image
Login / Sign Up
Image

Muhammad Adnan RS

Aktivis Pemuda Islam

Pegon Dalam Pilpres 2019

Image

Kaos huruf pegon bertuliskan tetap jokowi | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Baju bertuliskan huruf Arab pegon ”Tetap Jokowi, yang dikenakan Yenny Wahid saat menghadiri Deklarasi Akbar Ulama Madura untuk Jokowi–Maruf beberapa waktu lalu viral di media sosial.

Kreasi tim kader Gus Dur ini menarik perhatian, di tengah ”naik”-nya pamor simbol-simbol berbau Arab yang diidentikkan dengan Islam oleh sebagian masyarakat. Juga, menjadi alternatif pembanding bagi segelintir pihak yang telah mempolitisir simbol-simbol agama (Arab) untuk mencari suara, semisal kain bertuliskan kalimat tauhid.

Viralnya baju pegon Yenny menunjukkan kesan positif, terutama di kalangan santri, sebagai penggagas aksara ini. Hal itu sekaligus menunjukkan, pegon mulai mendapat tempat dalam masyarakat umum. Publik dibuat penasaran. Keingintahuan pun muncul. Hal itu memotivasi para santri untuk merasa tidak inferior lagi menggunakannya secara luas.

baca juga:

Nur Ahmad, akademisi yang konsen mengkaji pegon, punya catatan. Banyak santri, setelah lulus dari pesantren, meninggalkan pegon dalam komunikasi tertulis harian mereka. Beralih menggunakan tulisan dengan aksara Latin. Hanya sesekali kerinduan mereka terobati, yakni saat membaca maklumat dari almamater pesantren mereka. Untuk diketahui, sebagian pesantren masih menuliskan maklumat untuk santri dan alumninya menggunakan pegon.

Namun, kekhawatiran itu tampaknya sedikit demi sedikit bisa dipupus. Pegon mulai mendapatkan momentum untuk dikenal dan digunakan kembali dalam masyarakat Indonesia. Apa yang Yenny Wahid lakukan merupakan bagian dari gerakan untuk menghidupkan kembali penggunaan aksara pegon di luar proses belajar-mengajar di pesantren. Dan, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kaum santri.

Masih menurut Nur Ahmad, di tataran akademisi, telah lahir sebuah jurnal internasional yang menggunakan pegon sebagai aksara penyampainya, yaitu: The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilitation. Jurnal ini rencananya akan diterbitkan dua kali dalam setahun. Tahun ini Volume 1, Issue 1 terbit dengan lima artikel berbahasa Indonesia dengan aksara Latin, satu artikel berbahasa Inggris, satu artikel berbahasa Arab, dan satu artikel berbahasa Indonesia dengan aksara pegon.

Di tingkat yang lebih populer, kita melihat geliat kaum muda Nahdlatul Ulama (NU) menyemarakkan penggunaan pegon di ruang-ruang publik. Ambil contoh, munculnya komunitas-komunitas pegon di jagat Facebook, seperti Komunitas Pegon yang berbasis di Banyuwangi. Dalam hal ini, termasuk di dalamnya adalah pembuatan kaos dengan desain aksara pegon, seperti pernah dipakai Gus Mus yang bertuliskan ”Ana Musytaq” dengan makna gandul, serta baju kaos Yenny tentu saja

Kejayaan Pegon di Masa Lampau

Mengutip Nur Ahmad, sebuah aksara akan dianggap meraih kejayaan apabila digunakan sebagai media tulis bagi banyak bahasa. Terlebih jika aksara tersebut juga digunakan dalam masyarakat untuk menyampaikan beragam keperluan. Hal paling mudah sebagai pedoman adalah apabila aksara tersebut digunakan secara resmi oleh pemerintahan suatu masyarakat.

Saat ini, aksara Latin adalah yang paling luas digunakan untuk menuliskan beragam bahasa. Aksara ini berjaya karena secara sempurna dapat menjalankan fungsinya sebagai wujud simbol visual dari beragam bahasa yang berbeda. Pada masa lalu, pegon sebenarnya telah memenuhi syarat untuk meraih kejayaannya. Pegon merupakan bagian dari aksara Arab yang telah dimodifikasi untuk keperluan banyak bahasa di Nusantara. Di dalamnya termasuk Jawa, Sunda, Madura, Bali, Melayu (dengan sebutan Jawi), dan sebagainya.

Pada awal kemunculannya, pegon digunakan sebagai media yang sangat efektif untuk pembelajaran bahasa Arab bagi masyarakat di Jawa, paling tidak sejak abad ke-16. Lantas, pada masa-masa selanjutnya, pegon digunakan sebagai aksara yang mandiri tanpa harus diikatkan sebagai terjemahan kata bahasa Arab. Ia digunakan sebagai media penulisan kitab-kitab suluk, serat, dan ilmu-ilmu agama pada umumnya, serta kisah-kisah wayang.

Karena itu, penyempitan peran pegon terjadi apabila kalangan masyarakat santri menilai bahwa fungsi dari aksara pegon dibatasi hanya sebagai penerjemah antar-baris pada kitab-kitab berbahasa Arab.

Pegon juga pernah digunakan sebagai aksara resmi oleh pemerintahan yang berkuasa di Nusantara. Bahkan pada masa kekuasaan Hindia-Belanda, aksara pegon digunakan secara resmi oleh pemerintahan kolonial untuk menuliskan aturan yang ditujukan kepada penduduk tanah jajahan.

Jauh sebelumnya, pegon telah menjadi aksara resmi beberapa kerajaan Islam di Nusantara. Misalnya, Kesultanan Banten. Kerajaan di ujung barat Pulau Jawa ini adalah salah satu kerajaan Islam yang menggunakan aksara pegon, selain aksara Jawa, sebagai aksara resmi kerajaan. Banyak manuskrip berisi dokumen resmi kerajaan ditulis dalam aksara ini.

Pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, aksara pegon juga digunakan secara resmi oleh penjajah untuk menuliskan aturan-aturan yang mereka tujukan kepada penduduk tanah jajahan. Apabila rakyat tanah jajahan telah mengenal aksara Latin, tentu pemerintahan kolonial tidak perlu bersusah-payah menuliskannya dengan aksara pegon. Apa artinya? Aksara pegon telah digunakan luas di tanah jajahan Hindia-Belanda kala itu. Sehingga, mereka mau bersusah-payah menuliskan aturan-aturan dengan aksara pegon.

Mengambil Momentum

Apa yang telah dimulai oleh Yenny Wahid dengan mengangkat aksara pegon ke ruang publik, spesifik dalam kontestasi Pilpres 2019, harus terus dijaga oleh mereka yang mencintai pegon. Momentum naiknya politisasi agama atau sakralisasi politik, dan penggunaan simbol-simbol kearaban, bisa ditandingi dengan khazanah kekayaan tradisi pesantren berupa pegon ini.

Tentu akan sangat ideal bila semua santri ikut andil dalam proses ini. NU yang merupakan organisasi bagi pesantren-pesantren yang masih menggunakan pegon dalam proses belajar mengajar perlu melakukan pengarusutamaan (framing) bahwa pegon adalah salah satu hasil kebudayaan bangsa yang perlu dijaga.

Mempopulerkan pegon tidak akan berhasil apabila masyarakat luas sendiri tidak mendukung. Karenanya, usaha-usaha untuk mengarusutamakan penggunaan pegon sangat dibutuhkan. Ia dapat mengambil bentuk sebagai aksara bagi penulisan maklumat, papan penanda jalan dan pengumuman di fasilitas-fasilitas umum, serta tentu saja dalam desain dekorasi pakaian yang menggunakan teks yang dituliskan dengan aksara pegon. Yenny sudah memproduksi, kita tinggal meng-order-nya bukan?.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

Sumber:

berita terkait

Image

News

Tuding Lembaga Survei Sebagai Alat Kebohongan, Prabowo Ditantang Ketua Persepsi

Image

News

Pemilu 2019

Klaim Menang, Guru Besar Psikolog UI: Prabowo Sulit Menerima Realita

Image

News

Melalui Instagram, Sandiaga Posting Kondisi Terkini Dirinya

Image

News

Kader Gerindra Sebut Quick Count Pemilu Manipulatif, Pengamat: Hitung Cepat Sudah Terbukti di Pilkada DKI

Image

News

Sandiaga Masuk Rumah Sakit, BPN: Minggu Depan Sudah Berativitas Lagi Kok

Image

News

Prabowo Tiga Kali Klaim Menang, Mantan Komisioner KPU: Hormati Kinerja Penyelenggara

Image

News

Pengamat Politik: Sandiaga Rasional Terima Hasil Quick Count

Image

News

Pemilu 2019

Prabowo Klaim Menang Pilpres, Goenawan Mohamad: Apakah Ini Sebuah Tragedi?

Image

News

Pemilu 2019

KIPP: Peserta Maupun Penyelenggara Tidak Memiliki Komitmen Lahirkan Pemilu Berkualitas

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bawa Puluhan Pelajar dan Guru, Bus City Trans Utama Kecelakaan di Sukabumi

Musibah ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB pada Minggu, (21/4) bus tersebut tiba-tiba oleng dan akhirnya menabrak pohon besar.

Image
News
Pemilu 2019

Selama Pemilu 2019, Ratusan Anggota Panwas Harus Jalani Rawat Inap

Ada yang juga yang meninggal dunia.

Image
News

Klaim Kemenangan Pilpres, Syamsuddin Tantang Kubu 02 Tunjukkan Datanya

Prabowo Subianto juga sudah mengklaim kemenangan sampai tiga kali.

Image
News

Bawaslu Cabut Izin PT Prawedanet Aliansi Teknologi sebagai Pemantau Pemilu 2019

Dicabut karena tidak sesuai dengan prinsip pemantauan. Lembaga ini bikin quick count.

Image
News
Pemilu 2019

Pengamat: Perdebatan Hasil Piplres Lebih Baik Adu Data dibanding Adu Massa

Veri mengaku optimis kedua kubu akan menerima hasil rekapitulasi KPU sebagai keputusan yang sah.

Image
News
Pemilu 2019

Hasil Sementara Situng KPU: Jokowi-Ma'ruf Terus Unggul dari Prabowo-Sandi

Data masuk 8.12 Persen.

Image
News

Ini Bentuk Perhatian Satgas Yonif PR 328/Dgh di Camping Paskah Papua

"Selama kegiatan berlangsung, akan diadakan lomba-lomba yang pesertanya adalah anak-anak usia sekolah"

Image
News

Hari Kartini, Ini Pesan Jokowi untuk Perempuan-perempuan Indonesia

Mari terus menggelorakan semangat juang Ibu Kartini

Image
News
Pemilu 2019

Bawaslu: Laporan Penggelembungan Suara Belum Cukup Bukti

Alat bukti tersebut berupa catatan hasil penghitungan suara berupa salinan Form C1 maupun C1 Plano yang dianggap bermasalah itu.

Image
News

PDIP: Paskah Itu Jalan Pengorbanan Kristus dalam Karya Penyelamatan Manusia

Politik seharusnya juga dijalankan melalui jalan pengorbanan bagi kepentingan yang lebih besar.

trending topics

terpopuler

  1. Ketua KPU Bakal Evaluasi Keberadaan Karangan Bunga di Kantornya

  2. Prosesi Semana Santa di NTT dipadati Ribuan Peziarah dan Wisatawan

  3. Pasang Bendera Bamusi, Harris Lee Didatangi FPI

  4. Paranormal Jelaskan Pertanyaan Benarkah KPU Curang?

  5. Kondisi Rumah Pendukung Jokowi di Tambora Paska Dilempari Tinja

  6. Yakin Gerindra Jadi Pemenang Pemilu, M Taufik Ingin Jadi Ketua DPRD DKI

  7. Ingin Jadi Oposisi di DPRD DKI, Bestari Barus Sebut Caleg PSI 'Keliru'

  8. Rustam: Jangan Kecil Hati PSI! PKS Pertamakali Ikut Pemilu 1999 Juga Tidak Lolos Ambang Batas Parlemen

  9. Syarif: Itu Dagelan Nggak Berkelas, Sudah Membingkai Seakan Sandiaga akan Kembali Jadi Wagub

  10. Formula Rahasia Kemenangan PKS di Negara Kaya Raya Penghasil Minyak

fokus

Pemilu 2019
Revolusi Museum
Angkutan Tempoe Doeloe

kolom

Image
Aji Dedi Mulawarman

Jangan Percaya Prediksi

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Image
Sunardi Panjaitan

Merawat Indonesia Kita

Image
Achmad Fachrudin

Merayakan Puncak Ritual Politik 2019

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

Pemilu 2019

Paranormal Jelaskan Pertanyaan Benarkah KPU Curang?

Image
News

5 Potret Ganteng Cakra Yudi, Politisi Muda yang Jarang Tersorot Media

Image
News

7 Potret Kemesraan Pengantin Baru Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan Suami