breaking news: Menpar Arief Yahya Tiba di Lampung dalam Rangkaian LKF 2019

image
Login / Sign Up

Beratnya Perjuangan Warga Sari Rejo Dapatkan Sertifikat Tanah yang Terganjal Status Aset Negara

Muhlis

Image

Massa demonstrasi di depan kantor ATR/BPN Wilayah Sumatera Utara | AKURAT.CO/Muhlis

AKURAT.CO Merasa tak ditanggapi, ratusan warga yang selama ini bermukim di kawasan Pangkalan TNI AU Lapangan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara, mendatangi kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Wilayah Sumatera Utara di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, hari ini.

Mereka datang ke sana dengan mengendarai puluhan sepeda motor dan odong-odong sambil orasi dengan alat pengeras suara. Sesampai di depan kantor yang dituju, mereka berkumpul dan berorasi menuntut BPN membantu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi yaitu penerbitan sertifikat tanah.

"Kami juga masyarakat, kami butuh sertifikat mengapa dipersulit. Namun ketika ada orang yang bukan warga Medan mengurus tanah langsung kalian urus," kata orator.

baca juga:

Massa mengatasnamakan Forum Masyarakat Sari Rejo Medan. Mereka yang ikut aksi ada lelaki, perempuan, tua dan muda.

"Sebenarnya kami tidak berkenan anak-anak ini untuk ikut aksi, tapi karena persoalan ini sudah berlarut-larut dan rakyat semakin menderita, para orangtualah yang membawa serta anak mereka ini," ujar pimpinan Forum Masyarakat Sari Rejo Medan Pahala Napitupulu.

Mereka meminta BPN Sumatera Utara segera menerbitkan sertifikat untuk sekitar 3.900 warga Sari Rejo. Pahala mengatakan gugatan sudah dimenangkan masyarakat melalui keputusan Mahkamah Agung.

"Kalau TNI AU Lanud Soewondo masih mengklaim tanah tersebut milik mereka, silakan lakukan langkah hukum, jangan intimidasi masyarakat," kata dia.

Pahala mengatakan selama ini masyarakat kerap mendapat intimidasi, misalnya di sekitar pemukiman dipasangi plang nama jalan yang bertulis "Ksatrian." 

"Itu kan kawasan pemukiman warga, kenapa ada plang dengan bertuliskan "Ksatrian". Ini kan bukan kawasan Lanud Soewondo?" kata Pahala.

Setelah 30 menit aksi, perwakilan warga meminta bertemu Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Wilayah Sumatera Utara Bambang Priono. Sembilan orang diterima untuk audiensi di dalam kantor.

Ditolak

Keinginan masyarakat Sari Rejo agar mendapatkan sertifikat tanah seluas kurang lebih 260 hektar sepertinya masih butuh perjuangan panjang.

Setelah beraudiensi dengan perwakilan masyarakat, Bambang Priono mengatakan: "Saya menjelaskan terkait dengan tanah Sari Rejo itu sudah jelas, Kementerian Agraria Badan Pertanahan Nasional telah menyurati menteri pertahanan dan keamanan dalam hal ini Kepala Staf Angkatan Udara, untuk membuat surat penghapus bukuan terkait lahan tersebut. Akan tetapi dijawab oleh Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Udara menyatakan bahwa tanah tersebut tercatat di dalam SIMAK-BMN dan masih menjadi aset negara," kata Bambang Priono.

Dalam rangka penyelesaian, Kantor Pertanahan Kota Medan telah melaksanakan identifikasi dan inventarisasi subyek hak, siapa saja yang ada di atas tanah tersebut, untuk mengetahui nama, letak, luas dan berapa yang sudah dikuasai masyarakat.

Hasil dari inventarisasi dan identifikasi terdapat kurang lebih 3.900 anggota masyarakat yang berdiam di atas tanah tersebut. Sejumlah fasilitas umum, seperti tempat ibadah, sekolah dan fasilitas kesehatan juga berdiri di sana.

"Untuk itulah BPN tidak bisa memproses bidang tanah tersebut untuk didaftarkan sehingga sertifikatnya keluar. Karena itu masih persoalan aset. Nanti kalau sudah ada penghapusbukuan dari kementerian pertahanan dan keamanan, itu baru BPN bisa menyelesaikan pensertifikasian," katanya.

"Tadi saya sampaikan kepada pengunjuk rasa, kalau ini hari ada penghapusbukuannya, satu bulan saya akan tuntaskan itu sertifikat," dia menambahkan.

Pahala Napitupulu mengatakan tujuan aksi ini sebenarnya agar persoalan warga disampaikan kepada pPresiden atau menteri supaya dilakukan penghapusbukuan tanah dari aset negara.

"Jadi tadi saya katakan kalau ada persoalan lagi, jangan kembalikan kepada kami, itu, kan bukan tugas kami. Tugas kami hanya menggugat pihak TNI AU dan perselisihan itu telah kami menangkan di Mahkamah Agung," kata dia.

Pahala menekankan langkah warga dikuatkan dari hasil putusan Mahkamah Agung. Masyarakat mengajukan permohonan penerbitan sertifikat tanah, namun terganjal karena tanah terdaftar sebagai aset negara. Dia berharap pemerintah menyelesaikan masalah ini.

"Ini tergantung pak presiden, dan untuk membicarakan itu kepada presiden tugas menteri, bukan tugas kami. Ada menteri agraria yang harusnya berkomunikasi dengan presiden," kata dia. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Driver Ojek Online Patah Tulang Ditendang Jambret

Image

News

Teriakan Mahasiswi Mengantarkan Dua Jambret Masuk Sel

Image

News

Cerita Yenni Lawan Dua Jambret hingga Terseret di Jalan Beraspal

Image

News

Tiga Musang Bertubuh Besar Diamankan Petugas dari Warga

Image

News

Lagi Swafoto, Mahasiswa Asal Papua dan Sumut Ditelan Ombak Besar

Image

News

FOTO Sengketa Tanah Dengan BPN, Warga Gelar Aksi Mengubur Diri

Image

News

Lihat Bayi Mengapung di Sungai, Saksi: Saya Nengok Kok Ada Kayak Boneka Gitu

Image

News

Empat Begal Sadis di Medan Ditangkap, Dua Orang Lainnya Tewas Ditembak

Image

News

Pencari Suaka yang Mengungsi di Medan: Kami di Sini Banyak Masalah, Kenapa Orang Tidak Peduli

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

DPRD dan Pemkab Bekasi Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan: Kami Dukung Perjuangan Buruh

"Kami telah mengirim secara resmi surat penolakan itu ke Dewan Perwakilan Rakyat."

Image
News

Driver Ojek Online Patah Tulang Ditendang Jambret

Lokasinya masuk wilayah hukum Polsek Medan Timur. Tapi sepeda motor korban masih di Polsek Percut Seituan."

Image
News

Lestarikan Alat Musik Tradisional, Sumadi Buat Gamelan Berbahan Seng

Meski menggunakan bahan baku pelat besi seng yang tergolong murah, perajin di Jombang tetap bisa bertahan.

Image
News

Soal Kursi Wagub DKI, PSI Dorong Pembentukan Pansus Baru

Kami harap pansus yang baru harus segera dibentuk.

Image
News

Fakta Seputar Jafar Umar Thalib: Pernah Ikut Perang ke Afghanistan Hingga Dipenjara atas Tuduhan Menghina Megawati

Umar Thalib masuk rumah sakit sejak Rabu (21/8/2019) karena menderita penyakit jantung.

Image
News

Anggota DPRD Jakarta dari PSI pada Tahun-tahun Pertama Mungkin Tak akan Kunjungan Kerja

PSI akan memperbanyak koordinasi dalam enam bulan pertama guna memanaskan mesin partai.

Image
News

Sembahyang King Hoo Ping, Bentuk Simpati Terhadap Arwah Leluhur

Di samping altar terlihat ratusan kertas berwana kuning bertuliskan huruf Tionghoa.

Image
News

Mantan Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib Meninggal Dunia di RS Jantung Harapan Kita

Jafar Umar Thalib merupakan Mantan Panglima Laskar Jihad, organisasi Islam militan.

Image
News

Korban Pecah Kaca di Sunter Tidak Mau Buat Laporan Polisi

Kasus kejahatan jalanan ini dihentikan lantaran korban tidak mau membuat laporan.

Image
News

Wali Kota Jakarta Utara: Aetra dan Palyja Tidak Bisa Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Palyja dan Aetra dikatakan Syamsuddin tidak bisa mengcover kebutuhan ketika kemarau tiba

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Jadi Sorotan karena Bela UAS, 5 Fakta Sosok Ustaz Yahya Waloni

  2. Saidiman Sebut Anies Satu-satunya Gubernur yang Secara Terbuka Membela Pelanggar Hukum

  3. Jika China Urus BPJS Kesehatan, Data-data Indonesia Akan Pindah ke Beijing?

  4. Faizal Assegaf: Kalau Oposisi Masih Ngotot Mendesak Referendum, Suruh Mereka Siapin Dana

  5. Fahira: Saya Merasa Beruntung Punya Gubernur yang Penuh Prestasi

  6. Tiongkok Tawarkan Bantuan Terhadap BPJS Kesehatan, Rizal dan Said Kompak Sindir Luhut

  7. Arogan, Pegawai Kelurahan Lenteng Agung Tidak Antre untuk Dapat Layanan Kesehatan

  8. Ponsel Dicopet, Warganet Justru Antusias Menanti Foto-Video Rahasia Milendaru Terkuak

  9. Kaesang Anak Jokowi: Jujur Saya Pernah Punya Saham Batu Bara

  10. MA Menangkan Gugatan PSI soal PKL, Anies: Mereka Melanggar Karena Kebutuhan

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Rozi Kurnia

Bagaimana Masa Depan Spider-Man Pasca Keluar MCU?

Image
Andre Purwanto

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Wawancara

Image
Video

Hari Fotografi Sedunia

VIDEO Peksi Cahyo, Perekam Visual Olahraga

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Image
Video

VIDEO Jurus Optimalkan Perekonomian Domestik ala Destry Damayanti

Sosok

Image
Gaya Hidup

Awalnya Iseng, Pria ini Bikin Aplikasi yang Sangat Bermanfaat bagi Aktivitas Akademik

Image
News

Jadi Sorotan karena Bela UAS, 5 Fakta Sosok Ustaz Yahya Waloni

Image
News

Dapat Gelar ‘Mama Papua’, 5 Fakta Sepak Terjang Karier Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini