image
Login / Sign Up

Ini Penjelasan Soal Surat Tagihan Reboisasi Perusahaan Milik Prabowo

Deni Muhtarudin

Debat Pilpres 2019

Image

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menjawab pertanyaan dalam debat capres pemilu 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019). Dalam debat capres ke-2 ini mengambil tema seputar topik pengelolaan energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, PT Bank Mandiri membenarkan telah mengeluarkan surat tagihan dana reboisasi kepada PT Tanjung Redeb Hutani yang disebut-sebut dimiliki oleh Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto.

Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rohan Hafas, mengungkapkan bahwa pihaknya hanya diminta oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menagih tunggakan biaya reboisasi hutan di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dikelola oleh PT Tanjung Redeb Hutani tersebut.

"Tahun 80an-90an zaman dulu ada dana reboisasi. Oleh Kementerian Keuangan beberapa bank seperti Bank Mandiri jadi bank penyalurnya. Itu suratnya berdasarkan Kementerian Keuangan, tolong dong dimintain (ke PT Tanjung Redeb Hutani) dana reboisasi yang dulu, jadi intinya itu dana reboisasi yang belum dibayar," ungkapnya kepada AKURAT.CO saat dihubungi, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

baca juga:

Jadi, Rohan menjelaskan bahwa PT Tanjung Redeb Hutani tidak memiliki utang apapun kepada Bank Mandiri. Surat tagihan tersebut adalah sebagai pengingat supaya PT Tanjung Redeb Hutani membayar kewajibannya yakni dana reboisasi atas pengelolaan lahan Hak Guna Usaha (HGU).

"Surat itu ada, tapi maksudnya bukan utang PT Redeb terhadap Mandiri. PT itu tidak punya pinjaman apapun ke kita," katanya.

Sedangkan terkait nominal sendiri, Rohan pun membenarkan bahwa jumlah tagihannya itu sekitar Rp123 miliar.

"Jumlahnya berdasarkan surat dari Kementerian Keuangan, jadi kami hanya menyampaikan. Jadi Kementerian Keuangan kepada bank pelaksana, bank pelaksana kepada PT itu," ujarnya.

Sementara saat ditanyakan apakah betul pemilik PT Tanjung Redeb Hutani tersebut atas nama Prabowo Subianto, Rohan pun menyatakan tidak mengetahui hal tersebut.

"Itu saya enggak tahu. Itu yang tahu Kementerian Keuangan. Kita kan hanya penyalurnya aja. Jadi silakan (tanyakan itu) ke Kementerian Keuangan," katanya.

Pihak redaksi pun mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak DPP Partai Gerindra dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait hal tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengecek terlebih dahulu mengenai kebenaran surat tagihan dan kepemilikan PT Tanjung Redeb Hutani tersebut.

"Saya cek ya, soalnya saya enggak tahu pasti," ungkapnya kepada AKURAT.CO saat dihubungi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi pun masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak Prabowo Subianto mengenai surat tagihan dana reboisasi dan kepemilikan atas PT Tanjung Redeb Hutani tersebut.

Seperti diketahui, usai digelarnya Debat Kedua Pilpres 2019 pada Minggu (17/2/2019) malam lalu, penguasaan lahan di Kalimantan Timur oleh Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto pun menuai polemik.

Namun polemik terkait isu penguasaan lahan oleh Prabowo Subianto itu tidak hanya mengenai luasnya saja. Pasalnya, berdasarkan keterangan dari situs kabarprabowo.com, belum lama ini PT Bank Mandiri melayangkan surat yang ditujukan kepada PT Tanjung Redeb Hutani dengan perihal Tagihan Kewajiban Pinjaman Dana Reboisasi Proyek Hutan Tanaman Industri (DR-HTI).

PT Tanjung Redeb perhutani yang berlokasi di Jl. H.A.R.M Ayoeb RT XIII, Gunung Taur, Kalimantan Timur, itu merupakan pemasok bahan baku utama untuk PT Kertas Nusantara dan diketahui kedua perusahaan ini dimiliki oleh Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto.

Dalam surat yang dirilis 14 Desember 2018 itu, Bank Mandiri menginformasikan kepada pihak PT Tanjung Redeb Hutani untuk segera membayarkan kewajibannya sebelum jatuh tempo pada tanggal 15 Januari 2019, berupa:

1. Tunggakan angsuran hutang pokok bunga 0% sebesar Rp77,448,305,371.92
2. Denda keterlambatan pembayaran hutang pokok sebesar Rp46,051,804,035.92

Jumlah total kewajiban tunggakan ditambah denda yang harus dibayar oleh PT Tanjung Redeb Hutani kepada Kas Negara mencapai nilai Rp123,500,109,407.84 dan selanjutnya melapor ke pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan menyertakan surat tembusan kepada pihak yang ditunjuk oleh Bank Mandiri.[]

Editor: Ainurrahman

Sumber:

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Feature

Perempuan Ini Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Pengolahan Sampah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Parkir Liar di Kebayoran Lama

52 anggota diturunkan pada kegiatan penertiban yang didukung oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Sudinhub, Koramil serta Bimaspol.

Image
News

Komaruddin: Bukan Hanya Kemenag, Korupsi Hampir di Semua Kementerian

Hanya ini persoalannya momentum Kementerian Agama.

Image
News

Tak Terima Divonis 7 Tahun Penjara, Advokat Lucas Ajukan Banding

Tidak ada pertimbangan majelis hakim sama sekali menyangkut bukti dan fakta persidangan.

Image
News

Advokat Lucas Divonis 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta

Tedakwa Lucas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana merintangi penyidikan penyidikan.

Image
News

Bawaslu Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Pemilu pada Acara Munajat 212

Laporan Prasetio Edi Marsudi dianggap tidak memenuhi unsur pelanggaran tindak pidana pemilu

Image
News

Ingin Hapus Ujian Nasional, Sandi Uno Tak Paham Persoalan Pendidikan

Jadi jangan sampai kebijakan pak SBY, kebijakan pak Jokowi dirubah.

Image
News

Cendekiawan Muslim: Korupsi Kemenag Tak Terkait Agama

Hampir semua departemen banyak yang memalukan departemennya.

Image
News

Ratusan Personel Kepolisian Amankan Mukernas III PPP

"Jadi kami mengikuti SOP yang sudah ditetapkan oleh Polri untuk pengamanan Mukernas III PPP di Cisarua Bogor."

Image
News

Suharso Monoarfa Dikukuhkan Jadi Plt Ketum PPP pada Mukernas

DPP PPP menyelenggarakan Mukernas, di Cicarua, Bogor, pada hari ini.

Image
News

Empat Remaja Pengeroyok Pemotor Dibekuk Tanpa Perlawanan

Ke empat pelaku tersebut yakni yaitu RK (18), AS alias Buyung (19), AS (18) dan NM (15).

trending topics

terpopuler

  1. Pertaruhkan Nyawa, Ferdinand Bakal Perangi Prabowo-Sandiaga Bila Hapus Hari Santri

  2. Seri 737 Max 8 Masih Bermasalah, Boeing Diam-diam Rilis Pesawat Terpanjang

  3. Media Vietnam Sebut Skuat Indra Sjafri "Berlimpah"

  4. Pertama Kali Azan Dikumandangkan di Ruang Publik Selandia Baru

  5. Pertanyakan Proses Hukum, Pelapor Nikita Mirzani Beramai-ramai Datangi Polda

  6. Tunjuk Gusti Randa, PSSI Bisa Dihukum FIFA Lagi

  7. Swing Voters Indonesia: Sandiaga Menang Telak dari Ma'ruf Amin

  8. Soal Niswatin, DKK Sragen dan BPJS Buka Suara

  9. Tampilan Puluhan Miliar Jennifer Lopez saat Makan Malam dengan A-Rod

  10. Suhaimi Minta MRT Digratiskan "Uang Masyarakat Dikembalikan ke Masyarakat"

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Image
Hendra Mujiraharja

Perez Memalingkan Muka dari Mourinho untuk Zidane

Image
Hervin Saputra

Seberapa Kuat "Tradisi Indonesia" di All England?

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

Jadi Caleg DPR RI, Begini 10 Potret Sahrul Gunawan Blusukan sampai Diserbu Ibu-ibu

Image
News

7 Potret Seru Kahiyang Ayu Bercengkerama dengan Buah Hati

Image
News

8 Gaya Kampanye Bertrand Antolin, dari Sosialisasi Pemilu sampai Bancakan