image
Login / Sign Up

Kisah Budi Sikumbang dan Air Mata Penyu, Berbuah Semangat Konservasi Tukik

Damai Mendrofa

Image

Puluhan Tukik saat dilepaskan di pantai Binasi. | AKURAT.CO/Damai Mendrofa

AKURAT.CO, Pusat penangkaran Penyu yang dikelola Kelompok Konservasi Pantai Binasi di tepian pantai Binasi, Kelurahan Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang tadinya riuh dengan aktifitas sejumlah tukang, sudah berubah sepi.

Matahari sudah lama jatuh lalu tenggelam ke ufuk barat. Saat malam tiba, hamparan laut menyisakan kerlipan lampu-lampu bagan di kejauhan. Dari pantai Binasi, bagan tidak seramai di perairan lain di Tapanuli Tengah.

Suara martil, kocokan semen, benturan keramik di antara desing ranting pohon cemara tak lagi terdengar. Yang tersisa, deburan ombak ringan penuh drama yang bergulung dan memecah di tepian pantai. Angin berhembus ramah di bawah langit yang cerah.

baca juga:

AKURAT.CO yang baru saja tiba di pusat penangkaran ini akhir pekan lalu, disambut hangat dan ramah. Ada ketua Kelompok Syahbudi Sikumbang ditemani 4 anggota kelompok lainnya: Nilpan, Incan, Doi dan Penri. Air mineral segar menjadi teman sepanjang obrolan berlangsung.

Mengawali kisahnya, Budi sapaan akrab sang ketua kelompok, menyebut keputusan dirinya terjun ke dunia konservasi dimulai sejak tahun 2000 silam. Air mata Penyu menjadi ihwal awal.

"Di tahun itu ada seekor Penyu yang ditangkap, melirik saya, entah mengapa saya tidak tahu, dia mengeluarkan air mata. Penyunya mau di jual oleh warga sini, waktu itu kan saya tidak tahu tentang PenyuKetika saya berdiri ke kiri, dia nengok saya, ke kanan dia juga menengok ke kanan dan air mata keluar terus," tutur Budi.

Mendapati perilaku Penyu malang itu, Budi mengaku nalurinya tergerak. Walau saat itu, ia tak tahu harus berbuat apa karena merasa sebagai masyarakat biasa. Penyu itupun dibawa menggunakan motor untuk dijual.

Dari situ, Budi yang juga bekerja menjadi nelayan membulatkan tekad: ia harus berbuat untuk menjaga dan menyelamatkan Penyu.

"Disini, ada penyu Hijau, Penyu Tempayan, Penyu lekang dan Penyu sisik. Bagi masyarakat sekitar namanya Katung Langik, Katung Tara, Katung Laut, Katung Tanah," sebutnya.

Budi lantas melakukan monitoring dan mencari sarang telur: sendirian. Ia memindahkannya, menunggunya hingga menetas, lantas melepaskannya ke laut.

"Pada saat itu mungkin ada puluhan sarang, tapi yang saya bisa temukan dua atau tiga, selebihnya di jual, dimakan oleh masyarakat lain," ungkap pria 40 tahunan ini.

Di tengah perjalanan aksi solo Budi menuai ujian. Orang-orang menganggapnya gila.

"Kita dianggap orang gila, tapi ya iya ada betulnya juga, masa sih mau terjun? Apa untungnya? Memang saya orang tidak punya, tapi saya menyatakan diri bahwa pernah melihat penyu menangis, mengapa kita tidak melindungi dia?" ujarnya.

Diterpa cobaan, suami dari Herlina Lubis ini tak mau berputus asa. Seiring waktu lebih sewindu, aktifitasnya perlahan menuai simpatik. Tahun 2013, sebanyak 13 orang warga sekitar akhirnya ikut bergabung satu persatu dalam kelompok. 

"Disitulah kita mulai meminta Pjs Kepala Desa Hajarul Effendi waktu, dan mendapat dukungan. Katanya bagus itu, ini dilindungi pemerintah dan dunia, dan waktu itu kami diberi SK, dan arahan ke kami agar melapor ke Kesbang," imbuh Budi.

Budi Sikumbang, pendiri kelompok konservasi pantai binasi. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Ujian Kedua

Ujian kedua untuk aksi penyelamatan Penyu di perairan barat Sumut ini datang lagi. Sepekan pasca Budi dan kelompoknya mendapatkan SK Kesebang, mereka mendapati nelayan sekitar yang berhasil menangkap seekor Penyu Hijau, berbobot 150 kilogram.

Budi menuturkan, karena keterbatasan sarana telekomunikasi untuk menghubungi pihak kepolisian, penangkapan akhirnya dilakukan langsung Budi dan kelompoknya dan melepas Penyu besar itu. 

Cekcok dengan warga pun tak terhindarkan. Ancaman pembubaran kelompok konservasi Budi pun datang dari warga.

"Dibilang masyarakat, semenjak kehadiran kelompok ini, berdampak tidak ada hasil dari pendapatan Penyu, yang mengkonsumsi Penyu tidak ada lagi, untuk apa? Itu (Penyu) Tuhan yang punya, itulah alasan masyarakat disini," tutur Budi.

"Namun saya apresiasi sama kawan-kawan, sanggup melewati rintangan itu dan sampailah sekarang," ungkapnya.

 

Dana Konservasi dari Kocek Sendiri

Sejak 2013, Kelompok Konservasi Pantai Binasi telah melepaskan sebanyak 5.080 Tukik ke lautan bebas.

Bagi Budi, ia mendapatkan kepuasan tersendiri menjalankan konservasi ini. Apalagi di momen melepaskan Penyu dan Tukik ke lautan bebas.

"Gak terbilangkan bagaimana kepuasan itu," ucapnya.

Kendati Budi mengaku perjuangan berat mengelola konservasi ini dihadapi pihaknya. Termasuk soal pendanaan yang selama ini dirogoh dari kocek sendiri. 

Setiap anggota yang juga bekerja dengan berbagai latar belakang: nelayan, pedagang dan guru honorer, dibebankan iuran sebesar R5 ribu setiap minggu.

"Yang sakit itu guru honor, karena hanya meunggu gaji kalau dana BOS keluar," bebernya.

Dikatakan, iuran persetiap minggu itu akan dimanfaatkan sebagai uang pengganti kepada setiap anggota yang piket melakukan monitoring. Jumlahnya Rp75 ribu untuk tiap anggota.

"Dua orang permalam monitoring, diberi Rp75 ribu. Monitoring di musim-musim bertelur. Malam ini ada juga yang monitoring di pos dua," katanya.

Apakah iuran itu cukup? Budi menggeleng. 

"Ya dicukup-cukupkan, seperti saya selaku ketua, kalau ke laut, ada rejeki, agak saya lebihkan. Dan kawan-kawan lain juga demikian. Tapi tidak bisa lepas dari Rp5 ribu, ini iuran wajib," tegasnya.

Soal bantuan dana 'segar', ayah dari 6 anak terdiri 4 putra dan 2 putri masing-masing Jonni, Badil, Jeni, Zaitun, Zihan dan Zainab ini mengaku, belum pernah diterima kelompoknya.

"Kalau uang langsung belum, walau kita tentu berharap ada donatur yang mau membantu kita," katanya.

 

Tantangan dari Keluarga

Selain keterbatasan pendanaan yang pernah memicu konflik-konflik kecil di tengah kelompok, tantangan laim juga datang dari keluarga. 

"Jangankan mengeluh, membuang baju saya pernah, ya di usir, karena pekerjaan saya gila, katanya saya peduli dengan Penyu, tapi tidak perduli dengan anak," kata Budi sambil melepas tawa.

Kendati perlahan, pemahaman keluarga mulai tumbuh. Budi berprinsip, apa yang ia dan anggota kelompok lakukan menjadi takdir baginya.

"Kita kan punya agama, ketentuan hidup kita itu sudah ada, kita tinggal menjalani, kalau ditakdirkan kaya ya kaya, kalau miskin ya miskin. Melepas Tukik itu ibarat Raja memenangkan perang, seperti itu kemenangan yang saya rasakan," pungkasnya.

"Ya kalaupun tidak akan kaya, tidak akan masalah, ini mungkin takdir saya," timpal Budi.

Hanya saja, Budi mengaku mendapat permintaan tegas dari anak-anaknya. Yakni tentang biaya sekolah agar jangan tersendat-sendat.

"Dan Alhamdulillah, banyak tersendat ketimbang mulus," katanya disambut tawa teman-temannya.

Gedung permanen penangkaran penyu bantuan perusahaan. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Harapan-harapan Besar ke Depan

Menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal bagi Budi menjadi ujian, untuk kian mematangkan konservasi yang ia gawangi.

Program kedepan akan dirancang lebih baik. Misalnya mendisain lokasi penangkaran yang lebih ramah dan menarik pengunjung.

Dari sini, Budi mengaku akan mencoba menciptakan penangkaran ini menjadi destinasi wisata edukasi, khususnya bagi anak-anak.

"Anak-anak bisa belajar tentang apa itu Penyu dan mengapa harus dilindungi. Ada lagi misalnya memperbaiki terumbu karang, karena ini juga habitat dari Penyu.

Budi mengatakan, pihaknya juga akan terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan setiap anggota kelompok.

Berbagai momen penyuluhan yang dilaksanakan berbagai instansi akan diikuti. Termasuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada kelompok lain yang bermotivasi sama menyelamatkan Penyu.

"Pernah beberapa kegiatan baik dari BKSDA baik dari BPSPL Padang atau program Coremap dulu. Alhamdulillah besok kita juga mau berangkat ke Aceh, ada salah satu perkampungan yang ingin mengkonservasi Penyu dan kita diminta berbagi pengalaman," ungkapnya.

Teranyar, lanjut Budi, pengembangan konservasi ini mendapat dukungan dari sebuah perusahaan nasional. Sebuah bangunan gedung permanen kini dalam tahap perampungan.

"Ada yang kasih informasi kalau Daihatsu punya dana khusus untuk Penyu, dan kita masukkan proposal, dan kemudian di respon. Ini bangunannya 90 persen dan akan diresmikan 13 Februari nanti," ungkap Budi.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

Sumber:

berita terkait

Image

News

Operasi Pencarian Korban KM Mujur Indah Ditutup, SAR: Keluarga Sudah Ikhlas

Image

Gaya Hidup

Sudah Lama Ditinggalkan, Penyulingan Rum Ini Disulap Jadi Museum Grafiti

Image

News

Ekspektasi Pertumbuhan Ekonomi dari Pelabuhan Sibolga

Image

News

TGB Ajak Mahasiswa Jaga Keutuhan NKRI dengan Menjaga Persaudaraan

Image

Hiburan

Janji Fitri Carlina Bila Ibu Mertuanya Sembuh

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Larang ASN Ikut Berpolitik, Gubernur Eddy: Yang Pasti Itu Salah dan Dosa!

Image

News

Kapal Terbakar, Satu Orang Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Orang Hilang, Dua Orang Luka Parah

Image

News

Sekjen Kemenag: Ada Indikasi Keinginan dari Negara Luar agar Kita Tak Akur Sesama Umat Beragama

Image

Ekonomi

Ekonomi Ala Jokowi Vs Prabowo

Abaikan Nasib Petani, Program 1000 Desa Mandiri Benih Mandek

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Geng Motor Live Instagram, KPAI: Medsos Ajang Eksistensi, Semakin Ekstrem Semakin Bangga

"Media sosial menjadi ajang eksistensi, bahkan semakin ekstrem semakin bangga,"

Image
News

Gara-gara Helm, Dua Pria Tewas Dihakimi Massa

"Telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia,"

Image
News

Ridwan Kamil Terkesima dengan Tari Piring Ada Atraksi Injak Kaca: Keren, Saya Baru Lihat

"Keren, saya baru lihat. Kirain Tari Piring tidak ada yang injak-injak pecahan kaca,"

Image
News

Sengketa antara PT KBN dan PT KCN Bisa Ganggu Iklim Investasi

“Kalau ini terjadi saya katakan, tidak ada kepastian hukum di negara ini untuk berinvestasi,”

Image
News

55 kg Sabu dan 10.000 Pil Ekstasi Diamankan Polisi, Puluhan Ribu Anak Bangsa Terselamatkan

"Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Ditnarkoba Polda Sumut untuk diproses lebih lanjut," ujar Irjen Pol Agus.

Image
News

FPR akan Konsolidasi Sekaligus Deklarasi Dukungan pada Jokowi-Ma'ruf

Nugroho Prasetyo, menegaskan, di sela-sela kegiatan konsolidasi ini, FPR akan menyatakan dukungan resmi untuk Jokowi-Ma'ruf.

Image
News

Irak Takkan Menerima Baik Pangkalan Militer Asing yang Menduduki Wilayahnya

"Kami takkan menerima baik kehadiran pangkalan militer asing di Irak dan tak ada pasukan darat asing di wilayah kami,"

Image
News

Bawa Sabu 0,3 gram, Seorang Pria Terancam Huni 'Hotel Prodeo' 12 Tahun

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Image
News

Ma'ruf Amin Menyuruh Kaum Milenial Siap-siap, Buat Apa? Ini Alasannya

"Saudara-saudara harus menyiapkan diri sebagai estafet perjuangan,"

Image
News

Lukman Edy Ingatkan Seluruh Timses Jokowi Kuatkan Saksi di TPS, Ini Alasannya

Lukman sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan training of trainers (TOT) saksi nasional.

trending topics

terpopuler

  1. 7 Negara yang Rakyatnya Paling Rajin Beribadah, Ada Indonesia!

  2. Di Lapangan Bola, Siapa Berani Menekel Presiden George Weah?

  3. 10 Pesona Krisdayanti di Usia 43 Tahun yang Seolah Tak Pernah Menua

  4. 5 Potret Kedekatan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Cucu, Manis Banget!

  5. Kepada Kyai Ma'ruf Amin, Raffi Ahmad Mengaku Sudah Hijrah

  6. Akun Palsu Serang Pemerintah, Ferdinand: Saya Tidak akan Pernah Mengkritik dengan Kalimat Kasar

  7. JK Jujur Jika Bertolak Belakang Dengan Presiden Jokowi Demi Pembangunan

  8. Kubu Pendukung Prabowo Pertanyakan Pemegang Saham Mayoritas Unicorn

  9. Fahri Hamzah: Orang Ngomong Idiot Aja Dipenjara, Nih Aku Ngomong Sontoloyo!

  10. Survei LSI: Hanya Ada 7 Parpol yang Lolos ke Parlemen

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Bola Panas Logistik Pemilu 2019

Image
Hervin Saputra

Bisakah Kebenaran Mengalahkan Budaya Curiga dalam Kasus Jokdri?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Putaran Kedua: Panggung Milik Siapa?

Wawancara

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Sosok

Image
News

Dari Aktor hingga Politisi, Ini 5 Fakta Perjalanan Karier Rano Karno

Image
News

10 Aksi Susi Pudjiastuti di Atas Perahu, Menantang Laut

Image
News

7 Potret Ketegaran Ani Yudhoyono Jalani Pengobatan Kanker Darah