image
Login / Sign Up

Penerawangan Paranormal Soal Pembebasan Ba'asyir

Siswanto

Image

Penasehat hukum paslon Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua yaitu 81 tahun dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan | Dok. Yusril Ihza Mahendra

AKURAT.CO Keputusan pembebasan narapidana terorisme Ustaz Abu Bakar Ba'asyir bergulir menjadi isu politik. Berbagai tafsir dimunculkan lewat media sosial.

Paranormal yang juga memiliki perhatian terhadap politik, Samijan alias Mbah Mijan, mengatakan semua bebas beropini, tetapi belum tentu yang mereka pikirkan adalah yang benar.

"Soal keputusan bebasnya Kyai Abu Bakar Ba'asyir, silakan kalian bebas menafsirkan dan bebas beropini, tapi belum tentu apa yang kalian pikirkan benar," kata Mbah Mijan lewat akun Twitter @mbah_mijan.

baca juga:

Mbah Mijan sendiri mendukung langkah pemerintahan Joko Widodo memutuskan untuk setuju membebaskan Abu Bakar Ba'asyir yang kini berusia 81 tahun.

"Saya mendukung keputusan pemerintah tentang hal ini bukan sekedar kemanusiaan dan politik semata, ada yang jauh lebih dalam," kata dia.

Tokoh militer yang juga menjadi peminat politik J. S. Prabowo lewat akun Twitter @marierteman membuat tweet yang isinya rasa penasaran dengan latar belakang keputusan membebaskan Abu Bakar Ba'asyir.

"ABB itu sebenarnya bebas karena memang sudah saatnya bebas bersyarat, atau karena kebaikan hati Jokowi?" kata dia.

J. S. Prabowo juga mengungkit-ungkit pernyataan pemimpin bahwa tidak akan campur tangan terhadap hukum.

"Dia bilang, dia tidak akan intervensi hukum. Tetapi dia juga yang mengaku membebaskan Abu Bakar Ba'asyir, karena alasan kemanusiaan. Siapakah dia, dan apakah dia yang seperti itu bisa dipercaya?" kata dia.

Terhadap isu yang berseliweran, beberapa waktu yang lalu, Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim Mahendradatta menegaskan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir murni dilatari masalah hukum, bukan masalah politik.

"Ini masalah hukum, bukan masalah politik, gift (pemberian). Ini bukan membuktikan apapun yang bersifat politis. Saya tidak terima," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu kemarin.

Mahendradatta juga menyatakan tidak setuju jika pembebasan Abu Bakar Ba'asyir dikatakan sebagai wujud kecintaan pada ulama.

"Dengan amat menyesal kami harus gembar-gemborkan pembebasan terpidana bos Century Robert Tantular sebagai wujud cinta koruptor, tidak boleh begitu. Jadi, makanya kita harus pandang ini sebagai hal biasa dan menurut hukum yang berlaku," kata dia.

Situs Sekretariat Kabinet menulis bahwa Jokowi memutuskan untuk membebaskan Abu Bakar Ba'asyir dari sisa masa tahanan yang harus dijalani di Lembaga Masyarakat Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Keputusan ini disampaikan oleh pengacara Yusril Ihza Mahendra ketika berkunjung ke Gunung Sindur, Jumat (18/1/2019), siang.

Kepada wartawan, usai meninjau rumah susun di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Ngamplangsari, Kecamatan, Cilawu, Kabupaten Garut, Jumat (18/1/2019), sore, Jokowi mengatakan keputusan itu dilakukannya atas pertimbangan kemanusiaan.

“Ya artinya beliau kan sudah sepuh, sudah, apa, pertimbangannya kemanusiaan dan sudah sepuh, termasuk kondisi kesehatan,” kata Presiden.

Menurut Presiden keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan yang sudah lama, sudah sejak awal tahun yang lalu, pertimbangan lama, kapolri, menkopolhukam dan pakar-pakar, terakhir dengan Yusril Ihza Mahendra.

Abu Bakar Ba'asyir sudah menjalani pidana kurungan selama sembilan tahun di lembaga pemasyarakatan tersebut dari putusan masa hukuman 15 tahun pada 2011 karena terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh, pada 2010. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Jokowi Terus Pantau Kondisi Papua

Image

Ekonomi

Kaltim Benar-benar Jadi Ibu Kota? Jokowi: Masih Tunggu 1-2 Kajian

Image

Ekonomi

Menimbang Keunggulan dan Kelemahan Kaltim Sebagai Ibu Kota Baru RI

Image

Ekonomi

Kritik-kritik Pedas Sherly Annavita ke Jokowi Soal Ekonomi

Image

Ekonomi

Ibu Kota Ternyata Pindah ke Kaltim

Image

Ekonomi

Kadin Nilai RAPBN 2020 Rasional, Ini Alasannya

Image

News

Sindir Kinerja Jokowi, 5 Fakta Menarik Sherly Annavita Rahmi

Image

News

Kritik Jokowi, Ini 6 Fakta Sepak Terjang Karier Gubernur Papua Lukas Enembe

Image

Ekonomi

Keukeuh Rombak Direksi 5 BUMN, Rini Bakal Didepak Jokowi?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Nonton Film Livi, Menpora: Wow Keren!

Bisa jadi penguat nasionalisme.

Image
News

Jokowi: Lokasi Pemindahan Ibu Kota Masih Tunggu Kajian

"Masih tunggu satu, dua kajian,"

Image
News

Kedapatan Bawa Senjata Tajam, Pelajar di Cengkareng Diamankan Petugas

Kecurigaan petugas terbukti tepat dan mendapati sebilah celurit yang disimpan di dalam tas sekolah salah satu pelajar tersebut.

Image
News

PSI Surati Sekwan DPRD DKI Tolak Pin Emas yang Telan Angaran Rp1,3 M

"Kita sudah terima suratnya,"

Image
News

Diduga Berpihak, Kapolda Bengkulu Resmi Dilaporkan ke Irwasum Polri

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman diduga telah bersikap tidak netral dan berpihak dengan memberikan bantuan pengamanan.

Image
News

Wanita Setengah Telanjang Bikin Heboh Pengunjung Summarecon Mal Bekasi

Saat itu wanita berambut pirang tersebut datang dengan mengenakan pakian rapih namun saat memasuki area SMB dia tiba - tiba melepas bajunya.

Image
News

Buat Jembatan Tak Ramah Turis di Venesia, Arsitek Ternama Spanyol Didenda Rp1,2 Miliar

Gugatan diajukan terhadap arsitek jembatan itu karena dianggap tidak dapat menampung banyak turis dan koper mereka.

Image
News

Jokowi Terus Pantau Kondisi Papua

"Saya telah menginstruksikan Kapolri untuk menindak secara hukum, menindak diskriminasi ras dan etnis yang rasis secara tegas," tegasnya

Image
News

Turki dan AS Sepakati Fase Awal Rencana Bersama 'Zona Aman Suriah'

Pusat operasi gabungan akan dibentuk di Sanliurfa, tenggara Turki, 130 km dari perbatasan Suriah dan 330 km dari Idlib, Suriah.

Image
News

Iran Pamer Sistem Pertahanan Rudal Buatan Sendiri, Diklaim Setara S-300 Rusia

Iran mengklaim dapat mendeteksi target pada jarak lebih dari 300 km, menguncinya pada jarak 250 km, dan menghancurkannya pada jarak 200 km

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Hubungi Wagub Papua Barat, Sandiaga Uno Tawarkan Bantuan

  2. Perlukah UAS Minta Maaf? Ini Dua Pandangan Berbeda Yunarto dan Budiman Sudjatmiko

  3. Setelah Getah Getik, Kini Terpampang Batu Bronjong Senilai Rp150 Juta di Bundaran HI

  4. Juru Masak Dembele Sebut Kehidupan Sang Pemain "Gila"

  5. Indahnya Toleransi, Nenek Muslim Ini Hadiri Pentahbisan Cucunya Sebagai Pendeta

  6. Timnas U-23 Uji Coba Lawan China, Yordania, dan Arab Saudi

  7. Kemenkominfo Blokir Internet di Papua, Kecurigaan Aparat Bertindak Represif Akan Semakin Besar

  8. Ronaldo: Zaman Sekarang, Pemain Termahal Tak Perlu Skill Luar Biasa

  9. Bangun Stadion di Atas Lahan Sengketa, Jakpro: Kami Kerja Berdasarkan Titah Anies Baswedan

  10. Makin Seksi, 10 Pemotretan Aurel Hermansyah Di Bali Bikin Panas Dingin

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Andre

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Adek Berry, Memahami Kehidupan saat di Daerah Konflik

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Kulit Citra Fotografi Jurnalistik

Sosok

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya