image banner ramadan
Login / Sign Up

Bekas Wali Kota Kecewa Mau Nyoblos di Penjara: Kemarin Ada Cerita, Orang Sudah 5-6 Tahun Meninggal Masih Dipanggil

Muh. Aidil

Image

Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin | AKURAT.CO/Muh. Aidil

AKURAT.CO Bekas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin kecewa dengan kinerja penyelenggara pilihan umum 2019. Untuk nyoblos di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kota Makassar, dia harus menunggu berjam-jam karena kertas suara belum tiba.

"Ini sekarang kita menunggu sampai jam 12 ya, kan aturannya memang setelah jam 12 baru pemilih tambahan, nah sekarang kalau pemilih tambahan yang sudah mendaftar sampai sekarang kertas suara belum ada. Sampai kapan kita menunggu TPS tutup jam 2. Jangan sampai kita menunggu sampai jam 2 kertas suara belum lagi datang berartikan hilang lagi kita punya hak," kata Ilham Arief Sirajuddin di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kota Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Sulawesi Selatan, Rabu (17/4/2019).

Ilham Arief Sirajuddin menerangkan pemilu 2019 kali ini merupakan yang keempatkalinya dilaksanakan secara langsung di Indonesia. Namun yang menjadi persoalan selalu saja sama, seperti pemanggilan wajib pilih dan sebagainya.

baca juga:

"Ini menjadi sesuatu yang membuat kami sebagai warga negara merasa kecewa dengan pelaksanaan. Dibanding dengan pemilu-pemilu yang lalu, kebetulan saya sekarang ini ada di Lapas Gunung Sari, saya tidak tau diluar. Tapi yang lalu-lalu, lapas, rumah sakit tidak seperti kondisi sekarang ini," kata dia.

"Pilkada wali kota, gubernur kemarin menurut saya lancar hampir 400 juga tidak ada masalah," Ilham Arief Sirajuddin menambahkan.

Ilham Arief Sirajuddin pernah menjabat sebagai wali kota Makassar selama dua periode (2004-2014). Dia terjerat kasus korupsi proyek kerjasama rehabilitasi, operasi, dan transfer Instalasi Pengolahan Air II Panaikang di Perusahaan Daerah Air Minum Kota Makassar, dengan vonis empat tahun penjara.

Sebelum dipindahkan ke penjara Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Setelah menjadi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin terdaftar sebagai pemilih tambahan. Menurut dia, ada yang bermasalah dengan basis data di Kota Makassar saat momentum pelaksanaan pemilu.

"Saya tidak tahu dimana letak kesalahan ini, sementara basis data kita kan satu di Dukcapil. Ini yang bingung kenapa kemudian tidak bisa menjadi pemilih yang mendapatkan haknya dengan mudah," kata dia.

Khusus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kota Makassar terdapat kurang lebih 900 orang warga binaan, tetapi yang terdaftar sebagai pemilih tetap hanya 84 orang.

"Itu pun yang 435 kemarin kita berkoordinasi, karena sebagian besar warga ingin menyalurkan aspirasi hak politiknya. Tetapi karena dibatasi oleh data pemilih maka agak kesulitan, sehingga kami mendesak pihak kapas untuk mengupdate dengan KPU akhirnya muncul data pemilih tambahan 435," kata dia.

"Yang perlu dipertanyakan antara 84 dan 435 pada besik data yang sama. Kecuali ada sumber yang lain ada di Capil ini kan jelas. Bahwa Ilham Arief Sirajuddin sekarang penduduk Makassar berada di wilayah Kelurahan Rappocini sekarang ada di Lapas, kan ketika diinput masuk disini langsung ketemu. Ini udah pasti, kenapa saya tidak dialihkan kesini," dia menambahkan.

Yang lebih parah lagi pada pemilu 2019, kata Ilham Arief Sirajuddin, orang mati masih diundang untuk ikut nyoblos. "Belum lagi kemarin ada teman-teman bercerita, orang yang sudah 5-6 tahun meninggal masih dipanggil sekarang. Padahal data-data yang seperti ini kan harus otomatis hilang," kata dia.

Ilham Arief Sirajuddin juga menyayangkan pengorbanan negara yang mengeluarkan biaya yang begitu besar, namun masalah yang dihadapi terus seperti ini.

"Kedua yang sayang sekali negara sudah mengeluarkan biaya yang begitu besar 28 triliun, yang kemudian kita masih menghadapi masalah-masalah yang begini," kata dia.

Ketua Komisi Pemilihan Umum provinsi Sulawesi Selatan Misnawati Akkas tak menampik adanya surat suara yang terlambat tiba di lokasi. Kata dia, kerterlambatan surat suara tersebut terjadi akibat terbatasnya surat suara.

"Karena kan keterbatasan surat suara sehingga 30 TPS di sekitar Lapas ini, itu yang akan diarahkan masuk ke sini memberi pelayanan. Tadi saya sudah menyampaikan yang penting sudah diisi absennya, C7nya sudah mereka bisa dilayani sampai jam berapa selesai, tidak terbatas waktu kalau sudah isi absen," kata dia.

"Karena di sini tidak ada yang disediakan surat suara disini. Karena ini adalah pemilih tambahan A5 mereka. Pemilih DPTB bukan DPT di sini, yang DPT itu 84 orang, nda apa-apa yang penting mereka sudah mengisi absen, memang begitu dimana pun aturannya sama. Dihabiskan antrian, karena mereka dalam kategori antri," dia menambahkan.

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Video

VIDEO Cahaya 'Mutiara Hitam' di Pesantren Nuu Waar

Image

News

Pujian untuk Konser Spiritual di Makassar

Image

News

Cari Duit Buat Berlebaran, Belasan PSK Ditangkap dari Hotel Melati dan Warung Remang-remang

Image

News

Ibu Jerumuskan Putrinya ke Dunia Sabu

Image

News

Ridwan Kamil: Semoga Spirit Hari Ini dari Jawa Barat Bisa sampai ke Seluruh Indonesia

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2019

Gelandang Persib Pilih Lupakan Kemenangan Kontra Persipura

Image

Ramadan

FOTO Merasakan Indahnya Berbagi Warga Bandung Lewat Buka Bersama

Image

News

Ungkap Prostitusi Online, Polisi Tangkap 7 Wanita dan 5 Pria di Hotel Candra Kirana

Image

News

Dinkes Kota Bandung Siapkan Layanan Darurat kepada Pemudik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Momen Istimewa

Biasanya Hati Sering Kemrungsung, Setelah Rajin Zakat Bisa Kalem

Bagi Zaenal jadi dermawan tak harus tunggu setelah kaya raya. Bagaimana dengan kita?

Image
News

Istri Mustofa Nahrawardaya Sebut BPN Prabowo- Sandi Siap Berikan Bantuan Hukum

Saat ini Mustofa menunjuk Djudju Purwantoro sebagai kuasa hukum.

Image
News

Jelang Musim Mudik Lebaran 2019, Angkasa Pura II Bersiap

Pengamanan bandara diperketat dengan mengerahkan personel TNI dan Polri serta maksimalisasi pemanfaatan closed circuit television (CCTV)

Image
News

Iran Akan Membela Diri dari Agresi Militer dan Ekonomi

Irak berdiri bersama Iran dan akan bertindak sebagai mediator antara Iran dan AS

Image
News

Bandara Jizan Arab Saudi jadi Target Serangan Drone Houthi

Konflik empat tahun di Yaman memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia

Image
News
Momen Istimewa

Berlebaran hingga Kantong Kempes Tak Mengapa, Asal Hati Senang

Momen istimewa ini biasanya mengubah pola perilaku masyarakat dalam hal membelanjakan uang.

Image
News

Kurangi Ketegangan, PM Pakistan Telepon PM India Ucapkan Selamat atas Kemenangan Pemilu

Ketegangan antara India dan Pakistan memuncak pada Februari

Image
News
Pemilu 2019

Paslon 02 Layangkan Gugatan ke MK, Balad Jokowi Tetap Optimis Menang

Semua harus sabar tunggu keputusan MK.

Image
News

Tornado Terjang Oklahoma, Dua Orang Tewas

Lebar tornado kali ini merupakan yang paling panjang dalam catatan dan tetap bergerak sejauh 26 kilometer

Image
News

Mustofa Nahrawardaya Tak Diperbolehkan Pulang setelah Jalani Pemeriksaan, Ditahan?

Lagi sakit, Cathy berharap suaminya tidak ditahan.

trending topics

terpopuler

  1. Abdillah Toha: Sayang Sekali, Saya Dulu Beranggapan BW itu Ahli Hukum yang Berintegritas

  2. Paranormal: Allah Tak akan Salah Berikan Takdir-Nya, Tuhan Punya Rencana Maha Indah Dibanding Rencana Siapapun untuk Indonesia

  3. Mantap Berhijab, 5 Selebriti Wanita Rayakan Idulfitri dengan Penampilan Baru

  4. Denny Siregar: Dengar-dengar si Tope Ditangkap, Kenapa Nggak dari Dulu

  5. Punya Rekam Jejak Hitam, Gede Pasek Minta MK Waspadai Bambang Widjojanto 

  6. Tengku Sedih: Haruskah Kita Patuh 100 pada Tuan daripada Patuh kepada Tuhan?

  7. Saat Sekarat, Van Dijk Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Sang Ibu

  8. 6 Artis Cantik ini Kenakan Cadar saat Umrah, Makin Anggun!

  9. Paranormal: Flash Back! Ibarat Tinju, Jokowi Hanya Bertahan Tanpa Perlawanan, Ibarat Bola, Jokowi Hanya Kuasai 30 % Ball Possesion

  10. Mencari Inspirasi dan Berburu Busana Lebaran di Ramadan Runway 2020

fokus

Momen Istimewa
Sudut Lain
Kaum Marginal

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Indonesia Terluka

Image
Alto Labetubun

Aksi Kedaulatan Rakyat, Gerakan Mandul Para Pensiunan

Image
Achmad Fachrudin

Spirit Ramadhan di Tengah Krisis Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Menolak Hasil Pemilu

Wawancara

Image
Video

VIDEO Vitamin Dakwah Ustaz Fadlan Garamatan Islamkan Papua

Image
Video

VIDEO Ketika Suara Azan Merubah Roger Danuarta

Image
Video

VIDEO Air Mata Alyssa Menjalani Peran Istri dan Ibu

Sosok

Image
Gaya Hidup

Selalu Gagal dalam Berwirausaha? Begini Tipsnya Agar Sukses

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Menakar Mata Uang Ala Ibnu Miskawaih

Image
News

5 Potret Rupawan Anggota Brimob Asli Manado yang Dikira Polisi China