image
Login / Sign Up

Dilema Alat Kontrasepsi di Venezuela: Sudah Mahal, Langka Pula

Citra Puspitaningrum

Image

Beatriz yang tinggal di Caracas, Venezuela, sudah mengalami dua kali aborsi | BuzzFeed News

AKURAT.CO, Venezuela kini tengah menjadi sorotan publik. Setelah diguncang hiperinflasi, presiden yang kini tengah berkuasa, Nicolas Maduro, dituntut mundur.

Sosok Juan Guaido pun muncul menobatkan dirinya menjadi presiden sementara. Sayang, Maduro enggan untuk mundur. Kemudian, terjadilah perebutan tampuk kekuasaan.

baca juga:

Tak hanya dilanda krisis ekonomi, kini negara Amerika Latin itu mengalami krisis politik. Saat dua 'gajah' saling bertarung, rakyat terjepit di tengah-tengah.

Di tengah himpitan ekonomi, mau tak mau rakyat harus menahan diri, termasuk dalam urusan reproduksi. Tidak mudah menjadi orang tua di Venezuela. Sebagian besar terpaksa menyuruh buah hatinya tidur dalam kondisi kelaparan. Jika tak mampu bertahan di negaranya sendiri, mereka harus ikut gelombang eksodus menyeberangi benua, sebuah keputusan yang mempertaruhkan nyawa.

Tak ada pilihan lain untuk reproduksi ini. Mereka tak boleh punya anak. Alat kontrasepsi pun menjadi buruan. Sayangnya, di tengah carut-marut ekonomi dan politik ini, otoritas tak mampu memenuhi kebutuhan alat kontrasepsi atau KB.

Dilansir dari BuzzFeed News, alat kontrasepsi sangatlah langka di negara itu. Persediaannya di apotek selalu terjual habis. Itu sebabnya sebagian besar dijual secara ilegal, seperti yang dilakukan seorang perempuan bernama Beatriz.

Dengan menyelipkan tangannya, perempuan 27 tahun ini meraih 2 bungkus pil KB yang disembunyikan di balik baju atasannya.

"Layani pasanganmu dan puaskan dia. Hanya saja, jangan lupa meminumnya setiap hari pada jam yang sama. Jika tidak, kau dalam masalah besar," kata perempuan Caracaz itu.

Masalah yang dimaksud di sini adalah kehamilan tidak diinginkan. Masalah ini pun menjadi makin lazim di negara yang langganan juara Miss Universe itu. Karena itulah, meski harganya tidak murah, mereka tetap memburunya. Cukup USD 1 (Rp14 ribu), mereka bisa mencegah kehamilan dalam 1 bulan.

Harga itu setara dengan upah bekerja mereka selama 1 minggu, tetapi masih jauh lebih murah daripada membeli kondom seharga gaji UMR mereka yang hanya bisa dipakai 2 hari saja.

"Perempuan tak lagi punya pilihan untuk urusan reproduksi mereka. Situasi ini sudah sangat kritis," kata Magdymar Leon, kepala LSM Venezuelan Association for Alternative Sexual Education (Avesa).

Tak hanya alat kontrasepsi yang langka, pasokan kebutuhan medis pun sudah sangat menipis. Tak heran ribuan perempuan Venezuela yang tengah mengandung memilih berjalan menyeberangi perbatasan Kolombia untuk melahirkan di sana. Namun, bagi mereka yang tak mampu meninggalkan negaranya, begitu juga menjangkau alat pencegah kehamilan, aborsi menjadi solusi satu-satunya.

Sayangnya, tindakan ini termasuk melanggar hukum di negara mayoritas Katolik itu. Mereka yang terbukti melakukannya akan dibui selama 2 tahun. Tak heran banyak perempuan Venezuela melakukan aborsinya sendiri memakai pil bernama misoprostol.

Sebenarnya, pil ini sudah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, tetapi untuk mengobati tukak saluran pencernaan. Perempuan Venezuela pun tak punya pilihan selain menyalahgunakannya untuk aborsi. Risikonya, aborsi bisa tidak tuntas.

Aborsi semacam ini juga pernah dialami oleh Beatriz. Bukan hanya sekali, melainkan dua kali.

"Situasi negara ini tak mendukung kami menambah anak lagi," kilahnya.

Bahkan, pada aborsi keduanya di tahun 2018 silam, perempuan itu harus dirujuk ke rumah sakit lantaran aborsinya tidak tuntas.

Nasib semacam itu tak hanya dialami Beatriz. Di 3 rumah sakit yang disurvei Avesa, rata-rata ada 10 pasien yang harus ditangani setiap harinya akibat aborsi sendiri.

Menurut seorang dokter yang tak mau disebut identitasnya, dalam setahun belakangan ini ada peningkatan signifikan terkait pasien yang harus dikuret. Sebagian besar disebabkan tindakan mereka yang mencoba aborsi sendiri di rumah. Ada juga yang janinnya tak mampu bertahan hidup dalam kandungan lantaran kekurangan gizi.

Tak jauh dari rumah sakit tempat dokter itu bertugas, terlihat antrean mengular di sebuah klinik bernama Plafam. Di tembok luar klinik itu, terpajang daftar harga berbagai metode kontrasepsi, termasuk implan IUD. Tak heran para perempuan itu rela menunggu antrean panjang di sana.

Hanya berselang satu hari, klinik itu sudah tutup. Di temboknya kini terpajang pengumuman lainnya, 'Stok Habis'. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Krisis Sudan Kembali Makan Korban, Paramiliter Tembak Mati Demonstran

Image

News

Krisis Venezuela, Oposisi Setuju Lanjutkan Pembicaraan di Barbados

Image

News

Venezuela Bebaskan 22 Tahanan Pasca Rilisnya Laporan PBB

Image

News

Dewan Militer Sudan Setuju Berbagi Kekuasaan dengan Oposisi sampai Diselenggarakan Pemilu

Image

Ekonomi

Kuba Kembangkan Uang Kripto Agar Bisa Bertahan dari Sanksi AS

Image

News

Pemerintah Venezuela: Duta Besar Jerman yang Diusir Akan Kembali ke Caracas

Image

News

Puluhan Ribu Demonstran Sudan Kembali Turun ke Jalan Meski Jaringan Internet Dimatikan

Image

Olahraga

Venezuela 0-2 Argentina

Messi Belum Maksimal, Scaloni Sebut Kaptennya Esensial

Image

Olahraga

FOTO Kalahkan Venezuela, Argentina Lolos ke Semifinal Bertemu Brasil

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ingin Berkoalisi, AHY Serahkan Kepada SBY untuk Tentukan Posisi Partainya

Partai Demokrat memiliki keinginan untuk bisa berkontribusi secara langsung, secara nyata, dan ini membutuhkan kerja sama semua elemen.

Image
News

Pengamat: Turunnya Kursi Golkar di Parlemen Jadi Peluang Bamsoet Kalahkan Airlangga

Turunnya perolehan kursi Golkar dibandingkan 2014 lalu, tentu ini menjadi kelemahan Pak Airlangga dan menjadi peluang penantang.

Image
News

SW Ditangkap Polisi Karena Hina Bupati Inhil dengan Sebarkan Foto Bersama Perempuan

Selain itu, konten yang disebarkan oleh SW itu memiliki muatan pengancaman terhadap korban HM Wardan (Bupati Inhil) dan Olva Susanti.

Image
News

Kunjungi Pameran Indo Security 2019, Kadiv Humas Polri: Keamanan Jadi Dasar Utama Suatu Negara

Keamanan mungkin juga bukan segala-galanya. Tetapi tanpa keamanan, semua yang ada di dalam negara tidak ada apa-apanya.

Image
News

Waketum PAN Sebut Pengurus DPP Banyak yang Ingin Jadi Oposisi

Di dalam DPP itu saya lihat banyak yang semangatnya menjadi oposisi. Buat saya menjadi koalisi dan oposisi sama-sama terhormat.

Image
News

KPK Disebut Tidak Menghormati Mahkamah Agung Sama Sekali

"Pernyataan bahwa KPK menghormati Putusan MA ini hanya pemanis bibir saja"

Image
News

Adu Kuat Meraih Jabatan Menteri di Kabinet Kerja Jilid II

"Dalam sistem presidensial yang kita anut, Presiden diberi kewenangan penuh untuk menyusun kabinet"

Image
News

Sebelum Jadi Ibu Kota Negara, Gubernur: Penuhi Dulu Hak Keadilan Warga Kalteng

Kami sangat siap, hanya saja ada sejumlah hal yang terlebih dulu harus dipenuhi pemerintah pusat jika pemindahan ibu kota telah ditetapkan.

Image
News

5 Festival Absurd di Berbagai Negara, Mandi Lumpur Hingga Saling Lempar Kotoran

Festival lumpur di Korsel mempunyai misi yang bagus, yaitu mendidik masyarakat akan pentingnya lumpur untuk bahan kosmetik

Image
News

Isu Jadi Menteri Pemerintahan Jokowi, AHY Tak Ingin Berandai-andai

Saya tidak ingin berandai-andai, saya memang banyak mendengar spekulasi yang beredar di media massa dan media sosial.

trending topics

terpopuler

  1. Meski Diremehkan, Timnas Indonesia Berpeluang Lolos dari Grup G

  2. 5 Fakta Menarik Turkmenistan, Negara Kaya Migas namun Dilanda Hiperinflasi

  3. Pembakaran Studio Animasi Kyoto Ingatkan 6 Pembunuhan Massal Tersadis di Jepang

  4. 7 Potret Menggemaskan Anak Artis saat Naik Sepeda, Bikin Gemas!

  5. Ingin Tukar Tambah Smartphone Kamu? Ikuti Trik Ini Biar Untung

  6. 10 Pesona Minati Atmanegara, Awet Muda di Usia 60 Tahun

  7. Cetak Gol Saat Lawan Persebaya, Ferdinand Dapat Pujian Dari Pelatih

  8. Gerindra Minta Masyarakat Tak Salahkan Anies Soal Pembongkaran Getih Getah di HI

  9. Sekilas Mirip Kawasaki Ninja, Kendaraan Pria Ini Bikin Geger Warganet

  10. Siap-Siap, Bumilangit Cinematic Universe Akan Rilis Superhero Indonesia!

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik