image
Login / Sign Up
Image

Pangi Syarwi Chaniago

Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting.

Efektifitas Mesin Partai Koalisi Belum Menambah Asupan Elektoral Capres

Image

Capres dan Cawapres nomor urut 01 dan 02 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebelum mengikuti Debat Perdana Capres di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Dalam debat ini kedua calon presiden dan wakil presiden harus memaparkan tema materinya meliputi isu penegakan hukum, korupsi, HAM dan terorisme. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pemilu seretak (concurrent election) yang dilaksanakan untuk pertama kalinya menyisakan dilema yang membuat sebagian besar partai politik peserta pemilu 2019 pusing tujuh keliling. 

Pemilihan presiden dan anggota legislatif yang dilaksanakan secara serentak membawa dampak politik yang dikenal dengan istilah “coattail effect”.

Istilah ini bisa dimaknai sebagai karakteristik elektoral adanya pengaruh kuat dari seorang kandidat presiden yang dicalonkan terhadap elektabilitas partai pengsungnya. Efek dongkrak elektabilitas partai ketika calon yang diajukan memeliki elektabilitas tinggi.

baca juga:

Pemilu serentak juga menjadi misteri, pemilu yang paling rumit dalam sejarah, di mana ada 5 kertas suara yang bakal dicoblos rakyat di bilik suara, apakah akan terjadi fenomena "split ticket voting" fenomena pembelahan dukungan pilihan, tidak tegak lurusnya antara pilihan calon presiden dengan partai dan caleg.

Kalau kita baca data, pada pemilu 2004, pemenang pemilu adalah Golkar sebesar 21,58% dan PDIP 18,53%, sementara presentasi suara demokrat hanya 7,45% namun partai demokrat berhasil mengantarkan SBY terpilih menjadi presiden pertama kalinya dipilih secara langsung oleh rakyat pada pilpres 2004.

Demokrat hanya 5 besar dan bukan pemenang pemilu pada waktu itu bisa memenangkan pemilihan presiden karena terjadinya "split ticket voting" tidak tegak lurusnya pilihan partai dengan magnet elektoral aktor yang bertanding (figur) disebabkan pembelahan dukungan di tingkat grassroot/basis dukungan PDIP dan Golkar akibat dari kesetian pemilih cair karena masih lemahnya partai ID di Indonesia.

Situasi ini tentu akan menjadi masalah tersendiri bagi partai yang tergabung dalam koalisi yang bukan merupakan partai asal sang calon presiden. Namun partai-partai anggota koalisi masih punya jalan keluar, mereka harus membangun asosiasi yang kuat terhadap sang kandidat untuk memaksimalkan dukungan terhadap partainya, namun ini bukan pekerjaaan mudah.

Dalam membaca situasi “rule of the game” ini kita bisa menggunakan tiga logika utama untuk memetakan posisi partai politik. Pertama, “logika koalisi”. Di mana setiap partai yang tergabung dalam koalisi semestinya mempunyai kesepahaman untuk memenangkan kandidat yang sama-sama mereka usung. Soliditas partai koalisi adalah kunci untuk mewujudkan tujuan ini, namun kontrak politik yang jelas menjadi prasyarat utama.

Maka jika prasyarat utama ini tidak terpenuhi, soliditas partai yang tergabung dalam koalisi bisa tergangu. Koalisi yang dibangun dengan kontrak politik yang tidak mengikat anggotanya (political engagement) dengan kuat akan cenderung membuat masing-masing partai “miskin loyalitas” mencari jalan yang menguntungkan bagi partai itu sendiri.

Kedua, “logika partai”. Partai politik sebagai bagian dari alat untuk memaksimalisasi kekuasaan tentu akan digunakan oleh para anggotanya seoptimal mungkin. Maka 'game theory' partai politik akan memanfaatkan segala sumberdaya yang dimiliki untuk memenangkan partainya, semakin besar dukungan yang mereka dapatkan akan menentukan posisi tawar mereka dikemudian hari.

Atas dasar ini juga partai politik yang tergabung dalam koalisi yang merasa tidak diuntungkan akan mengambil langkah jalan sendiri bagaimana upaya menyelamatkan partainya, apapun yang terjadi, siapa pun presiden yang terpilih yang jelas masa depan partai adalah hal yang utama. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi partai yang ngak punya tiket capres.

Ketiga, “logika elektoral”. Situasi politik berkaitan dengan pemilu serentak membawa konsekuensi lain berkaitan dengan ‘coattail effect’ yang memberi keuntungan maksimal hanya kepada partai formatur ( partai asal capres), sehingga partai non-formatur harus bermain cantik untuk memaksimalkan dukungan terhadap partainya selain upaya asosiatif terhadap kandidat capres yang mereka usung.

Kita sepakat, amat sepakat bahwa ketiga logika di atas menjadi dasar utama, rasolionalisasi bagi sebagian partai untuk menyelamatkan partainya masing-masing, ketimbang hanya berfokus pada capres yang belum tentu berdampak positif secara elektoral terhadap masa depan partainya.

Oleh karena itu, saya melihat efektifitas mesin partai koalisi pendukung capres di luar mesin utama PDIP dan Gerindra belum punya dampak yang signifikan mendongkrak elektabilitas capres-cawapres. Padahal kunci kemenangan pilpres ada pada mesin partai, figur dan kepiawaian membaca trend perilaku pemilih, apa yang disenangi dan betul-betul mahir membaca apa yang dibutuhkan rakyat.[]

Editor: Dedi Ermansyah

Sumber:

berita terkait

Image

News

Terpilih Cawapres, Sandiaga Janji Gajinya Diberikan pada Fakir Miskin

Image

News

Sebut Infrastruktur langit Menuju Akhirat, TKN: Otak Ferdinand Harus Dibenerin

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Beginilah Suara Para Millenial Pasca Debat Cawapres Kemarin

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

YLKI: Debat Cawapres Lebih Mirip Adu Visi Misi Menteri

Image

News

Debat Pilpres 2019

OKE OCE Ingin Dibawa ke Tingkat Nasional, Ruhut: Bisa Nangis Rakyat Indonesia

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Akademisi: Alokasi Anggaran Riset Perlu Ditingkatkan

Image

News

Debat Pilpres 2019

Anang Hermansyah Nilai Debat Cawapres Tidak Tajam Soal Visi Kebudayaan

Image

News

Debat Pilpres 2019

Komnas HAM: Debat Cawapres Terlalu Jakarta Sentris, Tak Melihat Daerah Pedalaman

Image

News

Debat Pilpres 2019

Debat Cawapres Soal Pendidikan Dinilai Tak Memuaskan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Terpilih Cawapres, Sandiaga Janji Gajinya Diberikan pada Fakir Miskin

Semua gaji saya akan saya berikan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa

Image
News

Ketua DPRD Banten Ajak Masyarakat Hadirkan Pemilu Damai

"Dalam negara demokrasi, perbedaan adalah nafasnya."

Image
News

KPK Telusuri Peran Romy Dalam Kasus Suap Pengisian Jabatan di Kementerian Agama

Itu sedang didalami oleh KPK dan laporannya sebenarnya banyak

Image
News

Pelaku Penembakan Utrecht Berhasil Diidentifikasi

Image
News

Penyidik KPK Sita Uang Rupiah dan Dolar Dari Kantor Menteri Agama

Disita dari ruang Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar dengan nilai ratusan juta rupiah

Image
News

Kepada Muslimat NU, Khofifah: Bantu Hentikan Ujaran Kebohongan dan Hoaks

Bantu hentikan ujaran kebohongan, hoaks, jangan biarkan orang sebarkan fitnah, melakukan zalim

Image
News

Hujan Gelap Gulita, Prajurit TNI di Perbatasan RI-PNG Bantu Evakuasi Ibu Hamil

"Kampung ini sampai sekarang, sarana pelayanan kesehatan masih terbilang minim"

Image
News

Sebut Infrastruktur langit Menuju Akhirat, TKN: Otak Ferdinand Harus Dibenerin

Menurut saya memang otaknya saja yang harus dibenerin. Itu itu otaknya yang harus dibenerin.

Image
News
Debat Pilpres 2019

Sandiaga Uno Harusnya Jelaskan Lebih Detail Soal Wacana Penghapusan UN

"Bukan karena biaya tinggi, seperti alasannya 02"

Image
News
Debat Pilpres 2019

OKE OCE Ingin Dibawa ke Tingkat Nasional, Ruhut: Bisa Nangis Rakyat Indonesia

OKE OCE di Jakarta bisa menurunkan 20.000 pengangguran pada tahun 2018.

trending topics

terpopuler

  1. Pengamat: Ma’ruf Amin Diluar Dugaan Mampu Imbangi Sandiaga

  2. Lionel Messi Pertontonkan Magis di Laga Kontra Real Betis

  3. Nobar Debat Cawapres, Emak-emak: yang Disampaikan Sandi Aspirasi Masyarakat dari 1500 Titik Kunjungan

  4. Hat-trick James Rodriguez Sempurnakan Pesta Gol Bayern Muenchen

  5. Harga Sembako Dijadikan Alat Kampanye, Pedagang Pasar Tentukan Pilihan Ke Jokowi-Ma'ruf

  6. Empat Fakta Penyataan Sandi yang Disorot Publik

  7. TKN Nilai Pernyataan Ma'ruf Soal Stunting Buat Sandiaga Tak Kuasai Masalah

  8. BPN: Sandiaga Tampil Dengan Pernyataan Genuine Ciri Khasnya

  9. Anies Luncurkan Aplikasi Jakarta Aman, Pengamat: Mubazir, Lebih Baik Kembangkan Qlue

  10. Brighton Tantang Manchester City Usai Menang Adu Penalti

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Image
Hendra Mujiraharja

Perez Memalingkan Muka dari Mourinho untuk Zidane

Image
Hervin Saputra

Seberapa Kuat "Tradisi Indonesia" di All England?

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

10 Fakta Alfito Deannova, Presenter Berita yang Mencuri Perhatian di Debat Cawapres

Image
News

Jadi Caleg DPR RI, Begini 10 Potret Keseruan Choky Sitohang Blusukan

Image
News

Terpaut Usia 31 Tahun dari Suami, 5 Fakta Wury Estu Handayani Istri Ma'ruf Amin