image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Hantu Debat Perdana

Kolom

Image

Pekerja menyelesaikan pembuatan panggung yang dipersiapakan untuk debat pertama capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019). Debat pertama yang akan diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut akan berlangsung pada Kamis 17 Januari 2019 pukul 20.00 WIB dengan mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Debat perdana Capres dan Cawapres, menjadi acara yang dinanti-nanti. Bukan hanya karena masyarakat, ingin melihat performance terbaik Capres dan Cawapresnya. Namun juga, publik ingin menilai, apa yang sudah dikerjakan, dan apa yang akan dilakukan, dalam lima tahun kedepan, terkait persoalan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Debat perdana sungguh akan menentukan. Laiknya kesan pertama, ketika kita bertemu pujaan hati, kesan pertama, akan menjadi kenangan indah. Kesan pertama akan menentukan, dan selanjutnya terserah anda.

Debat perdana, akan menentukan persepsi para pemilih, terutama swing voters. Undecided voters yang masih galau, akan menilai para kandidat dikesan pertama pada debat perdana. Debat perdana akan menentukan kesan pada debat-debat berikutnya.

baca juga:

Persoalan-persoalan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme merupakan persoalan krusial bangsa ini. Demokrasi tak berarti dan akan mati, jika hukum memble dan tidak ditegakkan. Demokrasi akan menjadi liar dan tak terkendali, dan hanya akan menguntungkan sekelompok elite tertentu, jika hukumnya tajam kebawah dan tumpul keatas.

Hukum yang belum menjadi panglima, hanya akan menjadi mainan, kelompok tertentu untuk mengerjai kelompok lain. Hukum bisa menjadi alat sandera dan alat serang, untuk menghancurkan lawan. Oleh karena itu, jika kita sudah memilih demokrasi, sebagai bagian dari kehidupan bernegara, maka harus dibarengi dengan penegakkan hukum yang baik dan benar.

Demokrasi tanpa penegakkan hukum, bagai sayur tanpa garam. Demokrasi yang tak pararel dengan penegakkan hukum, hanya akan menjadi demokrasi prosedural, tak akan pernah menjadi demokrasi yang substansial. Jadi, hukum menjadi instrumen penting dalam maju-mundurnya proses demokrasi di Indonesia.

Persoalan HAM akan menjadi hantu bagi Prabowo. Dan hantu HAM ini, akan terus membayang-bayangi Prabowo sampai kapanpun. Seolah-olah, kasus pelanggaran HAM, yang dituduhkan ke Prabowo digantung dan dibiarkan, agar dari pemilu ke pemilu menghantui Prabowo.

Sejak Prabowo mengikuti kontestasi Pilpres pada tahun 2009, hantu HAM muncul dan membayang-bayanginya. Begitu juga pada Pilpres 2014 yang lalu, hantu HAM gencar menyerang Prabowo. Pada Pilpres 2019 ini pun sama, hantu HAM masih akan tetap menjadi hantu bagi Prabowo.

Bahkan hantu HAM menjadi momok yang menakutkan, Karena seperti kita tahu, hantu HAM Prabowo menjadi beban masa lalu, saat ini, dan beban masa depan bagi Prabowo. Mungkin para pendukungnya, sangat kasihan pada Prabowo, walaupun sudah dibantah mati-matian oleh Prabowo dan tim-timnya, namun hantu HAM tersebut tetap menyerang.

Selama Prabowo tidak pernah diadili, dengan seadil-adilnya, selama itu pula kasus HAM yang menerpa Prabowo tak akan hilang. Bahkan hingga dipanggil Tuhan, suatu saat nanti. Negara harus punya solusi yang adil, terkait persoalan HAM yang membelit Prabowo. Jangan biarkan Prabowo menanggung beban masa lalu, kini, dan akan datang terkait penculikan aktivis tahun 1998. Semua harus clear dan clean.

Negara tidak boleh dzolim kepada siapapun. Termasuk kepada Prabowo. Jalan terbaik adalah, membentuk peradilan khusus, untuk menuntaskan masalah HAM yang membelit Prabowo. Agar jelas dan tuntas, apakah Prabowo bersalah atau tidak. Negara harus punya solusi. Solusi terbaik agar Prabowo tidak terus-menerus dihantui kasus HAM yang melilitnya.

Jika negara tak punya solusi, maka Prabowo masih akan diserbu, diserang, dan dihantui kasus pelanggaran HAM hingga kapanpun. Ini berbahaya, berbahaya bagi Prabowo, karena tidak akan bisa tidur nyenyak. Hantu HAM itu masih akan terus terbayang dan menyerang. Ganas dan berbahaya.  

Hantu HAM pada debat perdana, masih akan menyerang Prabowo. Sekuat apapun Prabowo membantah dan mengklarifikasi ke masyarakat. Namun, jika tidak ada pengadilan, yang memutuskan apakah Prabowo bersalah atau tidak. Selama itu pula, hantu HAM akan tetap sulit dihapus dari memori kolektif seluruh anak bangsa.

Debat perdana nanti malam, harus mengarah pada penyelesaian kasus HAM Prabowo. Dan hanya satu, yang bisa menghilangkan kasus tuduhan pelanggaran HAM kepada Prabowo, yaitu kemenangan. Hanya dengan kemenangan Prabowo, akan bisa mengklarifikasi dan meminimalisir serangan tersebut. Hanya dengan kemenangan, hantu HAM yang mengusik Prabowo akan sedikit-demi sedikit akan terlupakan.  

Namun jika Prabowo kalah lagi, maka hantu HAM tersebut akan tetap membayang-bayangi. Tidak enak memang dibayang-banyangi hantu HAM. Momok menakutkan yang bisa menghalangi dan mengganjal kemenangan dalam Pilpres.

Pilpres memang bukan bicara soal HAM semata. Namun bicara soal semua aspek kehidupan. Namun, jika ada yang mengganjal dalam persoalan HAM, maka akan menjadi alat serang pihak lawan. Tidak heran dan tidak aneh, jika sejak 2009, 2014, dan 2019 isu HAM masih tetap menghantui Prabowo.

Hantu HAM dalam debat perdana, tentu merugikan Prabowo. Dan menguntungkan Jokowi. Namun semuanya kembali kepada Prabowo, apakah bisa menjelaskan ke publik berdasarkan fakta-fakta sejarah, bahwa dia tidak terlibat pelanggaran HAM. Atau masyarakat akan tetap menilai negatif atas persoalan HAM Prabowo di masa lalu.

Kita memang tidak boleh menghakimi siapapun. Tak boleh menghina, memfitnah, merendahkan, dan menjelekan siapapun. Yang boleh kita lakukan adalah mengkritik. Mengkritik yang membangun dan solutif. Bukan mengkritik yang dekonstruktif dan ofensif yang bisa melukai orang lain.

Seperti baiit lagunya Slank yang indah, “aku gak mau menjadi setan yang menakutimu”, “aku gak mau menjadi iblis yang menyesatkanmu”. Tentu lirik lagu Slank ini, bukan ditujukan untuk Prabowo. Namun jangan sampai hantu HAM, terus menerus menakuti dan menyesatkan Prabowo.  

Dari pemilu ke pemilu, Prabowo selalu diganjal dan dihantui isu HAM. Itulah politik, tak boleh ada celah lawan politik untuk menyerang kita. Sekali ada celah, repotlah kita. Oleh karena itu, track record Capres dan Cawapres menjadi penting. Pemimpin yang baik sejatinya tidak dibayang-banyangi oleh kasus-kasus kelam masa lalu. Ini berlaku bagi siapapun. Bukankah begitu!

 

Editor: Sunardi Panjaitan

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image

News

Jurus Baru Penyelamatan Data Pemilih

Image

News

Kolom

Jebakan Demokrasi

Image

News

Antisipasi Kecurangan Pemilu 2019

Image

News

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Image

News

Hoaks Tsunami di Sibolga, Antara Kepanikan dan Peluang yang Mempersatukan

Image

News

Republik Darurat Hoaks

Image

News

Sesat Pikir Calon Wakil Rakyat

Image

News

Media Massa dan Pemilu 2019

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Alasan Ingin Jadi Presiden, Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Rakyat Kelaparan

Saudara-saudara saya bekerja untuk semua, saya tidak ingin rakyat saya tidak aman. Saya tidak ingin ada rakyat saya kelaparan.

Image
News

Menteri Terlambat Tiga Menit, Rapat Komite Olimpiade Jepang Diboikot

Para anggota parlemen oposisi menganggap keterlambatannya hadir dalam rapat itu menunjukkan sikapnya yang tidak hormat pada posisinya.

Image
News

Mahkamah Agung India Perintahkan Pemerintah Lindungi Warga Kashmir

Ratusan pelajar, pedagang, dan pebisnis Kashmir kembali ke tempat asalnya dari berbagai kota di India karena takut mengalami serangan

Image
News

KontraS Minta Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis Saat Liputan Munajat 212

Jika tindakan massa FPI tidak ditindak secara hukum, maka dikhawatirkan muncul organisasi lain yang akan menjadi pelaku-pelaku baru.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

PBB Tegaskan Tak Pernah Deklarasikan Dukungan Kepada Prabowo-Sandi

Kami belum pernah mendeklarasikan dukung Prabowo. Banyak yang mengatakan kami penghianat, karena mendukung Pak Jokowi dan kiai Ma'ruf.

Image
News

Polisi Tangkap Pengedar dan Bandar Narkoba Jaringan Bandung di Kendari

Dari pelaku Chandra, terdapat sabu 2 kg sabu-sabu yang diamankan petugas.

Image
News
Menuju Pilpres 2019

FBR Jakarta Utara Deklarasi Dukungan kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin

Hasilnya nomor urut satu lebih unggul di internal FBR Jakarta Utara, ini hasil keputusan bersama.

Image
News

Kebakaran Pabrik Kayu Akibatkan 14 Karyawan Alami Luka-luka di Lumajang

Total karyawan yang mengalami luka bakar sebanyak 14 orang dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haryoto Lumajang.

Image
News

KRL Jakarta Kota-Bogor yang Terganggu Sudah Dievakuasi

PT KCI memohon maaf atas kondisi tersebut. Proses mengurai antrean di lintas terus dilakukan untuk menormalkan kembali operasional KRL.

Image
News

Kisah Nasib Para Pembelot Korea Utara

Membelot dari negara yang begitu terisolasi bukanlah perkara mudah

trending topics

terpopuler

  1. Buah Matoa dari Papua dengan Segudang Khasiat untuk Kesehatan

  2. Sebelum Suami Istri Itu Meninggal Mengenaskan, Ada yang Menulis: Aku Benci Perceraian

  3. Intimidasi dari Peserta Munajat 212, Pengamat: Hentikan Kekerasan terhadap Jurnalis!

  4. Puan: Jokowi Senang Berkerja dan Tidak Pernah Istirahat

  5. Inovasi Helm ala Emak-emak Ini Kocak, Mother Siapa Nih?

  6. Balas Budiman Sudjatmiko, Dahnil: Receh Banget Komentarmu Om

  7. Netizen ke Jimly Asshiddiqie yang Maju Jadi Legislator: Tapi Sayang Ya, Jejak Digital Bapak Tidak Dukung 212

  8. Masih Lajang di Usia 40 Tahun, 7 Aktris Korea Ini Tampak Awet Muda

  9. Ruhut Sitompul: Sudirman Said Dicopot sebagai Menteri Karena Tidak Punya Prestasi

  10. 19 Tahun Tak Terdeteksi, Ternyata WinRAR Menyimpan Bug Berbahaya

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Wawancara

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
Ekonomi

Mengagumkan! Ibu Empat Anak Ini Ternyata Jack Ma-nya Rusia

Image
News

5 Pejabat Ini Rajin Sempatkan Berolahraga di Sela Kesibukan Urus Negara

Image
News

10 Potret Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Mencuri Perhatian