image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image

Moderator Anisha Dasuki bersama Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subinto saat menjawab pertanyaan dalam debat capres pemilu 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019). Dalam debat capres ke-2 ini mengambil tema seputar topik pengelolaan energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Dua puluh delapan hari menjelang hari H Pilpres. Kita dikagetkan dengan survey dari Litbang Kompas. Survey yang membalikan dan berbeda dengan survey-survey yang ada. Survey yang menempatkan elektabilitas Jokowi dibawah angka 50 %. Tentu membuat rame dan mewarnai jagat media.

Survey yang merilis penurunan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 3,4 % dan menaikan elektabilitas Prabowo-Sandi diangka 4,7 %, telah menjadi heboh. Ditambah lagi elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dalam survey tersebut diangka 49,2 %.

Secara psikologis, survey Litbang Kompas tersebut membangkitkan semangat kubu 02. Dan sedikit membuat kaget kubu 01. Karena survey Litbang Kompas, berbeda dengan hasil survey lembaga survey lain, seperti SMRC, LSI Denny JA, Chartha Politika, dan Indikator, yang menempatkan petahana elektabilitasnya diatas 50 %.

baca juga:

Dalam survey tersebut, Jokowi-Ma’ruf mendapat elektabilitas 49,2 % dan Prabowo-Sandi 37.4 %. Ada perbedaan selisih jarak 11,8 % antara elektabilitas kubu 01 dengan kubu 02. Dan di luar itu, ada 13 % masyarakat yang merahasiakan pilihannya.

Jika dibandingkan dengan survey Litbang Kompas sebelumnya, yang dilakukan di bulan Oktober 2018. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf diangka 52,6 % dan Prabowo-Sandi 32,7 %. Saya tidak pernah meragukan survey Litbang Kompas tersebut. Tapi kita juga harus kritis terhadap hasil survey beberapa lembaga survey.

Namun ada catatan dari saya. Ketika Pilkada DKI Jakarta 2017 yang lalu. Litbang Kompas tidak berani mengeluarkan hasil surveynya. Mungkin melakukan survey. Tapi surveynya tidak dipublikasi. Di keep. Karena bisa saja Litbang Kompas sudah tahu, bahwa arah angin kemenangan mengarah ke Anies-Sandi.

Dan jika kita bandingkan juga, dengan hasil survey Litbang Kompas, yang dirilis delapan belas hari, sebelum pemilihan di Pilpres 2014 yang lalu. Yang menjelaskan bahwa elektabilitas Jokowi-JK 42,3 % dan Prabowo-Hatta 35,3%. Selisih suara keduanya terpaut 7 %. Saat ini selisihnya 11 %. Jadi kemungkinan menang petahana masih sangat besar.

Bedanya ketika Pilpres 2014, Jokowi bukan petahana. Sedangkan di Pilpres 2019 Jokowi sebagai incumbent. Sejatinya seorang incumbent, harusnya menang mudah. Namun Pilpres 2019 butuh usaha keras bagi Jokowi-Ma’ruf agar tetap unggul, lalu menang.

Survey Litbang Kompas, jangan dijadikan satu-satunya referensi, dalam mengambil keputusan. Jadikan hasil survey Litbang Kompas sebagai kompas (petunjuk arah), untuk melakukan evaluasi dan refleksi.

Ada dua sisi, yang bisa didapatkan, dari hasil survey Litbang Kompas di atas. Kubu Jokowi-Ma’ruf bisa saja kurang happy atas survey tersebut. Namun perlu dicatat. Hasil survey tersebut justru baik. Bahkan sangat baik bagi kubu 01. Sebagai warning. Agar tetap waspada untuk menjaga dan mempertahankan keunggulan.

Bisa jadi, jika tidak ada hasil dari survey Litbang Kompas, kubu 01 bisa saja terlena. Merasa aman. Karena berdasarkan survey yang dilakukan lembaga lain, jarak elektabilitas antara Jokowi dengan Prabowo, diangka 15-20 % yang mengunggulkan Jokowi. Justru yang berbahaya adalah jika sudah merasa aman, lalu diam, tidak bergerak.

Survey Litbang Kompas, juga bisa dijadikan second opinion. Justru kubu Jokowi-Ma’ruf harus bersyukur, dengan hasil survey tersebut. Karena bisa dijadikan sebagai pemantik agar para pendukungnya, untuk lebih keras lagi dan lebih giat lagi memenangkan dirinya. Tak akan ada kemenangan tanpa kerja keras dan kesungguhan.  

Sedangkan untuk kubu 02, mungkin sedang merasa happy. Semangatnya tumbuh kembali. Namun perlu diingat. Jangan geer dulu. Walau pun Prabowo-Sandi naik dalam elektabilitas. Tetap saja, masih ada jarak 11.8 % yang harus dilampaui oleh keduanya.

Tetap saja, Jokowi-Ma’ruf masih unggul, dalam survey Litbang Kompas tersebut. Walau pun memang, keunggulannya makin menipis. Oleh karena itu, ditengah polarisasi dukungan yang sudah menggumpal dan mengkristal. Suara undecided voters sangat menentukan. Ya, sangat menentukan.

Namun persoalannya. Apakah 13 % pemilih yang masih merahasikan pilihannya tersebut, memilih kubu 01 atau kubu 02. Belum tentu. Mereka belum tentu memilih. Belum tentu datang ke TPS untuk mencoblos. Apes-apesnya sebagian dari mereka memilih dan sebagian lagi Golput.

Saya banyak mendapatkan pertanyaan, dari mahasiswa-mahasiswa di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dan kaum millenial lainnya. Sebagian besar, mereka tidak terlalu suka dengan narasi kampanye yang dikembangkan oleh kedua kubu. Dan mereka lebih condong untuk Golput.

Namun saya katakan kepada mereka. Walau pun Golput itu hak. Namun menjadi Golput, bukanlah pilihan terbaik. Memilih salah satu dari kedua kubu, adalah pilihan terbaik. Karena tidak ada kebijakan di negeri ini, bahkan di dunia ini, yang tidak melalui proses politik.

Jadi jika dalam lima tahun kedepan, harga sembako naik, kesehatan mahal, biaya pendidikan melambung, mencari pekerjaan susah, listrik naik, harga bensin naik, harga tabung gas naik dan banyak kebijakan yang tidak menguntungkan rakyat. Maka jangan salahkan presiden terpilih. Jangan salahkan mereka.

Yang salah adalah anda dan kita semua, yang tidak peduli dengan politik. Yang abai terhadap politik. Yang salah karena anda dan kita Golput. Hilangkan untuk berpikir Golput. Kedua kubu merupakan putra-putra terbaik bangsa. Masa iya tidak ada yang positif dari mereka.

Ribut-ribut hasil survey Litbang Kompas tersebut, merupakan bagian dari dinamika berdemokrasi. Semua media, kita semua, termasuk Litbang Kompas tentu memiliki kepentingan. Ya, memiliki kepentingan.

Namun saya percaya, jika survey Litbang Kompas tersebut dilakukan dengan objektif dan profesional. Namun jangan terlalu dijadikan acuan. Jadikan peta jalan saja. Untuk melakukan evaluasi dan refleksi.

Tak ada yang salah, dengan hasil survey Litbang Kompas. Walau pun beberapa kalangan, meragukan terkait metodologi dan responden yang dipilih. Apapun itu. Kita boleh percaya dengan angka-angka. Dan boleh juga tidak percaya dengan angka-angka. Karena dalam ilmu statistik, dikenal juga istilah “how to lie with statistics”, bagaimana berbohong dengan statistik.

Pemilu hanya tinggal 27 hari lagi. Masih ada kesempatan kepada kedua kubu, untuk menaikan elektabilitas masing-masing. Dan isu-isu dalam 27 hari kedepan, akan sangat menentukan. Tentu ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan, dengan isu yang akan muncul dan berkembang. Siapapun yang siap. Merekalah yang akan menang. Wallahu’alam bissowab.[]

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

Sumber:

berita terkait

Image

News

Pemilu 2019

Pilpres Kita

Image

News

Merayakan Puncak Ritual Politik 2019

Image

News

Kolom

Pemilu 2019 di Era Post Truth

Image

News

Demokrasi dalam Ancaman

Image

News

Beban Ideologi Debat Keempat

Image

News

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image

News

Ngeri-ngeri Sedap Pemilu 2019

Image

News

Rasmu tidak menentukan Islammu!

Image

Ekonomi

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Api di Pasar Tanah Abang Padam

"Tim sudah berhasil padamkan api di lokasi."

Image
News

Unggul Jauh Atas Petahana, Komedian Ukraina Menangkan Pilpres

Zelensky terkenal karena membintangi serial televisi satir

Image
News

Menag: Pengeboman Gereja di Sri Lanka Tindakan yang Tidak Berperikemanusiaan

Ironi, tragedi kemanusiaan terjadi justru di momen umat Kristiani sedang peringati hari besar keagamaannya.

Image
News

Krisis Sudan, Demonstran Putus Hubungan dengan Dewan Militer

Ribuan pengunjuk rasa telah berkumpul di luar markas tentara di Khartoum

Image
News

Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Sempat Antre Makan di Hotel sebelum Beraksi

Pelaku pengeboman ditemukan tewas dan tubuhnya telah dibawa polisi

Image
News

Petugas Masih Melakukan Pemadaman Api di Blok C Pasar Tanah Abang

"Sekitar pukul 07.00 WIB. Dapat info dari security yang datang ke pos,"

Image
News

Paus Fransiskus Kecam Bom Bunuh Diri di Sri Lanka

Bom di Sri Lanka tewaskan ratusan orang

Image
News

Tewaskan Ratusan Orang, Para Pemimpin Dunia Kecam Bom di Sri Lanka

Jacinda Ardern mengatakan insiden tersebut adalah hal yang menghancurkan

Image
News
Pemilu 2019

Update Hasil Real Count KPU Senin Pagi, Jokowi 54,76%, Prabowo 45,24%

Situng KPU merupakan penghitungan resmi KPU RI menggunakan pemindaian form C1 dari setiap TPS.

Image
News

Kebakaran Blok C Pasar Tanah Abang, Lalu Lintas Ditutup

Sebanyak 14 mobil dinas pemadam kebakaran dikerahkan.

trending topics

terpopuler

  1. MUI Minta KPI Hilangkan Siaran Quick Count, Denny: Mending Nasihati Prabowo Terima Kekalahan

  2. Sudah Dilaporkan, Warganet Samakan Kasus Istri Andre Taulany dengan Ahmad Dhani

  3. Jubir Timses Prabowo: Coba Tanya Polisi Kira-kira Laporan BPN Prabowo Jalan Gak

  4. Komunitas Emak Emak Pendukung Prabowo Bersiap Laporkan Istri Andre Taulany ke Polisi

  5. Gara-gara Petugas KPPS Bantu Coblos Surat Suara, TPS Ini Harus Pemungutan Suara Ulang

  6. Minta Quick Count Dihilangkan, Akhmad Sahal: MUI, Hargai Ilmu! Jangan Berubah Jadi MJI

  7. Ruhut Kasihani Prabowo: Tolong Dijaga Nama Baik Bapak Prabowo karena Beliau Tokoh di Indonesia Tercinta

  8. Denny: Pak Din, Mendingan Sebagai Ulama, Nasihati Prabowo Supaya Legowo Terima Kekalahan

  9. Klaim Kemenangan Pilpres, Syamsuddin Tantang Kubu 02 Tunjukkan Datanya

  10. Petugas Pemilu Banyak yang Meninggal, Paranormal: Masih Berani-beraninya Adu Domba

fokus

Pemilu 2019
Revolusi Museum
Angkutan Tempoe Doeloe

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menyikapi Polemik Proses Penghitungan Suara

Image
Aji Dedi Mulawarman

Jangan Percaya Prediksi

Image
Ujang Komarudin

Pilpres Kita

Image
Sunardi Panjaitan

Merawat Indonesia Kita

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Fitness dan Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Video

VIDEO Jurus Sehat ala Augie Fantinus

Image
Hiburan

Seru Abis! Nongkrong Bareng Augie Fantinus

Sosok

Image
News

Pemilu 2019

Paranormal Jelaskan Pertanyaan Benarkah KPU Curang?

Image
News

5 Potret Ganteng Cakra Yudi, Politisi Muda yang Jarang Tersorot Media

Image
News

7 Potret Kemesraan Pengantin Baru Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dan Suami