image
Login / Sign Up

Perubahan Visi-Misi Prabowo-Sandi Dicuekin KPU

Oktaviani

Image

Ketua KPU Arief Budiman saat memimpin rapat validasi dan approval surat suara DPR RI serta presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019). Validasi dan approval ini dilakukan untuk memastikan penulisan nama dan foto peserta pemilu benar. Serta dalam waktu dekat surat suara akan dicetak. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengubah visi dan misi Pilpres 2019. Namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak perubahan itu.

Ketua KPU Arief Budiman memastikan semua dokumen terkait Pilpres 2019 sudah tak dapat diubah. Sebab, berkas visi-misi bagian dari dokumen yang diserahkan saat pendaftaran pasangan calon.

"KPU menerima seluruh dokumen pendaftaran pada masa pendaftaran. Nah, dokumen itu salah satunya dokumen visi-misi," kata Arief di Kantor KPU RI, Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

baca juga:

Oleh karena itu, kata Arief, saat BPN menyerahkan dokumen visi dan misi yang baru, KPU tidak bisa menerima. Pasalnya masa penyerahan dokumen sudah lewat.

Selain itu, Arief menegaskan, pihaknya akan tetap menggunakan dokumen visi dan misi lama milik BPN. Hal itu juga berlaku untuk para panelis debat yang membuat pertanyaan bagi kedua pasangan calon.

"Gunakan yang lama, kemarin juga untuk kisi-kisi debat kami serahkan ke panelis itu yang lama,"jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Koalisi Partai Pendukung Prabowo-Sandiaga mengubah visi misi yang disetorkan ke Komisi Pemilihan Umum. Dokumen visi misi Prabowo-Sandi diubah pada 9 Januari 2019.

Berkas visi misi yang mulanya berjumlah 14 halaman, kini bertambah menjadi 45 halaman. Adapun selain visi misi, kubu Prabowo-Sandi mengubah tagline yang semula

"Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi" direvisi menjadi "Indonesia Menang". []

Editor: Ainurrahman

Sumber:

berita terkait

Image

News

KPU Tinjau Proses Percetakan Surat Suara di Makassar

Image

News

Surat Suara Pemilu Mulai Dicetak, KPU Hemat Anggaran Rp291 Miliar

Image

News

Debat Pilpres 2019

Evaluasi Debat Pilpres, KPU Pertimbangkan Hapus Kisi-kisi Soal

Image

News

KPU Mulai Cetak Surat Suara Pemilu 2019

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Prabowo Imbau WNI di Luar Negeri Gunakan Hak Pilih pada Pilpres

Image

News

KPU Bungkam Soal Sosok Pria Bule Dalam Debat Capres

Image

News

Debat Pilpres 2019

Relawan Jokowi-Ma'ruf Sarankan KPU Perpanjang Durasi Debat Pilpres

Image

News

Debat Pilpres 2019

KPU Tak Lagi Bocorkan Kisi-kisi Soal Pada Debat Pilpres 17 Februari

Image

News

Debat Pilpres 2019

Mantan Komisioner Desak KPU RI Minta Maaf ke Publik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Guntur Romli: Saya Tidak Peduli Abu Bakar Ba'asyir Dukung Siapa di Pilpres 2019

"Iya, termasuk kondisi kesehatan masuk dalam pertimbangan itu," katanya.

Image
News

Pengamat: Pembebasan Ba’asyir bukan Kompromi dengan Teroris

Ba’asyir telah menjalani masa hukumannya selama 9 tahun sejak divonis 15 tahun penjara.

Image
News

Janji Ma'ruf Amin kepada Petani Kalau Menang

"Terimakasih atas dukungan yang diberikan. Saya sangat bersyukur dan yakin bahwa kita bisa menang dan meraup suara tinggi di Jabar."

Image
News

KPU Tinjau Proses Percetakan Surat Suara di Makassar

Hari ini 20 Januari pukul 11.15 WITA, kita mulai pencetakan perdana suara suara Pemilu 2019.

Image
News

Pendukung Ahok: Gua yang Jemput Pertama BTP, Gua yang Gendong, Gua Mau Arak

Victor Simanjuntak mencoba menawar. Dia mengatakan nanti tidak akan membuat macet.

Image
News

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Dua Pria yang Jenazahnya Diikat di Pasuruan

Ketiganya saat ini sedang menjalani pemeriksaan.

Image
News
Pemilu 2019

Gandeng Partai Koalisi, PDIP Targetkan Kursi DPR di Jakarta Bertambah

"Kalau kalkulasi dengan sistem perhitungan sesuai UU baru, sekarang 2 sampai 3"

Image
News

Kronologi Penemuan Dua Jenazah Korban Pembunuhan di Pasuruan

Saudara Nurul huda bersama warga sempat menyiramkan air kepada kedua orang korban.

Image
News

Kini Warga Malaysia yang Mengkritik Keluarga Kerajaan Bisa Dipenjara

Undang-Undang Penghasutan melarang segala tindakan, ucapan, atau publikasi yang mengkritik pemerintah atau penguasa sembilan negara bagian

Image
News

Unik, Memorandum Dukungan ke Jokowi-Ma'ruf Ditulis di Kertas Daluang

"Terima kasih atas dukungan yang diberikan. Saya yakin bisa menang dan meraup suara tinggi di Jawa Barat," kata dia.

trending topics

terpopuler

  1. Wali Kota Cirebon Nasrudin Aziz Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019

  2. Ricuh di Tanah Abang, Pengamat: PKL Berani Serang karena Tahu Kelemahan Satpol PP

  3. Habiburokhman: Jangan Ada Pihak-pihak yang Mempolitisasi Pembebasan

  4. Doa Dedeh Sebelum Ketemu Jokowi: Lihat TV, Yakinkanlah Ya Allah, Pertemukan dengan Presiden

  5. Tuai Banyak Cibiran, Foto Liburan Syahrini Ini Diduga Editan

  6. PDIP Minta Publik Beri Ahok Kesempatan Nikmati Urusan Pribadinya

  7. Ini Dia, Sejumlah Vitamin yang Bisa Cegah Jerawat Meradang

  8. Giggs: Saya Tidak Terkejut Apa yang Solskjaer Lakukan

  9. Pemerintah Tawarkan Rumah Subsidi Seharga Rp130 Juta Bagi Tukang Cukur

  10. Pengaruh Erick Thohir, Milenial Lebih Banyak Memilih Jokowi-Ma'ruf

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat