image
Login / Sign Up

Berat di Ongkos, Tradisi Valentine khas Jepang Makin Tak Diminati

Citra Puspitaningrum

Image

Para perempuan Jepang mulai enggan memberikan cokelat kepada rekan kerja lelaki di kantor | The Guardian

AKURAT.CO, Tak terasa Hari Valentine sebentar lagi tiba. Hari kasih sayang ini identik dengan memberikan cokelat kepada kekasih tercinta. Namun, lain padang, lain belalang. Lain lubuk, lain pula ikannya.

Di Jepang, terdapat tradisi yang mengharuskan perempuan memberikan cokelat kepada lelaki. Bukan hanya kepada kekasih, melainkan juga kepada rekan kerja di kantor. Jika Anda berada dalam posisi perempuan Jepang, coba hitung berapa banyak uang yang harus Anda habiskan untuk membeli cokelat?

Memang ada bermacam-macam cokelat yang dijual di toko. Ada yang murah, ada pula yang mahal. Namun, jika dikalikan jumlah rekan kerja lelaki di kantor, tentu tak sedikit uang yang mesti dikeluarkan. Hal inilah yang dirasa memberatkan banyak perempuan di Negeri Sakura itu.

Dilansir dari The Guardian, tradisi ini disebut 'giri choco', yang secara harfiah bermakna 'cokelat wajib'. Para pria yang mendapat cokelat itu akan membalasnya pada tanggal 14 Maret atau 'White Day'.

Namun, tradisi ini makin tidak diminati. Bagi sebagian perempuan, paksaan untuk menghabiskan ribuan yen (ratusan ribu rupiah) demi cokelat tak bisa lagi ditoleransi. Sejumlah perusahaan pun sudah melarang praktik ini. Mereka memandangnya sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan pelecehan.

Menurut sebuah survei, 60 persen perempuan lebih suka membeli cokelat untuk menyenangkan dirinya sendiri pada Hari Valentine. Sementara itu, 56 persen perempuan memberikannya kepada anggota keluarga. Hanya 36 persen perempuan membeli cokelat untuk kekasih atau lelaki yang ditaksirnya.

Terkait dengan rekan kerja, hanya 35 persen perempuan yang berencana memberikan cokelat kepada lelaki di lingkungan kerjanya, menurut jajak pendapat oleh sebuah pusat perbelanjaan di Tokyo.

"Sebelum ada larangan ini, kami bingung berapa pantasnya harga cokelat yang kami berikan dan kepada siapa saja yang harus kami beri. Untungnya, tak ada lagi tradisi pemaksaan memberi seperti ini," kata salah satu partisipan dalam survei itu.

Tradisi memberi cokelat sebagai hadiah Hari Valentine ini mulai marak di Negeri Sakura pada tahun 1950an. Tradisi ini pun makin dikomersialkan dan menghasilkan omset puluhan miliar rupiah. Yang paling diuntungkan tentu para produsen. Hasil penjualan cokelat Valentine pun menjadi yang terbesar dari seluruh penjualan dalam setahun.

Namun, penentangan tradisi 'giri choco' ini mendorong perusahaan banting setir dalam menyusun strategi pemasarannya. Menjelang Hari Valentine tahun lalu, perusahaan cokelat khas Belgia, Godiva, menggegerkan publik lantaran membeli slot iklan surat kabar satu halaman penuh yang mengajak para perempuan untuk tidak mengikuti tradisi 'giri choco'.

"Hari Valentine adalah hari untuk mengungkapkan cinta sejati, bukan untuk rekan di lingkungan kerja," tulis iklan itu.

Sementara pembeli individu tak lagi bisa diandalkan, perusahaan cokelat kini mengincar pangsa pasar pembelian kolektif. Misalnya saja, Japan Airlines berencana membagikan cokelat kepada semua penumpang pada penerbangan tanggal 14 Februari mendatang. Sementara itu, sebuah resor sumber air panas di dekat Tokyo mempromosikan pemandian yang diisi 'air cokelat' yang mengepul panas. []

baca juga:

Editor: Dian Dwi Anisa

Sumber:

berita terkait

Image

News

Setelah 3,5 Tahun Terbang, Pesawat Antariksa Jepang Sukses Mendarat di Asteroid

Image

Gaya Hidup

Jepang Ada-ada Saja, Bikin Museum Kotoran Manusia

Image

News

Kisah 980 Tentara Jepang yang Tewas Dibantai Buaya

Image

News

Gunakan Makeup, Pemuda Jepang Ini Ubah Dirinya Jadi Mirip Boneka Bule

Image

News

Pesawat Tempur Jepang Jatuh di Laut, Seluruh Awak Selamat

Image

Ekonomi

Berikut 5 Kota Diminati Milenial untuk Mencari Pekerjaan dan Kehidupan yang Layak

Image

Gaya Hidup

Yummy! Ke Jepang, Jangan Lupa Cicip 4 Kuliner Lezat Ini

Image

Gaya Hidup

Tak Melulu Tokyo, Coba Kunjungi Tohoku Saat ke Jepang

Image

Gaya Hidup

Teamlab Planets Jepang Tawarkan Sensasi Visual yang Menakjubkan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kebakaran Pabrik Kayu Akibatkan 14 Karyawan Alami Luka-luka di Lumajang

Total karyawan yang mengalami luka bakar sebanyak 14 orang dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haryoto Lumajang.

Image
News

KRL Jakarta Kota-Bogor yang Terganggu Sudah Dievakuasi

PT KCI memohon maaf atas kondisi tersebut. Proses mengurai antrean di lintas terus dilakukan untuk menormalkan kembali operasional KRL.

Image
News

Kisah Nasib Para Pembelot Korea Utara

Membelot dari negara yang begitu terisolasi bukanlah perkara mudah

Image
News

Tim Gabungan Kejaksaan Tangkap Buronan Terpidana Korupsi di Jatim

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor: 2685K/Pid.Sus/2017 tanggal 02 Februari 2018, Alexander Arif sebagai terpidana korupsi.

Image
News

Timses Jokowi: Munajat 212 Kental dengan Nuansa Politis

Banyak dugaan memang terjadi pelanggaran.

Image
News

KRL Jakarta Kota-Bogor Terganggu, Penumpang Diimbau Cari Transportasi Lain

Perjalanan KRL dari arah Bogor dari Jakarta Kota/Jatinegara masih mengalami antrean KRL.

Image
News

PFIJ Kutuk Keras Kekerasan Terhadap Jurnalis di Acara Munajat 212

Dalam menjalankan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum.

Image
News

Botswana Usulkan Pemusnahan hingga Pengalengan untuk Atasi Populasi Gajah Berlebih

Jumlah gajah di Botswana diperkirakan mencapai 130.000 yang menyebabkan terjadinya peningkatan konflik antara gajah dengan manusia

Image
News

KPU: UU Pemilu Belum Atur Soal Surat Suara DPTb

KPU perlu instrumen hukum yang mengatur pencetakan surat suara khusus bagi pemilih DPTb.

Image
News

Indopos Langgar Kode Etik Terkait Berita 'Ahok Gantikan Ma'ruf Amin?

Alhamdulillah kami mensyukuri dinyatakan pihak Indopos bersalah melanggar kode etik.

trending topics

terpopuler

  1. Timses Jokowi Sebut Sudirman Said Lakukan Pembohongan Soal Pertemuan Jokowi dan James Moffett

  2. Buah Matoa dari Papua dengan Segudang Khasiat untuk Kesehatan

  3. Inovasi Helm ala Emak-emak Ini Kocak, Mother Siapa Nih?

  4. Sebelum Suami Istri Itu Meninggal Mengenaskan, Ada yang Menulis: Aku Benci Perceraian

  5. Puan: Jokowi Senang Berkerja dan Tidak Pernah Istirahat

  6. Intimidasi dari Peserta Munajat 212, Pengamat: Hentikan Kekerasan terhadap Jurnalis!

  7. Netizen ke Jimly Asshiddiqie yang Maju Jadi Legislator: Tapi Sayang Ya, Jejak Digital Bapak Tidak Dukung 212

  8. Balas Budiman Sudjatmiko, Dahnil: Receh Banget Komentarmu Om

  9. Masih Lajang di Usia 40 Tahun, 7 Aktris Korea Ini Tampak Awet Muda

  10. Ruhut Sitompul: Sudirman Said Dicopot sebagai Menteri Karena Tidak Punya Prestasi

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Wawancara

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
Ekonomi

Mengagumkan! Ibu Empat Anak Ini Ternyata Jack Ma-nya Rusia

Image
News

5 Pejabat Ini Rajin Sempatkan Berolahraga di Sela Kesibukan Urus Negara

Image
News

10 Potret Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Mencuri Perhatian