image
Login / Sign Up

Mau Tahu Kenapa Prabowo Tegur Keras Media Massa? Ini Penjelasannya

Ratu Amanda Distania

Image

Prabowo Subianto Hadiri Acara Peringatan Disabilitas Internasional di hotel Sahid, Jakarta Pusat. | ISTIMEWA

AKURAT.CO Pernyataan calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto yang diarahkan ke media massa kembali menjadi polemik. Prabowo Subianto mempersoalkan berita media massa yang tidak menyebut jumlah peserta aksi reuni alumni 212 sebanyak 11 juta orang, bahkan dia menuding banyak media massa sekarang menjadi bagian dari upaya memanipulasi demokrasi. 

Koordinator juru bicara kampanye Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut pernyataan Prabowo Subianto sebagai teguran. Tetapi sebelum menjelaskan argumentasi, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa dia akan memanggil Prabowo Subianto dengan sebutan "mas."

"Oh ya, saya ingin sampaikan kepada publik, panggil capres @prabowo dengan panggilan "Mas" saja ya. Beliau lebih suka dipanggil Mas Prabowo ketimbang Pak Prabowo. Dan, panggil cawapres @sandiuno dengan panggilan Bang Sandi. Terimakasih," kata Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun Twitter @Dahnilanzar.

baca juga:

"Kenapa Mas @prabowo menegur media-media yang tidak bekerja sebagaimana mestinya sebagai pilar demokrasi? Sederhana, beliau tidak mau kualitas demokrasi kita dirusak oleh para pemilik media yang "menggunakan" media mereka sekedar menjadi alat propoganda politik dan kebohongan," Dahnil Anzar Simanjuntak menambahkan.

Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo Subianto mendukung jurnalis-jurnalis idealis.

"Empati dan simpati Mas @prabowo terhadap para jurnalis yang terus merawat idealismenya. Beliau, dukung full jurnalis-jurnalis idealis yang berusaha tetap menjadi pilar demokrasi yang berkualitas tinggi," kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pernyataan Prabowo Subianto ditanggapi oleh pengamat politik Sirojudin Abbas. Menurut laporan Antara yang dikutip AKURAT.CO, pernyataan Prabowo Subianto tentang media melakukan kebohongan dan memanipulasi demokrasi dinilai untuk menggerus kepercayaan masyarakat pada media arus utama.

"Hal itu juga dilakukan Donald Trump dan sejumlah politisi di Eropa. Ada dua alasan, pertama mendestabilisasi kepercayaan publik terhadap media arus utama," ujar Sirojudin Abbas.

Prabowo Subianto sebagai figur nasional dinilainya dapat membuat masyarakat, khususnya kelas bawah, tidak dapat membedakan media kredibel dan yang tidak, apabila media arus utama diberi label seperti itu.

"Informasi yang disampaikan media nilainya bisa turun serendah media abal-abal yang diawaki orang tidak kompeten," kata Abbas.

Menurut dia, selama ini strategi yang digunakan oleh Prabowo adalah menebar ketakutan untuk membuat pemilih yang belum menentukan pilihannya merapat kepada pasangan itu.

Kubu Prabowo dinilainya merupakan populis sayap kanan yang salah satu cirinya adalah memainkan aspek emosional seperti kekhawatiran kesulitan ekonomi serta korupsi.

Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menampik menggunakan strategi yang disebutkan itu, dan mengklaim menjalankan kampanye yang baik untuk memenangkan hati masyarakat.

"Saya bisa pastikan dari kami BPN tidak memainkan itu. One man one vote, jadi dimenangkan hatinya dengan cara yang baik," ujar anggota Badan Pemenangan Nasional Intan Fauzi.

Menurut Intan, selama ini apabila terdapat pandangan kubu Prabowo menyerang sementara kubu Jokowi bertahan, hal tersebut menunjukkan kelihaian dan kedewasaan dalam berdemokrasi. []

Editor: Siswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Bawaslu Analisis Dugaan Kampanye dalam Munajat 212

Image

News

Balas Budiman Sudjatmiko, Dahnil: Receh Banget Komentarmu Om

Image

News

Polisi Diminta Usut Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis saat Munajat 212

Image

News

AJI Jakarta Kecam Aksi Intimidasi Massa FPI Terhadap Jurnalis

Image

News

Intimidasi dari Peserta Munajat 212, Pengamat: Hentikan Kekerasan terhadap Jurnalis!

Image

News

Malam Munajat 212, Kegiatan Keagamaan atau Politik?

Image

News

Netizen ke Jimly Asshiddiqie yang Maju Jadi Legislator: Tapi Sayang Ya, Jejak Digital Bapak Tidak Dukung 212

Image

News

Acara Munajat 212 Disusupi Copet

Image

News

Pernyataan JK Bukti Kepemilikan Lahan Prabowo Sah dan Tidak Melawan Hukum

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

15 Camat Diperiksa Bawaslu terkait Video Dukung Jokowi

"Sangat mengapresiasi pihak Bawaslu karena melakukan undangan buktinya mereka hadir," kata dia.

Image
News

Azyumardi: Saya Optimistis Melihat Indonesia, Tapi Jangan Melihat Proses Ini Sudah Selesai

"Ini harus diberantas karena dapat merusak nilai-nilai sebuah kepercayaan, trust capital," kata dia.

Image
News

Bawaslu Analisis Dugaan Kampanye dalam Munajat 212

Bawaslu DKI mendapat tugas untuk mengkaji acara Munajat 212.

Image
News

Dengan Anies Tidak Ada Masalah, Jokowi: Jangan Dikompor-komporin

"Orang berpikir saya dengan pak Gubernur DKI ada masalah Setiap hari saya ketemu pak Gubernur,"

Image
News

Lilin Sembahyang Pemicu Kebakaran di Teluk Gong

Mustakim memastikan jika lilin di area sembahyang menjadi penyabab awal terjadinya kebakaran.

Image
News

Choirul Anam Terpilih Jadi Ketua KPU Jawa Timur

Choirul Anam berucap syukur masih dipercaya sebagai penyelenggara pemilu.

Image
News

Jenazah Hangus dengan Posisi Saling Berpelukan Ternyata Korban Pembunuhan

Motif kasus ini diduga Jamal terlilit utang sehingga tidak bisa membayar. Dia dicari-cari orang.

Image
News

8 Potret Paundrakarna, Cucu Soekarno yang Jadi Artis

Pria kelahiran 19 April 1979 ini merupakan cucu presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno

Image
News

Balas Budiman Sudjatmiko, Dahnil: Receh Banget Komentarmu Om

Budiman mengomentari sikap Dahnil yang menganggu Dedek Prayudi ketika sedang berbicara.

Image
News

Jokowi: Kalau Ada yang Bilang Pembagian Seritifikat Tanah Enggak Ada Gunanya, Silakan Ngomong Begitu

Hal ini disampaikan Jokowi menjawab tudingan pihak tertentu yang menyebut program bagi - bagi sertifikat ini adalah program tak penting.

trending topics

terpopuler

  1. Sudirman Said Diramal Bakal Berakhir Seperti Ratna Sarumpaet

  2. 32 Tahun Menikah, 10 Potret Mesra Hary Tanoesoedibjo dan Istri

  3. Rasyid Rajasa ke Ani Yudhoyono: Memo Gak Sendirian, Doaku Selalu Menyertai

  4. Terkait Surat Ahmad Dhani, Ma'ruf Amin: Dia Tahu Apa Tentang NU? Dia Kan Nggak Paham NU

  5. Jokowi, Zulhas, Sutiyoso, Marty Natalegawa hingga Rocky Gerung Jenguk Ani Yudhoyono Hari Ini

  6. 8 Potret Cantiknya Almira Yudhoyono yang Telah Beranjak Remaja

  7. Siswa yang Melawan Gurunya di Yogyakarta, Ternyata Pernah Tidak Naik Kelas

  8. 5 Fakta Perjalanan Karier Sudirman Said, dari Aktivis Antikorupsi hingga Tuai Kontroversi

  9. Simeone: Leg Kedua akan Menjadi Penderitaan bagi Atletico

  10. 15 Camat Dukung Jokowi, Mardani: KPK dan Bawaslu Harus Ingatkan Kembali Larangan Pelibatan ASN

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
News

8 Potret Paundrakarna, Cucu Soekarno yang Jadi Artis

Image
News

Dari Aktor hingga Wagub, 5 Fakta Perjalanan Karier Deddy Mizwar

Image
News

8 Potret Cantiknya Almira Yudhoyono yang Telah Beranjak Remaja