image
Login / Sign Up

Eva Silviani Gultom, Jejak Demonstran hingga Gerbang DPRD Sibolga

Damai Mendrofa

Image

Eva Silviani Gultom bersama ibu-ibu penjual ikan di pasar di Kota Sibolga | Dokumentasi pribadi

AKURAT.CO "Bismillah." Itu kalimat yang ditulis Eva Silviani Gultom di Facebook pada 5 Januari 2019. Hingga Selasa (15/1/2019) pukul 08.00 WIB, postingan tersebut disukai 541 warganet, dikomentari 291 kali, dan dibagikan sembilan kali.

Selain menuliskan: Bismillah, dia juga mencantumkan poster untuk sosialisasi sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sibolga periode 2019-2024. Eva mengenakan hijab putih dan kemeja biru. Dia pakai biru karena menjadi calon anggota legislatif dari Partai Nasional Demokrat dengan. Dia berangkat dari daerah pemilihan II, Kota Sibolga, yang meliputi Kecamatan Sibolga Selatan dan Sibolga Sambas. Eva dapat nomor sembilan.

Eva bermukim di rumah semi beton di lingkungan padat penduduk gang Merpati, Jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

baca juga:

Ditemui AKURAT.CO pada Senin (14/1/2019), malam, dia mengenakan hijab warna ungu bermotif bunga. Waktu itu, dia sedang menggendong bayi berusia dua bulan bernama Adelia Keisyah. Suami, Irmansyah Marbun (38), menemaninya selama ngobrol dengan AKURAT.CO.

Mengawali obrolan, perempuan kelahiran 13 September 1981 itu mengaku memiliki orientasi kritis sejak belia. Sejak duduk di bangku SMA Negeri 3 Sibolga sekitar tahun 1999, ia dan enam teman sekolahnya sudah berani berdemonstrasi menuntut perubahan. Demonstrasi itu kemungkinan yang pertamakali dilakukan pelajar SMA di kota berjuluk Kota Berbilang Kaum.

"Maklumlah ya kan, waktu itu bangunan sekolah udah gak layak, menurut kami, laboratorium juga tak wajar, banyak hal yang kita protes, ada enam orang kami (demonstran), dan Eva sendiri perempuan," kata Eva mengenang.

Eva bercerita demonstrasi tersebut juga dilakukan dengan membakar ban bekas di jalanan. Aksi itu membuat polisi sampai siaga.

Demontrasi sepekan penuh mengusung 14 poin tuntutan. Perjuangan Eva dan kawan-kawan akhirnya direspon dinas pendidikan. Pembenahan dan perubahan besar akhirnya dilakukan di sekolah tersebut. Meski aksi itu berujung pada Nilai Ebtanas Murni Eva dan lima rekannya hanya mendapat angka 26,6.

"Kalau orangtua, ya saat tahu kami demo ya marah, tapi Eva jawab kalau kita (pelajar) itu kan butuh kenyamanan untuk belajar, dan buktinya, kan akhirnya (sekolah) dibenahi," kata dia.

Sikap kritis Eva berlanjut ke bangku kuliah. Meski akhirnya tak berhasil menamatkan studi hukum di kampus Universitas Islam Sumatera Utara, Medan, Eva beberapakali turun gunung ke Sibolga dan melakukan advokasi serta pendampingan masyarakat.

"Salah satunya mendampingi warga yang berkonflik dengan Nauli Busines Center. Ada pengerukan gunung dan berdampak pada banjir lumpur. Akhirnya memang ada ganti rugi walau tak memuaskan, tapi ya di pihak kita ada juga yang menjadi korban karena ditangkap," tutur Eva.

Pendampingan Industri Kecil dan Menengah

Jauh meninggalkan 'parlemen jalanan,' pola pendampingan masyarakat agaknya menjadi rel perjuangan Eva. Beberapa tahun terakhir, ia bergabung di Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Sibolga.

Di sini Eva meneruskan apa yang ia yakini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat kecil. Ia mengaku bertemu dengan banyak pengrajin, seniman dan tangan-tangan terampil yang membutuhkan sentuhan dan motivasi agar bersemangat mengembangkan kemampuannya.

"Tapi sekarang kan sudah harus mundur, karena kan maju caleg (calon legislatif)," kata Eva.

Berjuang dari Kursi Dewan Perwakilan Rakyat

Meski mundur dari organisasi nirlaba, Eva tak berhenti. Ia terus menguatkan gagasan agar kedepan semakin maksimal memberikan pendampingan kepada sektor usaha kecil berbasis kerajinan.

Memutuskan ikut berkontestasi dalam dunia politik dan berjuang menduduki satu kursi sebagai wakil rakyat, bagi Eva adalah pilihan tepat menyambung apa yang sudah ia mulai.

"Tentu dewan-kan berjalan beriringan dengan Pemko, memberikan masukan, misalnya mendorong dan mengawal keberpihakan anggaran, atau mendorong penerbitan perda yang berpihak pada pengrajin dan seniman," kata Eva.

Beberapa ide yang diungkap Eva akan ia lakukan saat dipercaya nanti, yakni dengan memanfaatkan hasil alam yang ada di Kota Sibolga sebagai sumber kerajinan tangan. Misalnya kerang-kerangan atau batok kelapa serta kerajinan menyulam.

"(Kerajinan) ini bisa dibuat sentranya. Soal nilai jual, hand made ini lebih (mahal) harga jualnya dibanding pabrik, karena kualitas dan limited edition, pembeli pasti banyak," katanya.

Dia juga menyebut kerajinan membatik yang menjadi tren di kalangan perempuan dan pengrajin ibu-ibu di kota itu. Ia meyakini jika pendampingan kian dikuatkan, batik asal Kota Sibolga akan mampu bersaing secara kualitas dari daerah lain.

"Bagaimana sekolah-sekolah bisa membeli dan mempergunakan hasil batik di hari-hari tertentu. Cuma, ada bahan batik ini kita datangkan dari Jawa. Karena itu kita butuh permodalan yang kuat," katanya.

Eva yang tumbuh dan besar di keluarga nelayan itu menyebut ide untuk mendorong berkembangnya pertanian kota atau hydroponik. Lahan-lahan sempit warga kota dapat digunakan multifungsi dengan menanam berbagai jenis tanaman. Apalagi sumberdaya untuk mendukung berkembangnya pola pertanian hydroponik ini juga cukup tersedia di Kota Sibolga.

"Misalnya ketersediaan tanah, pupuk alami, bibit juga mudah ditemui, soal alat juga sederhana dan modal terjangkau. Jadi masyarakat bisa menanam cabai atau sayur-sayuran, setidaknya untuk konsumsi keluarga sendiri, ini adalah kemandirian," kata Eva.

Eva mengatakan mengawal berbagai ide itu bukan perkara mudah. Pun jika ke depan akan duduk di kursi legislatif, mengingat pola konsumtif masyarakat yang masih membudaya.

"Kita mau macammana (bagaimana) pembinaan industri kecil ini bisa lebih bagus. Jika bergantung terus dengan sumberdaya laut kan berisiko tinggi. Jika suatu saat ikan habis? Maka harus ada industri alternatif, apa yang menjadi minat masyarakat," katanya.

"Kita lakukan pendataan, pelatihan, agar produksi itu bisa bersaing, ya legislatif bisa membantu program, misalnya dengan dukungan anggaran, dukungan perda dan analisa kebutuhan masyarakat," Eva menambahkan.

Ingin Berbuat Lebih Banyak 

Selain didorong keinginan untuk berbuat lebih kepada masyarakat, Eva mendapat dukungan besar dari banyak pihak. Dukungan itu terutama ingin membuktikan peran besar dan strategis tokoh perempuan di kancah perpolitikan di Kota Sibolga.

"Dukungan teman-teman, keluarga, rekan dan masyarakat. Dan saya mau membuktikan bahwa perempuan di kursi legislatif kedepan jangan hanya sebagai 'bunga', tapi memiliki peran lebih strategis, tentu dengan menelurkan ide-ide dan dorongan dan suara yang lebih kritis," kata dia.

Karena itu Eva siap berada di komisi apa saja. Ia juga menyebut jika terpilih nanti tidak hanya akan memperjuangkan tumbuh dan berkembangnya industri kreatif, juga soal-soal lain, semisal kenakalan remaja.

"Soal play station dan warnet, waktu jam sekolah itu ditutup saja? Ini pengalaman pribadi saja, anak-anak sekolah pada cabut (bolos) dimana ditengok? Di warnet. Ini butuh pengetatan aturan, semisal perda," kata Eva.

Soal dorongan, motivasi dan dukungan banyak pihak yang mengalir dalam pencalonannya, Eva mengaku menumbuhkan keyakinan, bahwa tingkat kecerdasan politik masyarakat di Kota Sibolga semakin bagus.

Karena itu, Eva mengaku tak memiliki persiapan khusus soal besaran dana yang akan ia pergunakan dalam pencalonan.

"Alhamdulillah sampai sekarang gak kepikiran soal uang, Eva tengok masyarakat Sibolga udah pada pintar memilih siapa wakilnya yang dipercaya untuk duduk. Jadi Eva masih percaya, masyarakat sudah sampai ke pemikiran bahwa uang bukan segala-galanya. Sama seperti saya, tidak ada uang, kalau saya meyakini calon yang yang pantas, dia mampu tidak jadi wakil rakyat? Saya akan pilih dia," kata Eva.

Soal berapa banyak uang yang sudah ia gelontorkan sepanjang perjalanan proses pencaleg-an, Eva kembali mengaku tak memiliki catatan khusus.

"Yang wajar-wajar saja, paling baliho, kopi-kopi sama kawan-kawan dan kawan-kawan juga pada semangat mendukung. Ada yang bilang kami sekeluarga akan memilik karena kalau ndak ada yang menyemangati ya kan gak ada juga motivasi," kata dia.

Dunia Maya Menjadi Referensi Penting

Kembali pada soal sosoknya menjadi idola warganet, Eva mengaku tak menyangka akan mendapat respon cukup tinggi.

Dari 500 lebih akun Facebook yang memberi like dan komentar tersebut, Eva mengalkulasi bahwa 90 persen berasal dari warga Kota Sibolga dan yang memberi dukungan kepada pencalonannya.

"Awalnya mikir, terjual gak diri ini, nyaleg ini kan kayak jualan. Eva balas satu persatu (komentar warganet), sebagian kenal sebagian tidak. Pasti bahagia. Pertama bikin (unggah), langsung dapat respon banyak. Itu gak tak nama siapa-siapa lho," kata Eva.

Ia juga meyakini menjadi idola di dunia maya menjadi satu referensi penting dari bentuk dukungan kepada dirinya, untuk terus berjuang dapat duduk sebagai wakil rakyat di Kota Sibolga.

"Eva rasa ini cukup jadi parameter dan memotivasi untuk terus maju," katanya. []

Editor: Siswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Operasi Pencarian Korban KM Mujur Indah Ditutup, SAR: Keluarga Sudah Ikhlas

Image

Ekonomi

Pelindo I Pastikan Investasi di Pelabuhan Sibolga Menguntungkan

Image

Ekonomi

Ekspektasi Pertumbuhan Ekonomi dari Pembangunan Pelabuhan Sibolga

Image

News

Ekspektasi Pertumbuhan Ekonomi dari Pelabuhan Sibolga

Image

News

TGB Ajak Mahasiswa Jaga Keutuhan NKRI dengan Menjaga Persaudaraan

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Larang ASN Ikut Berpolitik, Gubernur Eddy: Yang Pasti Itu Salah dan Dosa!

Image

News

Hoaks Kebakaran Bikin Heboh, Kepala BPBD Kota Sibolga Bakal Lapor Polisi

Image

News

Kapal Terbakar, Satu Orang Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Orang Hilang, Dua Orang Luka Parah

Image

News

Sekjen Kemenag: Ada Indikasi Keinginan dari Negara Luar agar Kita Tak Akur Sesama Umat Beragama

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ma'ruf Amin: Pembuat Hoaks Itu Merupakan Calon Ahli Neraka

"Penganut hoaks itu merupakan calon ahli neraka. Menurut agama bohong membawa ke perbuatan menyimpang," kata Ma'ruf.

Image
News

Kasum TNI Sebut Prajurit yang Profesional Akan Dicintai Rakyat

Dalam organisasi modern, peran personel sangat vital dan sentral untuk menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.

Image
News

Anies Baswedan Keluhkan Padatnya Agenda Gubernur

Alhamdulillah program terlaksana dengan baik.

Image
News

Jika Terpilih, Adik Kandung Pastikan Prabowo Takkan Dirikan Negara Khilafah

"Jadi, tidak mungkin meninggalkan Pancasila apalagi mendirikan negara khilafah,"

Image
News
Menuju Pilpres 2019

Komnas HAM Sebut Kedua Kandidat Belum Serius Selesaikan Kasus HAM

"Kalau saya melihatnya, dari penuturan yang disini dan juga lihat dokumennya, belum tampak sebenarnya mau apa dengan HAM itu?"

Image
News

Lisa Membunuh Bayi yang Baru Dilahirkannya di Hari Kasih Sayang

Lisa membunuh sang bayi di hari Kasih sayang 14 Februari lalu

Image
News

Respon Cepat Debat Kedua Bukti Golkar Terdepan Kawal Jokowi

Uraian beliau berisi, penuh dengan rincian kebijakan, serta disampaikan dengan sangat jelas dan meyakinkan.

Image
News

Survei LSI di Sumsel: Prabowo 44,3% Jokowi 40,7%, Hasil Kerja Relawan Mulai Berbuah

Perbedaan perolehan suara antara kedua calon semakin tipis sebesar 3,6 persen.

Image
News

Bantah Prabowo, Jaksa Agung Tegaskan Kasus Ahmad Dhani Bukan Dendam Politik

Itu kan sudah masuk proses hukum ditangani oleh penyidik Polri.

Image
News
Pemilu 2019

TKN Sebut Saksi Adalah Titik Awal Penentu Kemenangan Jokowi-Ma’ruf

"Penguatan saksi di internal kita sangat dibutuhkan, saya berharap seluruh perangkat dapat menyiapkan saksi itu dengan baik"

trending topics

terpopuler

  1. 5 Respons Menohok Warganet untuk Tweet Dahnil Anzar soal Dana Desa

  2. Jadi Pegawai Kantoran, 10 Potret Putri Patricia yang Selalu Awet Muda

  3. Joko Driyono Mundur, Menpan RB: Pengurus Lain Jangan Kecewakan Bangsa

  4. Produser Film: Punya Ratusan Ribu Hektare Lahan Masih Minta Dana ke Rakyat, #PrabowoNgaco

  5. Antasari: Saya Targetkan Suara yang Didapat Jokowi Minimal Harus Sama seperti Pemilu 2014

  6. Cerita Pengusaha Soal Jokowi yang Mampu Bikin Mereka Peduli Politik: Bukan Lagi Waktunya Main 2 Kaki

  7. Jokowi Pernah Kerja Bareng Prabowo, Hasto: Artinya Pak Jokowi Itu Pengalamannya Luas

  8. 4 Potret Kembaran Bintang Muda MU Ini Bikin Senyum-senyum Sendiri

  9. Paranormal: Langkah Seperti Itu Harus Diambil untuk Amankan Ikan yang Sudah Ada dalam Kolam

  10. Komunitas Blogger Nyatakan Kekecewannya Karena Capres Tak Paham Unicorn

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Bola Panas Logistik Pemilu 2019

Image
Hervin Saputra

Bisakah Kebenaran Mengalahkan Budaya Curiga dalam Kasus Jokdri?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Putaran Kedua: Panggung Milik Siapa?

Wawancara

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Sosok

Image
News

Dari Aktor hingga Politisi, Ini 5 Fakta Perjalanan Karier Rano Karno

Image
News

10 Aksi Susi Pudjiastuti di Atas Perahu, Menantang Laut

Image
News

7 Potret Ketegaran Ani Yudhoyono Jalani Pengobatan Kanker Darah