image
Login / Sign Up

Heboh Tagar #ThaiCoup, Begini Drama Politik di Thailand

Sahistya Dhanes

Image

Pimpinan partai Raksa Chart Thailand, Preechapol Pongpanich, mengangkat berkas pencalonan Putri Thailand Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi, di kantor komisi pemilihan di Bangkok, Thailand 8 Februari 2019. | REUTERS / Athit Perawongmetha

AKURAT.CO, Thailand saat ini tengah dilanda gonjang-ganjing politik setelah sang raja secara terbuka menghalangi adik perempuannya untuk menjadi perdana menteri.

Peristiwa bermula saat Partai Raksa Thailand, sebuah kelompok populis yang berafiliasi dengan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, mengumumkan bahwa Putri Ubolratana Rajakanya, kakak perempuan Raja Maha Vajiralongkorn, akan mencalonkan diri sebagai calon perdana menteri pada pemilihan 24 Maret mendatang.

Tak lama setelah pengumuman itu, Perdana Menteri saat ini, Prayut Chan-ocha yang mewakili pemerintah militer yang berkuasa, turut mengumumkan bahwa ia akan turun dalam kontestasi pemilu.

baca juga:

Namun kemudian raja menentang pencalonan adik perempuannya sendiri dengan menyebut bahwa tidak pantas keluarga kerajaan memasuki dunia politik. Dalam pernyataan Jumat lalu, raja mengatakan bahwa masuknya anggota keluarga kerajaan ke dunia politik akan merusak semangat konstitusi.

Akademisi Paul Chambers mengungkapkan bahwa kondisi ini dapat memicu kudeta, terlebih Thailand merupakan negara yang akrab dengan kudeta.

"Ada begitu banyak kudeta dalam sejarah Thailand sehingga ketika Anda melihat kendaraan militer di jalan, pasti ada sesuatu," katanya, dilansir dari laman CNBC, Selasa (12/2).

Turunnya kendaraan militer ke jalan diklarifikasi oleh aparat yang mengatakan hal itu hanyalah pemindahan untuk kepentingan latihan militer. Namun, diduga tujuan lainnya mengerahkan militer adalah untuk mengantisipasi kerusuhan politik.

Isu kudeta semakin memanas setelah media sosial di Thailand diramaikan dengan tagar #ThaiCoup. Tagar tersebut telah menjadi trending topic di Thailand sejak hari Minggu. Selain itu, salah satu penyebab kencangnya isu kudeta adalah adanya rumor yang menyebut terjadi perpecahan dalam faksi militer.

Kabar lainnya adalah isu bahwa Partai Thai Raksa yang mengusung Putri Ubolratna akan berusaha disingkirkan dari pemilu. Apabila hal itu terjadi, maka ketegangan akan semakin meruncing.

"Pengumuman kerajaan jelas menyebut bahwa partai itu melanggar hukum pemilu," ungkap salah seorang pendukung pemerintah, mengutip pernyataan raja pada Jumat lalu.

Pengamat politik mengatakan pencalonan sang putri di bawah Partai Thailand Raksa yang pro Thaksin akan dipandang sebagai masalah yang berpotensi mengganggu kekuasaan militer saat ini.

"Jika Ubolratana diizinkan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan, dia kemungkinan akan mendapatkan suara terbanyak mengingat penghormatan terhadap keluarga kerajaan di negara itu," ungkap Joshua Kurlantzick, pengamat dari Dewan Hubungan Luar Negeri Asia Tenggara.

"Dan jika dia memenangkan pemilihan, kekuasaan akan berayun menjauh dari militer dan menuju nexus populis/royalis," tambah pakar tersebut.

Aliansi formal baru antara putri dan kelompok yang dekat dengan Thaksin dapat menjungkirbalikkan dinamika politik tradisional Thailand. Secara historis, militer dan keluarga kerajaan selalu bersekutu dan melawan kelompok populis.

"Thaksin mewakili antitesis dari partai yang secara tradisional mendukung keluarga kerajaan, jadi adalah situasi yang sangat aneh," kata Simon Hopkins, CEO perusahaan investasi Milltrust International. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Krisis Sudan Kembali Makan Korban, Paramiliter Tembak Mati Demonstran

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia U-16

Bima Sakti: Performa Pemain Timnas U-16 Semakin Berkembang

Image

Hiburan

Kesan Bio One dan Shalshabilla Adriani Habis Nonton Film Horor Nakee 2

Image

Iptek

Perluas Pembayaran Digital, GO-JEK Gandeng Raksasa Bank Thailand

Image

News

Krisis Venezuela, Oposisi Setuju Lanjutkan Pembicaraan di Barbados

Image

Olahraga

Daud Yordan

Daud Yordan Hadapi Petinju Thailand di Pattaya 4 Agustus

Image

News

Dewan Militer Sudan Setuju Berbagi Kekuasaan dengan Oposisi sampai Diselenggarakan Pemilu

Image

News

Berita Populer 5 Berlian Termahal di Dunia hingga Demokrat Siap 'Perang' Hadapi PHPU Pileg di MK

Image

News

Tak Sengaja, Video Selfie Turis Ini Rekam Geng Copet Cantik London

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bakesbanpol DKI Berjanji Perbaiki Fasilitas Pengungsi Pencari Suaka

Bakesbanpol Provinsi DKI Jakarta berjanji akan terus memperbaiki fasilitas serta sarana-prasarana pengungsian

Image
News
Haji 2019

Kemenag: Calon Haji Aceh 36,5 Persen Berusia 60 Tahun Berangkat 20 Juli

Sekitar 36,5 persen calon haji asal provinsi ini Aceh berusia 60 tahun lebih dijadwalkan bakal berangkat 20 Juli 2019.

Image
News

Dinsos DKI Berencana Adakan Belajar Bersama Anak Pengungsi Pencari Suaka

Para petugas Dinas Sosial DKI Jakarta berencana mengadakan belajar bersama untuk para anak pengungsi pencari suaka di Kalideres.

Image
News

Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf Saat Gerhana Bulan 17 Juli, Ini Tata Caranya

"Pelaksanaan shalat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing," kata Muhammadiyah Amin.

Image
News

Hormati Pertemuan Jokowi-Prabowo, PKS Akan Tetap Dampingi Prabowo-Sandi

"Pertemuan tersebut sebenarnya menunjukkan sikap ksatria dari Prabowo, beliau selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara"

Image
News
Haji 2019

Dua Jemaah Haji Asal Surabaya dan Batam Meninggal di Madinah

Penyebab wafat Subli adalah hipertensi yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah ke otak. Sementara Soeratno akibat gastritis dan dehidrask.

Image
News

Lanjutkan Proses Hukum Sjamsul Nursalim, Sikap KPK Dinilai Mengecewakan

Saat ini KPK berbalik mengklaim bahwa peran dan perbuatan SN dan IN berbeda dengan SAT.

Image
News

Polisi Indramayu Selamatkan 19 anak dari Tindak Pidana Perdagangan Orang

Kapolres Indramayu AKBP Yoris M.Y Marzuki mengungkapkan, polisi mengetahui adanya TPPO tersebut berkat adanya laporan dari para orang tua.

Image
News

Ketua PA 212 Akan Berjuang Sekuat Tenaga Terlaksananya Ijtima Ulama ke-4 di Jakarta

Ijtima Ulama ke-4 siap digelar di Jakarta.

Image
News

Permunas Apresiasi Pidato Jokowi Sampaikan Agenda Lima Tahun Kedepan

Poin-poin fokus dari penyampaian agenda Indonesia selama lima tahun kedepan oleh jokowi perlu di apresiasi, didukung dan dikawal.

trending topics

terpopuler

  1. Inter Milan Buka Pramusim dengan Kemenangan

  2. Sindir Iuran untuk Habib Rizieq, Denny: Sisanya Banyak, Bisa Buat Beli Rubicon

  3. Pria Jepang Ini Jadikan Kekasihnya PSK untuk Bayar Utang dan Judi

  4. Istana Tak Main-main Pindahkan Ibu Kota Negara

  5. Jemaah Calon Haji Termuda Asal Asahan Seorang Mahasiswa SPN

  6. Paranormal Terawang Pidato Presiden Jokowi

  7. Viral, Potret Stadion GBLA Gedebage Tak Terawat yang Bikin Warganet Prihatin

  8. Raffi Ahmad Dibolehkan Nagita Slavina Menikah Lagi, Asalkan...

  9. Tak Ada Tabayyun ke Ulama Bertemu Jokowi, PA 212: Prabowo bukan Pemimpin Kami

  10. Roach: Thurman akan KO di Ronde Kesembilan

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Image
Hasan Aoni

Puzzle Kehidupan Puisi Tiyo

Image
UJANG KOMARUDIN

Bagi-bagi Jatah Menteri

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik