image
Login / Sign Up

KPK Panggil Enam Orang Saksi Terkait Kasus Proyek Fiktif PT Waskita Karya

Bayu Primanda

Image

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. | AKURAT.CO/Bayu Primanda.

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam orang saksi terkait penyidikan kasus suap pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Enam saksi itu antara lain pegawai PT Waskita Karya Imam Bukori, Direktur Utama PT Safa Sejahtera Abadi Hapsari, dua pegawai PT Berkah Money Changer Junaedi dan Megawati serta dua karyawan swasta masing-masing Riza Alfarizi dan Fatmawati.

"Penyidik hari ini dijadwalkan memeriksa enam orang saksi untuk tersangka FR," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

baca juga:

Sebelumnya, KPK juga telah mengumumkan dua tersangka dalam kasus tersebut pada 17 Desember 2018 lalu, yakni mantan Kepala Divisi ll PT Waskita Karya Fathor Rachman (FR) dan mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi Il PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar (YAS).

Fathor Rachman dan Yuly Ariandi Siregar dan kawan-kawan diduga menunjuk beberapa perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sebagian dari pekerjaan tersebut diduga telah dikerjakan oleh perusahaan lain, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan subkontraktor yang teridentifikasi sampai saat ini.

Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif itu, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut.

Namun, selanjutnya, perusahaan-perusahaan subkontraktor tersebut menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya kepada sejumlah pihak termasuk yang kemudian diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor Rachman dan Yuly Ariandi Siregar.

Diduga empat perusahaan subkontraktor tersebut mendapat "pekerjaan fiktif" dari sebagian proyek-proyek pembangunan jalan tol, jembatan, bandara, bendungan, dan normalisasi sungai.

Total terdapat 14 proyek terkait pekerjaan fiktif tersebut, antara lain proyek Normalisasi Kali Bekasi Hilir, Bekasi, Jawa Barat, proyek Banjir Kanal Timur (BKT) Paket 22, Jakarta, proyek Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, proyek Bendungan Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat, proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1, Jakarta, proyek PLTA Genyem, Papua, dan proyek Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 1, Jawa Barat. Selanjutnya, proyek "fly over" Tubagus Angke, Jakarta, proyek "fly over" Merak-Balaraja, Banten, proyek Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak), Jakarta, proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W 1, Jakarta, proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 2, Bali, proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 4, Bali, proyek Jembatan Aji Tulur-Jejangkat, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Atas perbuatannya, Fathor Rachman dan Yuly Ariandi Siregar disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dari perhitungan sementara dengan berkoordinasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, diduga terjadi kerugian keuangan negara setidaknya sebesar Rp186 miliar.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Penjelasan Polri Soal Kewenangan Berlebih Novel Baswedan saat Tangani Kasus Korupsi

Image

News

Antasari Azhar Ingatkan Pansel Agar Memilih Pimpinan KPK Sesuai UU

Image

News

Trimedya: Sebaiknya Uji Kelayakan Capim KPK di DPR RI

Image

News

KPK Pajang Surat Panggilan Sjamsul Nursalim dan Istri di KBRI Singapura

Image

News

Pansel Serahkan Pemilihan Pimpinan KPK Sepenuhnya Pada Presiden

Image

News

KPK: LHKPN Pemkab Situbondo Tahun Ini Seratus Persen

Image

News

Tudingan Sembilan Pati Polri untuk Lemahkan KPK Tidak Tepat

Image

News

Pansel Diingatkan Pilih Capim KPK Tak Langgar Aturan

Image

News

KPK Lacak Aset Emirsyah Satar di Singapura terkait Suap Garuda

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

BMKG: Waspadai Gelombang Laut Setinggi 4 Meter di Perairan Aceh

Memperkirakan dalam 3 hari ke depan, Aceh akan tumbuh awan-awan konvektif, awan-awan hujan.

Image
News

Trump Sebut AS Tembak Jatuh Drone Iran di Selat Hormuz

Iran telah disalahkan oleh AS atas serangan terhadap tanker sejak Mei

Image
News

5 Fakta Menarik Joaquin 'El Chapo' Guzman, Raja Narkoba yang Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia

Ia berdagang narkoba sejak kecil

Image
News

Ferdinand: Dua Calon Cawagub DKI dari PKS Tidak Penuhi Ekspektasi Publik

"Tapi tuduhan kader PSI yang disampaikan Ernest tetaplah menjadi masalah hukum dan harus diproses."

Image
News

Gerindra Berharap Wakilnya Duduki Kursi Ketua MPR

Maka komposisi terbaik adalah ketua MPR Gerindra, Ketua DPR PDIP, dan Presiden Ir Joko Widodo.

Image
News

Tiga Simpatisan ISIS Pembunuh Dua Turis di Maroko Dijatuhi Hukuman Mati

Salah satu pelaku merekam video pembunuhan itu

Image
News

Aksi Heroik Driver Ojol Beri Jaket ke Orang Gangguan Jiwa

Sikap driver ojek yang menolong ODGJ memberikan pelajaran berharga.

Image
News

Gerakan Milenial Golkar: Bamsoet Orang yang Pantas Pimpin Golkar

Bambang Soesatyo berpihak pada kepentingan generasi milenial.

Image
News

Soal Kebijakan Mobil Bergarasi dan Musik Penghibur di Lampu Merah, Ini Penjelasan Dishub Depok

Kebijakan mobil bergarasi masih Raperda.

Image
News

Menko Polhukam Gelar Rakortas Tingkat Menteri, Ini yang Dibahas

Wiranto mengaku bahwa hal tersebut tidak terlepas dari bagaimana menjaga stabilitas keamanan nasional, stabilitas politik, dan kondisi hukum

trending topics

terpopuler

  1. Yunarto Sedih Karya yang Disebut Anies 'Luar Biasa' Dibongkar

  2. TGPF Salahkan Novel dan KPK, ICW: Sangat Logic!

  3. Bikin Merinding, Bocah 4 Tahun Asal Australia Ini Mengaku Reinkarnasi Putri Diana

  4. Cerita Kakek 94 Tahun Asal Indonesia Diundang Raja Salman ke Tanah Suci

  5. Soal Bambu Getah Getih Anies, Komut Adhi Karya: Benda Paling Menganggu Akhirnya Dibongkar

  6. Perobohan Bambu Getah Getih, Tsamara: Setengah Miliar Dikeluarkan dan Kini Hancur

  7. Ustaz Tengku Zulkarnain Cuitkan Soal Pengemplang Pajak, Ditanggapi DJP Eh Dihapus

  8. Sang Ibunda Tak Kecewa Atas Beredarnya Foto Syur Cinta Laura

  9. Kritik Pedas Syamsuddin Haris Hasil Kerja TPF Novel: Bagaimana Kita Percaya Jenderal Polisi Bisa Pimpin KPK

  10. Anyaman Bambu Seharga Rp550 Juta Dibongkar Karena Rusak, PDIP: Dulu Katanya Tahan Lama!

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik