image sampah 7
Login / Sign Up

Pengacara: Tak Ada Perkara Penganiayaan di Riau Seberat Ini, Tapi Penanganan Paling Minim, Paling Sepele

Siswanto

Image

Ilustrasi - Hakim | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO Sebanyak 80 advokat yang tergabung dalam "Gerakan 1.000 Advokat Bicara untuk Kemanusiaan" mendesak Kepolisian Daerah Riau menuntaskan perkara penganiayaan terhadap salah satu keluarga di Kabupaten Rokan Hilir.

"Sudah tiga kapolda (Riau) berganti, tapi kasus ini stagnan. Tidak ada perkembangan. Padahal, tidak ada perkara penganiayaan di Riau yang seberat ini. Tapi penanganan paling minim, paling sepele," kata Suroto, salah satu advokat, Senin (11/2/2019).

Kasus penganiayaan yang dialami pasangan suami isteri Rajiman (55) dan Maryatun (45) serta anak mereka, Arazaqul (11), terjadi pada 2013 di Dusun Sera, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, Riau

baca juga:

Setelah dianiaya, Arazaqul harus menggunakan alat khusus yang terpasang pada bagian perut karena mengalami penyumbatan pencernaan. Alat itu masih terpasang hingga kini. Rajiman mengalami 25 luka tusuk di sekujur tubuhnya. Beruntung Rajiman masih bisa diselamatkan meski sekarang tak lagi normal.

Suroto mengatakan aksi keji itu dilakukan sejumlah pria berbadan kekar dan diduga suruhan seorang pria berinisial AB, yang tak lain merupakan anggota DPRD aktif di salah satu daerah di Sumatera Utara dan menjadi ketua dewan pimpinan cabang salah satu partai.

"Sebelum penganiayaan dilakukan, terduga pelaku sering mengintimidasi korban," ujarnya.

Usai aksi penyerangan membabi buta, Sumardi membuat laporan ke Polsek Panipahan.

Polisi sudah melihat kondisi para korban yang kala itu dirawat di Rumah Sakit Indah Bagan Batu. "Akan tetapi setelah itu, selama bertahun-tahun perkaranya tidak pernah ditangani dan terhadap para korban yang sudah sembuh pun tidak pernah diperiksa," ujar Suroto yang sejak awal membantu keluarga korban.

Baru pada 2017, kata dia, polisi memeriksa korban, saksi dan bukti visum kejadian yang terjadi enam tahun sebelumnya. Polisi akhirnya menetapkan tiga tersangka, yang seluruhnya pelaku pemukulan. "Tapi DPO tidak pernah berhasil ditangkap. Begitu juga terkait AB yang sampai sekarang tak pernah dipanggil polisi," ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh Suroto, di tahun 2011 sudah dua kali dilakukan pemanggilan terhadap AB. Lalu, di tahun 2018 yang bersangkutan juga sudah dua kali dipanggil. AB juga telah beberapakali dilakukan upaya jemput paksa. Namun polisi tak berhasil membawanya, dengan alasan AB tidak diketahui keberadaannya.

"Ini sangat aneh. Logikanya untuk mencari dan menangkap penjahat di tengah hutan saja polisi mampu. Masa untuk mencari AB yang jelas alamat kantor dan rumahnya, polisi tidak bisa," kata Suroto.

Untuk itu, dia berharap dengan adanya "Gerakan 1.000 Advokat Bicara Untuk Kemanusiaan" dapat menjadi babak baru upaya meraih keadilan yang diterima keluarga Rajiman.

"Harapan kita, perkara ini sudah enam tahun. Dua alat bukti sudah ada. Visum sudah ada di Polres Rohil. Sudah tersangka dan DPO. Semoga dalam waktu dekat ditangkap," kata dia.

Kepala Sub Direktorat III Ditreskrimum Polda Riau AKBP Mohammad Kholiq mengatakan petugas akan melakukan gelar perkara kasus tersebut. Dia menuturkan gelar perkara itu untuk mengidentifikasi keterlambatan penyidikan.

"Kasus akan kita tindak lanjuti dengan gelar perkara. Apakah ada hambatan atau tidak. Hambatan dari kita atau penyidikan, sehingga kita bisa sampaikan SP2P-nya kepada korban," kata Kholiq. []

Editor: Siswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

FOTO Peringatan Satu Tahun Tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun

Image

News

KPK Sebut PT Palma Satu Cabut Permohonan Praperadilan

Image

News

DPRD DKI: Pembangunan Infrastruktur Bidang Perhubungan Tidak Efektif Jika Tak Memiliki Rencana Induk

Image

News

Teman yang Bunuh Teman Gara-gara Ponsel Akhirnya Menyerah ke Polisi

Image

News

Sebelum Beraksi, Komplotan Begal Sadis Hingga Patahkan Kaki Ibu-Ibu Mengaku Konsumsi Tramadol

Image

News

Sadis Betul Percobaan Pembunuhan Keluarga Pensiunan Polisi di Dairi

Image

News

Saksi: Pas Kutengok Dia Udah Tak Gerak, Aku Mengira Tidur, Tapi Kubangunkan Enggak Juga Bangun

Image

News

Pegawai Bank Mandiri Syariah Meninggal di Kamar Mandi, Keluarga: Mudah-mudahan iPhone-nya yang Hilang Dapat Dilacak Polisi

Image

Ekonomi

Kisah Warga Sumatera, ke Jakarta Lewat Singapura Imbas Tiket Pesawat Mahal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Sidang MK, Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf Tolak Sidang Pilpres Ditunda

Ini kan soal keadilan, masing-masing kan diberi waktu satu hari

Image
News

Saksi Beberkan Sejumlah Kepada Daerah Terlibat Dalam Pemenangan Jokowi-Ma'ruf

Anas menunjukan gambar orang, tokoh, pejabat, kepala daerah dan diarahkan untuk memberikan dukungan logistik untuk salah satu paslon

Image
News

Sidang MK, Saksi Ungkap Adanya Pengerahan Mempromosikan Keberhasilan Jokowi

Saya ingat ada konsultan pendamping dari tingkat provinsi, saya ingat namanya Yasiana Damanhudi. Itu mengarahkan lewat grup WA.

Image
News

Saksi Pemohon Ungkap Adanya Kotak Suara Dibuka dan Tercobrol di Kalimantan Barat

Ada kotak suara dari TPS dibawa dulu ke gereja di Pondok Indah Lestari dan dibuka

Image
News

Berganti Hari, Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Tanyakan Batas Waktu Persidangan di MK

Interupsi sebentar yang mulia, sekarang jam 12 malam, ini kalau kita pakai tahun masehi berganti waktu.

Image
News

Mahfud MD: Hakim MK Sudah Profesional dan Tegas

Menurut saya Hakim MK sampai sidang ketiga hari ini sudah profesional dan tegas

Image
News
Pemilu 2019

Hakim MK Tak Boleh Terintimidasi Oleh Pernyataan BW

"Bagaimanapun, hakim-hakim MK tidak boleh diintervensi oleh siapapun"

Image
News

Terkait Kesaksian Said Didu, Yusril: Saya Memutuskan Tidak Bertanya

Kalau saya bertanya jawabannya pendapat, sementara Mas Said Didu ini hadir sebagai saksi. Saya memutuskan tidak bertanya

Image
News

Di Persidangan MK, Saksi Pemohon Ungkap Deklarasi Gubernur Jateng Dukung 01

Pada saat itu, Gubernur Jateng mendeklarasikan, pada hari ini saya bersama bupati wali kota se-Jawa Tengah mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpre

Image
News
Pemilu 2019

Misteri Isi Amplop Cokelat dari Saksi Tim Prabowo-Sandi kepada Hakim MK

Amplop tersebut berkaitan dengan penyimpanan hasil surat suara.

trending topics

terpopuler

  1. Ekspresi Seorang Ayah Saat Diberitahu Anaknya Hamil, Bahagia Sampai Mewek

  2. Platini Ditahan, Muncul Lima Negara Pengganti Qatar

  3. Jumlah Saksi Dibatasi, Ketua Hukum Prabowo-Sandi: Bagaimana Kita Membuktikan Kecurangan Pilpres?

  4. Bawa Kabur Tas Berisi Uang Rp91 Juta, Satpam Ini Diburu Polisi

  5. Tim Hukum Prabowo-Sandi Hadirkan Ahli IT BPN dan ITB di Sidang Lanjutan PHPU Pilpres

  6. Harga Minyak Langsung Naik Saat Xi Jinping dan Trump Rencanakan Pertemuan

  7. DPRD DKI: Pembangunan Infrastruktur Bidang Perhubungan Tidak Efektif Jika Tak Memiliki Rencana Induk

  8. Dianggap Berikan Kesaksian Palsu, Kivlan Zen Bakal Polisikan Iwan Kurniawan

  9. Jelaskan Terkait DPT, Hakim Konstitusi Minta Agus Maksum Tak Gunakan Diksi 'Manipulatif atau Siluman'

  10. Tak Lolos ke Parlemen, Mustofa: Meski Banyak Ujian, Saya Tetap Konsisten Bersama Prabowo-Sandi Hingga Babak Akhir

fokus

Sampahmu
Demam Vapor
Jalan Pulang

kolom

Image
Rozi Kurnia

Film ini Harusnya Tidak Berjudul Aladdin

Image
M. Rifki Fadilah

Jalan Terjal Rezim Bunga Murah

Image
Achmad Fachrudin

Menguak Tabir Kerusuhan 21-22 Mei

Image
Hasan Aoni

Turun Ranjang

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
Sosok

FOTO Perjuangan Korban Ledakan Ranjau Irak Dengan Melukis Tanpa Lengan

Image
News

5 Fakta I Wayan Sudirta, Kuasa Hukum Paslon 01 yang Aktif di Kegiatan Sosial

Image
News

7 Potret Hangat Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Bersama Istri