image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) dan Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Menanti Debat Pamungkas Capres dan Cawapres

Menuju Pilpres 2019

Image

Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Calon Presiden Nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) didampingi Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersalaman di panggung debat keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, (30/3/2019). Debat keempat Pilpres 2019 ini bertema ideologi, pemerintah, pertahanan/keamanan, dan hubungan internasional. | AKURAT.CO/Dharma WIjayanto

AKURAT.CO, Debat kelima, atau debat terakhir Capres dan Cawapres, akan menjadi debat pamungkas bagi para kontestan Pilpres 2019. Debat di detik-detik akhir menjelang hari pemilihan, akan sangat menentukan. Bukan hanya bagi undecided voters, yang masih bingung. Tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia, yang memiliki hak pilih. 

Tantangan besar pada debat pamungkas adalah, meyakinkan swing voters, yang masih galau dengan pilihannya. Jumlahnya kurang lebih 13 %. Dan sangat menentukan, bagi kemenangan Capres dan Cawapres, di 17 April 2019.

Debat kelima, yang merupakan debat pamungkas, akan dilaksanakan pada Sabtu, 13 April 2019. Karena merupakan debat pamungkas, maka Capres dan Cawapres, harus tampil habis-habisan. Bermain total. Mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki. Dengan penguasaan materi yang mumpuni. Ditambah memberikan performance yang terbaik. Akan memberi kesan yang menggoda. Selanjutnya terserah anda.  

baca juga:

Debat kelima, juga merupakan pertaruhan para Capres dan Cawapres. Pertaruhan dalam memberikan visi-misi dan program-program terbaik. Pertaruhan dalam memberikan ide dan gagasan terbaik. Pertaruhan berpenampilan maksimal. Bila perlu tanpa cacat. Dan tanpa kesalahan.

Sekali melakukan kesalahan, blunder, atau tidak memahami persoalan ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri, akan membuat pasangan Capres dan Cawapres, dinilai minus oleh masyarakat. Begitu juga sebaliknya. Menguasai materi, dan persoalan debat, juga tidak melakukan kesalahan, maka akan bernilai plus.

Plus dan minus dalam debat nanti, pasti akan terjadi. Dan jika ada kesalahan dari mereka, itu pun sangat wajar. Karena para Capres dan Cawapres juga manusia. Tempat salah dan dosa.

Namun usaha untuk menampilkan visi-misi, program, ide, dan gagasan di bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan, dan industri, haruslah maksimal. Haruslah perfect. Haruslah yang terbaik. Karena mereka adalah putra-putra terbaik bangsa.

Putra-putra terbaik bangsa, yang sedang bersaing dalam Pilpres tersebut, tak boleh tampil seadanya. Apa adanya. Sekedarnya. Apalagi tanpa persiapan. Persiapan yang matang merupakan keniscayaan, jika hasilnya ingin mengesankan.  

Tanpa persiapan yang baik dan matang. Mustahil para Capres dan Cawapres, akan memahami dan menguasai materi secara mendalam. Mustahil akan berpenampilan yang baik. Dan mustahil akan bisa menjawab, pertanyaan dengan meyakinkan.

Siapa pun kita. Apalagi Capres dan Cawapres. Mempersiapkan diri dengan baik, dalam suatu forum debat, merupakan keharusan. Tanpa persiapan. Pasti akan acak-acakan. Tanpa persiapan. Pasti tidak akan meyakinkan. Dan tanpa persiapan. Pasti akan sulit menjawab, persoalan-persoalan yang dilontarkan.

Isu ekonomi, merupakan isu yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Karena ekonomi, menjadi fundamen dasar, bagi kekuatan individu, keluarga, masyarakat, dan negara.  Dan ekonomi merupakan urusan perut. Jadi harus menjadi perhatian utama, dan diutamakan.

Individu, keluarga, atau masyarakat yang miskin, tentu akan menganggap bahwa Pilpres tak akan merubah nasib mereka. Dari Pemilu ke Pemilu, mereka tetap miskin. Dari tahun ke tahun, mereka tetap rentan secara ekonomi. Saat inilah, saat yang tepat dan menentukan, untuk memperbaiki nasib ekonomi bangsa, dan ekonomi masyarakat pinggiran.

Hal tersebut, harus dijawab oleh para Capres dan Cawapres. Bagi rakyat miskin. Tak penting siapa presidennya. Yang penting mereka bisa makan. Tugas Capres dan Cawapres, memang sungguh berat. Bagaimana bisa meningkatkan derajat kesejahteran masyarakat, yang masih hidup digaris kemiskinan.

Bangsa yang kaya raya ini. Tak boleh ada rakyatnya yang masih miskin. Republik yang memiliki banyak sumber daya alam ini. Tak boleh rakyatnya melarat. Bangsa yang anak bangsanya, tidur di atas batu bara, emas, timah, tembaga, nikel, minyak dan gas. Tak boleh rakyatnya mengeluh. Dan tak boleh lapar.

Pilpres 2019, harusnya menjadi titik awal dan momentum untuk memperbaiki kondisi bangsa. Yang lalu biarlah berlalu. Mari perbaiki bangsa ini, paling tidak untuk lima tahun kedepan. Siapapun yang terpilih nanti. Itulah pilhan rakyat. Di pundaknyalah, harapan rakyat digantungkan.

Perdebatan persoalan kue ekonomi, yang hanya dikuasai oleh segelintir orang. Harus segera dituntaskan. Kaya dan miskin memang sunnatullah. Dalam struktur masyarakat, pasti ada yang kaya dan ada yang miskin. Namun jika kemiskinan, itu akibat dari kemiskinan struktural. Ini yang harus kita bereskan. Yang miskin tak boleh miskin terus. Dan yang kaya juga harus berbagi. Ini Indonesia, milik kita semua. Bukan hanya milik orang kaya.

Jangan sampai masyarakat menjadi miskin. Karena uang negaranya dikorupsi. Jangan sampai masyarakat menjadi miskin. Karena memang kebijakan-kebijakan negara, tidak memihak mereka. Dan jangan sampai masyarakat menjadi miskin. Karena elite-elite politik dan para penguasanya, tak peduli pada nasib mereka.

Yang pasti, Pilpres haruslah menjadi tahap awal dari proses perubahan nasib bangsa dan nasib rakyat. Dari yang miskin, agar lebih sejahtera. Bukan dari yang kaya makin kaya, berkuasa, dan digdaya. Masyarakat miskin yang harus diperdayakan. Harus diangkat derajatnya. Karena mereka juga anak bangsa. Mereka juga cinta Indonesia.

Pilpres hanya menyisakan enam hari lagi. Tidak ada kata lain. Selain kita untuk berikhtiar memilih Capres dan Cawapres terbaik. Pilihlah sesuai hati nurani. Pilihan kita semua, akan menentukan nasib bangsa kedepan.

Jangan biarkan hak suara anda hilang. Jangan biarkan diri anda Golput. Golput bukanlah pilihan terbaik. Golput tak akan menyelesaikan persolan. Dan Golput akan merugikan. Bukan hanya pada dirinya. Tetapi juga merugikan bagi masyarakat yang lain.

Karena jika nanti, mereka yang terpilih abai dan tidak peduli, akan nasib rakyat. Jangan salahkan mereka, yang terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Salahkan kita, yang memilih diam. Salahkan kita, yang memilih Golput.

Tak ada kebijakan di Indonesia, bahkan di dunia ini, yang tidak melalui proses politik. Kebijakan ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan, energi, pangan, impor, ekspor, pertanian, invesatasi, perdagangan, industri, dll, yang tidak diputuskan melalui mekanisme politik.

Jika masih ragu, siapa yang akan dipilih. Maka saksikan debat pamungkas hari sabtu, 13 April 2019 nanti. Simak narasi dengan baik. Pahami bobot dan isi penjelasannya. Nilai penampilannya. Lalu siapkan diri anda, untuk memilih di 17 April 2019.

Bangsa ini sedang memanggilmu. Pilpres ini sedang menunggumu. Capres dan Cawapres juga sedang harap-harap cemas, menanti pilihanmu. Jangan sia-siakan hak pilihmu. Partisipasimu akan mentukan maju-mundur, lonjong-bulat, baik atau buruknya, wajah bangsa Indonesia kedepan. Salam.[]

Editor: Dedi Ermansyah

Sumber:

berita terkait

Image

News

Pemilu 2019

Pengamat: Perdebatan Hasil Piplres Lebih Baik Adu Data dibanding Adu Massa

Image

News

Pemilu 2019

Hasil Sementara Situng KPU: Jokowi-Ma'ruf Terus Unggul dari Prabowo-Sandi

Image

News

Pemilu 2019

Kubu 02 Tidak Mengakui Kekalahan, Ruhut: Waspada, Jangan Ketipu dengan Politik Busuk

Image

News

Data Real Count KPU 21 April Pukul 09.48: Jokowi-Ma'ruf 54,26% dan Prabowo-Sandi 45,74%

Image

News

Polisi Intensif Gelar Cyber Patrol Tangkal Provokasi Hasil Perhitungan Suara

Image

News

Tuding Lembaga Survei Sebagai Alat Kebohongan, Prabowo Ditantang Ketua Persepsi

Image

News

FKUB Papua Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Jokowi-Ma’ruf Sebagai Presiden

Image

News

Bawaslu Badarlampung Rekomendasikan Pemungutan Suara di Perumnas Wayhalim

Image

News

Hari Ini, Sepuluh TPS di Banten Lakukan Pemungutan Suara Ulang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bawa Puluhan Pelajar dan Guru, Bus City Trans Utama Kecelakaan di Sukabumi

Musibah ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB pada Minggu, (21/4) bus tersebut tiba-tiba oleng dan akhirnya menabrak pohon besar.

Image
News

Klaim Kemenangan Pilpres, Syamsuddin Tantang Kubu 02 Tunjukkan Datanya

Prabowo Subianto juga sudah mengklaim kemenangan sampai tiga kali.

Image
News

Bawaslu Cabut Izin PT Prawedanet Aliansi Teknologi sebagai Pemantau Pemilu 2019

Dicabut karena tidak sesuai dengan prinsip pemantauan. Lembaga ini bikin quick count.

Image
News
Pemilu 2019

Pengamat: Perdebatan Hasil Piplres Lebih Baik Adu Data dibanding Adu Massa

Veri mengaku optimis kedua kubu akan menerima hasil rekapitulasi KPU sebagai keputusan yang sah.

Image
News
Pemilu 2019

Hasil Sementara Situng KPU: Jokowi-Ma'ruf Terus Unggul dari Prabowo-Sandi

Data masuk 8.12 Persen.

Image
News

Ini Bentuk Perhatian Satgas Yonif PR 328/Dgh di Camping Paskah Papua

"Selama kegiatan berlangsung, akan diadakan lomba-lomba yang pesertanya adalah anak-anak usia sekolah"

Image
News

Hari Kartini, Ini Pesan Jokowi untuk Perempuan-perempuan Indonesia

Mari terus menggelorakan semangat juang Ibu Kartini

Image
News
Pemilu 2019

Bawaslu: Laporan Penggelembungan Suara Belum Cukup Bukti

Alat bukti tersebut berupa catatan hasil penghitungan suara berupa salinan Form C1 maupun C1 Plano yang dianggap bermasalah itu.

Image
News

PDIP: Paskah Itu Jalan Pengorbanan Kristus dalam Karya Penyelamatan Manusia

Politik seharusnya juga dijalankan melalui jalan pengorbanan bagi kepentingan yang lebih besar.

Image
News
Pemilu 2019

Kubu 02 Tidak Mengakui Kekalahan, Ruhut: Waspada, Jangan Ketipu dengan Politik Busuk

Kata Ruhut, kubu 02 ingin terjadi kerusuhan saat berakhirnya Pemilu 2019.

trending topics

terpopuler

  1. Ketua KPU Bakal Evaluasi Keberadaan Karangan Bunga di Kantornya

  2. Prosesi Semana Santa di NTT dipadati Ribuan Peziarah dan Wisatawan

  3. Paranormal Jelaskan Pertanyaan Benarkah KPU Curang?

  4. Pasang Bendera Bamusi, Harris Lee Didatangi FPI

  5. Kondisi Rumah Pendukung Jokowi di Tambora Paska Dilempari Tinja

  6. Yakin Gerindra Jadi Pemenang Pemilu, M Taufik Ingin Jadi Ketua DPRD DKI

  7. Rustam: Jangan Kecil Hati PSI! PKS Pertamakali Ikut Pemilu 1999 Juga Tidak Lolos Ambang Batas Parlemen

  8. Syarif: Itu Dagelan Nggak Berkelas, Sudah Membingkai Seakan Sandiaga akan Kembali Jadi Wagub

  9. Ingin Jadi Oposisi di DPRD DKI, Bestari Barus Sebut Caleg PSI 'Keliru'

  10. Salah Input Form C1, Ketua KPU: Tidak Ada Niat Curang, Saya Duga Human Error

fokus

Pemilu 2019
Revolusi Museum
Angkutan Tempoe Doeloe

kolom

Image
Aji Dedi Mulawarman

Jangan Percaya Prediksi

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Image
Sunardi Panjaitan

Merawat Indonesia Kita

Image
Achmad Fachrudin

Merayakan Puncak Ritual Politik 2019

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

Pemilu 2019

Paranormal Jelaskan Pertanyaan Benarkah KPU Curang?

Image
News

5 Potret Ganteng Cakra Yudi, Politisi Muda yang Jarang Tersorot Media

Image
News

7 Potret Kemesraan Pengantin Baru Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan Suami