image
Login / Sign Up

Ricuh di Tanah Abang, Pengamat: PKL Berani Serang karena Tahu Kelemahan Satpol PP

Yohanes Antonius

Image

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin apel Operasi Praja Wibawa yang diikuti oleh jajaran Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, TNI dan Polri di halaman Balaikota Jakarta, pada Senin (10/12). | Dok. Pemprov DKI Jakarta

AKURAT.CO, Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah menilai pedagang kaki lima mengetahui kelemahan Satpol PP DKI Jakarta sehingga mereka berani melanggar aturan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trubus untuk menanggapi kericuhan antara Satpol PP dengan PKL di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (19/1/2019) lalu. Trubus tidak heran para PKL kembali berjualan di atas trotoar, sebab mereka merasa menang karena berhasil memukul mundur Satpol PP.

"Iya ini dalam arti kenapa dia punya keberanian (untuk kembali melapak) karena Satpol PP sendiri lemah dalam berkoordinasi," kata Trubus kepada AKURAT.CO, Sabtu (19/1/2019).

baca juga:

Trubus menduga Satpol PP DKI Jakarta lemah dalam hal koordinasi, baik dengan Gubernur Anies Baswedan maupun PKL. Padahal, kepemerintahan Anies digadang-gadang mengutamakan pendekatan.

"Koordinasi dari semua sisi lemah baik antara Satpol PP dengan Gubernur (Anies Baswedan) ataupun Satpol PP dengan PKL. Harus diberikan pendekatan sebelum ditertibkan, katanya Anies punya pendekatan kemanusian," tuturnya.

Tidak hanya lemah dalam hal koordinasi, Trubus menilai Satpol PP DKI tidak sepenuh hati menjalani perintah Gubernur Anies Baswedan karena mengetahui perencanaan penataan Tanah Abang tidak matang. 

"Kemudian kelihatannya juga mereka (Satpol PP) sekadar menjalankan tugas. Mereka tidak sepenuh hati karena perencanaan penataan kawasan ini (Tanah Abang) memang tidak matang," tegasnya.

Lebih jauh, Trubus menyebut keberanian PKL memukul mundur Satpol PP dan kembali menduduki trotoar karena mereka merasa tak mendapat keadilan. Azas keadilan dalam penerapan kebijakan publik yang dilakukan oleh Pemprov DKI tak menjangkau mereka, terutama mengenai pembagian lapak di atas Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang yang hanya menyasar beberapa pedagang saja dan tidak dilakukan secara merata.

"Kenapa kemudian PKL itu dalam tanda petik marah?  Itu karena mereka tidak diperlakulan secara adil. Di dalam kebijakan publik itu ada azas keadilan. Nah para PKL ini tidak memperoleh azas keadilan itu. Dia mau ikut di JPM udah enggak bisa, karena dia jumlahnya terbatas.  Jadi keberadaan JPM sendiri bukan merupakan solusi menta Tanah Abang," tuntasnya.

Untuk diketahui, dalam Peraturan Daerah Perda Nomor 8 tahun 2007 Pasal 25 diatur bahwa 'setiap orang atau badan dilarang berdagang, berusaha di bagian jalan/trotoar, halte, jembatan penyeberangan, dan tempat umum di luar ketentuan yang telah ditetapkan'.[]

Editor: Arief Munandar

Sumber:

berita terkait

Image

News

PDIP Apresiasi Penutupan Akses Pejalan Kaki di Kolong JPM Tanah Abang

Image

News

Ombudsman Apresiasi Pemprov Tutup Akses Pejalan Kaki di Kolong JPM Tanah Abang

Image

News

Satpol PP Dikerahkan Halau Pejalan Kaki Melintas Kolong JPM Tanah Abang

Image

News

Pemprov DKI Tutup Akses Pejalan Kaki di Kolong JPM Tanah Abang

Image

News

Polisi Tangkap Pemulung yang Ikut Serang Satpol PP dengan Batu di Tanah Abang

Image

News

Hari Ini, Transjakarta Rute Tanah Abang - Blok M Beroperasi

Image

News

Ombudsman: Preman di Tanah Abang Sulit Diberantas

Image

News

Soal Premanisme Tanah Abang, Begini Kata Anies

Image

News

Ombudsman Sebut Preman Tanah Abang Berpenghasilan Rp25 Juta Per Hari

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

KPU Pastikan Pemilih Disabilitas Mental Gunakan Hak Pilihnya

Metode pencoblosan bagi penyandang disabilitas mental, akan ada yang mendampingi.

Image
News

Saat Pidato di Depan Pengusaha Tionghoa, Prabowo Kembali Sindir Wartawan

"Nah itu udah ada yang senggol-senggolan wartawannya. Tenang saya kasi berita bagus kok."

Image
News

Terduga Teroris yang Ditangkap di Temanggung Akan Lakukan Amaliyah di Jateng dan Yogyakarta

Yang bersangkutan terindikasi dengan kelompok teroris Abu Sayyaf yang ada di Filipina Selatan, dan akan melakukan latihan militer di sana.

Image
News

Ramah Tamah Bersama Ribuan Pengusaha Tionghoa, Prabowo Tegaskan Komitmen Berpihak pada Semua Etnis

Prabowo mengucapkan terimakasih atas antusias masyarakat yang hadir.

Image
News

Massa Aksi GNPF MUI Medan Bentangkan Spanduk 'Copot Kapolda Sumut'

Aksi akan digelar setiap hari Jumat hingga hari pencoblosan pada 17 April.

Image
News

Dominasi Kuda Hitam di Dapil Jabar VIII

Nama Anggawira dan Selly Andriani punya popularitas tinggi.

Image
News

Ormas Islam di Sumut Ikrarkan Kawal Ulama dan Pemilu 2019

Image
News

Jumlah TPS di Bandung Bertambah, Ini Alasannya

Sebelumnya, TPS di Kota Bandung berjumlah 7.103 menjadi 7.117.

Image
News

Bawaslu: Pernyataan Rudiantara 'Yang Gaji Kamu Siapa' Tak Terbukti Melanggar Kampanye

Rudiantara dinilai tak menyalahgunakan kekuasaan untuk mengampanyekan salah satu pasangan calon di Pemilu 2019.

Image
News

Perludem Nilai Perppu Pilihan Tepat Atasi Masalah DPTb

Solusi harus hadir dari negara, tidak bisa setiap ada permasalahan diuji materi ke MK.

trending topics

terpopuler

  1. Balas Budiman Sudjatmiko, Dahnil: Receh Banget Komentarmu Om

  2. Ruhut Sitompul: Sudirman Said Dicopot sebagai Menteri Karena Tidak Punya Prestasi

  3. Puisi Neno Warisman Diperbincangkan, Teddy: Diduga Kuat Mengancam Allah

  4. Pujian Buat Susi Soal Kapal Andrey Dolgov, Fans: Dahsyat Bu, yang Masih Bilang Pencitraan Kasih Dia Sambel Jengkol

  5. 8 Potret Paundrakarna, Cucu Soekarno yang Jadi Artis

  6. 10 Potret Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Mencuri Perhatian

  7. 5 Potret Kaesang Temani Presiden Jokowi Jenguk Ani Yudhoyono, Salfok sama Badannya

  8. Azyumardi: Saya Optimistis Melihat Indonesia, Tapi Jangan Melihat Proses Ini Sudah Selesai

  9. Sudjiwo Tedjo: Perlahan-lahan Lahan per Lahan Mengepung Elit-elit Tiap Kubu

  10. Budiman Sudjatmiko Sebut Intelektualitas Dahnil Anzar 'Kacau'

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Wawancara

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
News

Selalu Saling Dukung, 10 Potret Mesra Sudirman Said dan Istri

Image
Ekonomi

Mengagumkan! Ibu Empat Anak Ini Ternyata Jack Ma-nya Rusia

Image
News

5 Pejabat Ini Rajin Sempatkan Berolahraga di Sela Kesibukan Urus Negara