image
Login / Sign Up

Kisah Shaparak, Wanita Iran yang Dipenjara Karena Lepas Hijab

Citra Puspitaningrum

Image

Shaparak Shajarizadeh (42) dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan 18 tahun masa percobaan karena tidak memakai hijab di tempat umum | BBC

AKURAT.CO, Shaparak Shajarizadeh adalah seorang wanita Iran yang berani melepas hijabnya di muka publik untuk memprotes kebijakan negaranya yang mewajibkan kaum wanita untuk memakai hijab. Lantaran keputusannya itulah, wanita ini harus rela meninggalkan negaranya sendiri menuju Turki.

Sejak revolusi Iran pada tahun 1979, wanita Iran memang diwajibkan oleh pemerintah untuk menutupi rambutnya, sejalan dengan aturan Islam. Mereka yang berani menunjukkan rambutnya di depan publik, bisa dijatuhi hukuman, mulai dari denda sebesar USD 25 (Rp363 ribu) hingga kurungan penjara.

Namun, di masa-masa sekarang ini, tak sedikit wanita mulai berani buka suara. Salah satunya adalah Shaparak.

"Aku menghormati mereka yang mengenakan hijab. Tapi saat aku memakai hijab, aku rasanya tertekan, terkungkung, lalu saat aku melepasnya, rasanya aku bebas. Namun, saat aku harus pergi ke tempat umum, aku harus menutup rambutku dan kembali ke takdirku," ungkap wanita 42 tahun ini dalam video yang diunggah pada laman BBC.

Nyali ibu satu anak ini awalnya terpancing tatkala melihat ada seorang wanita tanpa penutup kepala berani berdiri di tempat umum sambil mengacungkan tongkat yang di bagian ujungnya telah diikatkan hijab putih. Sayang, saat 'turun panggung', wanita itu ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara selama satu bulan. Terinspirasi dari hal itu, Shaparak ingin melakukan aksi yang sama.

"Aku hanyalah ibu rumah tangga biasa. Aku hanyalah wanita biasa. Tapi aku ingin memperjuangkan hakku," ungkap Shaparak. Wanita ini pun mengajak kaum wanita lainnya untuk melakukan aksi serupa, yaitu mengacungkan tongkat yang terikat hijab putih di Enghaleb Street. 

Demikianlah, terjadi aksi protes 'bendera putih' di Enghaleb Street. Laman The Independent pun menyebut kalau aksi itu juga kerap disebut 'Rabu Putih'. Sementara itu, Enghaleb Street sendiri berarti Jalan Revolusi jika diterjemahkan.

baca juga:

Theyeshivaworld

Sayang, mereka yang ikut aksi itu ditangkap oleh aparat, termasuk Shaparak. BBC mencatat sejak Desember 2017 ada lebih dari 35 wanita Teheran ditangkap karena tidak memakai hijab di tempat umum.

"Sejak ditangkap itulah, aku merasa hidupku terancam. Hidup putraku juga terancam," keluh wanita dari Iran ini. Menurut Amnesty International seperti yang dikutip dari The Independent, pengacara Shaparak menyebut kalau wanita pemberani ini sempat disiksa dan dipukuli saat dipenjara. Beruntung Shaparak bisa bebas dengan jaminan pada akhir bulan April.

Namun, perjuangannya tak berhenti sampai di sini. Shaparak merasa hidupnya dan hidup putranya tak lagi aman sehingga memutuskan melarikan diri dari tanah kelahirannya.

"Suamiku sungguh mengerikan. Aku tak bisa percaya lagi padanya. Aku pun menghubungi orang-orang yang sekiranya bisa membantuku pergi dari sana. Aku cuma punya waktu dua jam meninggalkan rumah. Hijab juga masih kupakai karena tak ingin menarik banyak perhatian," ungkap ibu rumah tangga ini.

Sebelum melangkah lebih jauh, Shaparak sempat memandangi rumahnya sejenak, tempat ia menghabiskan suka dukanya bersama sang suami selama 12 tahun.

Sekitar tengah malam, wanita tangguh ini bertemu dengan pemandunya yang kemudian membawanya mendaki gunung. Shaparak yang masih diselimuti rasa takut pun mengikuti sang pemandu.

"Aku bisa mendengar detak jantungmu. Tenanglah, aku akan membantumu," ucap pemandu itu pada Shaparak.

Mereka berhasil sampai di puncak gunung saat hari sudah terang. Dalam cerahnya sinar matahari pagi, Shaparak bisa melihat hamparan bunga berwarna-warni. Dari ketinggian itu, ia memandang keindahan negaranya untuk terakhir kalinya, tanah air yang ditinggalinya sedari lahir.

Iranobserver.org



"Kau sudah aman sekarang. Kau tidak lagi ada di Iran," kata sang pemandu. Lalu datang seorang pemuda Turki dengan seekor kuda. Sang pemandu berpesan pada pemuda Turki itu agar hati-hati mengantar Shaparak karena sudah dianggapnya seperti saudara perempuannya sendiri. Ibu dan putranya ini pun menunggang kuda menuju Turki selama satu setengah jam.

Ketika tak lagi tinggal di Iran, Shaparak Shajarizadeh dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan 18 tahun masa percobaan karena berani melepas hijabnya. Kini, berdua dengan putranya, mereka sedang memperjuangkan untuk mendapat status pengungsi di Kanada. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

Hiburan

Tak Hanya Nunung, 5 Anggota Srimulat Ini Pernah Terjerat Narkoba

Image

Ekonomi

Perang Dagang

Berniat Hindari Sanksi AS dengan Bitcoin, Iran Malah Hadapi Masalah Baru

Image

News

Soal Pemulangan Habib Rizieq, Ruhut Sitompul: Enggak Capek Ribut Terus

Image

Hiburan

5 Potret Mesra Nunung dan Suamiya, Kompak dalam Berbagai Situasi

Image

News

Wiranto: Kalau Ada Isu Penangguhan Penahanan Kivlan Zen Saya Kira Nggak Benar

Image

News

Arab Saudi Terima Pengiriman Pasukan AS Demi Tingkatkan Keamanan Kawasan

Image

News

Iran Tahan Kapal Tanker Inggris di Selat Hormuz

Image

News

Pemerintah Bentuk Satgas Terkait Pemulangan WNI Eks Simpatisan ISIS dari Suriah

Image

Ekonomi

Aliran Modal Asing yang Masuk Per 18 Juli 2019 Sebesar Rp192,5 Triliun

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

1.048 Peserta Mendaftar Ikut Pawai Tolak Plastik

"Hingga malam ini tercatat sudah terdaftar 1.048 orang peserta,"

Image
News

Pengeboran Ilegal di Muba Timbulkan Semburan Lumpur Setinggi 30 Meter

“Kuat dugaan ini karena aktivitas pemboran minyak secara liar yang dilakukan oleh oknum warga,”

Image
News

Jamaah Diimbau Tak Langsung Pulang Usai Ibadah di Masjidil Haram

"Kami imbau, jamaah tidak bergegas pulang secara bersamaan usai shalat berjamaah,"

Image
News

Truk Tangki Pertamina Terbakar di Tol Dalam Kota Renggut Dua Korban

"Lokasi truk terbakar tepatnya di ruas by pass Tol Dalam Kota ara ke Cawang,"

Image
News

Lebaran Betawi Ajang Silaturahmi Warga Jakarta

"Kalau dilihat secara mendalam sebenarnya tujuan utama acara ini bukan lah memberikan hiburan, tapi untuk bersilaturahmi bagi warga Betawi,"

Image
News

Anak Buah Anies Ingin Buah Sukun Jadi Alternatif Pangan Pengganti Beras

"Sukun bisa menjadi konsumsi sehari-hari, jadi kami tidak hanya mengandalkan beras,"

Image
News

Kecelakaan Maut, Ibu dan Anak Tewas di Tempat Kejadian

"Ibu dan anak itu tewas setelah sepeda motor yang di kendarainya bertabrakan dengan mobil minibus,"

Image
News

Napi Lapas Amuntai Tertangkap Simpan Sabu

"Kami baru tahu ketika ada yang menginformasikan bahwa di salah satu sel tahanan ada narapidana yang memiliki sabu-sabu,"

Image
News

Kementerian PUPR Salurkan Air Bersih Bagi Pengungsi Gempa Malut

"Kami sangat peduli dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian,"

Image
News

Replika JPO Senayan Jadi Spot Foto Favorit Pada Lebaran Betawi di Monas

Spot foto tersebut terletak di pintu masuk stan wilayah kota administrasi Jakarta Pusat, yakni di samping kiri panggung utama.

trending topics

terpopuler

  1. Selama Proses Pemeriksaan Polisi, Nunung Diberhentikan dari Program 'Ini Talkshow'

  2. Perempuan Gemuk, Dokter Estetika Sarankan Treatment Kecantikan Ini untuk Kamu

  3. Pakai Sabu seperti Nunung, 8 Hal Mengerikan Ini Akan Kamu Alami

  4. Mandiri Akan Paksa Nasabah yang Saldonya Bertambah untuk Kembalikan Uang

  5. Gempa Kuat Goncang Athena, Gedung-gedung Roboh

  6. Sebelum Jadi Ibu Kota Negara, Gubernur: Penuhi Dulu Hak Keadilan Warga Kalteng

  7. Waketum PAN Sebut Pengurus DPP Banyak yang Ingin Jadi Oposisi

  8. Buwas dan Syafruddin Kabarnya Masuk Bursa Ketum PPP, Suharso: Itu Hanya Isu, sebagai Gadis Cantik yang Jadi Rebutan

  9. KPK Disebut Tidak Menghormati Mahkamah Agung Sama Sekali

  10. Guntur Romli: Sekarang Prabowo-Sandi Tahu Rasa Berkoalisi dengan Kelompok Radikal

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude