image
Login / Sign Up

191 Ribu Kilometer Jalan Desa, Luhut: Orang Indonesia Banyak Tak Percaya, Rodrigo atau Jim Kim Saja Tak Percaya

Siswanto

Image

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kanan) mendengarkan penjelasan Komandan Satgas Citarum Harum Sektor 8 Kolonel Czi Aby Ismawan (kedua kiri) saat meninjau aliran sungai Citarum lama (oxbow Cicukang) di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/12/2018). Tahun 2019 Pemerintah pusat akan menggelontorkan anggaran hingga Rp 640 miliar untuk pembenahan Sungai Citarum. | ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan 191.000 kilometer jalan desa sebagai sebuah pencapaian dalam pemerintahan Indonesia selama ini.

Luhut dalam "Lecture Series on Indonesia's Maritime Diplomacy: The Current Challenges" di CSIS Jakarta  mengatakan bahkan orang-orang dari Bank Dunia, seperti Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chavez dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menyebutnya sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Orang Indonesia banyak yang tidak percaya. Bahkan Rodrigo atau Jim Kim saja tidak percaya. Ini achievement. Tidak pernah terjadi pemerintah beri dana desa ke seluruh wilayah di suatu negara," ujarnya.

baca juga:

Luhut menyebut pemberian dana desa dipuji pihak Bank Dunia karena dapat mengurangi kemiskinan sehingga menekan gini ratio.

Luhut menuturkan saat debat calon presiden putaran kedua, Minggu (17/2/219), lalu, Joko Widodo sebagai calon presiden petaana memaparkan pencapaian pembangunan 191.000 kilometer jalan desa, banyak pihak tidak mempercayainya.

"Banyak yang tidak percaya karena tidak tahu. Padahal saya tanya kepala daerah Humbang Hasundutan di Danau Toba itu, katanya di kampungnya itu ada yang terbangun tiga kilometer, tujuh kilometer, ada juga kilometer. Rata-rata 3-5 kilometer," katanya.

Munculnya angka 191.000 kilometer itu, menurut Luhut, merupakan capaian hingga Agustus 2018 lalu. Besarnya angka tersebut disebutnya karena banyaknya penerima dana desa.

"Dana desa tu dibagikan kepada 74.853 desa. Coba saja kalikan itu," ujar Luhut.

Mantan staf khusus Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Muhammad Said Didu melalui akun Twitter @saididu meminta kejelasan dari pernyataan Jokowi mengenai pemanfaatan dana desa untuk pembangunan jalan desa dan irigasi.

"Bapak Presiden yang terhormat, apa ada staf Bapak bisa menjelaskan: 1) jalan desa 191.000 kilometer apakah jalan baru, perbaikan jalan, peningkatan kualitas, atau pemeliharaan atau gabungan. 2) satuan irigasi adalah unit maksudnya apa? Karena satuan irigasi biasanya kilometer," kata dia.

Pernyataan Jokowi yang dipertanyakan oleh Muhammad Said Didu yakni hasil pembangunan selama empat tahun dengan menggunakan dana desa. Dalam tweet, Jokowi menyebutkan rincian hasil dari penggunaan dana tersebut.

"Selama empat tahun ini, dana desa untuk sekitar 74.900 desa di seluruh Indonesia, telah menghasilkan infrastruktur seperti jalan desa 191.000 kilometer, 58.000 unit irigasi, 8.900 pasar, hingga 24.000 posyandu.
Ke depan, Program Dana Desa akan digeser ke pemberdayaan ekonomi desa," kata calon presiden petahana.

Pemerhati politik dan ekonomi yang merupaka pendukung Jokowi, Rustam Ibrahim, menekankan yang penting bagi masyarakat adalah kondisi jalanan yang mulus dan desa diterangi listrik.

Editor: Siswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Rustam: Tampaknya Anies telah Jadi Follower Presiden Jokowi dalam Pembangunan Infrastruktur

Image

Ekonomi

Pemerintah Cairkan Rp2,66 Triliun Untuk Rapel Kenaikan Gaji PNS

Image

Ekonomi

Misbakhun Pastikan RUU Pertembakauan Dibahas Lagi Usai Pemilu

Image

News

Anies Pastikan Tarif MRT Diputuskan Sebelum 24 Maret

Image

Ekonomi

Jokowi Sebut MRT Simbol Peradaban Baru Masyarakat Ibu Pertiwi

Image

News

Soal Tarif MRT, Anies: Kemungkinan Penerapannya Per Kilometer

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Pembentukan Badan Riset Nasional Hanya Akan Perpanjang Birokrasi

Image

News

Usai Naik MRT, Jokowi: Kota-Kota Besar di Indonesia juga Harus Membuat MRT

Image

Iptek

MRT Jakarta Bakal Dilengkapi Gerbong Khusus Wanita

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Kandidat Pilpres 2019 Diminta untuk Tidak Tergantung pada Hasil Survei

Banyak hasil survei yang tidak sejalan dengan fakta di lapangan.

Image
News

Mahfud MD: Nilai-nilai Pancasila Sudah Mulai Luntur

"Masyarakat saat ini ada kekhawatiran terhadap nilai-nilai Pancasila yang sudah mulai luntur,"

Image
News

Jokowi Minta Caleg PDIP Ajak Masyarakat untuk Tidak Golput

"Ini saya sampaikan agar mengajak masyarakat untuk datang ke TPS berbondong-bondong, jangan sampai ada yang golput,"

Image
News

Dua Kebakaran Terjadi Hampir Bersamaan di Ibukota

Berdasarkan data yang dilansir BPBD DKI Jakarta, kebakaran pertama terjadi di wilayah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta, Barat.

Image
News

TKN Hargai Survei Litbang Kompas

"Kami menghargai hasil survei kompas sebagai produk ilmiah dengan metodologi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan,"

Image
News

KPU Depok Pastikan WNA Tak Punya Hak Pilih

Ketua KPU Depok, Nana Sobharnamenegaskan kedua WNA itu dapat dipastikan tidak akan memiliki hak pilihnya.

Image
News

Kemendikbud Evaluasi Program Indonesiana di Ambon

"Dukungan ini tidak hanya sampai di tahun 2018, tetapi terus berlanjut demi mewujudkan program besar Ambon menuju kota musik dunia,"

Image
News

Anggota Brimob yang Gugur di Tangan KKSB Tulang Punggung Keluarga

"Orang tua profesinya buruh dan (korban) tulang punggung,"

Image
News

8.722 Penghuni Lapas di Jakarta Terancam Kehilangan Hak Pilih

"Kami tidak bisa melakukan pelayanan. Kemungkinan mereka tidak bisa nyoblos"

Image
News

Polisi dan BNNK Amankan 12 Orang Dalam Operasi di Tanjung Priok

"Kami mendapati beberapa warga yang mencurigakan. Ada yang sempat lari dan kami tangkap. Kami mengamankan sekitar 12 orang,"

trending topics

terpopuler

  1. Yuli yang Ditangkap Densus Meninggal di RS Polri, Suami Pilih Kuburkan di DKI Ketimbang Ditolak di Klaten

  2. Mulai Sekarang, Jauhi Minuman Manis Jika Tak Mau Mati Muda

  3. Alissa Wahid: Kalau Kelompok Ini Berkuasa, dengan Sistem Sentimen yang Dibangun akan Hilangkan Kesetaraan

  4. Program OK OCE Dianggap seperti Konsep Khilafah hingga Azan Dikumandangkan di Ruang Publik Selandia Baru

  5. Duh, Selama Live Streaming Aksi Teror Selandia Baru Tak Ada yang Lapor

  6. Rustam: Tampaknya Anies telah Jadi Follower Presiden Jokowi dalam Pembangunan Infrastruktur

  7. Terlalu Fokus Sama Karir, Kelima Zodiak Ini Kerap Lupa dengan Pasangan Cintanya

  8. 5 Fakta Penting Kiai Anwar yang Jasadnya Utuh meski Terkubur 31 Tahun

  9. 5 Mobil Mewah Bintang Tottenham asal Korsel, Ferrari Mahalnya Tak Boleh Merah

  10. Mbah Mijan: Sayang, Mamas Romy Salah Persepsi, Ekspektasi Tak Semontok Pantat Bayi

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Image
Hendra Mujiraharja

Perez Memalingkan Muka dari Mourinho untuk Zidane

Image
Hervin Saputra

Seberapa Kuat "Tradisi Indonesia" di All England?

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

Jadi Caleg DPR RI, Begini 10 Potret Sahrul Gunawan Blusukan sampai Diserbu Ibu-ibu

Image
News

7 Potret Seru Kahiyang Ayu Bercengkerama dengan Buah Hati

Image
News

8 Gaya Kampanye Bertrand Antolin, dari Sosialisasi Pemilu sampai Bancakan