image
Login / Sign Up

Aktivis Malari: Indonesia Perlu Pemimpin Mengerti Demokrasi

Muslimin

Image

Hariman Siregar memberi sambutan di depan 400-an peserta diskusi publik "Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau" di Yogyakarta, Senin (15/1). | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO, Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti bahwa demokrasi dijalankan bukan hanya prosedural, namun hakikatnya menyejahterakan rakyat dengan pemerataan pembangunan.

Hal itu disampaikan Aktivis Malapetaka 15 Januari (Malari) Hariman Siregar dalam pidatonya di acara peringatan 45 tahun Malari, di Cikini, Jakarta, Selasa malam (15/1/2019).

"Indonesia perlu orang yang mengerti hakikat demokrasi, bukan semata prosedural," ujarnya.

baca juga:

Lebih lanjut, Heriman mengatakan, pemimpin Indonesia harus tahu bahwa lawan dari demokrasi adalah pertumbuhan ekonomi yang melambat karena tidak bagus bagi demokrasi itu sendiri.

Hariman menceritakan, 45 tahun dirinya bersama para aktivis Malari menentang konsep pembangunan yang hanya mengutamakan pertumbuhan, namun melupakan pemerataan sehingga tidak ada artinya.

"Saat itu kami ingin tunjukkan kalau undang modal asing jangan untuk hal sepele. Selain itu kami sadar bahwa tidak bisa pertumbuhan dibiayai dengan utang dan pertumbuhan yang ingin dicapai tanpa berpihak pada orang miskin," ujarnya.

Ia juga mengkritik, meskipun Indonesia menganut demokrasi, namun sikap yang ditunjukkan masyarakat khususnya para elit tidak demokrat, yaitu ketika kalah tidak mau mengakui kekalahannya.

Karena itu, menurut dia, Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 menjadi pertaruhan apakah pasangan calon dan para pendukungnya yang kalah mau mengakui kekalahannya.

"Masa kita tidak bisa menjadi negara yang besar di Asia Tenggara, sehingga kalau begini terus, benar juga Indonesia bisa bubar. Namun saya yakin Indonesia tidak bubar karena bisa mengatasi persoalannya," katanya.

Hariman menilai proses demokrasi dan pembangunan yang berjalan di Indonesia jangan sampai dibajak dengan uang.

Ia selalu berpikir ada pemimpin yang tulus, ikhlas dan tidak bisa dipengaruhi orang-orang di sekitarnya.

"Ada sebuah studi di 2013 menyebutkan bahwa di tahun 2025 Indonesia bisa menjadi negara kategori 'middle class income', namun syaratnya pertumbuhan kita delapan persen dan saat ini kita baru 4-5 persen," ujarnya.

Karena itu, ia menilai Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu mengkoordinasikan berbagai potensi yang ada.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Jokowi Tegaskan Tidak Ada Toleransi Bagi Pengganggu Pancasila

Image

News

Jokowi Pastikan Periode Kedua Tak Ada Lagi Praktik Pungli

Image

News

Jokowi: Silakan Jadi Oposisi, Asal Jangan Dendam dan Kedepankan Kebencian

Image

Gaya Hidup

5 Zodiak yang Miliki Gen Pemimpin, Tangguh dan Taktis

Image

News

Pengamat Nilai Golkar Harus Berbenah Diri Agar Kuat dan Besar Lagi

Image

Ekonomi

Rekayasa Laporan Keuangan, Almud Desak Dirut Garuda Lepas Jabatan

Image

News

Pemilu 2019

Demi Demokrasi yang Sehat, Gerindra Diyakini Akan Tetap Jadi Oposisi

Image

News

Arteria: PDIP Belum Memikirkan Jabatan Menteri

Image

News

Gerindra: Kita Apresiasi Jokowi yang akan Jadi Pemimpin Semua Golongan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bukan Hanya Perempuan, Pelecehan Seksual di Ruang Publik Juga Menyasar Kaum Pria

"Tiga dari lima perempuan pernah mengalami pelecehan di ruang publik. Sementara satu dari 10 laki-laki juga mengalami pelecehan,"

Image
News

Tim Advokasi Novel: Presiden Jangan Menghindar dari Tanggungjawab

Jokowi diminta ambil alih tanggung jawab.

Image
News

Diduga Langgar Hak Paten KSLL, Pembangunan Balai Karantina Pertanian Semarang Diberi Garis Polisi

Pembangunan harus ditunda.

Image
News

ICW Rekomendasikan Ditjen PAS Kemenkum HAM Dibenahi Secara Menyeluruh

"Menurut saya butuh reformasi yang serius dari Menkumham untuk membenahi lembaga pemasyarakatan"

Image
News

TGPF Kasus Novel Baswedan Rekomendasikan Polri untuk Dalami Tiga Terduga Pelaku Penyiraman

Polisi harus membentuk tim teknis buru 3 terduga pelaku.

Image
News

TGPF Bantah Cari Sensasi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Membantah pernyataan Iwan Bule.

Image
News

MAPOL: SDM Kepolisian dan Kejaksaan Sangat Dibutuhkan KPK

SDM di kepolisian adalah SDM yang paham tentang penyelidikan dan penyidikan

Image
News

Komnas Perempuan Menilai Banyak Anggapan yang Salah Soal Pelecehan Seksual

"Survei ini membalikkan mitos-mitos yang ada di masyarakat. Apalagi, responden survei adalah korban pelecehan seksual sendiri,"

Image
News

Komisi Yudisial Siap Bantu Pansel Capim KPK

"Pastinya kami siap membantu, karena itu demi kepentingan publik,"

Image
News

Korban Tewas Akibat Banjir di Asia Selatan Mencapai Lebih dari 200 Orang

Jutaan orang terdampak dan ratusan ribu mengungsi

trending topics

terpopuler

  1. Ditipu Rugi Rp600 Juta, Arie Untung Mengaku Dirinya Korban Pablo Benua

  2. Ngeri, Pria AS Ini Bunuh dan Bagi Foto Mayat Pacarnya di Insta Story

  3. Penyidik Temukan Logo LSF di Video 'Ikan Asin', Farhat Abbas: Mungkin Buat Gaya-gayaan

  4. 10 Potret Temmy Rahadi dan Ira Wahyuni yang Jarang Tersorot, Mesra di Berbagai Pose

  5. Segera Menikah, ini 10 Potret Terkini Dena Rachman yang Makin Cetar

  6. Hasil Penyidikan Polisi Harus Umumkan Nama Pelaku Penyerangan Novel

  7. Foto-foto Lucu Anak SD Hormat Bendera saat Upacara Hari Pertama Ini Bikin Gemas Warganet

  8. Habib Rizieq Tak Bisa Pulang, Bagaimana Mengurus Visa dan Biayanya?

  9. Begini Jadinya Kalau Anak IPS Menggunakan Laboratorium, Kocak Abis!

  10. Pemain Debutan Berpeluang Jadi Bek Tengah Andalan Timnas U-19

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Image
Hasan Aoni

Berhenti Mengisap yang Belum Niscaya

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik