image
Login / Sign Up

Kepercayaan Publik Menurun, PB HMI Minta Ketua KPU dan Bawaslu Diganti

Muslimin

Menuju Pilpres 2019

Image

Ketua Bawaslu Abhan (depan) dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman usai melakukan pengecekan Pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang melakukan tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018). Sebelumnya Pasangan bakal capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin juga melakukan tes kesehatan. Pemeriksaan kesehatan pasangan bakal capres-cawapres ini tidak menentukan lolos tidaknya paslon capres-cawapres. Tes kesehatan akan diakumulatif dengan persyaratan lainnya, kemudian akan ditentukan mana yang memenuhi syarat atau tidak. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Ketua KPU RI, Arief Budiman, dan Ketua Bawaslu RI, Abhan, didesak untuk mundur atau diganti karena dinilai telah menurunkan kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO), Zuhad Aji Firmantoro, saat menanggapi seringnya para penyelenggara pemilu mengambil kebijakan atau keputusan yang justru membuat gaduh suasana perpolitikan Tanah Air.

Aji mengungkapkan, Pilpres 2019 hanya diikuti oleh dua pasangan calon (paslon), sehingga KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu akan rentan dicurigai oleh publik akan berpihak kepada salah satu kandidat.

baca juga:

Oleh karena itu, menurut Aji, apapun kebijakan yang diambil oleh penyelenggara pemilu, harus disertai dengan argumentasi dan penjelasan yang kuat.

“Jika kemampuan menjelaskan kepada publik tidak memadai akan mengakibatkan publik menjadi gaduh," ungkapnya di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Aji pun mencontohkan, misalnya saja masalah penyampaian visi-misi dalam debat kandidat, status pencalonan Oesman Sapta alias OSO sebagai Caleg DPD RI dan yang paling terkini adalah masalah acungan 2 jari dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara internal Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang diproses oleh Bawaslu karena diduga melakukan pelanggaran kampanye.

Lebih lanjut, Aji menjelaskan, dengan memperhatikan persoalan-persoalan tersebut, PB HMI MPO pun meminta agar ada pergantian kepemimpinan di tubuh KPU dan Bawaslu. Sebab, menurut Aji, di bawah kepemimpinan Arief Budiman dan Abhan, KPU dan Bawaslu kerap membuat publik gaduh.

Aji menuturkan, pihaknya pun memberikan beberapa catatan terkait hal tersebut. "Pertama bahwa kegaduhan itu selalu saja bersumber dari kebijakan yang diambil oleh KPU atau Bawaslu," ujarnya.

Kedua, Aji mengatakan, dalam kasus status OSO, sangat terlihat ketidaksolidan KPU dan Bawaslu sebagai sesama penyelenggara Pemilu.

"Ketiga bahwa pembatalan penyampaian visi dan misi langsung oleh paslon adalah hasil desakan dari eksternal KPU," katanya.

Aji menuturkan, dari ketiga catatan itu memperlihatkan bahwa kepemimpinan di dalam kedua lembaga itu terkesan lemah.

"Kondisi itu nampaknya sangat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap integritas kerja Bawaslu dan KPU. Ini berbahaya jika terus menerus dibiarkan karena akan mengurangi kadar legitimasi hasil pemilu," ungkapnya.

Oleh sebab itu, menurut Aji, pihaknya mendorong supaya terjadi reposisi di internal KPU dan Bawaslu dengan mengganti posisi ketua dari kedua lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

"Kami berharap dengan adanya penggantian jabatan ketua, KPU dan Bawaslu dapat bekerja secara lebih mandiri, jujur, adil, profesional dan terbuka sesuai dengan asas penyelenggara pemilu sebagaimana diatur dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu," ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Aji, penyelenggara pemilu akan memperoleh kembali kepercayaan dari publik yang akhir-akhir ini terlihat sangat surut.

"PB HMI juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, utamanya anggota dan simpatisan HMI untuk bahu membahu menjaga kualitas proses dan hasil pemilu kali ini sesuai dengan kapasitasnya masing-masing," katanya.[]

Editor: Deni Muhtarudin

Sumber:

berita terkait

Image

News

Debat Pilpres 2019

Debat Pertama Jokowi-Prabowo Dinilai Seperti Pertandingan Muhammad Ali Vs Joe Frazier

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Jangan Fitnah Ma'ruf Amin, Kiai Hayie: Sebab Dia Punya Senjata

Image

News

Debat Pilpres 2019

BPN Prabowo Sebut Debat Pilpres Telah Kehilangan Ruhnya

Image

News

Debat Pilpres 2019

Mantan Komisioner Desak KPU RI Minta Maaf ke Publik

Image

News

Pemilu 2019

Humphrey Djemat Minta Jokowi Bantu Satukan PPP

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Gandeng Parpol Koalisi, PDIP Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Jakarta

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Konsolidasi Kemenangan, PDIP Gelar Safari Kebangsaan V Jelajahi Jakarta

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Ma'ruf Amin: Di Tangerang Harus Menang, Banten Harus Menang

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Ma'ruf Amin: Saya Bersedia Jadi Alat untuk Kebaikan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Debat Pilpres 2019

Debat Pertama Jokowi-Prabowo Dinilai Seperti Pertandingan Muhammad Ali Vs Joe Frazier

"Pukulan upper cut-nya tiba-tiba muncul tanpa disangka lawan"

Image
News

51 Pekerja Asing Asal Tiongkok Dideportasi dari Aceh

Karena ada pelanggaran dokumen ketenagakerjaan

Image
News

Dukung Jokowi-Ma'ruf, Nasrudin Azis: Saat Deklarasi Saya Tidak Gunakan Fasilitas Negara

"Saat deklarasi saya tidak menggunakan fasilitas negara,"

Image
News

Rumah Luthfi Hasan Ishaaq Akhirnya Laku Dilelang KPK

Proses lelang dilakukan online

Image
News

Rusak APK Partai NasDem, Oknum PNS Diringkus Polisi

Pelaku merusak APK Partai NasDem karena kesal dicopot dari jabatannya.

Image
News

BMKG: Awan Tsunami di Mamuju Tidak Berbahaya

"Itu sebetulnya adalah awan Kumulonimbus (Cb) yang bentuknya mengerikan sehingga masyarakat menyebutnya awan tsunami,"

Image
News
Debat Pilpres 2019

Kubu Jokowi Tidak Keberatan Bila KPU Hapus Kisi-kisi

Kubu Jokowi selalu mengikuti aturan main KPU.

Image
News

Anak Singa Mati Setelah Lahir Akibat Cuaca Dingin di Gaza

Blokade Mesir dan Israel terhadap Jalur Gaza menyulitkan pemilik kebun binatang mendapatkan makanan dan peralatan untuk merawat binatang.

Image
News

Ma'ruf Amin Imbau Santri Harus Berjiwa Bisnis

"Santri harus kreatif, harus dapat membangun jiwa bisnis, membangun usaha di bidang ekonomi supaya mandiri,"

Image
News

Dominasi Anak-anak, Puluhan Korban Tsunami Palu Keracunan Makanan

"Saya dapat (nasi bungkus), tapi saya cium, baunya sudah basi, makanya saya tidak makan,"

trending topics

terpopuler

  1. Sebelum Menjadi Cawapres, Ternyata Sandiaga Pernah di PHK dan 'Nganggur'

  2. Ini Lima Hal yang Membuat Indonesia Tak Mudah Dijadikan seperti Suriah

  3. Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

  4. Wanita Indonesia Dibunuh di Malaysia, Empat Tetangga Korban Diamankan

  5. Kok Bupati di Provinsi Papua Tahan Gaji 12 ASN? Ini Dia Penyebabnya...

  6. Puji Jokowi Bebaskan Ba'asyir, Ma'ruf Amin: Itu Langkah Besar untuk Kemanusiaan

  7. Penghuni Jakarta Diimbau Berhati-hati dengan Cuaca Hari Ini, Berpotensi Hujan dan Petir

  8. Terpaut Usia 11 Tahun Tidak Menjadi Aral bagi Greysia/Apriyani

  9. Setelah Bebas dari Penjara, Abu Bakar Ba'asyir: Yusril Adalah Orang yang Berani

  10. Aneh, Badan Siswa SMA di Palembang ini Seperti Punya Magnet

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat