image
Login / Sign Up

5 Fakta Keren Sutopo Purwo Nugroho, Humas BNPB yang Disorot Media Asing

Sahistya Dhanes

Image

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memberikan keterangan seusai bertemu di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/10/2018). Presiden menilai kegigihan dan semangat Sutopo dalam bekerja meskipun menderita sakit kanker stadium 4 dapat menjadi inspirasi bagi semua. | ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

AKURAT.CO, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kembali menjadi sorotan setelah namanya masuk ke laman koran Amerika Serikat New York Times. Cerita mengenai dirinya dimuat dalam kolom Saturday Profile di laman tersebut.

Pria kelahiran Boyolali itu sendiri mengaku tidak menyangka akan dipantau media internasional. Sosok Sutopo yang bersahaja dan penuh dedikasi membuat media-media internasional menyoroti sepak terjangnya.

Berikut adalah beberapa fakta tentang Sutopo Purwo Nugroho yang dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, Senin (31/12):

baca juga:

1. Cara sutopo menjelaskan informasi mudah dicerna

Richard D. Paddock, wartawan New York Times yang mewawancarai Sutopo, mengatakan salah satu hal yang menarik dari Sutopo adalah caranya menyampaikan informasi. Richard mengaku media internasional, tidak hanya New York Times, banyak memberitakan Sutopo.

"Penjelasan yang Anda berikan cepat, akurat, dan menenangkan banyak pihak," kata Richard.

Hal serupa disampaikan oleh salah seorang warga Jakarta.

"Ia menjelaskan berbagai hal dengan cara yang sederhana, yang dapat dimengerti semua orang," kata Caroline Maringka, dilansir dari laman New York Times, Senin (31/12).

"Saya juga merasa ia sangat berkomitmen dan menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas. Meskipun ia menderita penyakit mematikan, ia masih melakukan pekerjaannya," lanjut Caroline.

Dalam menjelaskan bencana kepada masyarakat, Sutopo mengaku mengkolaborasikan pendekatan ilmiah dan budaya agar lebih diterima.

"Pendekatan budaya bekerja lebih baik daripada sains dan teknologi. Jika orang-orang berpikir itu (bencana alam) adalah hukuman dari Tuhan, maka mereka lebih mudah untuk pulih," kata Sutopo.

2. Melawan bencana sambil menanggung 'bencana'

Sutopo merupakan penderita kanker paru-paru stadium 4B, penyakit yang terus dilawannya setiap hari. Ia mengaku kaget ketika divonis kanker pada Januari lalu, namun dengan tegar ia menerima hal itu sebagai takdirnya.

Penyakit ganas tersebut tidak menghalanginya mengabdikan diri kepada masyarakat untuk memberikan informasi tentang bencana. Apa yang dilakukan Sutopo dipandang sangat menginspirasi oleh media-media internasional.

"Umumnya survivor kanker, apalagi sudah dalam level kritis akan banyak menghabiskan waktu di rumah atau di rumah sakit. Tapi kamu masih bekerja melayani media dan publik. Saya follower Twitter kamu. Sangat cepat sekali kamu memberikan informasi bencana. Di USA tidak secepat itu. Media sulit mendapatkan data dan informasi yang cepat saat ada bencana di Amerika," kata Richard dilansir dari detik, Senin (31/12).

Richard menambahkan bahwa banyak orang di negaranya yang bersimpati dan mengapresiasi apa yang dilakukan Sutopo, itulah salah satu alasan yang mendorong dirinya datang untuk mewawancarai pria 49 tahun tersebut.

3. Jadi jubir tanpa training

Selama 16 tahun, Sutopo bekerja sebagai peneliti untuk lembaga pemerintah. Tahun 2009 ketika banjir besar melanda Jakarta dan menewaskan lebih dari 100 orang, ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menganalisis penyebab banjir. Ia pun menemukan bahwa penyebabnya adalah retakan pada struktur bendungan.

"Saat itu saya melawan Kementerian Pekerjaan Umum. Saya menerima banyak ancaman, menyuruh saya untuk tetap bungkam," tutur Sutopo.

Sutopo baru resmi bergabung dengan BNPB pada 2010, kala itu ia ditempatkan di bagian mitigasi bencana. Ia sempat menolak jabatannya sekarang, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, sebanyak tiga kali.

Sutopo akhirnya tidak punya pilihan lain setelah didesak, banyak pihak memintanya menduduki jabatan tersebut lantaran gelar doktor yang dipegang Sutopo, menyebut bahwa orang-orang akan lebih percaya apabila informasi disampaikan oleh orang berpendidikan. Hal unik di balik itu semua adalah ia mengaku dirinya tidak sadar ketika dilantik sebagai Kepala Humas.

"Saya tidak punya latar belakang (pendidikan) komunikasi, saya hanya menjalankannya saja. Saya juga dituntut untuk memiliki keberanian mengkritik pemerintah, tidak dengan bahasa birokrat namun dengan bahasa saya sendiri," katanya.

Ia menambahkan bahwa melawan hoax adalah salah satu dari sekian banyak pekerjaannya.

"Yang saya berikan adalah berita benar, bukan berita palsu seperti Donald Trump," ujarnya.

4. Mengidolakan Obama

Dalam wawancara dengan New York Times, Sutopo menuturkan bahwa ia lebih menyukai Barack Obama ketimbang Donald Trump, seperti orang Indonesia lainnya. Barack Obama memang dikenal memiliki kedekatan tersendiri dengan Indonesia karena sempat tinggal di sini dan mengunjungi Indonesia selama masa kepresidenannya.

Ketika ditanya siapa yang ingin ia temui selanjutnya, ia menjawab:

"Bukan Donald Trump, tapi Obama."

Sosok idola yang berhasil ia temui sejauh ini adalah Presiden Joko Widodo dan penyanyi pop Raisa. Pertemuannya dengan Raisa terwujud berkat bantuan 8,4 juta pengikut Twitternya yang menyebarkan tagar #RaisaMeetSutopo.

5. Menerima banyak penghargaan

Masuknya Sutopo ke halaman Saturday Profile New York Times bukanlah satu-satunya penghargaan yang ia terima. Sebelumnya ia pernah menerima penghargaan dari Mafindo atas dedikasinya menangkal hoax dan disinformasi selama bencana alam. Media Singapura The Strait Times juga menganugerahinya gelar "Asian of The Year".

Sutopo merasa banyaknya sorotan yang ia terima adalah sesuatu yang tidak biasa, mengingat dirinya adalah birokrat level menengah. Banyaknya pemberitaan membuat dirinya begitu menonjol, membuat Presiden Joko Widodo tertarik menemuinya.[]

Editor: Ghendhiz A.

Sumber:

berita terkait

Image

Iptek

BNPB: 1500 Sekolah Telah Jalankan Program Kebencanaan

Image

Iptek

Adakan Edukasi Kebencanaan, BNPB Apresiasi Jakarta Humanity Festival 2019

Image

Iptek

BNPB: Aplikasi Mitigasi Belum Terlalu Efektif Di Lapangan

Image

News

Marsekal Hadi: TNI Akan Selalu Siap Mendukung BNPB

Image

News

Soal Dampak Puting Beliung di Rancaekek, Sutopo: Diperkirakan Jumlah Bertambah

Image

News

Perpres Nomor 1 Tahun 2019 Berikan Ruang TNI Aktif Jabat Kepala BNPB

Image

News

Jabat Kepala BNPB, Pengamat: Letjen Doni Adalah Sosok yang Tepat

Image

News

Longsor Sukabumi

Korban Longsor Sukabumi Akan Direlokasi ke Daerah Lain

Image

News

Kaleidoskop 2018

BNPB Sebut Ada 3 Fenomena Alam Langka yang Terjadi di 2018

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Gara-gara Bela CEO Bukalapak Gibran Dibilang Anak Durhaka

"Tau gak @bukalapak itu ngasih makan banyak orang? Ayo kalian belajar untuk memaafkan."

Image
News

Mengintip Ruang Debat Kedua Capres di Hotel Sultan Jakarta

Persiapan sudah mencapai 90 persen

Image
News

Khofifah-Emil Jenguk Ani Yudhoyono di Singapura

Tadi kami membaca Al Fatihah.

Image
News

Pranowo Anung Sebut Jokowi Telah Menerima Permintaan Maaf CEO Bukalapak

Bermula ketika Achmad Zaky mengkritik anggaran industri 4.0 di Indonesia.

Image
News

Sah! Polda Metro Larang Migo Melintas di Jalan Raya

Migo dilarang karena speknya tidak memenuhi kendaraan bermotor, spesifikasi teknisnya

Image
News

Miris, Siswa Sekolah Dasar Pengidap HIV/AIDS Dilarang Sekolah

Siswa sekolah dasar di Solo yang mengidap HIV/AIDS tidak bisa mengenyam pendidikan seperti anak anak lainnya

Image
News

MA Tolak Kasasi HTI, Intelektual NU: Islam Yes, Khilafah No!

HTI resmi dan sah secara hukum telah dibubarkan.

Image
News

Tak Ada Guru, Babinsa Ini Mengajar Puluhan Anak Putus Sekolah di Ujung Timur Pulau Seram

"Disana masih banyak anak-anak yang putus sekolah, bahkan tidak dapat bersekolah"

Image
News

'Skenario' Ahok Gantikan Ma'ruf Amin, Rustam: Pikiran Konspiratif yang Merendahkan

Rustam Ibrahim juga menegaskan jika memang harus digantikkan, Joko Widodo dan koalisi partai politik tidak akan mengusulkan BTP.

Image
News

2981 Personil Gabungan Amankan Jalananya Debat Putaran Ke Dua

Personel berseragam maupun berpakaian bebas diturunkan untuk menjaga jalannya debat capres

trending topics

terpopuler

  1. Warga Kota Peru Siaga Gempa Setelah Ikan Laut Dalam Tertangkap Nelayan

  2. Setelah Ramai #Uninstallbukalapak, Emak-emak Ngegas Dukung #Uninstalljokowi

  3. Terungkap Alasan Dibalik Pengusaha Ritel Pillih Tutup Toko

  4. 10 Potret Zinedine Alam, Anak Ganjar Pranowo yang Jarang Tersorot

  5. Nekat Loncat dari Ketinggian, Vicky Prasetyo Resmi Pacari Anggia Chan

  6. Bupati Landak Sebut Telah Siapkan RP 1 Miliar untuk Penanganan Karhutla

  7. Sering Disangka Ibu dan Anak, 10 Kebersamaan Kesha dan Mona Ratuliu

  8. Agar Guru Tak Terus Jadi Korban Perlakuan Siswa, Begini Caranya

  9. Wajah Baru Stasiun Cisauk, Sutopo: Kirain Ini di Eropa, ternyata di Tangerang!

  10. Lima Tanggapan Tokoh Terkait Tweet 'Presiden Baru' CEO Bukalapak

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Kejutan Debat Kedua

Image
Hervin Saputra

Al Araibi: Olahraga, Politik, atau Hak Asasi Manusia?

Image
Cosmas Kopong Beda

Masihkah Sepak Bola Modern Membutuhkan Kapten Ikonik?

Image
Cosmas Kopong Beda

The Blues (Harus) Bersabar dengan Kerja Maurizio Sarri

Wawancara

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Sosok

Image
News

10 Potret Harmonis Keluarga Ridwan Kamil yang Mencuri Perhatian

Image
News

10 Potret Darma Hutomo, Putra Tommy Soeharto yang Warisi Bakat Sang Ayah

Image
News

10 Potret Zinedine Alam, Anak Ganjar Pranowo yang Jarang Tersorot