image
Login / Sign Up

4 Risiko Ini Harus Ditanggung Mantan Anggota ISIS Perempuan Jika Ingin Pulang ke Negaranya

Citra Puspitaningrum

Image

Hoda Muthana yang berasal dari Amerika Serikat menjadi salah satu contoh perempuan yang gegabah memutuskan bergabung dengan ISIS dan kini minta bantuan untuk dipulangkan | CNN

AKURAT.CO, Beberapa tahun lalu, sejumlah perempuan dari seluruh dunia berbondong-bondong pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Tak disangka, kini sebagian dari mereka ingin pulang ke negaranya. Sebut saja Shamima Begum yang berasal dari Inggris. Belum lama ini, mencuat kabar serupa dari Hoda Muthana dari Amerika Serikat yang minta dipulangkan ke negara yang dipimpin Donald Trump itu.

Hoda Muthana mengaku tak berpikir panjang saat memutuskan pergi ke Suriah. Sayangnya, keputusan gegabah Muthana dan perempuan lainnya ini justru mempersulit mereka saat ingin pulang ke negaranya. Ada berbagai risiko yang tak bisa disepelekan saat mereka ingin kembali ke tempat asalnya.

Dikutip oleh AKURAT.CO dari Amnesty International, inilah 4 risiko yang harus dihadapi perempuan mantan anggota ISIS saat ingin kembali ke negaranya.

baca juga:

1. Tidak diizinkan pulang ke negaranya

Tidak semudah itu perempuan mantan anggota ISIS bisa pulang ke negaranya. Menyandang 'gelar' mantan anggota ISIS tak jarang mereka dilabeli sebagai teroris. Akibatnya, banyak negara yang khawatir jika mereka pulang ke negaranya. Beberapa negara pun memutuskan menolak kepulangan mereka. Lebih parahnya lagi, ada risiko kewarganegaraan mereka dicabut oleh pemerintah.

Misalnya seperti yang dialami oleh Hoda Muthana, seorang perempuan muda asal Amerika Serikat yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS 5 tahun yang lalu. Kini, di saat ingin kembali ke Negeri Paman Sam, Presiden Donald Trump justru melarangnya.

"Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan ia sepenuhnya setuju, untuk tidak mengizinkan Hoda Muthana kembali ke negara ini," tulis orang nomor satu di Amerika ini lewat akun Twitternya.

2. Diperlakukan semena-mena di negara asalnya

Sebagian perempuan mantan anggota ISIS beruntung bisa pulang ke kampung halamannya. Namun, bukan berarti mereka bisa hidup secara normal lagi.

Berlabel 'teroris', tentu ada perlakuan diskriminasi dari warga sekitar. Mereka jadi bahan cemoohan, terpenjara di rumah, dan bahkan rumahnya diancam akan dihancurkan. Seperti kesaksian mantan anggota ISIS dengan nama samaran 'Mona', dikutip dari laporan Amnesty International berikut ini.

"Aku kembali ke desa selama empat bulan dan tinggal bersama ibuku. Aku dan anak-anakku terpenjara di rumah. Kami tak berani pergi ke mana-mana. Orang-orang akan mencemooh kami di jalan. Hatiku rasanya meledak-ledak," ungkapnya dalam laporan itu.

Tak hanya diperlakukan semena-mena, mereka juga harus menghadapi proses peradilan lantaran pernah terlibat organisasi ekstremis. Karena itulah ada kemungkinan mereka harus mendekam di penjara, tergantung sejauh apa peran mereka di organisasi ini.

3. Dipaksa kembali ke kamp pengungsian

Setelah melarikan diri dari markas ISIS, tentu mereka tak langsung pulang ke negara asalnya. Mereka ditampung dulu di sebuah kamp. Meski sudah berhasil pulang ke kampung halamannya, masih ada kemungkinan mereka dipaksa kembali ke kamp pengungsian.

"Aku tak punya penghasilan di kamp, jadi aku memutuskan pulang ke kampung halaman. Aku bersama anak-anak, ibu, dan adik perempuanku. Namun, kami tidak aman di rumah. Seorang tetangga pernah mengatakan kalau keluarga ISIS harus dibunuh lantaran merupakan 'penyakit' masyarakat. Suatu hari seorang pria datang ke rumah dan mengatakan pemerintah pusat menyuruh kami ke kamp khusus perempuan dan anak-anak ISIS. Kami pun tak punya pilihan lain," tutur Rania, bukan nama sebenarnya, kepada organisasi Amnesty International.

4. Masa depan suram

Berlabel 'teroris' tentu membuat mereka kesulitan memulai hidup baru. Mereka mengalami trauma perang dan diskriminasi serta intimidasi dari warga sekitar. Akibatnya, sangat sulit bagi mereka untuk menghidupi dirinya dan anak-anak mereka.

Mereka juga belum tentu punya keterampilan khusus yang bisa memudahkan mereka mencari pekerjaan. Akhirnya, nasib mereka terkatung-katung

"Kami tak punya penghasilan dan tempat untuk berlindung. Anak-anak tak bisa baca tulis dan suami kami sudah tewas dalam perang. Kami hanya duduk termangu di sini, menghabiskan waktu sambil menunggu ajal tiba," ungkap Huda, bukan nama sebenarnya, perempuan yang menghuni kamp pengungsian Hamam al-Alil di Irak.[]

Editor: Ghendhiz A.

berita terkait

Image

News

BPBD: Ribuan Warga Magetan Terdampak Krisis Air Bersih

Image

Ekonomi

BCA Butuh Akusisi Satu Bank Lagi, Buat Apa?

Image

Ekonomi

Pasca Akusisi PT SBI, Semen Indonesia Akui Volume Penjualannya Meningkat

Image

News

Mantan Panglima NII Ungkap Banyak Artis dan Atlet Gabung Kelompok Radikal

Image

Ekonomi

Pidato Jokowi hingga Perang Dagang Kuatkan Rupiah

Image

News

Polda Maluku Selidiki Isu Bom ISIS di Universitas Pattimura Ambon, Masyarakat Diminta Tenang

Image

Ekonomi

Rupiah Masih Tertekan Sentimen Perang Dagang

Image

Ekonomi

Akuisisi Danareksa Sekuritas, Pertumbuhan Laba BRI Tumbuh Melambat di Semester I 2019

Image

News

Ryamizard Ingatkan Ancaman Teroris Generasi Ketiga

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

5 Tradisi Super Ekstrem dari Berbagai Negara, Ada Praktik Makan Anggota Keluarga yang Mati

Dari sekian banyak tradisi, tidak jarang beberapa di antaranya terkesan mengandung ritual mengerikan

Image
News

5 Kejadian Misterius di Ruang Angkasa, Semburan Cahaya hingga Ular Melayang

Para kru Apollo 11 menuturkan bahwa mereka mampu merasakan "semburan cahaya" aneh walaupun dengan mata tertutup.

Image
News

Polisi Belum Tetapkan Tersangka dalam Kasus Obat Kadaluarsa kepada Ibu Hamil

Jadi kita tidak mau buru-buru menetapkan tersangka.

Image
News

Baru Pulang Haji, Dirut PT INTI Mangkir dari Panggilan KPK

Adapun alasan ketidakhadirannya dalam pemeriksaan, lantaran baru saja pulang dari tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji.

Image
News

Terdesak Mesti Bayar Sekolah Anak, Tukang Ojek Ini Nekat Mencuri di Rumah Kosong

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, tersangka langsung menggasak barang-barang milik korban yang ada di ruang tengah.

Image
News

Putri Proklamator Tak Setuju Soal Wacana Perubahan Kementerian PPPA

"Lah kalau Kementerian PP-nya tidak ada, bagaimana mengelola CEDAW?"

Image
News

Rohaniawan Katolik Minta Pemerintah Hentikan Pendekatan Gunakan Senjata di Papua

Papua adalah bagian besar dari Indonesia.

Image
News

Zulhas Minta Kader PAN 'Move On' Pasca Pilpres

Kita harus susun kekuatan, namun kalau masih baper dan belum move on maka tidak bisa melakukan itu.

Image
News

KPK Perpanjang Masa Penahanan Tersangka Suap Izin WNA di Mataram

Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan untuk 30 hari kedepan dimulai tanggal 26 agustus 2019 hingga 24 september 2019.

Image
News

5 Tradisi Pubertas Lelaki yang Bikin Merinding, Ada yang Kunyah Kulup Sunat

Dengan mengunyah kulup, si bocah dianggap telah memakan "anaknya sendiri" dan anak itu akan tumbuh di dalam dirinya dan membuatnya kuat

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. 2 Jam Besuk Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Cuma Bahas Soal Lagu

  2. Bisnis Ternak Hewan 'Nyeleneh' yang Menghasilkan Banyak Uang

  3. Soal Cuitan 'Pabrik Susu', Aura Kasih Belum Tentukan Sikap Ke Jalur Hukum

  4. Jadi Ibu Baru, 10 Potret Memesona Aura Kasih Dua Bulan setelah Melahirkan

  5. Tunda Bulan Madu, Roger Danuarta-Cut Meyriska Pilih Hadiri Pengajian Gus Anom

  6. Ada yang Minimal Rp180 Juta, 5 Pernikahan Adat Ini Dikenal Paling Mahal di Indonesia

  7. Ajib, Pria Asal Purbalingga Ini Pakai Motor Mahal Yamaha R15 Buat Jualan Siomai

  8. Uji Coba Kontra Iran Belum Buat Fakhri Husaini Puas

  9. 5 Bedah Transplantasi Paling Menghebohkan, Ada yang 'Permak' Wajah Total

  10. Puluhan Terpidana Mati dan Tahanan Seumur Hidup Dipindahkan ke Lapas Kedungpane Semarang

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Andre Purwanto

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Image
Video

VIDEO Jurus Optimalkan Perekonomian Domestik ala Destry Damayanti

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Sosok

Image
News

5 Kontroversi Aceng Fikri, Mantan Bupati Garut yang Kena Razia Satpol PP

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin