damai dan Konstitusional menyerukan semua pihak untuk patuh terhadap konstitusi.

Image
News

Habibie Berpesan ke Semua Pihak Hindari Tindakan Mempertajam Perpecahan Masyarakat

Habibie menyampaikan pesan kepada seluruh pihak untuk menghindari tindakan-tindakan yang mempertajam polarisasi di masyarakat.

Image
News

Puluhan Ormas Lintas Agama Dan Etnis Deklarasi Tolak "People Power"

Puluhan Ormas yang tergabung dalam FKMJ), melakukan deklarasi bersama menolak ajakan "people power"

Image
News

Din Syamsuddin Sebut 'People Power' Hak Warga Negera yang Dijamin Konstitusi

"People power" merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi Indonesia.

Image
News

Golkar Sebut 'People Power' Sebuah Kemunduran: Hanya Terjadi pada 1965 dan 1998

"Golkar harus menjadi yang terdepan dalam melawan mereka yang tak ingin menerima kemajuan,"

trending topics

terpopuler

  1. Murka karena Ani Diolok-olok, Ferdinand: Saya Saat Ini Menyatakan Berhenti Mendukung Prabowo - Sandi

  2. 5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!

  3. Dicaci Maki Netizen, Tengku: Biarkan Mereka Nyungsep dengan Komen Mereka

  4. Membela Ani Yudhoyono yang Diolok-olok, Ferdinand: Siapapun Kalian akan Saya Lawan

  5. Ardina Rasti Sebel Putranya Dibilang Mirip Sang Suami

  6. Guardiola: Butuh Empat Sayap untuk Memenangkan Kuadrupel Musim Depan

  7. Ferdinand: Maafkan Saudaramu Ini Terbawa Emosi karena Ibu Ani Sudah seperti Ibu yang Lahirkan Saya

  8. Desmond Sebut Tindakan Aparat Jelang 22 Mei Sangat Berlebihan

  9. Soal GKR, Peneliti CIE: Gerakan Ini Bukan Atas Nama Rakyat

  10. Panas Isu People Power, Prabowo dan Jokowi Dianjurkan Bertemu Sebelum 22 Mei Tanpa Deal Politik

fokus

Kaum Marginal
Buruh Nasibmu Kini
Pemilu 2019

kolom

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Image
Sunardi Panjaitan

Haruskah NKRI Bersyariah?

Wawancara

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Image
Video

VIDEO Sosok Antagonis dari Alyssa Soebandono

Image
Olahraga

Lidia Anna Krey & Adelaide T Waromi

"Softball Itu Unik, Olahraga yang Punya Passion"

Sosok

Image
News

5 Potret Kompak Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin, Sampai Dibonceng!

Image
News

Tak Disangka Menantu Presiden Jokowi Ternyata Pernah jadi Pembawa Berita di Televisi

Image
News

5 Potret Ade Sugianto, Bupati Tasikmalaya yang Jarang Tersorot Media