image
Login / Sign Up

Polri Bentuk Tim Gabungan Ungkap Kasus Penyiraman Novel Baswedan

Yudi Permana

Image

Penyidik senior KPK Novel Baswedan saat memberikan sambutan kepada karyawan dan wartawan di hari pertama kerja di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Novel Baswedan mulai kembali bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhitung Jumat (27/7). Setelah absen selama 16 bulan memberantas korupsi lantaran untuk rehabilitasi pasca disiram air keras pada 11 April 2017 lalu. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Tim Gabungan yang terdiri atas kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tokoh masyarakat, pakar DNA dan sejumlah pihak dibentuk untuk mengungkap kasus penyerangan kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

Pembentukan Tim Gabungan untuk menindaklanjuti rekomendasi Tim Pemantau Proses Hukum Novel Baswedan yang dibentuk Komnas HAM RI. 

"Benar, Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah Kepolisian Republik Indonesia dalam mengusut kasus penyiraman air keras," kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019). 

Atas dasar hal tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengeluarkan surat tugas Nomor Sgas/3/I/Huk.6.6./2019 tertanggal 8 Januari, untuk melaksanakan tugas kepolisian di bidang penyelidikan dan penyidikan dalam kasus tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap Novel Baswedan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP. 

Iqbal mengatakan bahwa Polri telah membentuk Tim Gabungan setelah keluarnya rekomendasi dari Komnas HAM pada 21 Desember 2018. 

"Untuk membentuk tim gabungan yang terdiri atas Kepolisian Republik Indonesia, KPK, tokoh masyarakat, pakar dan pihak lain yang dibutuhkan. Dan paling lambat 30 hari setelah rekomendasi diterima," ucap Iqbal. 

Dalam surat tugas tim gabungan kasus Novel, Kapolri Tito menjadi penanggung jawab atas pembentukannya. Kemudian Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto selaku wakil penanggung jawab. Dan Irwasum Polri Komjen Putut Eko Bayuseno, Kabareskrim Komjen Pol Arief Sulistyanto, dan Kadivpropam Irjen Listyo Sigit Prabowo yang memberikan asistensi. 

Tim gabungan ini juga melibatkan sejumlah tim pakar di bidang hukum pidana dan HAM. Diantaranya, ada mantan Wakil Ketua KPK periode Februari-Desember 2015 Indriyanto Seno Adji, Peneliti LIPI Hermawan Sulistyo, Mantan Ketua Umum Ikatan Sarjana Hukum Indonesia Amzulian Rifai, Ketua Setara Institut atau LSM Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, dan dua mantan Komisioner Komnas HAM Nur Kholis serta Ifdhal Kasim. 

Selain itu dari pihak KPK ada nama Budi Agung Nugroho, Harun, Pengawas Internal KPK Novrizal, Herda K, dan Tessa Mahardika.

Adapun tim gabungan ini diketuai Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz dan wakilnya, Karobinops Bareskrim Polri Brigjen Nico Afinta. Kemudian Brigjen Pol Wahyu Diningrat selaku Kasubdit Analisis dan Evaluasi, Irjen Mohammad Iqbal sebagai Kasubdit Humas dan Anggota Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Selanjutnya, Kombes Slamet Uliandi bertugas sebagai Kasubdit Analis/IT, Kombes Roycke Harry Langie selaku Kasubdit Penyidikan, AKBP Herry Raymond Siagian sebagai Kasubdit Penyelidikan, dan AKBP Jaya Putra sebagai Kasubdit Bantuan Teknis. 

Jadi total, tim ini berjumlah 65 orang. Termasuk lima orang anggota Densus 88 Anti-teror masuk didalam Tim Gabungan tersebut. 

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa surat tugas ini berlaku beberapa bulan ke depan. "Surat perintah berlaku untuk enam bulan kedepan hingga 7 Juli 2019," pungkas Iqbal. []

baca juga:

Editor: Dedi Ermansyah

Sumber:

berita terkait

Image

News

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Dua Pria yang Jenazahnya Diikat di Pasuruan

Image

News

Kronologi Penemuan Dua Jenazah Korban Pembunuhan di Pasuruan

Image

News

Polisi Tetapkan Pemilik Kapal Motor yang Karam di Kapuas sebagai Tersangka

Image

Hiburan

Nirina Zubir Ajarkan Anak-anaknya Safety Riding Sejak Usia 3 Tahun

Image

News

Tim Gabungan Dikerahkan Cari Korban Kapal Motor Tenggelam di Sungai Kapuas

Image

News

Mayat Pria Diduga Dibunuh Gegerkan Warga Kembangan

Image

News

Polda Metro Jaya Buru Dua Buronan Kasus Narkoba dengan Modus Abon Lele dan Teri Medan

Image

News

Masyarakat Lampung Timur Resah akan Maraknya Aksi Pencurian

Image

News

Satreskrim Jayawijaya Selidiki Penemuan Jasad Mengambang di Kali Wouma

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kisah James Berjam-jam Menunggu, Akhirnya Berhasil Jadi Pusat Perhatian Jokowi

James terlihat menangis karena tak percaya dapat bertemu Jokowi.

Image
News

Pencari Suaka, Imigran, dan Pengungsi, Apa Bedanya?

Pengungsi berbeda dengan migran atau imigran karena perpindahan mereka didorong oleh faktor yang tidak mereka kehendaki.

Image
News

Korban Dibunuh karena Pelaku Dendam Pernah Disantet

Selain itu, polisi juuga sudah memeriksa saksi-saksi.

Image
News

Guntur Romli: Saya Tidak Peduli Abu Bakar Ba'asyir Dukung Siapa di Pilpres 2019

"Iya, termasuk kondisi kesehatan masuk dalam pertimbangan itu," katanya.

Image
News

Pengamat: Pembebasan Ba’asyir bukan Kompromi dengan Teroris

Ba’asyir telah menjalani masa hukumannya selama 9 tahun sejak divonis 15 tahun penjara.

Image
News

Janji Ma'ruf Amin kepada Petani Kalau Menang

"Terimakasih atas dukungan yang diberikan. Saya sangat bersyukur dan yakin bahwa kita bisa menang dan meraup suara tinggi di Jabar."

Image
News

KPU Tinjau Proses Percetakan Surat Suara di Makassar

Hari ini 20 Januari pukul 11.15 WITA, kita mulai pencetakan perdana suara suara Pemilu 2019.

Image
News

Pendukung Ahok: Gua yang Jemput Pertama BTP, Gua yang Gendong, Gua Mau Arak

Victor Simanjuntak mencoba menawar. Dia mengatakan nanti tidak akan membuat macet.

Image
News

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Dua Pria yang Jenazahnya Diikat di Pasuruan

Ketiganya saat ini sedang menjalani pemeriksaan.

Image
News
Pemilu 2019

Gandeng Partai Koalisi, PDIP Targetkan Kursi DPR di Jakarta Bertambah

"Kalau kalkulasi dengan sistem perhitungan sesuai UU baru, sekarang 2 sampai 3"

trending topics

terpopuler

  1. Ricuh di Tanah Abang, Pengamat: PKL Berani Serang karena Tahu Kelemahan Satpol PP

  2. Giggs: Saya Tidak Terkejut Apa yang Solskjaer Lakukan

  3. Ini Dia, Sejumlah Vitamin yang Bisa Cegah Jerawat Meradang

  4. Pemerintah Tawarkan Rumah Subsidi Seharga Rp130 Juta Bagi Tukang Cukur

  5. Paslon Nurhadi-Aldo Jadi Sorotan Media Internasional

  6. Rumah Luthfi Hasan Ishaaq Akhirnya Laku Dilelang KPK

  7. Film Preman Pensiun Tuai Banyak Pujian, Ini Kata Epy Kusnandar

  8. Jangan Fitnah Ma'ruf Amin, Kiai Hayie: Sebab Dia Punya Senjata

  9. Tumbangkan Sevilla, Real Madrid Naik ke Posisi Tiga Klasemen Sementara

  10. Debat Pertama Jokowi-Prabowo Dinilai Seperti Pertandingan Muhammad Ali Vs Joe Frazier

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat