image
Login / Sign Up

Sindir Prabowo Protes Media Soal 212, Permadi: Katanya Lillahi Ta'ala? Kok Baper Mewek Gak Diliput?

Siswanto

Image

Permadi Arya | TWITTER/@permadiaktivis

AKURAT.CO Kekecewaan calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto terhadap media massa dalam memberitakan jumlah peserta yang hadir dalam acara reuni alumni 212 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018), menjadi bahan pembullyan.

Pemerhati politik Permadi Arya mengatakan belum terpilih saja sudah hilang kesabaran hilang gara-gara tidak diliput media, bagaimana kalau nanti terpilih.

"Katanya lillahi ta'ala? Kok baper mewek gak diliput?" kata Permadi Arya melalui akun Twitter @permadiaktivis.

baca juga:

Permadi Arya kemudian menjelaskan kenapa mayoritas media nasional tidak meliput peristiwa hari Minggu itu. Menurut dia karena media sudah tahu motivasi aksi.

"Pak @prabowo, media tidak liput 212 karena sudah tahu itu kampanye terselubung jelang pilpres. Dan kenapa ogah akui 11 juta karena Arafah luas ribuan hektar saja cuma muat 2 juta, kok Monas-Merdeka-Thamrin cuma 80 hektar bisa 11 juta? Hati-hati dengan pendukung bapak sendiri. Nanti salah sujud sukur lagi," kata dia.

Di Twitter, pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim juga terlibat diskusi hangat dengan netter M. Saiful A. Rachman yang memakai akun @msaifular. Topiknya seputar sikap media terhadap reuni alumni 212.

"Untuk kasus reuni 212, media tak memberitakan, itu wartawannya memang layak dimaki-maki kok. Wajar kalau @prabowo marah. Pertanyaannya untuk para jurnalis, kalian direndahkan @jokowi berkali-kali, kok diam saja. Kalian bertanya ditinggal pergi. Kalau jawab, jawabannya ngawur. cc:@eae18," kata Saiful.

Tetapi menurut Rustam Ibrahim pendapat Saiful tak sepenuhnya tepat.

"Pengamatan saya, Presiden Jokowi itu sangat menghormati wartawan. Kalau pun Jokowi  tidak jawab pertanyaan wartawan dan meninggalkan pergi dia akan berkata sudah ya atau melambaikan tangan. Dan tidak ada kewajiban Presiden menjawab seluruh pertanyaan wartawan," kata Rustam Ibrahim.

"Mungkin, seandainya media bebas mengatakan Reuni 212 adalah peristiwa politik yang ada hubungannya dengan Pilpres, dan bebas menyampaikan estimasi mereka sendiri mengenai jumlah peserta hadir, tanpa ada kekuatiran atau diprotes apa pun, mungkin mereka senang hati memberitakan," Rustam Ibrahim menambahkan.

Ketika berpidato di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12/2018), Prabowo Subianto menyoal jumlah peserta aksi 212. Menurut dia jumlahnya mencapai 11 juta orang, tetapi media menyebut hanya sekitar 15.000 orang.

"Buktinya media hampir semua tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang kumpul," kata Prabowo. "Belum pernah terjadi di dunia. Saya kira ini kejadian pertama. Ada manusia kumpul sebanyak itu tanpa dibiayai oleh siapapun. Mereka dibiayai oleh dirinya sendiri dan oleh mereka-mereka yang ingin membantu rakyat sekitarnya. Saya kira itu, belum pernah terjadi."

Namun, dia kecewa dengan sikap media massa, bahkan menyebut bagian dari usaha memanipulasi demokrasi. "Tapi hebatnya media-media yang kondang, media-media dengan nama besar, media-media yang mengatakan dirinya obyektif, tak bertanggungjawab untuk membela demokrasi. Padahal justru mereka ikut bertanggungjawab, mereka bagian dari usaha manipulasi demokrasi," katanya. "Sudah saatnya kita bicara apa adanya. Kita bicara yang benar-benar, dan yang salah itu salah. Mereka mau mengatakan yang 11 juta itu hanya 15 ribu." 

Pernyataan Prabowo Subianto ditanggapi oleh pengamat politik Sirojudin Abbas. Menurut laporan Antara yang dikutip AKURAT.CO, pernyataan Prabowo Subianto tentang media melakukan kebohongan dan memanipulasi demokrasi dinilai untuk menggerus kepercayaan masyarakat pada media arus utama.

"Hal itu juga dilakukan Donald Trump dan sejumlah politisi di Eropa. Ada dua alasan, pertama mendestabilisasi kepercayaan publik terhadap media arus utama," ujar Sirojudin Abbas.

Prabowo Subianto sebagai figur nasional dinilainya dapat membuat masyarakat, khususnya kelas bawah, tidak dapat membedakan media kredibel dan yang tidak, apabila media arus utama diberi label seperti itu.

"Informasi yang disampaikan media nilainya bisa turun serendah media abal-abal yang diawaki orang tidak kompeten," kata Abbas.

Menurut dia, selama ini strategi yang digunakan oleh Prabowo adalah menebar ketakutan untuk membuat pemilih yang belum menentukan pilihannya merapat kepada pasangan itu.

Kubu Prabowo dinilainya merupakan populis sayap kanan yang salah satu cirinya adalah memainkan aspek emosional seperti kekhawatiran kesulitan ekonomi serta korupsi.

Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menampik menggunakan strategi yang disebutkan itu, dan mengklaim menjalankan kampanye yang baik untuk memenangkan hati masyarakat.

"Saya bisa pastikan dari kami BPN tidak memainkan itu. One man one vote, jadi dimenangkan hatinya dengan cara yang baik," ujar anggota Badan Pemenangan Nasional Intan Fauzi.

Menurut Intan, selama ini apabila terdapat pandangan kubu Prabowo menyerang sementara kubu Jokowi bertahan, hal tersebut menunjukkan kelihaian dan kedewasaan dalam berdemokrasi. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Sandi Tegaskan BUMN Tak Boleh Diganggu Kepentingan Politik

Image

News

Said Didu ke La Nyalla: Semoga Allah Menyadarkan Orang yang Hidup dari Kesombongan

Image

News

Prabowo Kagetkan Pria yang Asik Main Handphone: Liat Apaan Itu?

Image

News

Penyebab Rusuh di Polsek Ciracas, Mardani Kritik Kepemimpinan Jokowi

Image

News

Sindiran Said Didu: Demi Politik Seseorang Mudah Meminta Maaf, Itu Oportunis!

Image

News

Berita Populer Dugaan Keterlibatan Anggota TNI hingga Rumah Sakit Jiwa untuk Politisi 'Gila'

Image

News

Faizal: Apa yang Salah Bila Pak La Nyalla Ikuti Jejak Sejarah Sahabat Nabi

Image

News

La Nyalla Tobat, Permadi: Masih Banyak Orang Baik Waras dan Punya Hati Nurani

Image

Ekonomi

Rustam Tantang Sebutkan Orang yang Membangun Bisnis Tanpa Utang, Ada?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polri Sebut Dua Terduga Teroris di Sleman akan Lakukan Aksinya Saat Natal dan Tahun Baru

"Ini kan indikasi bisa ke arah situ (aksi teror bom saat natal). Yang jelas tugas kita adalah mengantisipasi, jangan sampai aksi tersebut,"

Image
News

Puluhan Ribu SIM Kadaluarsa dari Berbagai Golongan Dimusnahkan Polrestabes Medan

Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dimusnahkan berjumlah 80.490 set dari berbagai golongan.

Image
News

Dianggap Berdedikasi Bangun Politik Islam yang Demokrasi, Yusril Raih Democracy Award

Democracy Award merupakan penghargaan bagi para politikus.

Image
News

Jelang Perayaan Natal, Polda Sumsel Berikan Perhatian pada Ratusan Gereja

"Nantinya semua gereja dan tempat keramaian akan dijaga anggota Polri,"

Image
News

Dalam Memberantas Terorisme di Indonesia, Polri Fokus pada Aspek Pendanaan

"Ini menjadi perhatian bagi aparat penegak hukum dalam menelusuri aspek pendanaan terorisme,"

Image
News

Polda Metro Kembali Tangkap DPO Pengeroyok Kapten Komarudin

Saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan sedikit pun.

Image
News

Waspada! Ini Sembilan Titik di Kota Bekasi yang Terdampak Hujan dan Angin Kencang

Selain banjir, beberapa titik lainnya juga terdapat pohon tumbang. Diantaranya, di Bintara Jaya, dan Pondok Pekayon Indah.

Image
News

Marak OTT Kepala Daerah, Mardani: Ada Sistem yang Salah dalam Negara Ini

"Presiden sebagai penanggung jawab tertinggi Kepala Pemerintahan mesti bergerak. Ambil inisiatif. Jangan membiarkan"

Image
News

Ingin Jabar Juara di Sektor Pariwisata, Kang Emil akan Serius Bangun Infrastruktur

Selama lima tahun ke depan Pemprov Jabar akan membangun berbagai insfrastruktur khususnya di lokasi-lokasi objek wisata

Image
News

KPU Kabupaten Bekasi Tetapkan 2.053.546 Orang Masuk DPT

KPU Kabupaten Bekasi juga menemukan pemilih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 2.813 orang.

trending topics

terpopuler

  1. 10 Potret Kabar Terkini Alumni AFI yang Bikin Rindu

  2. Ditantang Fadli Zon Mundur, Mendagri: Menurut Saya Tidak Fair

  3. Sandiaga: Jika Saya Ingin Hidup Tenang, Saya Mau Kembali Jadi Pengusaha

  4. Penting, 5 Tanda Kanker Serviks yang Harus Wanita Ketahui!

  5. Usai Diperiksa KPK, Mobil Ketua PN Semarang Tabrak Wartawan

  6. Anies Baswedan Diminta Jadi Mediator antara PKS dan Gerindra Terkait Cawagub DKI

  7. Sandiaga: Saya Turut Bangun Jalan Tol Cipali 116 Kilometer Tak Pakai Uang Negara

  8. 12 Potret Cantik Selebriti Indonesia Jadi Princess Disney

  9. Melalui Laga Ketat, Ginting Ditumbangkan Unggulan Pertama

  10. Tak Diunggulkan, Hafiz/Gloria Rebut Kemenangan Pertama

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air

kolom

Image
Ujang Komarudin

Isu PKI Serang Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Problematik Pemilih Perumahan Mewah

Image
Awalil Rizky

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Wawancara

Image
Hiburan

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Sosok

Image
Ekonomi

Buka-Bukaan Alasan Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Amin

Image
Ekonomi

Intip 10 Milenial yang Berpotensi Berada di Deretan Orang Terkaya Selanjutnya

Image
Ekonomi

Kalah dengan Transportasi Online, Bos Blue Bird Terlempar dari Daftar Crazy Rich RI