image
Login / Sign Up

Mayor Anna, Srikandi Pertama Penjaga Perbatasan RI-PNG

Deni Muhtarudin

Image

Komandan Koramil (Danramil) 04-1701/Arso, Mayor Chk (K) Yuliana Rosario Yoku alias Mayor Anna, saat memimpin sebuah upacara | Dok. Dispenad

AKURAT.CO, Korps wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) bukanlah mawar penghias taman, tapi melati yang menjadi pagar bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Koramil (Danramil) 04-1701/Arso, Mayor Chk (K) Yuliana Rosario Yoku, dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Senin (24/12/2018).

Koramil-04/Arso merupakan Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dibawah Kodim 1701/Jayapura Korem 172/Praja Wira Yakthi. Secara geografis, Distrik Arso yang berada di wilayah Kabupaten Keerom, Papua, ini berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG).

baca juga:

Perempuan yang akrab disapa Anna itu merupakan 1 dari 9 orang Prajurit Kowad yang menjabat sebagai Danramil di Satkowil TNI AD dan juga wanita pertama yang bertugas di wilayah perbatasan RI-PNG yang memiliki tingkat dinamika penugasan yang sangat tinggi.

"Dalam keseharian, selain melaksanakan pembinaan teritorial, saya bersama dengan Satgas Pamtas (Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan) melaksanakan pemantauan wilayah. Bahkan dalam beberapa kesempatan, turut berpatroli bersama ke perbatasan RI-PNG," ungkapnya.

Di 2018 ini, Anna menjelaskan bahwa dirinya telah melaksanakan patroli patok perbatasan sebanyak 2 kali yaitu di Skofro dan Bewan Baru. Pada saat patroli yang pertama ke Skofro, dilakukan bersama dengan Satgas Pamtas Yonif Para Raider 432/WSJ dan yang kedua ke Bewan Baru hanya bersama anggotanya.

Mayor Anna. Dok. Dispenad

"Patroli pertama pada tanggal 18 Januari 2018 bersama Satgas Pamtas patroli ke patok Skofro dan yang kedua tanggal 11 Juli 2018 ke Patok Batas MM 3A di Bewan Baru. Di wilayah Arso terdapat empat patok perbatasan," ujarnya.

Menurut Anna, patroli yang paling berat adalah rute ke patok Bewan Baru. Hal tersebut dikarenakan tidak hanya rutenya yang cukup berat dan belum dapat dilalui dengan sarana transportasi, tapi juga karena merupakan perlintasan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Mayor Anna. Dok. Dispenad

"Dari Koramil, menggunakan kendaraan (mobil) ke Desa Kibay selama 1 jam perjalanan. Kemudian menempuh perjalanan darat (jalan kaki) selama 3 jam melalui Kali Asin dan Kali Bewan, tapi itupun jika tidak ada banjir, akibat hujan. Oleh karenanya, untuk menunju kesana, kita harus menyiapkan segala sesuatunya, baik fisik, mental, logistik termasuk pengamanannya," katanya.

Lebih lanjut, Anna menjelaskan bahwa selama 1 tahun menjabat sebagai Danramil, dirinya berupaya membangun komunikasi ke seluruh kampung yang ada di 4 Distrik. Pada bulan Februari 2018, bersama dengan anggotanya, Anna pun dengan menempuh 8 jam perjalanan untuk mengunjungi Kampung Sawabum yang bertahun-tahun belum pernah dikunjungi oleh Koramil.

Mayor Anna. Dok. Dispenad

"Akses ke kampung itu baru dibuka, untuk menuju ke kampung tersebut harus naik buldoser dari jam 11.30 sampai 15.30 WIT. Kondisi di sini masih dapat dikatakan memprihatinkan, sehingga bersama dengan aparat lainnya (Pemerintahan dan Kepolisian) serta Satgas Pamtas, kita bahu-membahu membangun berbagai hal untuk kepentingan masyarakat," ungkapnya.

Adapun yang menjadi motivasi, menurut Anna, dikarenakan dirinya sadar bahwa Papua merupakan tanah kelahirannya yang harus dibangun supaya tidak tertinggal dengan wilayah yang lainnya.

"Jika bukan kita, siapa lagi dan jika tidak sekarang kapan lagi. Itu yang selalu terbayang dalam benak saya, untuk berbuat yang terbaik, tulus dan ikhlas bagi saudara-saudara kita disini. Apalagi saat ini, dapat dikatakan saya memiliki kewenangan dalam membina wilayah," ujarnya.

"Saya senantiasa memikirkan dan berupaya mewujudkannya untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Tentu saat ini, yang jadi prioritas, selain menjaga wilayah perbatasan juga membina wilayah dan turut membangun kesejahteraan masyarakat," kata Anna melanjutkan.

Anna mengungkapkan bahwa keberadaannya saat ini juga sekaligus untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi muda di wilayahnya untuk mengikuti dirinya sebagai prajurit TNI AD.

Mayor Anna. Dok. Dispenad

"Selama saya menjadi tentara selepas kuliah, banyak hal yang diperoleh. Selain nilai-nilai keprajuritan, juga yang paling utama adalah nasionalisme dan wawasan kebangsaan, maka dalam berbagai kegiatan pembinaan teritorial, itu pula yang selalu saya tularkan," ungkapnya.

Sedangkan terkait kendala yang dihadapi selama menjadi Kowad, Anna pun menyatakan dengan lugas jika selama ini dirinya tidak memiliki hambatan yang sangat berat.

"Di militer kita ditempa dengan serba keras agar menjadi individu yang kompetitif namun tetap memiliki jiwa korsa yang tinggi. Pimpinan TNI AD saat ini betul-betul memperhatikan yang namanya emansipasi wanita. Kita diberikan tugas dan tanggung jawab, namun tetap didasarkan pada kodratnya yaitu wanita Indonesia. Jadi selama kita mengikuti irama tugas dan disertai dengan keikhlasan dalam pengabdian, maka semuanya menjadi ringan," ujarnya.

Mayor Anna. Dok. Dispenad

Sebelum mengakhiri, Anna menyampaikan terima kasih kepada pimpinan TNI AD yang telah memberikan kesempatan bagi dirinya menjadi Danramil dimana dia dilahirkan, sehingga dia bisa membantu masyarakat secara langsung.

"Meski tidak banyak, sudah ada di beberapa Kodam yang Danramilnya diisi oleh Kowad, bahkan ada yang jadi Dandim. Ini bukan karena Kowad diperlakukan khusus, melainkan karena sesuai dengan semboyannya bahwa Kowad bukanlah mawar penghias taman tapi melati pagar bangsa. Kowad bukanlah hanya pelengkap organisasi tapi justru penjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa yang bisa mengharumkan Indonesia," katanya.[]

Editor: Ainurrahman

Sumber:

berita terkait

Image

News

TNI Ikut Uji Coba Jaringan Optik Bawah Laut Palapa Ring Paket Tengah

Image

News

SEMPU Disebut Sebagai Tulang Punggung Komando Sektor Timur UNIFIL

Image

News

Korpaskhas Disebut Jadi yang Terdepan dalam Setiap Medan Tempurnya

Image

News

Dikreg Seskoad 2019 Diikuti 9 Perwira Negara Sahabat

Image

News

Tiga Prajurit Kodam I/BB Amankan Penipu yang Catut Nama Wali Kota Medan

Image

News

Marsekal Hadi: TNI Akan Selalu Siap Mendukung BNPB

Image

News

Panglima TNI Akan Ceramah di Munas PBNU

Image

News

HUT ke-68 Dispenad Diharapkan Jadi Momentum Refleksi dan Introspeksi

Image

News

Seskoal Selenggarakan Pendidikan Reguler Angkatan ke-57 Program Magister Terapan 2019

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Debat Pilpres 2019

Debat Pertama Jokowi-Prabowo Dinilai Seperti Pertandingan Muhammad Ali Vs Joe Frazier

"Pukulan upper cut-nya tiba-tiba muncul tanpa disangka lawan"

Image
News

51 Pekerja Asing Asal Tiongkok Dideportasi dari Aceh

Karena ada pelanggaran dokumen ketenagakerjaan

Image
News

Dukung Jokowi-Ma'ruf, Nasrudin Azis: Saat Deklarasi Saya Tidak Gunakan Fasilitas Negara

"Saat deklarasi saya tidak menggunakan fasilitas negara,"

Image
News

Rumah Luthfi Hasan Ishaaq Akhirnya Laku Dilelang KPK

Proses lelang dilakukan online

Image
News

Rusak APK Partai NasDem, Oknum PNS Diringkus Polisi

Pelaku merusak APK Partai NasDem karena kesal dicopot dari jabatannya.

Image
News

BMKG: Awan Tsunami di Mamuju Tidak Berbahaya

"Itu sebetulnya adalah awan Kumulonimbus (Cb) yang bentuknya mengerikan sehingga masyarakat menyebutnya awan tsunami,"

Image
News
Debat Pilpres 2019

Kubu Jokowi Tidak Keberatan Bila KPU Hapus Kisi-kisi

Kubu Jokowi selalu mengikuti aturan main KPU.

Image
News

Anak Singa Mati Setelah Lahir Akibat Cuaca Dingin di Gaza

Blokade Mesir dan Israel terhadap Jalur Gaza menyulitkan pemilik kebun binatang mendapatkan makanan dan peralatan untuk merawat binatang.

Image
News

Ma'ruf Amin Imbau Santri Harus Berjiwa Bisnis

"Santri harus kreatif, harus dapat membangun jiwa bisnis, membangun usaha di bidang ekonomi supaya mandiri,"

Image
News

Dominasi Anak-anak, Puluhan Korban Tsunami Palu Keracunan Makanan

"Saya dapat (nasi bungkus), tapi saya cium, baunya sudah basi, makanya saya tidak makan,"

trending topics

terpopuler

  1. Sebelum Menjadi Cawapres, Ternyata Sandiaga Pernah di PHK dan 'Nganggur'

  2. Ini Lima Hal yang Membuat Indonesia Tak Mudah Dijadikan seperti Suriah

  3. Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

  4. Wanita Indonesia Dibunuh di Malaysia, Empat Tetangga Korban Diamankan

  5. Kok Bupati di Provinsi Papua Tahan Gaji 12 ASN? Ini Dia Penyebabnya...

  6. Puji Jokowi Bebaskan Ba'asyir, Ma'ruf Amin: Itu Langkah Besar untuk Kemanusiaan

  7. Penghuni Jakarta Diimbau Berhati-hati dengan Cuaca Hari Ini, Berpotensi Hujan dan Petir

  8. Terpaut Usia 11 Tahun Tidak Menjadi Aral bagi Greysia/Apriyani

  9. Setelah Bebas dari Penjara, Abu Bakar Ba'asyir: Yusril Adalah Orang yang Berani

  10. Aneh, Badan Siswa SMA di Palembang ini Seperti Punya Magnet

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Gaya Hidup

Mau Bikin Baju Jokowi! Kenalkan Rahmat Hidayat, Desainer Difabel dengan Karya 'Bukan Kaleng-kaleng'

Image
Hiburan

Debat Pilpres 2019

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat