image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Kolom

Image

Capres dan Cawapres nomor urut 01 dan 02 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saling bersalama setelah mengikuti Debat Perdana Capres di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Dalam debat ini kedua calon presiden dan wakil presiden harus memaparkan tema materinya meliputi isu penegakan hukum, korupsi, HAM dan terorisme. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Tema dan isu debat ketiga tak kalah menarik dengan debat-debat sebelumnya. Persoalan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial-kebudayaan merupakan isu seksi dan menjadi isu sehari-hari yang dihadapi masyarakat.

Kini giliran Cawapres Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno, yang akan menjelaskan kampanye dengan janji-janji terbaiknya. Kedua Cawapres tentu akan jualan isu-isu tersebut untuk menarik simpati pemilih.

Laiknya jualan, maka yang akan dipromosikan dan dikampanyekan merupakan produk-produk terbaik. Dengan kualitas dan kemasan terbaik. Dan jangan lupa harus disampaikan dengan cara yang terbaik pula.

baca juga:

Debat sebagai bagian dari kampanye, tentu harus berjalan menarik, unik, dan memiliki daya tarik. Walaupun hanya akan disampaikan oleh para Cawapres, debat jangan sampai berjalan ala kadarnya, tanpa substansi dan esensi.

Salah satu persoalan yang penting, untuk dibahas dalam debat, yaitu terkait pendidikan. Ya, pendidikan. Pendidikan merupakan hal utama dan pertama, agar suatu bangsa menjadi bangsa maju. Jika pendidikannya baik, maka negara pun akan maju. Begitu juga sebaliknya, Jika pendidikannya kacau, maka negara pun kacau.

Banyak negara fokus dan menginvestasikan pembangunan SDM, dengan cara memperbaiki kualitas pendidikan. Lihat saja Jepang, pasca Jepang dibom atom oleh Sekutu, tahun 1945. Kaisar Jepang hanya berkata, “berapa jumlah guru yang tersisa”.Bukan berkata yang lain. Ya, bukan berkata tentang persoalan lain. Pendidikan menjadi inti dari kemajuan Jepang saat ini.

Hanya dalam waktu kurang dari 25 tahun. Jepang sudah menjadi negara maju. Menjadi negara yang diperhitungkan di dunia. Bagaimana nasib pendidikan kita. Bagaimana nasib guru dan dosen di republik ini. Masih sangat menyedihkan.

Banyak guru honorer, yang sudah mengabdi puluhan tahun, hanya dihonor Rp 300.000 perbulan, banyak dosen yang digaji di bawah UMR. Menyedihkan memang. Tapi itulah potret sekelumit dunia pendidikan kita. Yang harus dibahas dan dicarikan solusinya, bukan hanya dalam debat. Tapi juga dalam implementasi kebijakan ketika mereka terpilih.

Tak ada peradaban yang tak dibangun dengan pendidikan. Bagaimana ingin membangun peradaban. Jika dunia pendidikannya masih carut-marut. Dunia pendidikan di nusantara ini, bagai benang kusut. Harus segera diurai, dipetakan permsalahannya, lalu dicarikan jalan keluarnya.

Membicarakan persoalan pendidikan di negeri ini, tak akan ada habis-habisnya. Memang banyak perbaikan disana-sini. Banyak juga prestasi yang ditorehkan. Tetapi juga banyak bolongnya. Banyak kurangnya. Dan banyak juga kelirunya.

Bangsa besar adalah, bangsa yang peduli akan pendidikan anak bangsanya. Anak bangsa yang terdidik, tercerahkan, dan berilmu akan menjadi lokomotif perubahan, sehingga bisa merubah arah bangsa ke depan.

Lihatlah para pendiri bangsa ini, sebut saja Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Sutan Syahrir, Agus Salim, Oemar Said Tjokroaminoto, dll, mereka adalah tokoh-tokoh terdidik dijamannya. Dan mereka mampu memerdekakan Indonesia dan membawa Indonesia menjadi bangsa berdaulat.

Banyak potensi yang dimiliki oleh anak bangsa. Namun jika potensi besar anak bangsa, tidak disalurkan dengan pendidikan yang baik, maka potensi itu akan sirna. Banyak anak bangsa yang pintar di negeri ini. Tapi karena sistem pendidikannya masih kurang baik. Maka orang-orang pintar tersebut masih berada di menara gading.

Banyak juga orang-orang Indonesia, yang hebat dan pintar yang ada di luar negeri. Tapi mereka malas dan takut ke Indonesia. Karena begitu mereka ke Indonesia. Tak dihargai dengan layak. Dan tak ada pekerjaan yang cocok untuk berkarya dan berinovasi. Akhirnya mereka tak ingin kembali. Masih tetap di luar negeri. Di negeri orang mereka besar. Di negeri orang mereka hebat. Di negeri sendiri tak dihargai.

Siapapun yang terpilih nanti. Sejatinya pemerintah harus membujuk mereka, orang-orang cerdik pandai yang masih di negeri orang untuk kembali. Buat kebijakan agar mereka bisa mengabdi untuk Indonesia. Siapkan anggarannya, tempatnya, labolatoriumnya, dan hal-hal apa saja yang diperlukan, untuk mengembangkan riset-riset unggulan.

Jika bangsa ini ingin menjadi bangsa besar dan disegani di dunia, maka anak-anak bangsanya, harus bergerak bersama berkarya dibidang masing-masing. Menumbuhkan kreatifitas, memupuk inovasi, dan menghasilkan produk bertekhnologi tinggi, yang canggih dan bermanfaat, bukan hanya bagi rakyat Indonesia. Tetapi juga bagi dunia.

Dunia pendidikan kita, masih berkutat pada perubahan kebijakan dari menteri lama ke menteri baru. Ganti menteri ganti kebijakan. Ganti pejabat, ganti kebijakan, apa yang sudah ditetapkan oleh pejabat lama di rubah. Inilah yang membuat dunia pendidikan kita jalan ditempat. Tidak maju-maju. Masih meributkan cangkang daripada isi.

Sejahterakan guru dan dosennya. Buat mereka nyaman berkreatifitas. Jika gurunya masih banyak yang digaji dibawah standar, dan dosennya di honor dibawah UMR. Jangan harap pendidikan kita akan maju. Jangan harap pendidikan kita akan memiliki daya saing. Guru dan dosen sejahterakan, maka pendidikan Indonesia akan tercerahkan.

Bagaimana ingin membangun peradaban. Jika guru dan dosennya masih lapar. Masing ngamen sana-sini (mengajar sana-sini), hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Peradaban bisa dibangun oleh mereka yang sudah mapan. Sudah kenyang. Sudah selesai terkait dengan urusan perut. Bukan ribut dan meributkan urusan perut.

Namun kita harus tetap optimis. Serumit dan sepelik apapun dunia pendidikan di republik ini. Kita pasti punya jalan keluar. Punya solusi untuk mengatasinya. Pendidikan tak boleh diabaikan. Pendidikan harus menjadi prioritas. Tentu kita juga tidak mengesampingkan persoalan kesehatan, ketenagakerjaan, sosial-kebudayaan, dan isu-isu lainnya.

Seperti isu BPJS kesehatan yang dalam implementasinya rumit dan berbelit-belit. Pasien BPJS dinomer duakan. Begitu juga soal isu pengangguran dari kaum terdidik. Makin hari makin banyak jumlahnya. Harus tuntas dibahas oleh kedua Cawapres dalam debat.

Dan yang terpenting lagi adalah soal budaya. Kita saat ini sudah kehilangan budaya malu. Ya, budaya malu. Korupsi terjadi karena kita tidak punya malu. Narkoba merajalela, free sex merebak, minuman keras meluas, pencurian, kekerasan, pembunuhan, saling fitnah, dan saling menghabisi. Karena kita sudah tercerabut dari budaya malu. Harusnya kita malu melakukan hal-hal tersebut. Dan harusnya menghindarinya.

Kita lihat saja di debat ketiga nanti, pada 17 Maret 2019. Kita akan menyaksikan capaian dan janji-janji mereka. Sandi yang berpendidikan luar negeri, dan Ma’ruf Amin yang bergelar profesor. Mampukah mereka menampilkan performance terbaiknya. Kita tentu sedang menanti hari debat itu. Apapun hasilnya. Bangsa ini tak boleh kehilangan arah. Anak bangsa juga harus selalu optimis. Jangan pernah pesimis. Hadapi masa depan dengan optimisme dan senyuman. Niscaya kita akan tercerahkan dan mencerahkan.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

Sumber:

berita terkait

Image

News

Sindir Sandiaga Uno, Menteri Susi: Pemimpin Tidak Memiliki Visi Keberlanjutan, No Way!

Image

News

Dilaporkan ke Bawaslu, Ma'ruf Amin: Apa Salah Saya?

Image

News

Relawan Ingin Jokowi Dua Periode Demi Indonesia Maju

Image

News

Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Tetap Jalan, SDM Mutlak Dilakukan

Image

News

PDIP Yakin Jokowi-Ma’ruf Menang 70 Persen di Kaltara

Image

News

Profesor UI Kritik Sandi yang Tak Mampu Potret Masalah

Image

News

Pesan JK Kepada Jokowi: Teruskan Gaya Merakyat

Image

News

Relawan KerJo Siap Kawal Suara Jokowi-Ma'ruf Amin Hingga Ke TPS

Image

News

Menuju Pilpres 2019

TKN Jokowi Bakal Semakin Gencar Sasar Undecided Voters

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Daftar Negara Paling Bahagia Tahun 2019, Ranking Berapa Indonesia?

Apakah orang-orang Indonesia berbahagia?

Image
News

Gempa Bumi 5,1 SR Guncang Tenggara Wilayah Lembata NTT

Hingga pukul 11.49 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Image
News

M Taufik Sebut Tarif MRT Jakarta Bisa Digratiskan

Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B dan Komisi C bakal menggelar rapat lanjutan membahas tarif Moda Raya Terpadu (MRT).

Image
News

Menyesal Rampas HP, Polisi: Tak Ada Ampun, Proses Hukum Tetap Jalan

Pelaku mengaku sedang butuh uang.

Image
News

Sindir Sandiaga Uno, Menteri Susi: Pemimpin Tidak Memiliki Visi Keberlanjutan, No Way!

Larangan penggunaan cantrang membuat Susi dimusuhi mafia perikanan.

Image
News

Jalani Pemeriksaan Perdana, Romy Ditawari Jadi JC

Romy harus mengakui perbuatannya dan membuka peran pihak lain seluas-luasnya.

Image
News

Survei Voxpol Center: 70 Persen Pemilih Tidak Tertarik dengan Janji Politik

Mayoritas pemilih juga tak mau tagih janji calon ketika terpilih.

Image
News

Kasus Dugaan Proyek Fiktif, KPK Dalami Keterangan Pegawai PT Waskita Toll Road

Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Image
News

Curah Hujan Masih Sangat Tinggi, Warga Diminta Waspada Potensi Banjir Bandang Susulan di Sentani

Potensi tersebut dengan memperhatikan adanya pengaruh kondisi lokal dan adanya pertemuan aliran udara yang terjadi akibat sistem pola tekana

Image
News

Pabrik Kimia China Meledak, Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Luka-luka

Ledakan itu terjadi pada hari Kamis (21/3) di Pusat Industri Chenjiagang di Kota Yancheng

trending topics

terpopuler

  1. Ejek PM Selandia Baru, Mantan Atlet Australia Panen Hujatan

  2. Anak TK Pun Bisa Sholat, Yunarto ke Ustaz Haikal: Ini Ngeledek Prabowo Kalah Sama Anak TK?

  3. Foto Kakek Buyutnya Digunakan untuk Raup Untung, Cicit Tuntut Universitas Harvard

  4. Apakah Daging Barbeque ala Korea dan Jepang Sama?

  5. Rustam: Senjata Pamungkas yang Bakal Digunakan untuk Menangkan Pilpres Satu-satunya Tinggal Hoax

  6. Saat Ditangkap, Penembak Christchurch dalam Perjalanan ke Lokasi Target Ketiga

  7. Foto Masa Mudanya Bareng Gigi Ramai di Facebook, Ini Respons Kocak Raffi Ahmad

  8. Tanggapi Pernyataan Mahfud Soal Kursi 5 M, Rektor UIN Alauddin: Itu Pernyataan Ngawur

  9. Hindari Amukan Napi Lain, Pelaku Penembakan Christchurch Ditempatkan di Sel Isolasi

  10. Bus Penuh Anak Sekolah di Italia Dibajak dan Dibakar Imigran

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor

kolom

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

5 Potret Blusukan ala Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Memesona

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Momen Manis Amien Rais saat Momong Cucu

Image
News

10 Momen Manis Djarot Saiful Hidayat Bersama Istri, Bak Pengantin Baru!